Gadis Kesayangan

Gadis Kesayangan
Bab 71


__ADS_3

setelah mengunjungi sang oppa…kini jiya berniat pergi ke kantor sang suami…karena semenjak menikah dengan in jun …jiya belum pernah sekalipun ke kantor suaminya.


"baiklah nuna…ji mau ke kantor in jun…"(jiya)


"kamu bawa mobil Qwen???"(kevin)


"gak…tadi pagi kan sama in jun…dan tadi ke marinya naik taxi…sama nuna"(jiya)


"mau oppa antar atau di antar supir"(kevin)


"gak usah oppa…ji bisa sendiri…bye"(jiya)


setelah berpamitan…jiya langsung menuju kantor in jun…


sekitar tiga puluh menit jiya sampai di kantor sang suami…dan langsung menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan sang suami.


"permisi mbak…saya mau tanya…ruangan in jun di mana ya??"(jiya)


"maaf nona…apakah orang yang anda maksud adalah Ceo kami???"(resepsionis)


"benar…apa dia ada di ruangannya"(jiya)


"apa nona sudah ada janji dengan beliau…"(resepsionis)


"hhhhhhh janji…apa aku harus buat janji dulu untuk menemuinya???"(jiya)

__ADS_1


"benar nona…jiya tidak ada janji…maka anda tidak dapat bertemu dengan Ceo…"(resepsionis)


"tapi saya…"(jiya)


belum sempat jiya menyelesaikan ucapannya ada orang datang dan bertanya pada resepsionis itu kembali tentang sang Ceo…kemudian sang resepsionis mempersilahkan orang tersebut untuk bertemu dengan sang Ceo.


jiya tidak terima dengan keputusan si resepsionis karena mereka sama sama tidak memiliki janji…tapi mengapa wanita itu di perbolehkan masuk…sementara dia tidak


ya…yang akan bertemu dengan in jun adalah seorang wanita yang lumayan cantik dan ****.


"maaf mbak…tapi saya duluan yang tanya tadi…dan mbaknya bilang tadi kalau belum ada janji gak bisa bertemu Ceo…itu ibunya kok bisa masuk…kan ibunya juga gak ada janji sama Ceo…wahhh mbaknya curang ni…"(jiya)


"maaf nona…jika nona itu memang sudah sering ke mari beberapa minggu ini"(resepsionis)


"oooo…jadi saya tidak boleh masuk ya…"(jiya)


"baiklah kalau begitu…hentikan wanita itu juga…karena saya tidak mau dia masuk"(jiya)


"nona silahkan pergi dari sini dan jangan membuat keributan di sini"(resepsionis)


"saya tidak mau…memangnya kenapa kalau saya tetap mau bertemu in jun…"(jiya)


"kamu tuli ya…saya bilang pergi dari sini… atau…😏😏"(resepsionis)


"atau apa…😐😐"(jiya)

__ADS_1


"security…bawa nona ini keluar…karena sudah membuat keributan di sini…"(resepsionis)


dengan cepat security menyeret jiya keluar dari kantor in jun dan menghempaskannya di luar.


"awwww…issss…sakittt…"(jiya)


"makanya jangan macam macam kamu di sini…memangnya siapa kamu…hingga berani menyebut nama Ceo langsung dari mulutmu…"(resepsionis)


sementara di dalam ruangan in jun di kejutkan dengan datangnya sang asisten yang terburu buru tanpa mengetuk pintu terlabih dahulu…kemudian memberitahukan apa yang terjadi di luar gedung…yang membuat in jun mengepalkan tangannya dan begitu marah…mendengar ada orang yang menyakiti sang istri…bahkan di kantornya sendiri.


tanpa menunggu lagi in jun langsung turun melihat siapa yang berani menyakiti sang istri.


dari arah lif terdengar keributan yang di dengar oleh sang resepsionis…bahwa sang Ceo turun langsung melihat kejadian itu.


"Qwennnn…apa yang terjadi…kenapa kamu sampai seperti ini??"(in jun)


"iissss…jangan menyentuhnya…ini sakit…apa kamu tidak bisa lihat…😐😐"(jiya)


in jun begitu marah melihat luka yang ada di tubuh sang istri…walaupun hanya lecet di bagian lutut dan lengannya.


"siapa yang melakukannya…"(in jun)


semua orang diam…tidak ada yang berani membuka suara ketika in jun sudah marah.


"aku tanya sekali lagi…siapa yang melakukan ini pada istrikuuuu😡😡😡…"(in jun)

__ADS_1


semua orang melongo mendengar in jun mengatakan istri…


ayoooo…jangan lupa like dan coment…


__ADS_2