
suara langkah kaki terdengar dari luar, fifin langsung menatap ke arah pintu berharap seseorang yang dia tunggu muncul di sana. pintu kamar terbuka kim melangkah masuk dengan tenang, pandangan nya langsung tertuju pada eun yang belum tidur "tuan kim" eun berdiri dan langsung menghampiri kim.
"kenapa kau belum tidur? "
"aku belum mengantuk um.. bagaimana dengan luka mu apakah ada yang parah? "
"tidak parah cuma tergores sedikit lalu bagaimana dengan mu kau baik baik saja? " kim mengusap rambut eun, "kau yang berkelahi tadi bukan aku, jelas aku tidak terluka" kim tersenyum lalu mencium pipi eun "sekarang tidur lah ini sudah sangat larut aku akan ganti baju dulu" kata kim "um" eun mengangguk.
tak lama kemudian kim kembali dengan baju tidur nya "kenapa belum tidur? " kim menatap eun "aku juga baru mau tidur" kata eun "tidur lah" kim berjalan ke arah lain membuat eun langsung bertanya pada kim "kau mau kemana lagi? " kim langsung menatap eun
"tidur"
"kau tidak tidur di ranjang? " kim menaikan alisnya, dengan tatapan heran dia bertanya di dalam hati kenapa dia bertanya pada ku bukan kah dia yang menyuruh ku untuk tidur di sofa selama seminggu.
"apa kau amnesia? "
"tidak" eun menggeleng kan kepala nya "ku yakin kau tidak lupa dengan apa yang kau katakan waktu itu, kalau aku harus tidur di sofa agar kau memaafkan ku"
"tapi kau sedang terluka"
"jangan bicara lagi ayo tidur"
"tidur lah di sini, jangan di situ"
"yang benar saja"
__ADS_1
"tuan kim.. waktu itu aku benar-benar sedang marah sekarang tidak marah lagi , kenapa kau mendengar kan perkataan ku di saat aku sedang marah. tidur lah di ranjang"
"tidak! " kim menolak yang membuat eun langsung merasa kesal "aku sudah berjanji bukan? sekarang tidur lah"
"ayo" kim menatap eun yang sudah ada di depan nya.
"mau kemana? "
"tidur, aku akan tidur di dekat mu ayo" eun meletakkan bantal nya ke atas sofa "bagaimana mana bisa tidur jika seperti ini" kata kim "tinggal tidur saja cepat! aku akan menyelimuti mu um.. apa kau sudah minum obat? luka mu pasti terasa sakit jika tidak minum obat" kata eun "kau obat nya" kim menarik tangan eun "ah.. kita harus tidur kenapa menarik ku tiba-tiba, bagaimana jika aku mengenai luka mu? " kata eun "sekarang tetap lah tidur di atas ku sampai pagi" kim mencium kening eun sambil mengucapkan selamat malam.
keesokan harinya di perusahaan green park , deon mengetuk pintu sebuah ruangan "tuan ini saya" ucap deon "masuk! " deon membuka pintu "tuan mohon maaf bila mengganggu, di luar ada seseorang ingin bertemu dengan mu kata nya penting" kata deon "bawa saja ke sini tapi siapa nama nya? " tanya kim "tuan juneval" kim langsung menghentikan pekerjaan nya .
"tuan juneval" seorang pria yang sedang bicara dengan beberapa orang langsung menoleh ke arah kim "tuan kim" pria humoris itu langsung menjabat tangan kim sambil tersenyum senang, kim langsung mengajak nya pergi ke sebuah ruangan dengan sofa yang tersusun rapi "tuan kim langsung saja aku ingin mengatakan sesuatu pada mu" juneval meletakkan rokok nya.
"silakan"
"aku tidak melakukan apapun namun, ada seseorang yang menggunakan nama ku dan melakukan penyerangan yang aku sendiri tidak tau, semua nya terjadi begitu cepat di saat aku ingin istirahat di rumah, tapi apa ada seseorang yang menyerang mu juga? "
"penyerangan tidak ada karena aku berada di Singapura dan aku baru kembali kemarin aku cuma menerima beberapa informasi kalau kau melakukan hal itu pada semua rekan dan bahkan kau membantai semua rekan kita"
"semua nya hancur, tidak ada yang percaya pada ku lagi, hanya tersisa tiga dua rekan yang masih bertahan pada ku selebihnya menganggap ku musuh dan bahkan menyerang ku"
"sudah ku duga, itu sebab nya aku langsung menemui mu karena aku tau siapa kau. kau tidak mungkin melakukan penyerangan tanpa sebab apalagi kepada rekan sendiri "
"semua tidak memiliki pemikiran yang sama seperti mu, mereka tanpa mendengar kan ku langsung menyatakan peperangan dan kemungkinan akan ada peperangan lagi yang akan terjadi karena semua nya menginginkan aku mati, karena mereka sudah mengira aku berhianat"
__ADS_1
"kita harus membicarakan ini pada rekan yang tersisa aku akan menemui tuan Arthur"
"tidak" kim menggelengkan kepala nya "dia tidak ada di pihak ku sekarang, dia bahkan menyerang ku secara brutal tanpa mendengar kan penjelasan ku"
"tuan Arthur juga! " juneval terlihat terkejut. kim mengangguk
"lebih baik sekarang kau berjaga jaga karena orang yang menggunakan nama ku kemungkinan akan menyerang mu juga karena, dia menyerang semua rekan bisnis ku bahkan melakukan pembantaian secara langsung"
"kenapa kau mengkhawatirkan ku? sekarang nyawa mu yang dalam bahaya aku akan membantu mu menemukan siapa dalang di balik ini semua"
"tuan ki--oh.. aku akan kembali maaf" juneval tersenyum melihat siapa yang ada di depan pintu "tidak papa masuk saja" kata juneval
"masuk eun! " ujar kim.
pintu di banting dengan keras, semua orang yang ada di ruangan itu ketakutan kecuali milthon dia langsung tersenyum licik melihat Arthur marah "dia membunuh pengawal ku" kata Arthur "itu menandakan bahwa kim benar-benar menganggap kita musuh tuan Arthur dan itu juga memastikan bahkan dia siap berperang dengan kita kapan pun itu, dia tidak menganggap kita teman lagi jika dia masih menganggap kita teman dia tidak akan membunuh anak buah kita dengan brutal " kata milthon .
Arthur mengepal tangan nya dia benar-benar tidak percaya teman yang dia percaya menghianati nya sampai sejauh ini, padahal kim selalu membantu nya selama ini kenapa sekarang keadaan berbalik dengan drastis kim menjadi musuh nya sekarang.
suara tawa juneval terdengar sangat renyah "jadi kapan kalian meresmikan hubungan? " tanya juneval "um.. " eun menatap kim "dengar kim sebelum meresmikan hubungan kita harus party untuk melepaskan masa masa lajang mu" juneval mengedip kan mata nya, kim mengangguk dia mengerti apa yang di inginkan teman nya yang satu ini "tentu, secepatnya kau akan mendapatkan undangan party dari ku" kata kim "um.. aku permisi sebentar " kata eun "iya silahkan" kata juneval.
setelah eun pergi juneval langsung menatap kim dengan senyuman ceria yang tidak pernah hilang dari wajah nya, "aku ada rencana untuk menjebak pelakunya tapi yang paling penting jangan terlalu di fikir kan, lebih baik kau berpesta agar mereka kalah telak Karena menganggap kau baik baik saja dan tidak terpengaruh dengan rencana mereka. lalu kita jebak mereka dan kita akan tau siapa pelakunya"
"kau mau aku pesta? "
"iya sambil membuat otak mu merasa fresh, "ya kan eun?" kata juneval sambil menatap eun yang baru kembali "hah? " eun menatap juneval.
__ADS_1
"kita harus mengadakan party dulu, lagian aku sudah lama tidak party dan tidak ada yang mengundang ku" kata juneval sambil tertawa "oh itu ide yang bagus juga , tuan kim kita harus mengadakan party" kata eun "ide tuan juneval tidak buruk, lagian tuan kim pasti sedang tidak baik baik saja, apalagi dia selalu mendapatkan serangan dari musuh nya dia pasti tertekan" batin eun "tuh dengar" ujar juneval "oke, baik aku akan mempersiapkan semua nya dan akan ku pasti kan ini akan menjadi party yang tidak mudah kau lupakan" kata kim "kita lihat saja" juneval mengambil gelas berisi minuman di atas meja "bersulang!. "