
ceklekkk…pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah in jun dengan handuk yang melilit di pinggangnya.semua itu sontak membuat jiya panas dingin dan dengan susah payah menelan slavinanya.in jun yang melihat sang istri seperti itu,timbul sifat jahilnya untuk mengerjai sang istri.
"honeyyy…apa suamimu ini masih tampan???"(in jun)
"haaaa…a…pa maksudmu???"(jiya)
"😊😊tentu saja aku bertanya padamu yang dari tadi melihatku tanpa berkedip"(in jun)
"he…mana ada…dasar otakmu saja yang terlalu mesum…"(jiya)
jiya langsung berlari menuju pintu ingin keluar kamar untuk menghindari in jun.tapi belum sempat jiya sampai pada knop pintu…in jun sudah lebih dulu menariknya hingga jiya terhuyung ke belakang dan mereka sama sama jatuh dengan jiya berada di atas tubuh in jun.mata mereka bertemu…in jun menatap intens wajah jiya dan yang paling utama adalah bibir ranum jiya yang selalu membuatnya hilang kendali,bibir yang selalu menjadi candunya setelah menikahi jiya beberapa bulan lalu.tanpa aba aba in jun langsung menarik tengkuk jiya dan m********tnya dengan lembut…jiya menikmati sentuhan itu…karena memang sejatinya jiya merindukan sentuhan hangat sang suami…c*****n yang mulanya lembut kini menjadi semakin menuntut lebih.
in jun yang sudah di bakar hasrat birahinya tak dapat menahannya lagi.
"honey…aku merindukanmu…bolehkah aku memintanya???"(in jun)
jiya yang tau bahwa in jun sangat menginginkannyapun langsung menganggukan kepala tanda bahwa dia setuju.
__ADS_1
in jun dengan cepat bangun dan mengangkat jiya ke tempat tidur…kemudian langsung melakukan ritualnya,karena in jun sudah berpuasa selama beberapa minggu ini karena jiya kabur dan in jun tak dapat menemukannya karena jiya mengganti identitasnya dan yang lebih parahnya lagi adalah kedua oppanya yang membantunya.
mereka melakukannya cukup lama…sampai keduanya mencapai puncak surgawi yang haqiqi dan in jun ambruk di samping jiya kemudian mencium keningnya lembut.
kini jiya dan in jun tertidur saling berpelukan karena kelelahan.
jiya membuka mata perlahan dan pemandangan yang sangat ia rindukan adalah memandang suami tanpannya ketika bangun tidur.
jiya tersenyum kemudian mencium bibir in jun sekilas tapi mata jiya membulat sempurna ketika in jun menahan tenkuknya dan memperdalam c*****nnya.jiya yang kehabisan oksigenpun memukul mukul dada in jun agar melepaskan c*****nnya.
"😂😂😂😂kamu kenapa honey…"(in jun)
"maaf…aku khilaf…😚😚abisnya kamu menggemaskan sih…"(in jun)
"huuuuu…dasar omes…awas… aku mau mandi…"(jiya)
"Qwen…apa tidak mau mandi bareng hmmmm…"(in jun)
__ADS_1
"haaaaa…tidak mau…nanti bukannya mandi yang selayaknya tapi mandi yang kamu mau…aku tidak mau karena sekarang badanku seperti remuk redam kamu buat…"(jiya)
"ji…maklumlah…kan in jun baru buka puasa"(author)
"elo…si thor ngapain lu…buat gue kabur kaburan jadi ribetkan gue…"(jiya)
"ya kali…jalan hidup lo…lurus lurus aja…kan kurang seru kalau gak ada adrenalinenya"(author)
"serah lu… deh thor…gue mah ikut aja…"(jiya)
"nah…itu baru bener…jangan protes…yuk kita lanjut"(author)
jiya turun dari tempat tidur dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi,sebelum in jun melakukan hal yang aneh aneh lagi pikir jiya.
setelah selesai dengan ritual mandinya jiya segera keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam mereka tapi sebelumnya jiya sudah menyuruh in jun untuk mandi,kemudian menyusulnya keluar kamar untuk makan malam.dengan cekatan jiya menyiapkan semuanya kemudian menatanya di meja makan,tak lupa jiya memanggil ibu ibu yang ia bawa pulang tadi pagi.
kini mereka makan malam dengan suasana yang hangat,karena biasanya jiya hanya sendiri.
__ADS_1
temen temen jangan lupa like dan coment y…