
di rumah petir...
selesai pulang kerja seperti biasa petir langsung menyiapkan makanan untuk makan malam, vivian dengan ponsel nya datang menghampiri nya "iya kakak, ini cuma sementara aku tinggal di rumah petir untuk menemani Eun dia sedang ada masalah" kata vivian "cssss" petir membalik ayam yang dia goreng "oke kak bye.. " vivian menatap petir "kenapa Eun belum kembali? " tanya vivian "iya kemana dia ya" kata petir "aku coba hubungi dia dulu" kata vivian.
Eun mengunyah makanan nya sambil menatap pria di depan nya "kak ali aku katakan pada mu percuma melaporkan nya ke polisi, orang bernama ken itu pernah di tahan namun ya dia bisa keluar lagi,semua harus di kerjakan sendiri mereka memiliki koneksi orang dalam. untuk menyelamatkan kak zela kita butuh orang yang benar-benar profesional jangan mengandalkan polisi" kata Eun "jadi nhai itu tunangan adik ya, aku waktu itu gak sempat datang jadi aku tidak tau" kata ali "ku yakin kak ai terlibat dalam hal ini" kata Eun dengan yakin "baik Eun terimakasih atas bantuan mu, aku akan segera mencari detektif untuk menolong adik ku"kata ali "usahakan secepatnya" kata Eun "iya" kata ali "gawat aku harus pulang vivian sudah mengirim pesan pada ku bye" kata Eun
__ADS_1
"kak ai? "
"Eun"
Eun menelan liur nya menatap pria di depan nya "mati aku! dia dengar tidak ya? tadi apa dia menguping" fikir Eun "kebetulan sekali, sekarang apa bisa bicara pada mu? " tanya nhai "hum.. aku aku harus pulang kak ai, vivian sudah menelpon ku" kata Eun "hanya sebentar" kata nhai sambil menarik lengan Eun "kak ai aku harus pulang" kata Eun tetapi nhai tidak mendengarkan nya.
__ADS_1
"ku yakin kau masih mencintai ku"
"tidak kak ai, kau salah aku tidak mencintai mu" "aku mencintai tuan kim " jelas Eun "kau berbohong" kata nhai sambil melihat sekeliling nya "au!! kak ai kenapa mendorong ku" nhai maju terus mendorong Eun agar Eun masuk ke dalam toilet "tidak!! kau mau apa?" Eun menahan tubuh nhai "di sini banyak orang lewat aku ingin bebas bicara pada mu" kata nhai "tidak mau!! aku mau pulang" kata Eun namun nhai menahan nya "kak ai!! tolong aku!! " namun Nhai malah mengangkat tubuh Eun "lepaskan aku kak ai! " Eun memegang pintu menahan agar nhai tidak membawa nya masuk ke toilet "tolong aku!!! seseorang tolong aku!! " kata Eun "kau akan mengerti" nhai mencoba melepaskan tangan eun yang menahan nya "uhh!!! " Eun meringis seluruh jarinya sakit untuk menahan nhai "duagg!! " seseorang menarik Eun "ayo lari Eun".
suara mobil terdengar di depan rumah, petir langsung pergi membuka pintu untuk melihat siapa yang datang " Eun "petir menghampiri Eun yang terlihat pucat " astaga kenapa kau? "tanya vivian " Hai aku ali"kata ali "aku.. aku mau ke kamar" Eun pergi "Eun" vivian merasa ada yang tidak beres "apa yang terjadi? " tanya petir "seorang pria mencoba membawa Eun dengan paksa ke dalam toilet umum di cafe" kata ali "astaga" vivian langsung pergi untuk menemui Eun "kau ini bagaimana kenapa tidak menjaga nya" petir juga langsung pergi.
__ADS_1
vivian mengetuk pintu dengan keras sambil memanggil Eun berkali kali "Eun" kata petir "bentar!! " Eun membuka pintu, vivian langsung memeluk nya "kau baik baik saja apa ada yang luka? " tanya petir "kak ai.. " Eun menatap jarinya yang merah dan tergores "jadi pelakunya nhai" kata petir emosi nya langsung naik ke ubun ubun, "dia mengajak ku kembali pada nya" kata Eun "jangan takut kami bersama mu" kata vivian "obati dulu tangan nya, kelihatan nya sakit" kata petir "aku menahan dengan memegang tepi pintu masuk aku hampir tidak bisa menahan nya untung kak ali datang" kata Eun "aku akan ambil air" kata petir "vivian aku takut" kata Eun dengan air mata yang mulai mengalir "jangan takut kami ada dengan mu" kata vivian "aku takut kak zela tidak bertahan " kata Eun "kenapa kau malah memikirkan zela! dia yang membuat mu kacau" kata vivian "aku tau tapi.. kak ai akan membunuh kak zela" Eun menunjukkan ponsel nya memperlihatkan pesan yang di kirim zela "itu masalah nya jangan fikir kan dia" kata vivian dengan kesal dia benar benar tidak habis fikir kenapa eun masih mengkhawatirkan orang lain padahal dia sendiri sedang tidak baik baik saja .
kim menutup telpon nya mata nya menatap lurus ke depan tanpa ekspresi apapun "cari pria bernama nhai" kata kim "baik tuan" justin pergi keluar dari ruangan kim.