
Seujung rambut saja lepas ataw tergores kulitnya, maka akan ku pastikan kau berakhir dengan tragis, ancam kevin yang berdiri di belakang sang suster. seketika tubuh sang suster menegang,mendengar ucapan kevin barusan.
tapi docter,,,,dia lancang sudah tidur di ruanganmu, setau saya tidak ada seorangpun yang berani memasuki ruaganmu, tapi gadis ini sampai tertidur di sini.
memang siapa kamu yang berani melarangnya tidur di sini kata kevin yang Wajahnya sudah sangat merah menahan emosi, karena melihat sang adik yang akan di sakiti di depan matanya.
Qwen,,,, kamu tidak apa apa??? atw ada yang sakit,,, kevin membolak balik tubuh jiya hingga si empunya merasa pusing di buatnya. oppa,,,,, aku pusing,,,,, jika kamu putar putar seperti ini.
oppa khawatir padamu Qwen,,,,
sang suster yang melihat sang docter begitu perhatian kepada gadis tersebut merasa iri dan berkata"docter,,,,memang siapa gadis ini hingga dirimu bisa tunduk padanya?? "
itu bukan urusanmu kata kevin.
tentu saja itu urusanku, karena aku mencintaimu docter, hingga aku tidak rela melihat ada wanita lain di hatimu.
buang jauh jauh cintamu itu, karena hatiku tidak ada tempat untukmu.keluar kamu dari ruanganku sekarang,kata kevin datar.
dengan berat hati sang suster keluar dari ruangan kevin, tapi dia berjanji akan membalas sakit hatinya kepada jiya.
oppa,,,, kamu terlalu kejam padanya,,,, kata jiya
__ADS_1
biarkan saja Qwen,,,, bahkan aku bisa melakukan hal yang lebih kejam di bandingkan yang tadi.
heeeeee,,,,,, terserah padamulah oppa,,,,ayo makan aku sudah lapar, jiya menarik tangan sang kakak keluar untuk mencari makan.
mereka menuju kantin rumah sakit dan memesan makanan.
tak lama kevin dan jiya duduk untuk makan terdengar suara ribut dari arah luar kantin menuju arah mereka duduk, tapi bukan kevin ataw jiya namanya kalau harus ikut kepo.
melihat sang adik yang tidak memperdulikan keributan orang orang rumah sakit yang begitu memekakkan telinga atas kedatangannya,kenan menjadi kesal sendiri. kenapa harus punya adik yang tidak ambil pusing untuk hal yang tidak penting baginya.
heeeeyyyy,,,,, apa kalian sudah melupakanku sekarang???
uhuk,,, uhuk,,, uhuk,,,,
Qwen,,,,,,kamu tidak pa pa,,,,,,
oppa,,,,, kamu mengagetkanku saja
maafkan aku,,,,karena kalian tidak menoleh padaku, jadi aku kesal.
hyung,,,,, jangan seperti anak kecil kata kevin.
__ADS_1
apaaaa,,,, kau mengataiku seperti anak kecil, akan ku bunuh kau kata kenan yang akan memlintir leher kevin, tapi dengan cepat kevin lari demi menghindari sang kakak.
haeeeee,,,,, dasar,,,,,aku jadi tak berselera makan karena oppa berdua kata jiya, kemudian bangkit dan berjalan keluar kantin.
sang kakak yang melihat jiya pergi langsung mengejarnya.
Qwennnn,,,,tunggu oppa,,, ucap mereka bersamaan sambil berlari mengejarnya
namun tak di hiraukan oleh jiya.
Qwennnnnn,,,,, oppa belum makan siang,,,, apa kamu tega melihatku mati kelaparan, ucap kenan sambil berjalan mengejar jiya.
jiya berhenti berjalan dan menoleh pada ke dua kakaknya dengan wajah datar dan berkata"jika lapar kenapa harus berdebat??? "
kalian kira hanya kalian yang lapar???? aku,,,, jiga la,,, par,,,,oppa......
kalau begitu,,,,, ayo kita cari tempat yang enak buat makan siang kata kenan yang di angguki ya,,,, oleh kevin dan jiya bersamaan.
biar bagaimanapun kenan dan kevin sudah berjanji tidak akan membuat jiya bersedih atawpun terluka lagi, dan akhirnya merekapun pergi makan di restoran milik kenan yang tidak jauh dari rumah sakit jevin.
__ADS_1