Gadis Kesayangan

Gadis Kesayangan
Bab 52


__ADS_3

Sudah dua hari in jun pergi ke luar kota dan sampai saat ini belum mengabari sang istri yang tak lain dan tak bukan adalah jiya.


"tok....tok...nona...ini sarapan anda..."


"masuklah....dan letakkan saja di meja"


"nona...apakah ada lagi yang anda butuhkan??"


"tidak....kamu boleh keluar"


jiya merasa ada yang aneh dengan kepergian in jun,dia merasa ada yang janggal karena biasanya in jun tidak pergi dengan mendadak.


"honey....sebenarnya kamu kemana....kenapa hatiku mengatakan jika kamu dalam bahaya???"


ceklekk....pintu kamar jiya terbuka dan masuklah seorang wanita paruh baya,siapa lagi jika bukan nyonya besar Kang,yang tak lain dan tak bukan adalah mommy in jun (alias mertua jiya😊😊😊).


"ji...ada apa denganmu sayang...apa ada masalah hmmm..."


"gak kok my..."


"terus kenapa semenjak in jun pergi kamu tidak pernah keluar dari kamar???"


"hmmm....ji...cuma rindu oppa my....☺☺"


"jadi kalau kamu rindu....apa ada yang melarangmu untuk bertemu mereka???"


"gak ada my...cuma ji...lagi gak mau kemana mana aja"


"baiklah sayang mommy hari ini akan berangkat ke jerman,karena daddy membutuhkan mommy di sana"


"ooo....mommy hati hati ya...."


"ok...sayang mommy berangkat ya.."

__ADS_1


"bentar my....biar jiya antar...."


"gak usah sayang....kamu istirahat aja di rumah"


"gak pa pa my....karena setelah antar mommy ji...mau ke rumah oppa"


"ya udah...mommy tunggu di bawah ya..."


setelah mengantarkan mertuanya,jiya langsung menuju mansion sang oppa,yang tentunya dengan pengawalan yang di berikan oleh in jun.


"nona...kita sudah sampai....nona...nona..."


sang bodygard mencoba membangunkan jiya,namun sang empu sepertinya enggan untuk membuka matanya sampai ada seseorang yang memukul belakangnya dengan tangan.


"biarkan saya saja yang membawanya masuk"


"ehhh...tuan muda...anda di sini??"


"he-mmmm"


sang bodygard membungkukkan badan memberi hormat kepada tuan mudanya yang tak lain dan tak bukan adalah in jun sendiri.


dengan sangat hati hati in jun menggendong sang istri takut membangunkannya,setelah sampai di kamar ia meletakkan jiya secara perlahan.


in jun memperhatikan wajah lelap jiya yang begitu menggemaskan di matanya.


"Qwen....baru dua hari kita berpisah tapi aku sudah sangat merindukanmu"


in jun menciumi wajah jiya hingga si empunya menggeliat dan perlahan membuka mata.


serasa mimpi yang membuat jiya enggan untuk terbangun dan kembali menutup matanya.


"Qwen...kenapa kamu menutup matamu lagi hmmm??"

__ADS_1


"q gak mau bangun"


"kenapa gak mau bangun hmmm???"


"karena jika aku bangun maka kamu akan menghilang,maka dari itu lebih baik aku tidur lagi"


"🤨🤨🤨🤨🤨🤨🤨 kamu yakin???"


"tentu saja"


"Qwennnn....."


in jun kembali menciumi jiya dan itu membuat jiya geli dan mendesah berat.


"ahhhh....honeyyyy hentikan itu geliiii...."


"hmmmm....makanya buka matamu..."


"tidak mau...karena jika aku buka mata dan bangun maka kamu akan hilang...aku tidak mau😢😢😢hik hik hik....aku sangat merindukanmu hik hik hik...."


hati in jun terasa tersayat sayat kala mendengar ucapan jiya yang sangat merindukannya.


"☺☺☺Qwennn....benarkah kamu merindukanku hmmm???"


"tentu saja....kamu kira aku berbohong haaaa...???"


"aku tidak bilang kamu bohong...tapi apa kamu tidak merasa bahwa ini nyata hmmm???"


"aku juga tidak yakin....karena tadi aku mau kerumah oppa...dan kalau memang aku sudah di rumah oppa,mana mung...kin...ka...mu....a...da...di...si...ni...😮😮😮"


"benar...sekarang kamu di rumah oppa dan aku juga ada di sini☺☺☺"


jiya langsung membuka matanya dan terduduk sambil memandang wajah orang yang sangat ia rindukan,tangannya terulur meraba rahang kokoh yang selalu menyayangi dan mencintainya.

__ADS_1


hai teman teman semua selamat hari raya idul adha ya....jangan lupa coment buat semangat author😉😉😉


__ADS_2