
"honey…kita ke supermarket bentar ya…ada yang mau aku beli"
"baiklah…"
kini jiya dan in jun berada di supermarket milik in jun.
"selamat datang tuan…nona"
sang maneger supermarket menyambut in jun dan jiya.
"honey hari ini kita ke apartement aja yuk...biar belajar mandiri"
"boleh....tapi mommy gimana??"
"kalau mommy gampang…nanti aku yang urus"
"ya udah kita belanja untuk dapur sekalian ya...."
"he-emm"
jiya dan in jun akhirnya memutuskan untuk berbelanja kebutuhan dapur apartement.
kini jiya dan in jun sudah sampai di apartement milik in jun.
"honey…mau aku masakkan apa buat makan malam???"
"apa aja…yang penting itu masakkanmu"
"mmmmm…ok!!!tapi sekarang kamu mau minum apa???biar ku buatkan"
"mmm…susu coklat ada???"
__ADS_1
"ada…tunggu sebentar ya…"
in jun masuk ke ruang kerjanya,karena ada beberapa file yang di kirim oleh sekertarisnya.
"honey…ini susu coklatmu"
"terima kasih honey…"
"sama sama…aku tinggal ya…karena badanku sudah lengket jadi mau mandi…"
"he-emmm…"
jiya masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.
in jun yang sudah menyelesaikan filenya,masuk ke kamar untuk membersihkan diri,tapi dia heran dengan istrinya…kenapa sudah begitu lama tapi belum juga keluar dari kamar mandi.
"Qwen…apa kamu di dalam???"
"honeyyyy.....jawab aku"
"Qwen…kamu baik baik saja hmmm??"
"aku lupa jika bajuku tidak ada di sini,jadi aku malu untuk ke luar"
in jun mendekati jiya dengan senyum yang tak dapat di artikan,in jun semakin maju sementara jiya mundur sampai terpojok di dinding dan tak dapat lagi melarikan diri.
kini keduanya sudah tak ada jarak lagi bahkan nafas in jun begitu terasa bagi jiya yang membuat merinding dan juga seperti ada sengatan listrik yang mengalir keseluruh tubuh mereka.
in jun mencium bibir jiya dengan sangat lembut dan jiyapun membalasnya,hingga keduanya kehabisan nafas karena ciuman mereka semakin panas dan keduanya kini menginginkan lebih dari pasangannya.
"honey…aku menginginkanmu"
dengan malu malu jiya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
in jun menggendong jiya dan meletakkannya di tempat tidur dengan perlahan,dan terjadilah hal yang seharusnya terjadi hingga sore hari.
setelah pergulatan panas itu,in jun dan jiya tertidur karena lelah.
perlahan jiya membuka mata dan orang pertama yang di lihatnya adalah in jun sang suami.lama jiya memandang wajah tampan pahatan tuhan yang paling sempurna baginya,dan tak memiliki cacat sedikitpun.
"apa kamu sudah puas memandang wajah tampan suamimu ini hmmmm???"
jiya kaget dengan suara bariton itu dan sontak menjauh darinya dan hampir terjatuh ke lantai jika sang empu tidak menariknya.
"honey…kamu kenapa menjauh hmmm"
"kamu membuatku kaget jadi aku refleklah"
in jun memandang wajah cantik jiya yang seaka n akan tidak percaya bahwa kini dia telah memiliki istri seutuhnya.
"honey…aku mau mandi dan memasak makan malam untuk kita"
"bagaimana kalau mandi bersama hmm???"
"ti…tidak usah aku bisa sendiri"
begitu jiya turun dari kasurnya dengan melilitkan selimut di tubuhnya seketika terhuyung kebelakang,untung in jun dengan sigap menangkapnya agar tak terjatuh.
"honey…kamu baik baik saja"
"aku tidak bisa berdiri dan berjalan…issss sakitttt"
in jun yang merasa bersalahpun langsung menggendong jiya dan menyiapkan air hangat dalam bathum kamar mandi,setelah jiya masuk in jun juga ikut masuk ke dalam bathum itu juga dan betapa terkejutnya jiya.
"honey…apa yang kamu lakukan"
in jun sama sekali tidak mendengarkan istrinya,malah dia melakukan hal yang membuat jiya tak berdaya.
__ADS_1
biarkan saja jiya dan in jun…
saat ini author menantikan para pembaca untuk hadir😊😊😊