
Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama bagi kevin dan jiya, untuk sampai di tempat tujuannya
universitas xxx inilah yang di pilih oleh jiya untuk melanjutkan kuliahnya.
"Qwen,,, kamu mau oppa antar atau pergi sendiri untuk mendaftar??? "
"haaiiisss,,,tentu saja ji,,,, pergi sendiri,,, dan kalau oppa yang mengantarku,,,, sudah bisa di pastikan bahwa aku akan lulus tanpa ada isi formulir dan juga tes kecerdasan,,,,ππ"
"πππternyata adikku ini tidak mau membanggakan kekuasaan keluarga ya,,,, ππ"
"tentu saja"
"baiklah,,,, ayo,,,,, turun"
mereka turun dari mobil dan menuju tempat masing masing.
jiya berjalan santai sambil menikmati ke indahan universitas keluarganya.
jiya sengaja menutupi identitasnya agar teman temannya kelak berteman bukab karena harta atw kekayaan, melainkan memang untuk persahabatan sejati.
setelah selesai mendaftar jiya sengaja duduk di kantin, sambil menunggu sang kakak.
drettt,,, dretttt,,, hp jiya bergetar,menandakan ada panggilan masuk.
jiya melihat dan tersenyum, kemudian menggeser tombol berwarna hijau.
"jiyaaaaa,,, lo,,,, di manaaaa???? "
"iiiissss,,,,, berisik tauuuu,,,ππ"
"hehehe,,,abisnya kita gak ketemu sama lo,,,, π―π―"
"nah,,,, elo,,,nya tau dari mana,,,kalau gue di sini??? "
"kita ketemu oppa kevin, dan dia bilang lo,,,,lagi daftar"
"oooooo,,,,,,,,,"
"kok,,,,,oooo,,,,,sih,,,,,,"
__ADS_1
"lo,,,,,,sekarang di mana??? "
"gue,,,, di kantin"
"ya,,,,udah,,, kita ke situ"
setelah jiya mematikan hpnya, berselang beberapa menit hpnya berbunyi lagi dan kali ini sang kakak yang menelp.
"ya,,,oppa,,, ada pa,,,,?"
"Qwen,,,,,oppa agak telat karena belum selesai"
"gak pa,,, pa,,, oppa,,, nanti ji,,,, bisa pulang naik taxi kok,,,, "
"baiklah,,,oppa tutup dulu"
"bye,,,, oppa,,,, "
setelah menutup telp, jiya di kagetkan dengan suara bariton seseorang yang sangat ia kenal.
"udah lama Qwennnn,,,??? "
"sayangggg,,,, kamu mengagetkanku saja,,,,kapan kamu pulang??? "
"tadi pagi,,,, dan langsung ke rumahmu, tapi bibi bilang kamu ke kampus, jadi ya,,,, aku susul aja ke mariπππ"
ya,,,, dia adalah kang in jun, kekasih jiya yang sudah beberapa minggu ini pergi ke paris, karena sang momy sedang sakit.dan in jun adalah putra satu satunya di keluarga kang.
tak beberapa lama, teman teman jiya sampai dan langsung berhambur memeluk jiya.
kini mereka menghabiskan waktu hingga siang dan pulang kerumah masing masing.
tapi tidak dengan jiya, karena in jun mengajaknya pulang ke mensionnya terlebih dahulu. dan sebelum mengajak jiya jun sudah izin pada kenan terlebih dahulu.
"sayang,,,,kita mau ke mana?? "
"kita,,,,ke mensionku, karena ada seseorang yang ingin bertemu denganmu"
"benarkah,,,, siapa dia?? "
__ADS_1
"nanti juga tauππ"
tak lama mobil in jun telah memasuki sebuah rumah mewah dan tak kalah mewah dengan rumah jiya.
begitu mereka sampai, ada seorang wanita paruh baya yang masih cukup cantik di pandang mata sedang menunggu mereka.
in jun mengajak jiya turun dan masuk ke mensionnya.
"anak nakal,,,, inikah calon menantuku??? "
"ya,,, mom,,, "
"Qwen,,, kenalkan ini momyku tercinta"
"hallo,,,, tante"
"iiiisss,,,, jangan panggil tante donk,,,, panggil momy juga seperti anak nakal ini memanggilku"
"baiklah,,, mo,,, momy,,,, "
"anak pintar,,,πππ"
"heyy,,, anak nakal, apa dadymu sudah menelp?? "
"belum my,,,,lagian ya,,,, dady itu punya kaki jadi,,,,,dia bisa pulang sendiri ke mari,,, ππ"
"dasar kamu ini,,,, tidak ada sayang sayangnya dengan orang tua,,,π π "
"bukan gak sayang my,,,, tapi emang benerkan yang jun bilang"
jiya yang melihat perdebatan antara ibu dan anak itu,sangat senang sekali.
jiya yang keasikan mengobrol dengan mamy in jun tidak sadar kalau in jun tertidur di pangkuannya.
siang berganti sore, dan kini jiya berada di kamar in jun untuk mandi.
karena tadi in jun pergi ke luar untuk membeli pakaian untuk jiya, dia tidak tau kalau jiya berada di kamarnya.
in jun membuka pintu dan mematung.
__ADS_1