
setelah menyaksikan semua drama yang di buat oleh daniel untuk jiya,in jun segera pergi meninggalkan kampus untuk kekantor…ya orang yang marah dan kesal itu adalah in jun suami jiya.
"maaf niel…sepertinya kamu salah orang deh…"(jiya)
"gak kok…aku gak salah orang…bahkan aku sangat yakin😊😊😊"(daniel)
"terserah dehhhh"(jiya)
"o…ya ji…aku pamit ya…karena ada meting di kantorku"(daniel)
"he-emmmm"(jiya)
setelah daniel pergi,kini tinggal genk rempong yang merasa aneh dengan ucapan daniel tadi.
sedangkan di kantor in jun sdh bersiap siap untuk meting dengan perusahaan yang cukup lumayan,untuk melakukan kerja sama.
"tuan…kita akan meting tiga puluh menit lagi…"(asisten in jun)
"hhmmmm"(in jun)
kini daniel sedang menuju perusahaan terbesar no dua di negara xxx,untuk melakukan meting kerja sama mereka.
in jun sedang menuju ruang meting,dan betapa terkejut in jun melihat siapa orang yang akan melakukan meting dengannya,begitu pula sebaliknya.
__ADS_1
"selamat siang tuan in jun…saya tidak menyangka bahwa andalah yang akan menjadi partner perysahaan kami nantinya"(daniel)
"saya juga tidak menyangka jika semua serba kebetulan…baiklah bisa kita mulai metingnya??"(in jun)
setelah kurang lebih satu jam melakukan meting…kedua tuan muda itu kini bersalaman menandakan kerja sama akan di lakukan.
"baiklah tuan muda daniel semoga lancar kerja sama kita kedepannya tanpa ada hambatan…"(in jun)
"tentu saja itu harapan saya tuan muda in jun dan bukan karena seorang gadis maka kerja sama kita jadi batal😏😏😏"(daniel)
"apa maksudmu…"(in jun)
"jangan munafik…saya tau kamu menyukai jiya…tapi saya akan lebih dulu mendapatkannya…dengan lamaran"(daniel)
"baiklah…tuan daniel kita lihat saja siapa pria pilihan jiya nantinya"(in jun)
setelah selesai meting…in jun langsung menjemput jiya di kampus.
jiya yang sedang menunggu in jun kaget ketika ada yang memanggilnya.
"hai ji…mau aku antar pulang atau sekalian lewat???"(daniel)
"gak usah deh…karena arah rumah kita berlawanan arahkan"(jiya)
__ADS_1
"gak masalah…asal itu kamu yang di antar"(daniel)
tin…tin…bunyi klakson mobil in jun di depan jiya dan daniel.
"maaf niel…sepertinya in jun sudah menjemputku…aku duluan ya…"(jiya)
"tapi jiya…berikan aku kesempatan untuk mengenalmu"(daniel)
jiya hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan daniel,kemudian masuk ke mobil in jun.
daniel yang melihat jiya pergi dengan in junpun mengepalkan tangannya,dia berfikir jika jiya hanya sekedar dekat dengan in jun,maka dia harus lebih dulu mendapatkannya bagaimanapun caranya.
jiya dan in jun bersikap biasa saja di mobil,tetapi begitu mereka sampai di rumah apartement…in jun seolah sudah terbakar api cemburu…dia tiba tiba menggendong jiya masuk ke kamarnya dan m******m jiya lembut…jiya yang mendapat c****n itu sontak membalasnya…tanpa jiya sadari in jun melakukan itu atas dasar rasa cemburunya.
jiya kewalahan dengan c*****n in jun menurutnya tidak biasa…
"honey…aku tidak sanggup mengimbanginya…kamu seperti kesetanan…"(jiya)
in jun menatap jiya intens dan mulai menjelajah setiap inci tubuh sang istri dan mulai membuka satu persatu kancing baju jiya dan juga dirinya sendiri,kemudian melakukan selayaknya suami istri.
heeeee…oppa eanwoo kalau cemburu ngeri juga😁😁😁
jangan lupa like dan coment y…
__ADS_1