
Eun berdiri menatap sekitar nya "wah.. Akhirnya aku bisa kembali masuk ke kantor" kata Eun, sementara Kim menatap nya dari mobil "hansen tetap awasi dia" kata Kim "iya tuan" kata hansen Eun berbalik menatap Kim yang ada di dalam mobil "pergi sana! " kata Eun . lalu dia pergi masuk ke dalam kantor "ahh" Eun terkejut tiba tiba nhai muncul di depan nya "kak ai" kata Eun "ada apa kak ai? "Tanya Eun " tidak ada apa apa"nhai memberikan sebuah undangan ke Eun "jangan lupa datang dengan pembunuh itu" bisik nhai "pembunuh? " kata Eun "ku rasa kau tau yang ku maksud" kata nhai "tapi tuan Kim bukan seorang pembunuh" kata Eun "oh ya kau tau apa? " kata nhai dengan ciri khas angkuh nya "apa maksud mu mengatakan tuan Kim sebagai pembunuh? " kata Eun "oke oke mungkin tuan Kim waktu itu salah bicara maaf kan lah tapi dia bukan seorang pembunuh" jelas Eun "akan ku tunjukkkan" kata nhai "Eun! " petir langsung mendekati Eun "iya" kata Eun "maaf ya aku sedang butuh Eun" petir menarik Eun pergi nhai tersenyum sinis lalu pergi.
"Kau tidak papa? " Tanya Vivian "tidak papa" kata Eun "jangan dengar kan si brengsek itu" kata petir "iya" kata Eun "oh ya bagaimana kabar mu aku merindukan mu" kata vivian "aku juga" kata Eun singkat "Hai rekan kerja" kata carl "Hai sahabat ku" kata Eun "kau tau petir sekarang menggantikan posisi pria brengsek itu" kata Yuda "kak ai? " kata Eun "iya" kata Yuda dengan senang "waw.. Selamat" kata Eun "Eun" Eun menoleh terlihat ade datang "kak ade" kata Eun "Hai" ada pria di samping ade "halo selamat datang" kata Eun "aku ingin bicara pada bos mu" kata pria yang tak lain adalah arrayan "ada yang bisa saya bantu kebetulan tuan Eliezer barusan pergi" kata petir "iya" kata arrayan "mari" kata petir sambil pergi "pacar kak ade agak serem ya kaya polisi" bisik vivian "hei.. Mungkin dia polisi, badan nya kekar tuh" kata Yuda.
Eun memeriksa kembali artikel yang akan dia berikan pada petir nanti namun undangan di samping nya membuat nya gagal untuk konsentrasi
"Kau sudah mengetahui nya bukan? Aku memiliki pacar dan aku sangat mencintai nya"
"Aku tidak mencintai mu lagi"
"Ku harap kau mengerti itu tandanya aku ingin kita berakhir di sini"
Eun mengusap wajah nya "kaya nya dia belum bisa melupakan pria itu" bisik vivian "wajar saja karena itu tidak mudah" kata carl "tidak papa tidak papa" Eun menarik nafas panjang .
"Oh jadi anda ingin Eun membuat berita dari produk jualan anda" kata petir "iya aku butuh besok" kata arrayan "itu tidak masalah" kata petir.
"Griitt" pintu terbuka "kak ai! " Eun berdiri melihat nhai datang "ini yang nama nya Eun" kata nhai "Hai Eun saya Arthur" kata seorang pria berjas hitam dengan kumis tipis "oh.. Halo tuan" kata Eun "saya ingin kamu kerja sama dengan saya besok" kata Arthur "saya? " tanya Eun "tuan Arthur" Eliezer datang "maaf tidak menyambut mu karena saya baru sampai ke sini" kata Eliezer "tidak papa aku cuma butuh reporter ini" kata Arthur "oh jelas dia akan ku utus untuk mu" kata Eliezer "mari bicara di ruangan saya di sini terlalu sempit" kata Eliezer "tapi dia akan datang untuk membuat berita untuk saya kan? " kata Arthur "iya " kata Eliezer kemudian dia mendekati Eun "ingat besok ya jangan lupa" kata Eliezer "iya Pak" kata Eun.
Arrayan mematung melihat siapa yang ada di hadapan nya "tuan Arthur" kata arrayan sambil mengulurkan tangan nya "Hai arrayan kenapa kau di sini" kata Arthur "aku sedang ingin membuat kontrak dengan salah satu reporter" kata arrayan "wah sama ya" kata Arthur "iya kalau begitu saya pamit duluan " kata arrayan "oh ya jangan lupa besok" kata Arthur "siap tuan" kata arrayan.
Setelah pulang kerja Eun dan carl duduk di ruangan Eliezer "tapi pak tuan arrayan datang lebih dahulu" kata petir "tidak tuan Arthur lebih dahulu" kata Eliezer "tuan saya dapat infomasi tuan Arthur akan mengadakan acara besar dan tuan arrayan juga di undang kemungkinan mereka berdua mempunyai maksud yang sama yaitu meminta Eun membuat berita yang sama" kata putri "masuk akal" kata Eliezer "jadi bagaimana tuan? " tanya Eun dengan bimbang "karena tuan Arthur yang menemui ku" kata Eun lagi tuan eliezer keliatan nya sedang berfikir.
Malam hari nya...
Di sebuah klub Kim langsung berdiri "aku harus pulang" kata Kim "ya ya kau akan pulang setelah mendengar bahwa Eun akan aman besok" kata arrayan "bukan urusan mu" Kim langsung pergi.
Di dalam kamar
__ADS_1
Dengan laptop menyala Eun tersenyum dengan senang "aku hampir takut tadi" kata Eun "aku juga bingung dan takut bagaimana bisa dua orang sekaligus menginginkan kita membuat berita dalam satu waktu" kata carl "aku juga hampir bertengkar dengan tuan Eliezer" kata petir "hahahhaa.. Pasti panik tuh tadi ya kan" kata Yuda "jelas lah" kata vivian "tidak kok" bantah petir "ayolah ngaku" desak Yuda "hahaha" vivian dan petir tertawa semuanya langsung terdiam ketika melihat Eun melamun "dia melamun? " kata carl "kelihatan iya" kata Yuda "Eun" kata vivian "Eun.. " kata petir Eun menyadari teman teman nya memanggilnya "maaf maaf aku aku akan kembali aku mengambil minum dulu" Eun berdiri dan pergi namun tiba-tiba terdengar suara seperti orang yang menangis Yuda mengerutkan dahinya "apa dia menangis? " tanya Yuda "seperti nya" kata carl "mungkin karena undangan itu" kata Yuda, "Hai" Eun kembali terlihat mata nya merah "Eun kau baik baik saja? " tanya vivian "tentu" kata Eun "jika kau ingin cerita kami siap mendengar kan nya" kata Yuda "apa sih" Eun tersenyum "tap tap tap" Eun menoleh ke belakang Kim datang "kau sudah pulang? " tanya Eun "cuma itu? " tanya Kim "hm? " kata Eun "tidak katakan hal yang lain? " kata Kim sambil menarik Eun ke pelukan nya "tuan Kim" Eun menghindar di saat Kim mau mencium wajah nya Kim mengerutkan dahinya "lepaskan aku " kata Eun namun Kim terus mencoba mencium Eun "tuan Kim! Teman teman ku di sini" kata Eun "apa? " Kim menatap wajah Eun. Eun memberikan isyarat dengan mata nya agar Kim melihat laptop yang ada di meja , teman teman Eun langsung pura pura tidak lihat ketika Kim menatap laptop "lalu? " kata Kim "apa kau tidak malu? " tanya Eun Kim melepaskan pelukan nya lalu pergi "hum.. Apa itu tuan Kim? " tanya carl "iya" kata Eun "hum" Eun terlihat canggung "kami tidak melihat apapun" kata Yuda "dia tidak terlihat seperti tuan Kim yang pernah aku temui" kata carl "iya" kata Yuda "apasih kalian ini" kata petir "dia memang agak kurang waras" kata Eun "adu..... h aku sakit perut nih aku guys aku keluarga eh keluar dulu ya" kata vivian "ya ampun kau makan apa sih sampai sakit perut" kata Eun "bye" vivian pergi dari panggilan "besok jangan lupa kalian tidak boleh terlambat" kata petir "siap kok" kata carl dan Eun "guys aku lapar aku akan pergi dulu" kata Yuda "ya ya pergi saja terus kita baru saja bicara loh" kata Eun "baru bicara? Kita sudah telponan dari lima jam yang lalu" kata petir "ah masa? " kata Eun dia melihat Kim datang dengan jubah mandi "carl Eun semoga beruntung besok, aku ada pekerjaan lagi sekarang yaitu mengecek laporan keuangan kantor" kata petir "oke " kata carl "ya ya sekarang tinggal kita hum.. Besok pakai baju apa ya carl? " tanya Eun "aku akan pakai kemeja putih ku dengan jas" kata carl "aku juga mau pakai yang sama" kata Eun "Eun jangan tersenyum jika kau tidak mau tersenyum aku tau yang kau rasakan" kata carl "aku tidak papa" kata Eun "aku cuma.. Hm.. Ya gitu deh hehe" kata Eun "dia tidak pantas untuk mu jadi, jangan sulit kan diri mu untuk nya kau bisa dapat yang lain. Tuhan tidak buta" kata carl "pakailah baju yang bagus dan nyaman besok" kata carl "oh tentu " kata Eun sambil melihat Kim sedang menatap nya "ehem" Kim berdehem "Eun.. Kau pergilah tidur ini sudah malam kita akan bertemu di pagi hari" kata carl "oke lah bye bye" Eun menutup laptop nya dan menatap ke Kim "hum! " Kim mengepuk nepuk ranjang nya "kemari" kata Kim Eun berdiri lalu duduk di dekat Kim "tuan Kim" Kim memegang pinggang Eun "sekarang bisa cium diri mu kan? " kata Kim "aku tidak akan mengizinkan " kata Eun sambil menyingkirkan tangan Kim "aku lelah jadi ingin tidur jangan ganggu" kata Eun sambil berbaring dan menarik selimut .kim hanya melihat nya "cuaca begitu panas kau menutupi wajah mu dengan selimut kau yakin? Kau baik baik saja? " kata Kim "tuan Kim" Eun menepis tangan Kim yang mencoba membuka selimut nya "baik lah tidur lah dengan tenang" Kim berbaring di sisi Eun sambil memeluk nya, di dalam selimut Eun mengusap air mata nya dia merasakan Kim sedang memeluk nya tanpa mengatakan apapun.
Keesokan harinya..
Eun terbangun dari tidurnya "hum? " dia melihat wajah Kim begitu dekat "greb" Kim mempererat pelukan nya "kenapa cuma menatap ku" kata Kim sambil membuka mata nya "mata mu terlihat sembab" kata Kim sambil mengusap rambut Eun lalu memeluk eun lebih erat sambil mencium kening Eun "kau butuh hiburan? " tanya Kim "hum? Tidak" kata Eun "kau terlihat begitu lelah" kata Kim "jangan sok tau awas aku harus mandi" kata Eun "tunggu sebentar lagi" kata Kim "tuan Kim aku akan terlambat" kata Eun "kau bahkan tidak mengatakan apapun pada ku? " kata Kim "kau mau aku mengatakan apa? " tanya Eun "seperti yang pasangan lain lakukan" kata Kim "apa kita ini pasangan? " tanya Eun "bukan hanya pasangan" kata Kim "apa aku mainan mu? " tanya Eun, Kim langsung setengah bangun dan menatap wajah Eun "apa kau berfikir aku membawa mu untuk menjadi kan mu sebagai mainan ku? " tanya Kim "aku.. " kata Eun "apa yang kau fikir kan apa salah aku benar benar mencintai mu" kata Kim "tapi kita buka sepasang kekasih" kata Eun "kalau begitu ku tanya pada mu mau kah kau menjadi kekasih ku? " tanya Kim "bagaimana jika aku tidak mencintai mu? " tanya Eun "aku tidak masalah kau memang tidak mencintai ku tapi bukan berarti aku tidak mencintai mu" kata Kim . Eun duduk begitu juga dengan Kim "jangan berfikir buruk aku tidak ingin itu" Kim mengusap wajah Eun "buang semua kecemasan mu aku ingin kita segera membuat ikatan, aku ingin tunangan atau menikah langsung dengan mu" kata Kim "tapi perkerjaan ku belum memberikan waktu yang cukup untuk melakukan itu semua nya, aku mencintai mu Eun tidak ingin kau jauh dari ku" jelas Kim "mungkin kau berfikir buruk pada ku. ya tidak masalah aku memang tidak memiliki banyak kelebihan tapi aku akan berusaha, apapun yang kau minta akan ku lakukan tapi jangan minta aku pergi dari hidup mu karena aku akan mati . karena aku merasa aku membutuhkan mu dalam hidup ku, ku meminta tidak aku akan memohon pada mu sukai dan cintai aku Kim" ucap Kim mata Eun berkaca kaca "tapi jika tidak bisa aku tidak akan memaksa mu untuk menyukai ku atau mencintai ku" air mata Eun turun "karena aku mencintaimu aku tidak perduli bagaimana tanggapan mu pada ku, perasaan mu pada ku" Kim mengusap air mata Eun dan perlahan memeluk Eun "tidak papa.. " kata Kim "jangan menangis lagi.. Kau akan terlambat" kata Kim "aku ingin mengatakan sesuatu pada mu mengenai masa lalu ku" kata Eun dengan mata berair "sstt" Kim menutup mulut Eun dengan jari telunjuk nya "tidak perlu, apapun masa lalu mu aku akan menerima semuanya" kata Kim "kau akan menangis atau bos mu akan menelpon mu" kata Kim "hum.. Aku aku akan mandi" kata Eun "hum.. Pergilah " kata Kim.
"Klik" carl memperhatikan gambar yang baru saja dia ambil "ini bagus" kata carl "aku akan siap kan kamera satu lagi" kata Eun "wah wah kalian sangat bersemangat" kata vivian "tentu saja " kata carl "Eun kenapa mata mu merah? " tanya vivian "ini " kata Eun "aku tadi malam nonton sampai pagi jadi merah deh" kata Eun "vivian ayo" kata Bimo "kami juga akan pergi bye bye sampai nanti" kata vivian "bye" kata Eun "ayo rekan kerja kita berangkat" kata carl.
Di sebuah tempat yang terlihat begitu mewah dan penuh dengan hiasan hiasan indah yang memukau mata di saat memandang nya terlihat, setiap sudut penjaga dengan tubuh tegap berdiri di sana Eun dan carl datang "waahh.. Kaya di film film barat ini" kata Eun "iya.. Mewah banget" kata carl "halo" xila pembantu Arthur datang "halo kami reporter yang di minta tuan Arthur" kata carl "mari silahkan kan masuk" kata mika.
Malam hari nya...
"Jadi karena bisnis ku semakin berkembang aku membuat cabang satu lagi di daerah ini makanya aku membuat acara syukuran dengan mengundang banyak para pengusaha lainnya" kata Arthur "baik lah tuan, terimakasih . oh ya kami boleh foto dan merekam acaranya? " tanya Eun "tentu saja oh ya kalian juga bisa menikmati hidangan nya" kata Arthur "terimakasih" kata Eun dan carl sambil berdiri "Kiky, yuki temani dua reporter ini" kata Arthur "siap tuan! ".
Di meja tamu milthon duduk sambil menikmati segelas wine " cepat cari gadis itu"kata milthon "siap tuan" kata mark "aku akan cari sebelah sana" kata ken "aku sebelah sana" kata xan "aku akan cari ke dalam" kata devan "kami akan menjaga tuan" kaya wara. "Hei" axzon datang "wah kau sudah datang" kata milthon "bagaimana? " bisik axzon "aman" kata milthon.
"Halo tuan arrayan" sapa juneval "halo juga" kata arrayan "di mana tuan Kim biasanya dia kan bersama mu? " kata juneval "dia belum datang? " kata arrayan "kau ini bagaimana " kata juneval sambil melihat sekitar "ah itu dia" kata juneval melihat Kim datang "Hai tuan Kim senang melihat mu di sini" kata juneval "senang melihat mu juga" kata Kim "sudah lama tidak melihat mu" kata juneval "aku sibuk " kata Kim "bentar ya aku pergi dulu" kata arrayan "lihat rekan mu itu" kata juneval "dia hanya beban" kata Kim "mari tuan Kim, kita duduk sambil berbincang bincang" kata juneval.
"Halo tuan Kim" choi menjabat tangan Kim "siapa dia? " tanya juneval "dia ketua dari perusahaan anugrah jaya kau ini bagaimana? " kata Kim "maklum kawan, aku lupa karena selalu berada di luar negri" kata juneval "mari tuan Kim" kata choi "mari" kata Kim "perusahaan ku, juga perusahaan champions sudah bergabung lima bulan lalu" kata juneval "itu artinya kita ada di tempat yang sama" kata Kim "wah" kata juneval "perusahaan champions kemarin berkerjasama dengan ku" kata Kim "wah.. Kau benar benar hebat" kata juneval "halo tuan juneval halo tuan Kim" kata Alfi "ya halo" kata juneval Kim hanya mengangguk "ya ampun aku gak menyangka akan bertemu dengan tuan Kim lagi" kata alfie "ayo Alfi kita ke sana" kata hary "mari tuan tuan" kata Alfi. "Selamat ya tuan Arthur" kata gibran "iya sama sama kau juga semakin lancar dan besar saja bisnis mu di perusahaan mitra new jaya" kata Arthur "aih belum ada apa apa nya" kata gibran "ayo sana duduk nikmati hidangan nya" kata Arthur.
Carl berjalan sambil merekam acaranya sementara Eun sesekali memfoto orang orang yang ada "selanjutnya kepada tuan Arthur di persilahkan untuk menyampaikan beberapa kata dalam penyambutan acara ini" kata mc, nuria anak buah axzon melihat Eun yang sedang fokus pada kamera nya "itu dia" kata nuria sambil mengendap-endap dengan membawa pisau "loh.. Itu bukan nya.. Tuan Kim? " fikir Eun "mati kau" kata nuria "akkh" Eun terdiam dan langsung menoleh ke belakang "kaya ada suara orang" kata Eun. Hansen mencabut pisau nya dari kepala nuria "jangan harap kau dapat melukai nya" kata hansen sambil menyeret nuria ke sebuah tempat "akkhh" anak buah axzon tewas satu persatu di tangan hansen dan leo.
Suara tepuk tangan terdengar sangat keras para penguasa terkenal dan tamu undangan memberi ucapan dan hadiah untuk Arthur "kemana yang lain? " fikir min "astaga! " dami menemukan nuria di ruang rias. "Tuan Kim terimakasih banyak" kata Arthur "sama sama semoga sukses selalu" kata Kim "dengar semua nya ini adalah tuan Kim dia seorang pembisnis sekaligus teman ku" kata Arthur. "Dasar sok" kata axzon "tenang saja kita bisa membunuh nya juga sekarang " kata milthon "sekali lagi terimakasih tuan Kim" kata Arthur Kim kembali ke tempat "Kim" arrayan menatap Kim.
Carl menghampiri Eun "sudah dapat semuanya" kata Carl "bagus lah aku akan kirim ke petir" kata Eun "kau haus? " tanya Carl "iya" kata Eun "aku akan cari air" kata Carl "oke" kata Eun "ahhk" Eun melihat ke arah pintu "Carl? " Eun berdiri "Carl? Itu kau" kata Eun "uugg" Eun langsung lari untuk melihat apa yang terjadi, Carl pingsan!! "Carl.. Carl.. Hei" kata Eun "leo.. Leo.. " kata Eun "nona memanggil mu" kata hansen sambil mengelap darah di pisau nya leo segera lari melihat Eun "nona" kata leo "Carl pingsan aku tidak tau dia kenapa" kata Eun "biar saya cek" kata leo "dia keliatan nya habis kena benturan biar saya angkat" kata leo.
Kim langsung bergerak mencari Eun "Kim pergi" kata axzon "aku akan mencegah nya" kata milthon.
__ADS_1
"Carl.. Astaga kok bisa sih kau pingsan" kata Eun "nona sebaiknya kita pergi" kata leo "tapi pekerjaan ku belum siap" kata Eun "di sini bahaya nona , percaya lah seseorang telah memukul teman mu" kata leo "apa yang terjadi? " kata Eun "ada orang orang yang berencana melenyap kan kalian berdua di sini" kata leo.
Milthon tersenyum menatap Kim "menyingkir lah dari jalan ku" kata Kim "oh.. Kenapa terburu buru" kata milthon "jangan fikir aku tidak tau apa rencana mu"kata milthon, axzon mencampur racun ke segelas minuman untuk di berikan pada Kim " apa maksud mu? Aku cuma datang dan ingin mengajak mu untuk bersulang bersama ku"kata milthon "jangan coba coba menghalangi ku atau kau akan menyesali nya" kata Kim "oh.. Kau mencoba mengancam ku? " kata milthon "bukan hanya itu. aku juga tak akan segan menghabisi mu jika kau menyentuh gadis ku" kata Kim "gadis? Haa.. Kau ternyata menyukai seorang gadis ku fikir kau gay" ledek milthon "rencana mu tidak akan berhasil karena aku di sini" kata Kim "jangan jangan" fikir milthon dia langsung memberi kode ke axzon untuk berhenti dan pergi saja untuk membunuh Eun "kau tau tentang gadis reporter yang ingin ku bunuh malam ini? " tanya milthon "hei hei" juneval datang "kok berdiri saja ayo duduk" kata juneval Kim langsung pergi.
Eun membawa tas milik Carl "baik lah tolong bawa kami pergi" kata Eun "ayo nona" leo mengangkat tubuh Carl "duuakk" pintu hancur seketika, axzon langsung tersenyum sambil mengacungkan senjata nya "nona berdiri di belakang ku" kata leo "hansen" kata leo sementara hansen masih menghabisi anak buah milthon yang lain "azka!! Azka.leo butuh bantuan" kata hansen.
Leo menurun kan tubuh Carl "tidak akan ku biar kan" kata leo "keliatan nya kau dan Kim ada hubungan yang sangat dekat nona reporter" kata axzon leo mengeluarkan senjata nya juga.
Kim melihat anak buah nya bergerak dengan cepat "tuan nona ada di dalam vila itu" kata azka "cepat" kata Kim.
Eun memejamkan matanya ketika suara pistol berbunyi "nona berlindung" kata leo ,Eun menyeret tubuh Carl untuk berlindung di sebuah kamar "dorr dorr dorr dorr" leo dan axzon saling adu tembak mark anak buah milthon datang membantu dengan beberapa orang lainnya .
"Carl.. Bangun" kata Eun "griitt" pintu terbuka, seketika Eun tidak berani bersuara di dalam lemari "nona " Eun menahan nafas nya sangat pelan "nona reporter" kata dami sambil tersenyum dia melihat ke arah lemari.
Arrayan datang membantu membuat axzon pergi "dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr" Kim melepaskan tembakan di sepanjang jalan jika ada yang mencoba menghalangi nya "hiaaa" min menendang leo "dasar bajingan" leo memukul kepala min dengan keras sementara arrayan dan yang lainnya melawan anak buah milthon dan axzon "hiaa" leo menendang min dengan kuat "bruuuaggg" tubuh min terjatuh keluar pintu leo masih menghajar nya dan melemparkan tubuh min dari atas , arrayan terkejut melihat min jatuh "tuan Kim" kata leo "bagaimana? " kata Kim "nona saya suruh sembunyi di kamar bersama rekan nya!! awas banyak peluru" kata leo.
Di ruangan yang hanya di terangi lampu kerlap kerlip itu "bruuagg" axzon tersenyum puas sambil meletakkan pistol nya.
Kim membuka lemari terlihat hanya Carl yang ada di dalam lemari itu "sial " kata Kim "tenang kita akan temukan dia" kata arrayan
"Akkhh" Eun meringis dia melihat sekitar nya para pria itu masing masing membawa senjata "ya nona Eun katakan pada ku apa hubungan mu dengan Kim? " kata axzon "aku melihat dia mencari mu dengan wajah yang sedikit ketakutan" kata axzon sambil melihat Eun yang berusaha memberontak "dia mengenali tuan Kim" kata Eun dalam hati "oh.. Mungkin kalian teman atau apapun AKU TIDAK PEDULI!! KAU!! membuat banyak masalah dalam hidup ku" kata axzon sambil menarik rambut Eun, milthon datang "nona reporter.. kau Masih ingat aku tentu nya? " kata milthon "nama ku sekarang ada di koran berita tentang perdagangan ilegal" kata milthon "kau takut? " kata Eun dengan tangan dan kaki terikat "aku? Aku takut? Hahahahahhahaha jangan harap" milthon memukul Eun dengan senjata nya "aku serah kan dia pada mu bunuh dia" milthon pergi axzon berjalan ke arah Eun "ini akibat nya jika kau berurusan dengan kami" kata axzon "aku tidak akan takut" kata Eun "polisi akan segera menangkap kalian" kata Eun dengan perasaan yang takut namun dia tetap berusaha terlihat tenang "kau" axzon menendang perut Eun.
Arthur mengerutkan dahinya "apa? " kata Arthur "ada kerusuhan di dalam vila tuan" kata bodyguard nya "dua reporter itu mendapatkan serangan" kata bodyguard nya "tuan Arthur" milthon tiba-tiba datang "ya tuan milthon aku ada urusan sebentar" kata Arthur "apa yang terjadi? " tanya milthon "aku dengar reporter yang ku undang mendapatkan kejadian buruk " kata Arthur "oh benar kah ? tapi bagaimana dengan tamu jika anda pergi? oh ya, bagaimana jika saya membantu Anda melihat kejadian nya? anda santai saja" kata milthon "tapi " kata Arthur "tenang lah serah kan pada saya" milthon tersenyum.
Arrayan maju menembak lawan nya tanpa henti "Kim! " axzon baru keluar dari pintu dan melihat Kim "dimana dia! " kata Kim "sudah mati" kata axzon , Kim langsung memukul axzon adu tembak kembali terjadi azka dengan dua pistol maju tanpa takut .korban terus berjatuhan "jangan harap kau bisa keluar hidup hidup" Kim mengeluarkan senjata nya lagi dan maju tanpa memberi kesempatan untuk axzon berlindung "sial" kata axzon sambil membalas serangan Kim dan bersembunyi untuk menghindari serangan Kim "sial"arrayan melemparkan senjata nya ke dami karena kehabisan peluru " hiaaa"dami maju dengan membawa pisau arrayan menendang dan memukul nya dami juga tidak mau kalah dia membalas serangan arrayan. "Gawat aku bisa mati jika begini peluru ku juga akan habis sebentar lagi " kata axzon sambil berlindung "Kim sangat brutal" axzon mengambil senjata dari bodyguard nya yang sudah tewas "hiaa" dia maju dan menyerang "akkhhh" axzon melepaskan senjatanya darah menetes di lantai ketika jarinya putus Kim langsung menendang axzon dan memukul nya "dasar bajingan" axzon mencoba melawan membalas pukulan dari Kim "Kim.. Haaha kau terlihat begitu bersemangat" axzon jatuh ke lantai "jangan jangan gadis reporter itu istri mu? Adik mu? " kata axzon sambil berdiri dia sudah menyiapkan senjata di tangan nya "ku rasa kau tau apa akibatnya jika menyentuh istri ku" kata Kim "dorr dorr dorr dorr" axzon terdiam bahkan dia baru saja ingin menembak Kim darah keluar dari mulut nya senjata yang dia pegang jatuh ke lantai "aku tidak akan mengampuni siapa pun " Kim mendekati axzon "tidak perduli siapa pun, jika menyentuh nya akan ku binasakan" axzon melotot merasakan rasa sakit yang teramat sangat Kim menarik tangan nya dari perut axzon yang baru di robek nya.
"Jrassss" darah segar mengenai wajah arrayan ketika leher dami terpisah dari badan nya "Kim kata nya Eun ada di dalam" kata arrayan Kim langsung masuk benar saja Eun terbaring di lantai dengan kondisi tubuh Terikat "Eun.. Eun" Kim mencoba membangun kan Eun "Eun.. Tidak.. Tidak.. " Kim melepaskan tali di tubuh Eun "Eun.. Eun" Kim memeluk Eun "Eun sadar lah.. Eun" Kim memegang nadi Eun "Eun... Eun.. Ayo sadar" Kim menggoyang goyang tubuh Eun menepuk-nepuk wajah nya "Eun... Eun... Jangan pergi" kata Kim arrayan terdiam melihat pemandangan itu dia belum pernah melihat Kim seperti itu "Kim" kata arrayan "Eun... Eun.. Eun... Buka mata mu kau dengar aku kan!! Ayo bangun!! " seru Kim sambil memberi nafas buatan ke Eun namun gadis itu sama sekali tidak bergerak "telpon ambulan" kata arrayan "Eun.. " Kim masih berusaha Membangun kan Eun "kau tidak boleh pergi" kata Kim sambil memeluk Eun dengan erat "tidak Eun... " kata Kim. "Tuan Kim" Kim mendengar suara Eun "Eun" Kim mengusap rambut Eun dengan lembut Eun dapat merasakan ada air yang menetes di wajah nya terlihat Kim mengeluarkan air mata "kau bangun.. Hei" Kim memeluk Eun kembali "jangan pergi " kata Kim, Eun merasakan tangan Kim begitu erat memeluk nya "dia sadar" kata arrayan "kau akan baik baik saja kau akan baik baik saja" kata Kim "tuan Kim.. Aku.. Cinta kamu" mata Eun perlahan kembali menutup "Eun!! " kata Kim sambil menggoyang goyang kan tubuh Eun "Kim.. Kim! Jangan terus di sana ayo bawa dia ambulance akan datang" kata arrayan "Eun.. " kata Kim "Kim!! " kata arrayan Kim langsung mengangkat tubuh Eun "bawa rekan Eun ke ambulan" kata arrayan.
__ADS_1
Milthon langsung berkeringat dingin melihat axzon terkapar di lantai dengan perut terbuka dan melihat sekitar nya anak buah nya hampir semuanya benar benar tewas "Kim benar benar brengsek" kata milthon.
Para tamu sudah pulang karena acara telah selesai, Arthur melihat ambulan datang dan juga melihat Kim membawa seorang gadis "ya ampun" kata juneval "tuan Kim apa yang terjadi? " tanya Arthur "mereka di serang" kata Kim sambil masuk ke dalam mobil "Cepat jalan!!! " kata Kim "bertahan lah eun" bisik Kim sambil menggengam erat tangan Eun seolah olah dia takut Eun akan pergi meninggalkan nya.