
pagi hari di rumah petir..
vivian mematikan kompor lalu meletakkan makanan yang dia masak ke atas sebuah piring "kenapa dia belum bangun" kata petir "tidak papa" kata vivian. Eun membuk pintu kamar nya lalu pergi "dimana vivian? "tanya Eun "Hai" sapa petir di saat melihat Eun menuruni tangga "huam.. pagi Teman teman" kata eun "pagi Eun ayo sarapan" kata vivian "bagaimana tidur mu? " tanya petir "nyenyak banget aku suka tidur ku" kata Eun "bagus lah" kata vivian "ayo sarapan nanti kita berangkat bersama" kata petir "wah.. kenapa tidak membangun kan ku, aku juga bisa masak" kata Eun "aku malah kawatir kau memasak ikan hiu" kata petir "ikan hiu juga enak" kata Eun vivian tertawa.
di tempat lain..
kim duduk di atas sofa apartemen nya, pelayan datang mengantarkan sarapan nya "panggil leo untuk ku" kata kim "baik tuan" pelayan pergi dan kim langsung memakan sarapan nya "tuan anda memanggilku? " ada suara leo dari luar "masuk" kata kim "ada apa tuan? " tanya leo "berikan ponsel mu pada ku" kata kim "baik tuan" leo mengeluarkan ponsel nya "tidak papa pegang saja, hubungi Eun" kata kim "baik tuan" kata leo.
__ADS_1
Eun menata ponsel nya "huaam" mata Eun berair "kau masih mengantuk? " tanya vivian "ku rasa iya" kata Eun sambil tersenyum "ponsel mu terus berbunyi" kata petir "halo nona" kata leo "e ada apa leo? " tanya Eun , leo menatap kim "nona bagaimana kabar mu? " tanya leo "hum.. aku baik baik saja bagaimana dengan mu? " tanya Eun "aku baik nona" kata leo "apa kau butuh bantuan kenapa menelpon ku? " tanya Eun "hum.. " leo menatap kim "kenapa kau mengabaikan telpon ku dua hari ini? " Eun langsung mematikan telpon nya "siapa? " tanya vivian "leo bodyguard nya tuan kim" kata Eun. kim menyuruh leo pergi "dia marah " kata kim sambil mengusap rambut nya.
handuk kecil di letakan ke atas kening zela lalu nhai duduk di dekat zela "minum obat mu aku akan kembali besok" kata nhai "nhai.. bisakah kau tetap bersama ku? " tanya zela "tidak bisa" kata nhai sambil melangkah pergi "kim masih hidup sial sekali" kata ken "apa kau tidak waras melakukan hal seperti itu? kau bisa membunuh kim itu tujuan mu tapi bagaimana dengan Eun ku? " kata nhai "kau fikir eun mu bodoh? " kata ken "tapi kau bisa membahayakan nya" nhai kesal, bagaimana tidak? mereka berencana meledakkan kim beserta isi rumah nya jelas Eun ada di sana! "lebih baik kau diam sebelum kesabaran ku habis dan.. wanita mu itu tidak berguna aku ingin mengirim nya ke kim " kata ken "dia sedang sakit kau juga memukuli nya" kata nhai "karena dia salah" kata ken "pergi" kata yang lain nhai terlihat kesal dia langsung pergi "seharusnya aku tidak bergabung dengan mereka" kata nhai.
seorang pria berjalan ke dalam kantor dengan nama chanzie tempat Eun berkerja,dan ternyata dia mencari eun yang di kenal sebagai gadis reporter terbaik di sana "eun ada seseorang ingin bertemu dengan eun" kata Yuda di telpon Karena eun sudah tidak berkerja .
"aku eun hum.. aku tidak mengenal banyak soal kak zela tapi ada satu hal yang harus ku katakan pada mu, ini sudah sangat ku tunggu tunggu. kak zela butuh pertolongan dia mengerim pesan sos pada ku, tapi aku tidak tau lokasi nya dia tidak mengirim lokasi nya pada ku" kata Eun sambil menunjukkan ponsel nya, "Eun? " nhai tiba-tiba datang "kak ai" sahut Eun dengan dingin "bisa bicara pada mu" kata nhai "maaf kak ai aku sedang ada kerjaan" kata Eun singkat "baik lah" nhai pergi meninggalkan Eun di parkiran "dia siapa? " tanya ali "aku akan katakan pada mu hum.. di sini tidak aman aku akan kirim pesan pesan dari kak zela " kata Eun "baik lah aku akan save nomor mu" kata ali "dan ku minta pada ku waspada dengan pria tadi" bisik Eun sambil kembali masuk kembali ke mobil nya untuk ke kampus.
__ADS_1
arrayan memasuki ruangan kim sambil membawa map biru "kim ini surat resensi seinaru washi bar " kata arrayan , kim langsung memeriksa surat itu "rumah mu sudah aman? " tanya arrayan "aman" kata kim.
malam harinya..
suara ketukan terdengar dari luar pintu "bentar" Eun menguap lalu berjalan membuka pintu "ada telpon" kata petir "untuk ku? " tanya Eun "iya" kata petir "astaga malam malam begini" kata Eun dengan wajah bangun tidur "tuan kim" kata petir "hei brengsek!! apa kau tidak bisa berfikir jernih? mengganggu teman ku dasar sialan" semua bodyguard langsung menatap ke arah kim "aku tidak bisa menghubungi mu" kata kim "tentu aku memblokir nomor mu dan juga menghapus nya kau sudah membuang ku kenapa masih menghubungi ku? pria brengsek penipu dan menyebalkan jangan telpon teman ku lagi" kata Eun "kenapa kau memblokir ku? " tanya kim "aku marah pada mu puas!! aku akan membunuh mu jika menelpon teman ku lagi" kata Eun "kalau begitu jangan blokir aku agar aku bisa menelpon mu" kata kim "****!! jangan harap aku melakukan nya" kata Eun "aku akan datang besok menjemput mu" kata kim "kau fikir aku barang yang seenaknya kau buang lalu kau pungut lagi? aku tidak akan ikut lagi dengan mu!! dengar itu aku sudah betah di sini" Eun mematikan telpon nya "kau kasar pada nya? " kata petir dengan wajah syok melihat eun yang lembut marah ke seorang pria "dia pantas mendapat kan nya jangan angkat lagi pergilah tidur kita akan pergi kerja besok" kata Eun "baik lah good night" petir pergi.
suasana hening bodyguard kim tidak ada yang berani menatap kim sementara kim meneguk minuman nya "dia tidak mendengar kan ku bahkan masih memblokir nomor ku" kata kim dalam hati dia langsung berdiri dan pergi "cuma nona Eun yang berani" kata Justin "benar" kata leo sambil berjalan menyusul kim.
__ADS_1