gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
kim menolong rekan nya


__ADS_3

Beberapa hari berlalu..


Eun duduk di pasir dengan beralaskan kain . Terlihat mile sedang asik bermain speedboat "hei kau mau ikut? " tanya mile "tidak aku lihat saja" kata eun "kaki mu belum pulih ya? " tanya mile sambil berjalan mendekati eun "belum pulih sepenuhnya mungkin beberapa hari lagi" kata eun "bagus lah kau harus banyak banyak makan ikan biar cepet sembuh" kata mile "ikan? " kata eun "ibu ku bilang ikan itu bisa membuat luka kita cepat pulih" kata mile


"Yee ahh.. "


"Enam satu"


"Semangat semngat kita harus menang"

__ADS_1


Terlihat beberapa orang sedang bermain voly "kau suka kelapa muda? " tanya mile "suka" kata eun "itu juga bagus buat kesehatan bentar aku akan ambil" kata mile "tapi bagaimana? " kata eun "lihat ya dulu waktu kecil aku selalu menang lomba mengambil buah kelapa dan Yuda selalu kalah" kata mile lalu dia melompat ke pohon kelapa lalu merayap dengan cepat bahkan dalam sekejap dia sudah bisa menyentuh buah kepala di atas "wuah" eun tersenyum kagum "bugg!!! " dua buah kelapa jatuh "cukup tidak? " tanya mile "sudah cukup" kata eun "apa!!! " kata mile "SUDAH CUKUP!! " seru eun "bagus akhirnya aku mendengar suara mu" mile melorot turun "aku akan siap kan kelapa nya" kata mile "hum" eun mengangguk.


Tak lama kemudian mile kembali "ayo coba ini aku buat sendiri eh kau bisa minum es kan? " tanya mile "tentu" kata eun "bagus ayo minum" ucap mile.


Vivian tersenyum senang melihat foto yang di kirim oleh eun "apa yang kau lihat? " tanya carl "lihat" vivian menunjukkan foto yang di kirim eun dengan pesan "kak mile membuat es kelapa muda yang dia panjat sendiri, dia bilang Yuda sering jatuh saat lomba memanjat kelapa bersama nya sampai celana nya robek" carl tertawa "hahah.. Aku sedang mencoba menahan tawa loh" kata vivian "kenapa kalian? " tanya Yuda "tidak ada! " vivian menyimpan ponsel nya "celana Yuda robek puff.. Hahah" carl kembali tertawa "apa celana ku? " Yuda menunduk melihat celana nya "tidak Yuda tidak celana sekarang" kata vivian sambil menunjukkan ponsel nya "sial dia buka aib ku" kata Yuda.


Mobil hitam berhenti di sebuah gedung bercat coklat kim turun dari mobil membawa dua senjata di tangan nya "duakk"pintu di buka paksa oleh leo kim masuk di ikuti bodyguard nya " DORR DORR DORR DORR DORR DORR DORR "kim berjalan sambil melepas kan tembakan nya sambil sesekali berlindung di balik tiang anak buah kim langsung bergerak menyerang musuh tanpa ampun dan brutal suara tembakan menggema di tempat itu " kim"kata seorang pria "tepat waktu bukan? " kata kim "iya terimakasih " kata pria itu kim langsung melempar satu senjata yang dia pegang "seranggg!!! " kata pria itu kim juga maju menghabisi para musuh tak butuh waktu lama semua musuh habis menjadi mayat kim membuang senjata nya "aku tidak menyangka tuan qop tiba tiba berhianat" kata pria itu "apapun bisa terjadi arrayan" kata kim "tuan" leo menyeret seseorang pria ke hadapan kim "aku menyesal kim sungguh" kata qop dengan tangan kiri yang sudah patah "brengsek!! " arrayan memukuli qop bertubi-tubi "cukup! " kata kim "apa maksud mu? Kau mau mengampuni dia? " tanya arrayan "kau terlalu lama" kim mengangkat tangan nya semua anak buah nya mengarahkan senjata ke arah qop "kim.. Ampu.. n" rintih qop "tik" kim menjentikkan jarinya seketika tubuh qop habis di serbu ratusan peluru "uhhh"wajah arrayan terkena darah dari tubuh qop kim membuka jas nya " musnahkan tempat ini"kata kim lalu pergi "hei kau gila anak buah ku masih ada di dalam" kata arrayan "calvin bawa yang lain keluar cepat" kata arrayan "siap tuan" kata calvin arrayan mengikuti kim pergi "ei kim" kata arrayan "kim tunggu" kata arrayan "apa? " kata kim "kau tau kalau qop ternyata" kata arrayan "berkerjasama dengan milthon" kata kim "kau tau? " arrayan terkejut "sudah ku bilang saat pertemuan kemarin qop membawa pria muda bernama xan dia itu mata mata dari milthon" kata kim "oh.. " kata arrayan "anak bodoh" kim masuk ke dalam mobil "hei antar aku pulang mobil ku sudah di ledakan" kata arrayan "masuk" kata kim


Keesokan harinya...

__ADS_1


Eun berjalan menyelusuri pinggiran pantai "pagi eun! " eun menoleh ke atas "astaga kak mile pagi pagi begini sudah ada di pohon kelapa! " kata eun "aku sedang memetik beberapa buah kelapa " kata mile "tapi untuk apa ini banyak sekali" kata eun "aku bisa menghabiskan beberapa buah kelapa dalam satu hari" kata mile "kau unik sekali" kata eun "zruuutttt" mile melorot turun "saat sarapan, bersantai, rebahan, jalan jalan, bermain aku selalu minum es kelapa" kata mile sambil memungut buah kelapa dan mengumpulkan nya ke dalam gerobak "eh eh tidak usah" kata mile di saat eun membantu nya "jangan biar aku saja" kata mile "tidak papa tangan ku ini sudah bisa mengangkat benda kok" kata eun "kenapa pagi pagi begini kau berjalan sambil melamun kau terlihat banyak fikiran" kata mile "ah.. Tidak aku cuma bosan saja di apartemen jadi aku memutuskan untuk jalan jalan " kata eun "paman goon!!! Bawa kelapa ini pulang" seru mile "baik tuan" kata seorang pria dewasa "dia paman gon dia penjaga di sini" kata mile "bagaimana biar gak bosan kita pergi memancing kau suka memancing? " tanya mile "boleh boleh" kata eun "aku ambil perahu nya sama alat nya dulu kau tunggu sini" kata mile sambil berlari pergi eun melihat seekor anak penyu yang terdampar "oh.. Aku akan membantu mu" kata eun sambil memungut bayi penyu itu lalu mengembalikan nya ke air "ku fikir saat aku jauh darinya aku bisa bisa melupakan nya tapi.. Kenyataan tidak aku terus ingat kak ai" kata eun "eun!! Eun!! Hei eun" seru mile "ah.. " eun terkejut saat ada air mengenai wajah nya "hahah.. Kau melamun lagi ayo naik kita mancing" kata mile "oke" kata eun kemudian perahu mulai berjalan eun dan mile mulai memancing "kak mile apa ini semua milik mu? " tanya eun "tentu tapi aku tidak begitu pintar mengurus nya " kata mile "jadi di sini agak sepi orang karena aku tidak tau bagaimana caranya menarik para wisatawan" kata mile "aku bisa membantu besok aku akan mulai membantu mu" kaa eun "benarkah? " kata mile "iya" kata eun "bagaimana? " tanya mile "aku ini seorang reporter aku tinggal merekam mu memfoto mu dan mengetik sedikit artikel nya dan selesai" kata eun "wah.. " kata mile "sama seperti Yuda ya" kata mile "iya " kata eun "tapi kenapa dia tidak membantu ku ya" kata mile "dia membantu mu lewat aku" kata eun "eh.. Eh.. " mile menarik pancing nya terlihat seekor ikan kecil bergoyang goyang di kail nya "kau dapat" kata eun "dapat apanya ini kecil banget" mile melepaskan kembali ikan nya "ayolah.. Tuhan jangan buat aku malu pada tamu ku beri aku ikan besar" kata mile sambil memejamkan matanya eun terkekeh melihat tingkah mile "oh ya eun kenapa kau bisa mendapatkan luka parah seperti saat kau pertama kali datang kau kesulitan berjalan" kata mile "aku membuat berita tentang pejabat yang berkerja sama pada seorang *******" kata eun "lalu" ucap mile "berita nya sudah terbit dan pejabat itu sempat di tahan namun karena uang dia berhasil kabur dari penjara lalu menculik ku dan ingin menghabisi ku " kata eun "uh. Itu bahaya sekali" kata mile "namun aku tidak ingat siapa intinya ada seseorang yang menolong ku dan membawa ku pergi tapi aku tidak tau siapa orang itu dan akhirnya aku bangun aku di rumah sakit dan yah. Di balut perban karena kaki juga sempat di tembak sama pejabat itu karena aku tidak patuh pada nya" kata eun "tapi aku salut pada mu kau benar-benar berani" kata mile "itu karena aku sedang patah hati kau pernah dengan kalau seorang wanita sedang patah hati jangan kan mendaki gunung yang curam, melompat ke jurang yang dalam saja dia berani, apalagi kalau berhadapan dengan orang jahat gak akan ada apa apanya karena yang dia ingat cuma patah hati nya hahaha" kata eun "oh.. Ku fikir itu hanya mitos ternyata benaran ya cewek kalau lagi patah hati itu ibarat bom " kata mile "oh.. Maaf ya jangan jangan kau melamun tadi karena masih ingat dengan patah hati mu" kata mile "hum. Iya kau benar" kata eun "makanya aku mau menghibur diri" kata eun "hum.. Bagaimana habis mancing kita jalan jalan pakai speedboat" kata mile "boleh" kata eun "uh.. Kenapa? Kenapa pancing nya jadi berat" kata eun "coba tarik" kata mile "berat banget" kata eun "aku bantu" mile meletakkan pancing nya "tarik" seru mile "uhhh" eun menarik sekuat tenaga "byuurr!! " seekor ikan besar menggelepar "woahh" kata eun "kau senang? " kata mile "senang banget ikan apa ini? " kata eun "ikan tuna kelihatan" kata mile.


Gon menyiapkan alat untuk memanggang ikan sementara tukiyem membersihkan ikan "kak mile di sini ada hiu tidak? " tanya eun di atas speedboat "ada cuma jarang jika kau mau melihat nya menyelam lah dulu" kata mile "ah.. Tidak mau" kata eun "tidak tidak aku bercanda di sini tidak ada hiu dari awal aku datang ke sini belum ada satu hiu terlihat dan jika kau melihat sirip hiu maka itu bukan hiu tapi Yuda yang mencoba menakuti gadis pantai yang sedang berenang" kata mile "astaga itu sungguhan? " tanya eun "iya kami punya beberapa sirip hiu palsu dulu kami pakai untuk menakut-nakuti keluarga kami " kata mile "kalian usil ya" kata eun.


Malam hari nya...


"Pak Gon kemari lah makan bersama lagian ikan ini besar tidak akan habis" kata eun "benar itu ayo duduk ayo bibi kau juga" kata mile beberapa pelayan dan juga penjaga pantai ikut duduk san menikmati hasil pancingan mereka berdua "bagaimana? " tanya mile "enak" kata eun "ini sangat enak" kata eun "bagus lah jika kau menyukai nya" kata mile.


Mile mengantar eun ke depan pintu apartemen "terimakasih sudah menemani ku" kata eun "hum sama sama pergi lah tidur" kata mile "oh ya kak mile besok aku akan merekan semua nya pakai baju yang baik ya" kata eun "siap" kata mile sambil melambaikan tangan lalu pergi.

__ADS_1


Eun masuk ke dalam kamar nya menyiapkan kamera dan laptop "halo" kata eun "bagaimana kondisi mu? " tanya carl "aku mulai membaik oh ya besok aku mau meliput sesuatu yang mungkin bisa menambah nilai magang kita" kata eun "apa lagi? Jangan yang aneh aneh atau bahaya" kata carl "tidak kok ini tentang tempat wisata" kata eun "baik lah segera tidur" kata carl "iya bye" kata eun.


"Masuk" kata kim leo masuk "tuan jadwal anda terlalu padat jadi kita tidak bisa pergi kesana" kata leo "kapan waktu luang ku? " kata kim "belum ada tuan" kata leo "aku tidak mau tau minggu besok luangkan waktu dua hari untuk ku dia terlalu lama di sana" kata kim "baik tuan saya akan bicara pada deon" kata leo "pergi lah" kata kim.


__ADS_2