
"honeyyy…"(jiya)
"hmmm…kamu sudah bangun…tunggu sebentar lagi…setelah selesai kita pulang ya…"(in jun)
"tapi aku lapar…karena tadi siang aku gak makan bahkan aku yang kamu makan…"(jiya)
"☺☺☺baiklah nyonya…aku tau…aku salah…jadi sebagai permintaan maafku… kita akan pergi makan malam di luar sesuai seleramu ok…"(in jun)
"he-emmm…"(jiya)
kemudian jiya duduk di pangkuan in jun…sambil memainkan rambutnya…yang membuat sang empu tidak tenang karena sentuhan lembut jiya yang membuat sang junior kembali bangun.
"Qwen…apa kamu sengaja menggodaku hmmmm…"(in jun)
"haaaa…mana ada aku menggodamu…kamu aja yang sensitif…pantang di sentuh langsung bangun😏😏😏"(jiya)
"🤣🤣🤣🤣 ya wajarlah…aku pria normal sayang…"(in jun)
"cihhh…begitu aja bangga🙄🙄🙄"(jiya)
"ya…bangga donk…sementara di luaran sana banyak gak bisa bangun…dan harus di beri obat…"(in jun)
"terserahlah…udah siap belum ni…aku udah laper banget ne…"(jiya)
"baiklah nyonya…ayo kita berangkat sekarang…"(in jun)
"honeyyy…aku pingin makan sate yang di simpang jalan masuk ke apartement ya…"(jiya)
"🤨🤨🤨honey…yang benar saja kamu…masa iya…mau makan sate di situ…"(in jun)
"memang akunya…lagi kepingin sate itu…😞😞😞…"(jiya)
"haeeeeee…ya sudah…kita kesana…"(in jun)
kini jiya dan in jun sudah sampai dan duduk di tempat yang jiya katakan…dan kini mereka sedang menunggu pesanannya.
__ADS_1
sekitar lima belas menit pesanan sate yang jiya inginkan telah berada di meja…jiya langsung menarik satu porsi sate ke hadapannya dan melahapnya sampai tandas…sedang kan in jun hanya melihat jiya makan serasa kenyang di buatnya.
"paman…dua porsi lagi ya…"(jiya)
"baik nona…tunggu sebentar…"(penjual sate)
in jun yang mendengar ucapan sang istri menelan ludahnya kasar…
"honeyyy…kamu makan apa kesurupan hhhhh…😲😲😲😲"(in jun)
"😁😁😁aku laparrrr…"(jiya)
"iya…aku tau…tapi kenapa makanmu bisa seperti itu…"(in ju)
"memang kamu gak ada uang ya…buat bayari makanku…"(jiya)
"bu…bukan seperti itu…tapi…"(in jun)
"silahkan nona"(penjual sate)
jiya langsung melahap kembali satenya dan itu membuat in jun takut jika sang istri akan sakit.
tak terasa jiya telah menghabiskan tiga porsi sate dalam sekali duduk dan in jun masih dalam mode heran dengan cara makan jiya.
"honeyyyy…aku kenyang sekali…"(jiya)
eeeeekkkkkkkk…jiya bersendawa…
"kamu sudah kenyang…"(in jun)
"he-emmmm"(jiya)
"apa kita akan pulang…atau kamu mau ke mana lagi…"(un jun)
jiya berfikir sejenak dengan ucapan in jun…lalu ia menjawab…
__ADS_1
"honeyyyy…besokkan hari libur…bagaimana kalau kita ke rumah oppa…aku rindu mommy…"(jiya)
"baiklah nyonya…asal kamu senang aku pasti ikut"(in jun)
kini mereka menuju ke mansion keluarga Lee…karena jiya merindukan sang mommy…
"assalamualaikum…mommy…ji rindu mommy…"(jiya)
"walaikum salam…jiya…kenapa harus triak seperti itu…kamu kira ini di hutan…"(mommy jeny)
"😁😁😁 maaf my…"(jiya)
"kalian sudah makan malam hmmm…"(mommy jeny)
"sudah my…"(in jun)
"apa kalian menginap di sini ji…"(mommy jeny)
"iya my…karena jiya rindu mommy"(jiya)
"mommy juga sangat merindukanmu sayang"(mommy jeny)
"mommy…jiya dan in jun mandi dulu ya…bau acemmm…"(jiya)
"he-emmmm☺☺☺"(mommy jeny)
kini jiya dan in jun masuk ke kamar yang dulu di tempati jiya untuk mandi…karena merasa badannya sudah sangat lengket…
sementara ke dua oppa dan nunanya masi belum pulang karena masing masing mereka sering menghabislan waktu bersama pasangannya karena mereka tidak mengalami yang namanya pacaran.
lain halnya dengan jiya…walaupun tidak pergi dengan pria lain…tapi setidaknya jiya masih merasakan yang namanya pacaran denhan in jun.
sedangkan sang mommy sangat bahagia melihat ke tiga buah hatinya bahagia bersama pasangannya masing masing…walaupun kadang masih teringat dengan sang suami.
yo…yo…yo…jangan lupa like dan coment…
__ADS_1