gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
kejutan dari teman lama


__ADS_3

sebuah tangan tiba-tiba menutup mata eun, membuat eun langsung panik "siapa kau? " tanya eun "berani berteriak kim akan ku bunuh" eun langsung diam. suara musik juga masih terdengar cukup keras jika dia berteriak, itu juga akan percuma suara nya akan di tenggelam kan oleh suara musik dan suara orang orang yang ada di pesta.


"haih sudah sudah" terdengar suara carl "lepas kan dia" kata kim "ah.. kalian ini tidak asyik" eun membuka mata nya dia langsung mendekati kim "dia benar-benar langsung terdiam loh" eun memperhatikan seorang wanita yang ada di depan nya "kejutan untuk mu" kata kim "hah? " eun terlihat kebingungan "Hai kawan kau lupa pada ku? nah.. sudah terjawab dari raut wajah mu kau mendapatkan kim lalu melupakan aku" wanita itu langsung menarik eun dan memeluk nya dengan erat "****! xie kau membuat ku jantungan" kata eun sambil menendang wanita itu "lama sekali kau baru menyadari ini aku" kata xie "ku fikir kau siapa tadi! kau muncul tiba tiba dan menutup mata ku" eun masih terlihat syok "hahaha... maaf maaf tapi ini lah nama nya kejutan! " xie kembali memeluk eun "tuan kim kau tau ini? " tanya eun "tentu, itu sebab nya aku mengatakan ada kejutan tak terduga untuk mu" kata kim "kau tau dia berbisik apa tadi? " eun menatap xie "apa? " tanya kim "berani berteriak kim akan ku bunuh, kau benar-benar kurang ajar xie" ucap eun dengan sedikit kesal, "sekarang aku tidak perlu lagi melepaskan mu dengan pria itu, karena kau benar-benar mencintai nya" kata xie "muka eun masih tegang haha" carl tertawa "benar itu" kata vivian "kalian ini, sungguh ini tidak lucu" kata eun "maaf kan aku" kata xie "kau senang? " kim melingkar kan tangan nya ke pinggang eun "senang tapi aku masih sedikit panik" kata eun "Hai xie" ade memeluk xie "Hai kawan astaga kau sudah menikah belum? " tanya xie "aku akan segera menikah" ade melepaskan pelukan nya.


"Hai kau masih tegang! " kata xie "itu karena kau" kata eun "haa.. maafkan aku ya, aku cuma ingin memberikan kejutan terbaik untuk mu.


ketika aku datang aku tidak melihat mu ada di apartemen dan aku mendengar kabar kau sudah di bawa oleh pria ini" kata xie "tuan kim" sahut eun "iya ya tuan kim" kata xie "lihat si carl" kata vivian "iya dia sudah dapat pasangan aja ya" kata xie "gak mungkin lah aku jomblo terus" ujar carl "jadi kapan? " xie menaikan alis nya sambil menatap kim, "kapan kau melamar teman ku? temui orang tua nya lamar langsung dia" xie langsung to the point "setelah dua hari dari sekarang" kim menatap eun "sungguh? " kata arrayan dengan tidak percaya."apa aku terlihat bercanda? "tanya kim " sudah sudah kalau begitu aku akan membantu membawakan seserahan nya besok sekarang ayo bersulang! oh ya ini suami ku, panggil saja dia po"kata xie "po salam kenal" kata eun "salam kenal ya" kata yuda "sekarang ayo bersulang untuk pesta lajang ini!! bersulang!! " kata xie "bersulang" kata petir "sekarang bersulang untuk kedatangan xie!! bersulang!! " kata ade "um.. kalian nanti mabuk" kata eun dengan panik karena teman nya terus menerus meminum alkohol "sekarang bersulang untuk tuan kim yang akan melamar eun!! bersulang!! " kata arrayan "ayo eun minum saja" kata xie , "lagi lagi.. bersulang untuk kedatangan po suami xie" kata yuda "ayo bersulang!! " seru ade.


beberapa jam berlalu..


"dia terlihat terbang" kata yuda "kau lah yang terbang" kata po "aku harus pulang dimana rumah ku? bukan, mobil ku dimana? " tanya petir "kepala ku juga sakit" kata eun. juneval berjalan ke arah kim dan teman teman nya "ku rasa aku mulai mabuk" kata juneval "lanjut kan saja" kata arrayan "kau terlalu banyak minum tuan juneval" kata Arthur "ku rasa iya, semua nya mengajak ku untuk minum" kata juneval, kim menoleh ke arah lain dia menatap eun yang berjalan sempoyongan di dekat teman teman nya "aku akan minum lebih banyak ayo bersulang lagi" kata carl "bersulang! " kata yuda "um? " eun menoleh ke arah kim yang sudah ada di samping nya "jangan minum lagi sayang" kata rei "aku cuma minum segelas" kata carl "ayo kita party sampai pagi, ayo semua nya jangan diam saja menari dan terus minum" kata xie "tuan kim kau" kata eun "kau sudah mabuk" kata kim sambil memegang tubuh eun. "kepala ku sakit seperti di remas " kata eun "kau harus istirahat sekarang" kata kim dengan tenang, "ayo bersulang lagi" kata xie "Tuhan.. ada gempa" kata yuda "sudah cukup nanti kita gak bisa pulang" kata vivian "dimana eun? " tanya carl "dia tadi... loh kemana dia? " tanya vivian "dia pasti bersama si tuan kim itu" kata yuda "benar juga" kata carl "ayo ayo bersulang lagi" kata petir "berikan aku minuman lagi" kata carl "tidak bisa, sudah cukup sayang" rei menarik carl dan membawa nya pergi.


tubuh eun di baring kan ke atas ranjang "ada apa dengan kepala ku rasa nya sakit sekali" kata eun "tidak papa itu karena kau mabuk, aku akan ambil kan air madu" kata kim sambil pergi meninggalkan eun, "nyalakan lebih keras musik nya!!! ayo menari bersama" arrayan naik ke ke atas meja "katakan bersulang lagi! " kata carl "semua sudah pada mabuk" kata rei.

__ADS_1


kim kembali dengan membawa segelas air madu untuk eun "eun ayo minum dulu" kata kim "rendahkan suhu nya lagi , aku merasa gerah" kata eun "iya minum dulu, aku akan turunkan suhu nya" kata kim "bersulang! " kata eun "tidak, ini air madu bukan alkohol ayo habis kan" kata kim "tuan kim aku mau mengatakan sesuatu" kata eun, kim langsung menatap eun sambil melepaskan kaos kaki yang di pakai eun


"katakan"


"sebenarnya aku mencintai mu tapi kau mencintai aku tidak? "


" tentu"


"nah.. kalau begitu kau tidak boleh kemana mana" "aku tidak akan kemana mana" kim duduk di dekat eun "kejutan ini benar-benar membuat ku senang, dan juga pesta nya aku suka semuanya tapi kenapa kau tidak menari? aku tidak melihat mu menari tadi" kata eun kim tersenyum lalu berdiri mengambil baju tidur untuk eun .


"tuan kim"


"ya"

__ADS_1


kim membersihkan tubuh eun lalu memakaikan pakaian tidur pada eun.


"jangan bunuh orang lagi ya"


"kau sangat menggemaskan"


"aku ingin kita hidup dengan tenang, aku tidak ingin menghawatirkan mu di saat kau meninggal kan rumah"


"aku meninggalkan semua nya untuk mu, tidak ada yang perlu di khawatir kan"


"tuan kim"


"ya"

__ADS_1


"berbaringlah di dekat ku, kepala ku benar-benar sakit aku butuh lengan mu"


"baik lah" kim langsung berbaring di dekat eun "sekarang tidur lah di atas lengan ku" kata kim "good morning" kim langsung tertawa kecil sambil menatap eun yang mulai terlelep "good morning to".


__ADS_2