
Dokter menatap ke arah kim "nona cuma mengalami kelelahan saja dan dia menjadi tidak sadar kan diri akibat obat tidur yang dia konsumsi" kata dokter "obat tidur? " kata kim "dia akan segera membaik saya permisi dulu tuan" dokter pergi "tapi dia tidak minum obat tidur" kata kim dia langsung keluar kamar "aku tau tuan kim" kata Carl yang ada di depan pintu "apa? " kim berhenti melangkah, "ini ulah nhai, saat eun keluar dari kelas eun masih sadar dan tak lama setelah aku menyusul eun sudah tidak sadar kan diri. aku melihat nhai akan membawa eun dia juga membawa sebotol air kemungkinan air itu sudah di campur dengan obat tidur" kata Carl "nhai! " kata kim dengan rasa geram "iya nhai juga berusaha membawa eun pergi, untung nya aku cepat datang seperti nya nhai ingin eun kembali pada nya" kata Carl.
Beberapa jam kemudian...
Eun membuka mata nya "aku di mana ini? " fikir eun sambil duduk, dia langsung menyadari kalau dia sedang ada di kamar nya "rei antar minuman untuk ku" kata eun di telpon "siap nona" kata rei "kenapa aku bisa di kamar ya" eun berdiri mengambil tas nya "tuk" secarik kertas kecil jatuh, eun segera memungut nya "eun tuan kim tidak salah aku gadis itu, aku cuma di suruh mendekati tuan kim agar kalian bertengkar " eun terkejut saat membaca isi kertas kecil itu dengan dia buru buru dia mengambil telpon "rei bawa azka ke kamar ku" kata eun.
Di depan laptop nya wajah kim terlihat sedang serius "aku mau semua desain nya di ganti seinaru washi bar harus di renov habis habisan aku mau membuat hal yang baru. dan juga aku sudah memiliki banyak bar jadi aku memutuskan seinaru washi bar akan di ubah menjadi sebuah restoran" kata kim sambil menatap laptop nya
"Aku cukup memiliki dua bar saja selebihnya akan kita ubah untuk tempat usaha lainnya, karena aku akan segera menyelesaikan semuanya dengan tuan ryu" kata kim "baik lah tuan" kata Liam "aku mau di restoran itu nanti menyediakan berbagai makanan mancanegara" kata kim.
Di dalam kamar eun duduk di sofa dan perlahan meletakkan gelas nya, lalu menatap azka "aku berani bersumpah nona" kata azka "tuan kim tidak mencium bahkan tidak menyentuh gadis itu dia langsung menyingkirkan tangan nya ke belakang nona. agar tidak menyentuh gadis itu kami juga mencoba mencari gadis itu namun tidak di temukan" kata azka.
Zela terlihat benar-benar ketakutan ketika nhai menatap nya dengan tajam "gagal gagal gagal!!! " nhai marah "padahal aku sudah sedikit lagi berhasil! aku tinggal membawa eun kenapa gagal" kata nhai "kita..kita obatin dulu luka mu" kata zela "diam!! " nhai membanting gelas yang ada di dekat meja yang seketika membuat zela langsung meringkuk ketakutan. nhai menatap zela ketakutan langsung duduk di tepi ranjang "aku seharusnya gak kasar pada nya.. Aku juga mencintai nya namun..aku rasa aku juga mencintai eun kembali " kata nhai dalam hati "zela kemari lah" kata nhai, zela mendekat "ambil makan aku lapar kau juga belum makan kan? " kata nhai dengan lembut sambil zela yang mengangguk.
Malam harinya..
Kim berjalan ke arah kamar setelah selesai dengan pekerjaan nya "tidak papa semua orang pasti pernah mengalami itu" kim mendengar suara dari arah ruang tamu kamar nya "iya aku juga pernah begitu" kim membuka pintu sedikit, terlihat eun sedang bicara melalui telpon video dengan teman teman nya ."lain kali kau harus mengendalikan dirimu karena tidak semua yang kita lihat itu nyata" kata petir "hum" eun mengangguk, namun tiba-tiba terdiam karena merasakan ada seseorang yang sedang menatap nya, dia langsung buru buru melihat ke arah pintu dan benar saja kim sedang berdiri di sana "tuan kim! " kata eun "kenapa kau belum makan malam? " kim berjalan perlahan ke arah nya "hum.. " eun menatap ke arah layar laptop nya "kau sedang mengerjakan tugas? " tanya kim "tidak" kata eun "eun pergilah makan kami juga mau makan bye" vivian meninggalkan panggilan "aku juga" kata Yuda "iya sayang.. Bye semua pacar ku melihat kecoa menari" kata Carl "dasar bodoh" petir juga pergi "apa kau sudah makan? " kata eun "belum" kata kim "aku baru selesai dengan pekerjaan ku" kata kim sambil duduk di dekat eun "bagaimana dengan kepala mu? " tanya kim "masih sedikit sakit " kata eun sambil tersenyum "aku akan mandi lalu kita akan makan malam bersama " kata kim "hum" eun mengangguk pelan "jangan kemana mana" kim pergi.
Di ruang makan
Eun menatap kim yang sedang meneguk minuman nya di gelas "kenapa tidak menyentuh makanan mu? " kim menatap eun, seketika eun langsung menunduk "kau tidak suka makanan nya? " kata kim "hum.. " eun mulai mengambil sendok "aku suka" kata eun "makan lebih banyak" kim mengambil sepotong daging untuk eun "jangan bicara makan saja dulu" kata kim.
"Tuan ki...m" eun menatap kim saat sampai di kamar "ada apa? " kim duduk di tepi ranjang sambil menepuk nepuk sebelah nya agar eun duduk di dekat nya "apa masih sakit? " tanya kim sambil mengusap rambut eun "apa yang ingin kau katakan? " kata kim dengan lembut "hu...? " eun menunduk kelihatan dari wajah nya seperti dia sedang bingung "aku akan menjelaskan nya jika kau ingin aku menjelaskan ulang soal kemarin lalu" kata kim "tuan kim aku salah" kata eun sambil menatap kim "hum.. Aku " kata eun "tidak papa" kim memeluk nya
"Apa kau masih marah pada ku? " tanya kim "tidak" kata eun menggeleng kan kepala nya "benarkah? " kim mencium pipi eun "aku tidak tau kapan, tapi yang aku tau gadis itu memberi ku surat kecil yang menyatakan kalau kau tidak bersalah " kata eun "surat? " kata kim "hum" eun mengangguk "gadis itu yang mengirim nya dia bilang ada seseorang yang menyuruh nya untuk melakukan itu" kata eun "baik lupakan saja itu jangan fikir kan apapun" kata kim "saat aku marah kau tidur dimana? " tanya eun "di ruang kerja" kata kim "sekarang apa kau memaafkan sifat buruk ku ini? " kata eun "ku rasa tidak" kata kim "tuan kim" eun merasa bersalah "beri aku ciuman" kata kim eun langsung tersenyum "kau selalu saja tidak berubah" eun menarik kim dan mencium pipi kim "maaf tuan kim " kata eun "cuma pipi? " kata kim "lalu? " kata eun, kim langsung menarik eun dan mencium bibir eun "terimakasih sudah memaafkan ku" kata kim.
"SIAL BENAR BENAR SIAL AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN MU BEGITU SAJA KIM" kata milthon "tuan" ken datang sambil membawa sesuatu "tuan Ini berita besar kim mengubah segala nya" kata ken "hotel, beberapa bar, dan juga lainnya di ubah oleh nya Ini sangat mencurigakan " kata ken
"Kim hanya memiliki beberapa bar, apa dia mau mengubah semuanya nya? " kata milthon "semua nya termasuk seinaru washi bar tempat anda pernah terlibat bisnis dengan kim" kata ken "mustahil itu adalah bar terbesar di sini" kata ken "selidiki semuanya karena aku harus pergi menemui investor di Bangkok" kata milthon, "sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu kecuali kau mati" .
Eun berjalan di samping kim "kau tidak ke kampus kan? " kata kim "tidak aku mengerjakan tugas ku di rumah" kata eun "jangan lupa angkat telpon ku nanti" kata kim sambil mengusap rambut eun "jangan terlalu stres ya" kata eun "kau tidak mengatakan sesuatu pada ku" kata kim eun tersenyum sambil merapikan jas kim "pulang lebih awal aku akan mencium mu lebih dari satu menit" seketika kim tersenyum "bagaimana kalau aku mau lebih? " kata kim "lakukan lah" eun tersenyum lalu berbalik dan pergi .
Di kantor..
Dengan tanpa basa basi arrayan masuk dan menutup laptop kim "kim apa kau tidak waras? Kau juga mau mengubah seinaru washi bar!! apa kau gila itu bar terbesar di kota ini? "
"lagian itu bukan seinaru washi bar yang asli " kim menatap arrayan
__ADS_1
"yang asli, aku tidak mengubah nya karena itu bukan milik ku. tapi milik tuan ryu, aku mengubah gedung itu menjadi seinaru washi bar agar mengalihkan polisi soal bisnis kita "
"ya, ya aku tau tapi "
"aku cuma mau tenang, tidak ingin memiliki sesuatu yang kedepan nya mengundang masalah dan juga merengut nyawa bawahan ku"
"tuan ryu tau ini? " kata arrayan dengan tidak percaya "ya,aku akan memberitahu nya" kata kim.
Di rumah...
Rei meletakkan sepiring Camilan ke atas meja "lihat berapa rajin nya istri mu" Carl tersenyum sambil menatap rei "duduk lah rei , sebentar" kata eun "tidak nona masih ada tugas yang harus di kerjakan, kalian lanjut saja" kata rei sambil pergi "kau sudah jadi berapa halaman? "Tanya Carl " 15 halaman dan ini sudah menguras isi kepala ku rasa nya"
"iya ku fikir gampang ternyata di luar ekspektasi" "hahaha.. Aku juga berfikir ini mudah seperti mengarang laporan ternyata ini berbeda"
ponsel eun berbunyi terlihat ada panggilan masuk "halo ma" kata eun
"bagaimana kabar mu? "
"Baik ma, bagaimana dengan mu? "
"Mama juga baik, mama fikir kali ini yang mengangkat telpon nya bukan kau"
"Mama pernah menelpon mu dan seorang pria mengangkat nya"
"Ah.. Ma kau sedang apa? "
"Sedang di kantor papa mu"
"Kau sedang menemani papa berkerja? "
"Iya dia akan ada pertemuan mama harus benar-benar mengawasi persiapan nya, papa mu itu pelupa, kau sedang apa? "
"Mengerjakan skripsi ma bersama Carl"
"Carl.. Apa kau baik baik saja?
" iya tante aku baik baik saja dan dari suara mu aku juga tau kau baik baik saja di sana"
__ADS_1
"Hahah.. Tentu saja uh. .. Mama matikan telpon nya mau menyiapkan pakaian untuk papa mu"
"Oke ma bye"
"Sampaikan salam ku untuk kim"
Telpon terputus "kim? " eun melihat telpon nya sudah tidak terhubung lagi "padahal aku belum siap bicara" kata eun, ponsel nya kembali bunyi "mungkin ke tekan jadi nya ponsel nya mati. itu bunyi lagi " kata Carl "halo ma" kata eun
"ma? "
"oh?? " eun melihat layar ponsel nya "tuan kim? " kata eun "kau merindukan mama mu? " tanya kim "hum.. Tidak tadi mama ku baru menelpon jadi ku fikir dia menelpon ku lagi setelah telpon nya dia matikan . Mama bilang salam untuk mu" .
kim terdiam dia tidak tau harus berkata apa "kenapa kau diam? " tanya eun "hum.. Aku merindukan mu" eun langsung terkekeh mendengar itu "hei kau dan aku tinggal di satu atap dengan ku, tiap hari bertemu kenapa bisa kau merindukan ku itu sangat tidak masuk akal" kata eun.
"masuk akal"
"ya ya terserah mu, bagaimana dengan pekerjaan mu? "
"lancar kemungkinan aku akan pulang cepat jadi persiap kan diri mu"
"hah? Persiapkan? Memang nya kita akan pergi" "iya"
"kemana? Aku ada tugas yang belum ku selesai kan jadi jangan harap aku mau ikut dengan mu" kata eun sambil masih mengetik di keyboard laptop nya "pergi ke kamar sesuai janji mu" kata kim "janji? Dengar ya " eun menatap Carl yang sedang membaca buku "aku cuma bilang akan mencium mu jika kau pulang lebih awal" bisik eun "dan aku mau lebih" kata kim "tuan kim perusahaan lain yang ingin berkerja sama telah datang" kata deon "iya siap kan semuanya" kata kim "aku akan menemui mu di rumah " kata kim "hm tap-".
Di ruang makan
" srak"eun mengambil tisu "akhirnya kenyang juga setelah seharian mengerjakan tugas" kata eun "benar kita lanjut kan saja besok, ini udah jam dua istirahat saja dulu" kata Carl "oke" kata eun "aku akan ke kamar menyimpan laptop nya" kata eun.
Carl langsung pergi ke rumah pelayan dan ke kamar rei untuk istirahat . Beberapa jam kemudian Mobil hitam datang para pelayan langsung bersiap menyambut orang yang ada di dalam mobil itu.
"Grriiit" eun membuka pintu setelah mendengar suara ketukan.
"tuan kim? "
kim langsung mengangkat eun dan menutup pintu dengan kakinya "ada apa dengan mu? " tanya eun , kim menatap eun yang duduk di ranjang.
"kau sudah makan siang tadi? "
__ADS_1
"sekarang aku sedang ingin makan" kata kim sambil melepas dasi nya "hum? " eun menatap mata kim yang hitam pekat sedang menatap ke arah nya "kau belum mencium ku" kata kim "kau pulang terlambat, aku fikir kan kau pulang siang ini sudah sore lihat jam setengah lima tuh" kata eun "setidaknya aku pulang lebih awal dari biasanya" kim mengusap wajah eun "oke" eun berdiri lalu memberi kim ciuman singkat, Eun tersenyum sementara kim langsung menarik eun dan mencium nya sampai perlahan tubuh mereka jatuh ke atas ranjang. kim tersenyum menatap eun lalu perlahan kim membuka jas nya dan melemparkan nya begitu saja ke sembarang arah "tuan kim biarkan aku ke kamar mandi sebentar aku baru minum cola" kata eun namun kim menggeleng kan kepala nya "jangan pergi" kim langsung mencium eun kembali, perlahan satu per satu pakain mereka jatuh ke lantai.