
matahari siang telah berganti menjadi bulan yang terang dan sangat indah....
"Qwennnn....ayo bangun....dan sudah waktunya makan malam..."(in jun)
perlahan jiya menggeliat dan membuka matanya....senyum manis terukir di bibirnya ketika melihat wajah sang suami yang sedang memandangnya
"honey....kamu sudah wangi...."(jiya)
"aku sudah mandi...makanya sudah wangi..."(in jun)
jiya memanyunkan bibirnya karena sang suami sudah wangi...sedangkan ia masih di bawah selimut dengan tubuh polosnya.
sedangkan in jun....merasa sangat gemas melihatnya dan tanpa aba aba langsung mencium bibir sang istri....
mata jiya membelalak sempurna karena kaget dengan ciuman in jun yang tiba tiba...
"๐ฏ๐ฏ๐ฏ honeyyyy...."(jiya)
"apa..."(in jun)
"kenapa menciumku tiba tiba..."(jiya)
"gemas aja..."(in jun)
kemudian menggendong sang istri ke kamar mandi dan memasukkannya ke bak mandi yang sudah ia siapkan...
"mau mandi sendiri atau mau di mandikan hmmm..."(in jun)
"haaaa....mandi sendiri aja...."(jiya)
"baiklah....aku tunggu di luar ya..."(in jun)
tiga puluh menit berlalu dan kini jiya telah rapi...kemudian mengajak sang suami untuk turun makan malam...
"tuan muda...nona..."(maid)
__ADS_1
jiya dan in jun hanya tersenyum dan mengangguk.
"bi....apa ada mangga..."(jiya)
"haaa....mangga...untuk apa nona..."(maid)
"ya...untuk di makanlah...."(jiya)
"aduhhhh....maaf nona๐๐kami tidak menyediakannya..."(maid)
in jun yang mengerti keinginan sang istripun langsung memberi kode pada para maid untuk meninggalkan mereka berdua di meja makan.
"honey...kamu mau buah mangga...benar...."(in jun)
"he-emmm...tapi tidak ada...dan aku tidak mau makan hidangan ini...karena tidak selera...๐๐๐..."(jiya)
"ya...sudah...kita makan di luar aja ya..."(in jun)
"benarkah...???"(jiya)
"he-emmm...kamu tunggu di sini dulu ya...aku mau ambil jaket sebentar...karena udara malam tidak baik untuk bumil..."(in jun)
sementara jiya menunggunya di ruang tengah dengan hati yang berbinar karena akan mencari makanan dan buah yang akan ia makan.
dan malam itupun mereka habiskan untuk mencari makan yang di pinta jiya.
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ.....
hp jiya berbunyi....menandakan ada panggilan masuk.
jiya melihat nama kontak yang masuk....dan mengembangkan senyumnya....
"hai....guys..."(jiya)
in jun heran dan melirik siapa orang yang menelpon sang istri...
__ADS_1
"honey....siapa yang nelpon...."(in jun)
jiya menoleh dan memperlihatkan wajah wajah orang yang menelponnya....seketika itu juga in jun tersedak udara...dan terbatuk batuk....
uhukkk...uhukkk....
jiya melihat sang suami batuk batukpun panik sendiri...
"honeyyyyy....kamu gak pa pa..."(jiya)
"mmmm...ya....aku gak pa pa....cuma kaget aja liat mereka yang telpon..."(in jun)
"hayyyyy.....kamu ini...buat aku panik aja...memang kenapa kalau mereka telpon...kan memang biasanya mereka telpon..."(jiya)
"oooo....benarkahhhh....kok aku gak tau ya...."(in jun)
"ya gak taulah....kan kamu ke kantor....pergi pagi pulangnya sore....kadang juga pulang malam...."(jiya)
"hehehe....maaf ya...."(in jun)
orang yang menelpon jiya hanya jadi penonton setia....yang melihat perdebatan antara suami istri itu.
"ji...kok kalian berantem sihhh...kan kita g ngapa ngapain..."(sisil)
"iya...ji...suami lo...marah..."(diva)
"gak kok....dia cuma heran aja...kok tumben kalian telpon aku...padahalkan dianya aja yang gak tahu kalau kita sering telponan bareng..."(jiya)
"ya udah dehhh...besok kita ketemuan aja di kampus ya...ji...kita udah kangen ni...."(rani)
"ok deh....bye...."(jiya)
"bye jiya....kirim salam buat suami lo....bilang jangan galak galak ntar tambah ganteng...guwe mau jadi pelakornya mau....๐คญ๐คญ๐คญ"(sisil)
"๐ฎ๐ฎ๐ฎ...sialan lo...."(jiya)
__ADS_1
jiya mematikan sambungan telponnya dan tersenyum kepada sang suami...begitu pula in jun yang membalas senyuman jiya dengan mencium pucuk kepalanya.
jangan lupa like dan coment guys....