
in jun mematung di depan pintu, karena melihat pemandangan yang tak pernah dia duga.
jiya yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya menjerit,ketika melihat in jun membuka pintu.
"aaaaaaaaaa,,,,,, "
momy in jun yang baru saja keluar dari kamarpun berlari menghampiri jiya yang berada di kamar in jun, tapi sang momy kaget,,,,kenapa ada in jun di depan pintu dan jiya malah menjerit.
karena penasarannya momy menerobos masuk dengan in jun yang masih mematung melihat jiya.
"ji,,,, ada apa sayang??? "
"momy,,,, jun,,, mesummmm"
"π§π§π§π§π§π§"
"jun,,,, apa yang kamu lakukan pada jiya haaaa,,,,,??? "
"eh,,,, itu,,, anu,,,, my,,,, jun tidak sengaja, lagian jun,,,gak tau kalau jiya sedang mandi, karena tadi jun,,,beli baju buat jiya"
jun yang sudah malu dengan cepat memberikan baju itu kepada sang momy dan pergi.
sang momypun segera memberikan bajunya pada jiya, dan jiya dengan cepat mennganti pakaiannya.
jiya yang masih merasa malu, kini hanya diam saja. sedangkan in jun, jangan di tanya lagi,,,ππkarena wajahnya sudah seperti kepiting rebus saat ini, jika mengingat kejadian tadi.
karena jiya dan in jun saling diam, akhirnya sang momy yang bersuara agar kecanggungan di antara mereka hilang.
__ADS_1
"ekheemmm,,,, jiya sayang,,,, kamu mau makan apa hmmm?? "
"mmmm,,, jiya mau apa aja my,,,,yang penting enak dan tidak pedas"
sang momypun mengambilkan beberapa lauk untuk jiya. ya,,,, saat ini mereka sedang makan malam di rumah in jun.
"momy,,,,sebenarnya yang anak momy itu jun atw jiya sih,,,,,πππ"
"hey,,,, kamu sudah besar, dan lagian ya,,,,kamu sehatkan,,,,??"
"tentu saja aku sehat,,,,ππ"
"baguslah kalau kamu sehat,,,, berarti bisa ambil makanan sendirikan,,,,,"
"haiiissss,,,, percuma berdebat sama momy,,,,, ujung ujungnya aku kalah,,,,πππ"
jiya yang melihat interaksi antara ibu dan anak itu tersenyum dan bahagia. jiya berfikir seandainya saja momy dan dadynya masih ada pasti dia juga akan seperti itu.
setelah makan malam in jun segera mengantar jiya pulang.
jiya yang masih malu hanya memandang keluar cendela, sedangkan in jun yang merasa jiya mengacuhkannya berhenti di sebuah taman dan keluar. jiya yang kaget melihat in jun keluar tanpa mengajaknya ikut turun dan berjalan menghampirinya yang sudah duduk di kursi taman
"ekhem,,,sayang aku ada salah padamu??? "
jun kaget dengan ucapan jiya, bukannya dia yang marah ya,,,,π―π―π―.
"haaaa,,,, bukannya kamu yang marah sayang,,,, karena kejadian tadi??"
__ADS_1
"hmmm,,,,π―π―mana ada aku marah,,,, kapan aku bilang,,,,??? "
"jadi kamu gak marah yangggg,,,,π π π "
"gak,,,,, cuma aku malu tauuuu"
in jun yang senang dengan ucapan jiya, langsung menarik jiya dan mendudukkannya di pangkuannya. kemudian in jun, mendekatkan wajahnya dan mencium jiya spontan. sedangkan jiya yang kaget,dengan serangan in jun itu hanya pasrah saja, karena memang ini adalah pengalaman pertamanya berciuman pada seorang pria. in jun yang tau bahwa ini adalah ciuman pertama mereka, melakukannya dengan sangat lembut.
"ji,,,, apa ini firs kiss mu,,,,??? "
jiya mengangguk dan tertunduk malu dengan pertanyaan in jun. sedangkan in jun tersenyum bangga,karena bukan hanya jiya yang merasakan firs kiss tetapi juga dirinya sendiri.
"jadi,,,, aku orang pertama donk yang dapat firs kiss,,,ππ??"
jiya memukul dada in jun menyatan protesnya karena sudah di tertawakan oleh in jun.
"heyyy,,,,, jangan marah,,,, karena itu juga firs kissku loh,,,, "
jiya menatap in jun tak percaya, dan di anggukin oleh in jun yang menandakan bahwa apa yang dia katakan adalah benar.
"ya,,,, sudah,,,,ayo ku antar pulang,,,, karena ini sudah malam"
dan akhirnya jiya di antar pulang sampai do rumah oleh in jun, dan kemudian in jun langsung pulang.
jiya dan in jun merasakan banyak bunga yang bertebaran di mana mana karena sangat bahagia.
__ADS_1