gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
kim di serang


__ADS_3

Di kantor..


Eun memberikan dokumen ke petir "eun! " eun menoleh "kak ai" kata eun "aku ingin bicara" kata nhai "oke" kata eun "ngapain lagi sih si bajingan itu" fikir Yuda "bilang aja mau bikin eun sedih" kata ade dalam hati "Tuhan.. Lindungi eun" kata vivian dalam hati.


Eun masuk ke ruangan nhai "kau kemana tadi pagi? " kata nhai "aku.. Ada urusan sebentar" kata eun "kau menemui kim? " kata nhai "aku datang untuk menyuruh mu pergi meliput kerusuhan namun aku mendengar kau sedang bicara di telpon lalu pergi bahkan kau tidak menyadari aku ada di dekat pintu" kata nhai "maaf kak ai.. Aku tidak tahu maaf aku tidak akan mengulangi kesalahan ku" kata eun "aku cuma memperingati mu sebagai pengawas mu di sini" kata nhai "kim orang yang tidak baik dia itu pernah terlibat dalam peristiwa pembunuhan" kata nhai "Apa kau tidak berfikir keselamatan mu sendiri? " tanya nhai "da--" eun langsung memotong perkataan nhai "dan kenapa kau marah pada ku? Aku sudah minta maaf" kata eun "aku cuma tidak mau kau mencemari nama perusahaan berita ini" kata nhai "aku tau.. Aku tidak mungkin mengecewakan perusahaan ini dan juga tuan Eliezer " eun berdiri nhai menatap nya "permisi aku ada tugas" eun pergi "eun kau bak baik saja? " kata vivian "iya" eun masuk ke ruangan nya "kenapa? " tanya carl "tidak papa seperti biasa" kata eun "tuan nhai memarahi mu? " tanya carl "ya karena aku pergi tadi pagi" kata eun "aih.. Sudah lah bagaimana nanti aku traktir makan? " kata carl "boleh tuh oh ya besok kita buat berita apa ya? " kata eun "fikirkan itu besok Oh ya lihat bagaimana laporan yang ku buat? " tanya carl "kau buat sendiri? " tanya eun "tidak tadi di bantu sama yang lain" kata carl "hum.. Ini sudah bagus kok biar bagian akhir aku yang selesaikan" kata eun.


Arrayan masuk ke sebuah ruangan "kim" terlihat kim duduk di depan laptop nya "tidak bisakah kau mengetuk sebelum masuk" kata kim "kenapa kau jadi sensi? " kata arrayan "bukan urusan mu" ucap kim sambil menutup laptop nya "oh ya kim tuan ryu bil--" mulut arrayan di tutup dengan tisu "apa yang kau lakukan? " arrayan kesal "tuan minuman mu" ada suara di depan pintu "masuk" kata arrayan seorang pria datang mengantarkan minuman untuk kim lalu pergi "hari hari ini kau sungguh mem--" arrayan kembali terdiam saat kim mengarahkan pisau ke lehernya "hei kim? " kata arrayan "jangan kuat kuat.. Anak buah axzon ada di sini barusan" ucap kim.


Eun meletakkan piring yang baru dia gunakan lalu menatap ponselnya "haah" eun kembali ke kamar membuka laptop nya "kasus pembunuh yang menarik tuan kim" kata eun sekitar muncul beberapa artikel di layar laptop nya "gedung alpokat terbakar dan sempat terjadi beberapa kali ledakan semua korban di temukan tewas dan ada satu korban yang di temukan masih hidup namun penuh dengan luka luka dia mengatakan beberapa kata di depan kamera " **** you kim"seketika seorang pembisnis terkenal yang kerap kali di panggil tuan kim tersorot media apakah dia terlibat dari peristiwa gedung alpokat ini? "Eun membaca artikel yang muncul di layar ponsel nya " 2010 ya ampun lama banget ini waktu aku berarti masa masa aku sma "eun lanjut membaca artikel nya " namun belum ada pihak yang menyatakan pembisnis terkenal ini ikut terlibat bahkan asisten tuan kim memberikannya pernyataan bahwa saat kejadian tuan kim sedang ada meeting dengan beberapa orang "eun menarik nafas panjang lalu manatap ponselnya.


" kim dari mana kau tau dia anak buah axzon? "Tanya arrayan " tato di lengan nya anak buah axzon memiliki tato bintang di lengan mereka dan ada huruf A di tengah nya"kata kim .


Diluar ruangan "mereka bicara apa sih kok gak kedengaran? " kata asteve "bagaimana? " kata min "aku dengar apapun" kata asteve "kita siapkan dulu yang lain agar mudah menghabisi nya besok" kata min.


Keesokan harinya..


Carl menyiapkan kamera nya "di tempat ini biasanya sering terjadi transaksi barang terlarang yang di jual kepada anak anak di bawah umur dalam wujud seperti kertas biasa namun sebenernya itu adalah narkoba" kata eun "hari ini aku akan buktikan sendiri" eun memakai seragam SMP carl tertawa meliat nya "kenapa? " tanya eun "kau selalu pantas memakai apapun" kata carl "siap kan ya kamera nya lihat kami juga membuat kertas yang sama ini yang akan ku masukan ke mulut ku nanti semangat kawan kita mulai" kata eun sambil keluar dari tempat persembunyian "padahal aku yang ingin menyamar sebagai anak sekolah nya tapi tubuh dan wajah ku tidak memungkinkan" bisik carl "Hai" eun menyapa beberapa anak sekolah di dekat nya bahkan sebagian ada yang sudah menggigil seperti orang demam.

__ADS_1


"Kau kenapa? " tanya ade "iya kau kenapa vivian? " tanya atika "tidak papa" kata vivian "kau terlihat gelisah" kata Bimo "aku tidak papa teman teman" kata vivian "bagus lah" kata wong "ada apa? " petir mendekati vivian "lihat eun dan carl mereka sedang merekam apa? " vivian menunjukkan video singkat "Hai Hai lihat aku jadi anak SMP dan dia seperti kakak yang mengantar adiknya ke sekolah tapi kalian tunggu saja di kantor kami akan memastikan bandar obat terlarang tertangkap" petir tersenyum "kau tau mereka berdua anak anak hebat mereka pasti baik baik saja" kata petir "jangan cemaskan mereka" kata petir.


Sementara itu kim sedang berdiskusi dengan beberapa orang termasuk arrayan "kami akan sangat berterima kasih pada mu tuan kim" kata jin "tapi seperti yang dia sampaikan apa kalian setuju" kata arrayan "kami akan sangat setuju " kata alfi "itu sangat baik" kata arrayan "baiklah kita selesai" kata kim "terimakasih tuan kim senang berkerja sama dengan anda " kata hary "senang berkerja sama kembali" kata kim lalu mereka mengantar utusan satria new center pergi "liam ambil ponsel ku" kata kim sambil berjalan "baim tuan" kata liam "antar ke atas" kata kim "kemana semua bodyguard mu? " tanya arrayan "istirahat" kata kim justin membuka pintu kim dan arrayan masuk "eh? " arrayan melihat salah satu bodyguard kim ada di dekat pintu "tuan" kata liam "awas!! " leo menarik kim "ada apa? " kata arrayan "DORR DORR DORR DORR" kaca pecah ada tembakan dari luar "tap tap tap tap tap" beberapa orang datang "habisi kim sekarang" kata mereka "aku sudah menduga ini" kata kim sambil mengeluarkan pistol nya "dorr dorr dorr dorr" bodyguard kim dan arrayan maju menyerang musuh.


Sebuah mobil merah berhenti "Hai kids" empat pria turun dari mobil sambil membawa box


"Bang bagi bang aku udah gak tahan aku sudah hampir gila"


"Siapa mereka"


"Halo anak anak lihat kami punya permen ajaib dalam wujud kertas ini bisa membuat kalian tidak menjadi stres karena tugas sekolah"


"Mereka benar aku sudah coba"


"Bang aku mau seperti biasa"


"Apa kah ada permen berbentuk kertas? " tanya eun "ada kau mau lihat "

__ADS_1


"Aku mau lihat "


"Ini dia kau cukup merobek nya seperti ini lalu masukan ke dalam mulutmu"


"Aku mau coba berapa satu"


"Kau baru pertama kali? "


"Iya"


"Untuk yang pertama kalinya kau boleh coba gratis ini ambil.. Ayo ayo yang lain permen ini tidak banyak loh"


Eun segera menyembunyikan kertas kecil dari pria di depan nya dan menempel kan kertas yang sudah dia siapkan "bagaimana cara nya jika aku mau lagi? " tanya eun "kau bisa beli banyak " kata pria di depan nya "di mana kau tinggal agar aku mudah membeli nya? " tanya eun "kau suka permen nya? Eun mengangguk " bisakah aku membeli nya setiap saat"kata eun pria itu menatap temannya "boleh boleh kau ada ponsel? " eun mengangguk "ada" kata eun "catat nomor ku dan telpon saja jika kau ingin beli kami akan langsung antar oh ya promosikan ke teman teman mu yang lain" kata pria itu "siap" kata eun "dengan nama apa aku simpan nomor mu? " tanya eun "ken" eun langsung tersenyum "oke bang ken " kata eun tak lama kemudian para pria itu langsung pergi eun melihat sekitar nya anak anak itu susah menggunakan kertas itu "kenapa kau memakai nya sekaligus banyak? " kata eun "aku butuh ketenangan" kata anak SMA di samping eun tak lama kemudian eun menemui carl "berhasil" kata eun "kau hebat" kata carl "kau juga ayo kita kembali".


Arrayan melepaskan tembakan berkali kali begitu juga dengan kim " aku tidak melihat axzon ada bersama mereka"kata kim "aku juga tidak melihat nya" kata arrayan "ahh" asteve melihat rekan rekan nya perlahan tewas "ayo maju!! " kata Mutia "hati hati Mutia" kata asteve "bruugg" korban terus berjatuhan "sial sial peluru ku" jafar mengisi kembali peluru nya "tuk" dia terdiam terlihat kim sudah ada di depan nya "jafar" Mutia langsung bergerak ingin menolong rekan nya "jlebb" arrayan menusuk Mutia "Mutia" kata min "dimana axzon? " tanya kim "aku tidak akan memberitahu mu" kata jafar "jrasss" darah muncrat bersamaan dengan leher jafar yang sobek akibat pisau milik kim "apa" kata asteve melihat jafar sudah tewas tiba tiba dia tersenyum melihat kim menyerang rekannya yang lain "ini saat nya"asteve membidik kim " dorr!! orr dorr dorr dorr"asteve terjatuh ke lantai "tidak semudah itu" kata kim "lari lari!!! " kata min kim membuka jas nya.


Malam harinya..

__ADS_1


Eun berbaring di ranjang nya "rasanya lelah banget" eun mengambil ponselnya menyalakan musik lalu dia membuka laptop nya dan mulai mengetik menulis berita yang akan dia serahkan beberapa hari lagi "rasa kok aneh ya" fikir eun sambil menatap ponselnya "apasih yang aku fikir kan" kata eun.


Axzon membanting gelas nya "kau bilang apa? " tanya axzon "Mutia, asteve, jafar dan yang lainnya tewas tuan" kata min "kenapa kalian bisa kalah!! Kalian itu bagaimana" kata axzon "kim kuat tuan tidak mudah mengalah kan nya apalagi kita di matanya tidak ada apa apa nya" kata hendrik "kau bilang apa? " kata axzon "kita tidak ada apa ap--" hendrik jatuh ke lantai setelah di tembak axzon "aku tidak suka mendengar orang menganggap kim itu kuat " kata axzon.


__ADS_2