
"paman...apa kita pernah bertemu sebelumnya???"(jiya)
"ntalah...karena aku merasa kamu tak asing bagiku"(daddy kenzo)
"oooo...siapa nama paman???mungkin nanti jika bertemu sama oppa ji...bisa tanya langsung ke oppa"(jiya)
"baiklah...namaku jimmy...kamu bisa panggil aku paman jimmy"(daddy kenzo)
"paman...kenapa wajahmu mirip dengan oppa kenan??"(jiya)
"haiii...gadis kecil...mungkin hanya kebetulan saja"(daddy kenzo)
"mungkin...karena ji...merindukan oppa..."(jiya)
daddy kenzo...merasa sangat mengenal senyum dan wajah gadis yang ada di hadapannya itu...tapi ia lupa di mana ia mengenalnya.
"mmm...paman...bisakah menolongku..."(jiya)
"katakan...jika bisa...aku akan melakukannya"(daddy kenzo)
"apa paman punya hp..."(jiya)
"maaf nona...aku tidak punya...sudahlah...kamu istirahat saja...tapi nanti akan ku usahakan..."(daddy kenzo)
"terima kasih paman...😊😊😊seandainya saja jiya punya daddy sepertimu...pasti sangat senang..."(jiya)
"daddy...🤨🤨🤨memangnya daddymu ke mana nak..."(daddy kenzo)
"daddy sudah meninggal...waktu jiya masih kecil...😢😢😢"(jiya)
"baiklah...kamu bisa memanggilku daddy...kalau kamu mau..."(daddy kenzo)
"benarkah..."(jiya)
__ADS_1
"he-emmm...terima kasih daddy..."(jiya)
ceklekkk...pintu terbuka...suster yang tadi merawat jiya masuk dengan membawa nampan berisi makanan.
"nona...ini sarapanmu..."(suster)
"mmmm...suster...makananmu membuatku mual...dan aku tidak mau makan jika bukan suamiku yang memberikannya"(jiya)
sang suster heran dengan kelakuan jiya.
suster itu saling pandang dengan daddy kenzo.
"anak manis...bagaimana jika daddy yang menggantikan suamimu...selagi dia belum datang"(daddy kenzo)
daddy kenzo berbisik pada sang suster...bertanya apa yang terjadi pada jiya...dan suster itupun menjelaskan bagaimana keadaannya yang sesungguhnya.
dengan telaten daddy kenzo menyuapi jiya makan sampai selesai.
setelah selesai ia segera pergi untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
di kediaman keluarga Lee telah berkumpul dua keluarga besar yaitu keleuarga Lee dan Kang.
mommy rose sedang menenangkan mommy jeny yang terus menangis...
"jun...apa kamu sudah menemukan jejak istrimu yang di culik???"(daddy juan)
"belum dad..."(in jun)
"paman tenang dulu...kita tunggu kabar dari hyung saja...karena hyung bilang jangan membuat pergerakkan yang mencolok..."(kevin)
"sayang...sudahlah...kita tunggu kabar dari kenan saja...jangan buat jeny tambah sedih"(mommy rose)
"mommy...jangan terlalu sedih ya...seandainya jiya tau...mommy seperti ini maka jiya akan semakin sedih"(ayyana)
__ADS_1
"tapi ay...mommy khawatir sama kandungan jiya...karena dia sekarang sedang mengandung bayi kembar🤧🤧"(mommy jeny)
"kita berdo'a...semoga allah menjaga jiya dan babynya ya...mom"(shin)
"benar yang di katakan mereka jen...lagi pula...kenan masih berusaha mencari jalan untuk membawa jiya pulang"(mommy rose)
🎶🎶🎶🎶....hp in jun berbunyi...menandakan ada panggilan masuk...tapi in jun heran...karena sang penelpon tidak ada namanya...
dengan ragu ragu...in jun mengangkat telponnya.
"hallo...."(in jun)
"honeyyyy😭😭😭...."(jiya)
ya...yang menghubungi in jun adalah jiya....
"Qwennnn....kamu dimana...siapa yang menculikmu...???"(in jun)
semua orang memperhatikan obrolan in jun dan sang penelpon...
kemudian kevin segera mengambil alih telpon jiya dan mencari lokasinya...kemudian mengirimkannya pada kenan.
"Qwennn...apa bisa VC...??"(kevin)
"bisa...bentar ya..."(jiya)
kemudian jiya mengalihkan panggilan dengan VC...dan mereka melihat keadaan jiya yang masih terpasang infus di pergelangan tangannya.
betapa sakit rasa hati kevin melihat sang adik seperti itu...begitu pula dengan in jun yang sudah mengepalkan tangan karena emosi.
jiya...menunjukkan apapun yang ada di sekitarnya...dan menyebutkan nama nama orang yang selalu bersamanya...termasuk daddy yang jiya maksud...dan betapa terkejut mereka semua dengan sebutan daddy dari jiya dan juga melihat wajah daddy yang di maksud jiya...
kok sepi ya...yang coment😢😢😢
__ADS_1
ceritanya membosankan ya....
maaf ya...teman teman🙏🙏🙏