gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
belanja untuk keperluan pesta


__ADS_3

"Bye eun! "


"bye semuanya! bye bye"


eun keluar dari kantor nya bersama beberapa teman nya "hei besok kan libur bagaimana kalau kita nonton? " kata ade "aku terlalu malas" petir memasukkan ponsel nya ke dalam saku nya "ayolah.. sekalian kita ngefresh sin otak " kata bimo "benar tuh" sahut yang lain "kalian semua setuju kan? " tanya vivian "kau eun? " kata carl "aku--" kata eun "ehem! Hai" sapa kim "tuan kim" kata vivian "astaga kenapa kau ke sini? " tanya eun "kenapa eun? satu kantor juga sudah tau" kata putri "aku cuma mau mengundang teman teman mu" kim menatap justin yang ada di samping nya "hah? " eun menatap kim dengan tanda tanya, tunggu? mengundang ? maksudnya? .


Justin membagikan undangan ke teman teman eun sampai semua nya mendapatkan satu kartu undangan, "wah.. party!!! " seru yuda "seru nih! " kata bimo "jangan lupa datang" kim langsung membawa eun pergi .


"tuan kim. kau tidak mengatakan apapun pada ku soal ini, apa ini? party? "


"aku sudah pernah membahas nya seminggu lalu" "apa? aku tidak ingat"


"nanti kau akan ingat" kim memasang sabuk pengaman ke tubuh eun "haa.. kau sedang naik gaji ya , aduh.. kau kan bos nya bagaimana bisa bos naik gaji" eun menepuk kening nya "kau mau tau? " tanya kim "iya" eun mengangguk "apa yang akan aku dapat kan jika aku memberitahu mu? " tanya kim "huh? " eun langsung memalingkan wajah nya .


"yang benar saja? "


"jadi"


"katakan saja, nanti aku mati penasaran tuan kim"


kim tersenyum sambil menatap eun, "tuan kita sudah sampai" pintu mobil langsung di buka. "ngapain kita ke sini? "


"kita akan mengadakan pesta, kita akan membutuhkan beberapa pakaian"


"hei"


eun menahan tangan kim. ketika kim hendak keluar dari mobil "sekarang katakan ini party untuk apa? " kata eun setelah mencium kim "lagi" kata kim "katakan" kata eun "sekali lagi" pinta kim "ah.. tuan kim! " eun mulai kesal "sekali lagi " kata kim, eun langsung kembali mencium pipi kim "ini pesta lajang kita akan menikah jadi kita akan mengadakan pesta seperti ini .bridal shower semua akan kita undang"


"ehh? kan kita menikah nya masih lama"


"aku akan mempercepat nya" kata kim sambil keluar dari mobil, "mempercepat? bagaimana bisa? hei jangan seenaknya aku harus meliput banyak berita da-"


"cepat lah! ayo turun! atau kau akan mewawancarai mobil kita"

__ADS_1


"oke"


eun keluar dari mobil.


Eun memilih beberapa stelan jas untuk kim sementara kim hanya berdiri dan berjalan di belakang eun.


"tuan kim coba ini "


"semua nya? "


"satu mall nya ini!"


"hum.. baik"


"cepat sana aku mau lihat! "


"siap! "


"lihat ! "


kim datang dengan stelan jas abu abu "woah.. kau mirip kaya sugar dady yang di film film tidak bisa, ganti ganti gak cocok! "


"oke"


kim kembali pergi "kita perlu bom hias, balon, topeng pasti cantik uwu.. yang ini dan yang ini " kim kembali lagi dengan stelan jas orange, "bagaimana? " tanya kim "no! " eun menggeleng kan kepala nya "kurang cocok! " kata eun "oke" kim pergi lagi "dress ini bagus aku akan ambil dan mencoba nya" eun mengambil beberapa dress dan memasukan nya ke dalam troli.


"eun! " eun menoleh "hum bentar" eun berjalan mendekati kim "bagus sih, lepas dan letakan ke dalam troli lalu coba yang lainnya lagi" kata eun "kau suka? " tanya kim "suka kau terlihat tampan" kata eun "aku kan memang tampan" kim tertawa kecil "idih.. di bilang tampan aja langsung kepedean" gerutu eun.


Setelah memakai stelan jas nya yang lain kim kembali keluar untuk menemui eun namun kali ini eun tidak ada di tempat, kim langsung panik dia langsung melihat ke sekitar nya "eun!! " dengan terburu buru dia mengambil ponsel nya dan langsung mencoba menelpon eun "halo kenapa kau menelpon ku! kita kan masih satu tempat! " kata eun "kau dimana? " tanya kim "di ruang ganti" kata eun "kau ini!! " kim langsung berlari ke arah ruang ganti.


Eun langsung tersenyum puas melihat bayangan nya di cermin "sudah ku duga pilihan ku tid-" suara ketukan dari luar membuat eun terkejut "ada orang!! " seru eun "tok!! tokk!! tok!! " eun membuka pintu nya "tuan kim! " eun terkejut melihat kim langsung mendorong nya .


"kau benar-benar!! "

__ADS_1


"ada apa? " eun kebingungan


"kenapa kau tidak mengatakan lebih awal kalau kau pergi ke ruang ganti? "


"oh.. um bagaimana aku mau mengatakan nya, kau kau ada di ruang ganti juga" kata eun, lalu dia mengusap rambut kim "kau khawatir ya? kalau aku hilang haha" kim langsung menahan tangan eun.


"kau suka aku marah"


"jangan marah, lihat aku sedang memilih beberapa dress untuk party nya bagus gak? " "hum? " kim melepaskan eun,lalu memperhatikan dress yang di pakai oleh eun.


"terlalu pendek"


"tidak kok ini panjang lihat"


"tapi di sini terbelah, kau tidak boleh pakai ini! dan satu lagi! usahakan bicara pada ku sebelum pergi"


"haha oke oke"


"sekarang ganti "


"ya kau keluar dulu, biar aku bisa ganti"


"tidak mau!!"


"apa! tidak bisa ! kau tidak boleh di sini,sana keluar"


"aku ingin melihat mu memakai dress lain"


"ya.. astaga jika kau di sini, aku tidak akan memakai nya lihat. aku masih memiliki empat dress yang belum ku coba"


"coba lihat"


kim memeriksa semua dress yang di pilih eun "tunggu di sini jangan kemana mana aku akan memilih dress lain, ini gak layak pakai" kim membawa dress yang di pilih oleh eun "sangat sulit di tebak, dia melarang ku memakai dress pendek tapi di saat malam hari dia malah meminta ku memakai dress yang lebih pendek dari itu" eun menggeleng kan kepala nya sambil tertawa kecil .

__ADS_1


__ADS_2