gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
takut masa lalu terulang kembali


__ADS_3

Di sebuah ruangan ber cat putih Kim duduk di sana sambil membaca hasil medis Eun "dia akan segera sadar tuan" kata dokter "jadi dia selamat" kata Kim "iya tuan dia tertolong karena anda menelpon kami tepat waktu nona Eun hanya kekurangan banyak darah akibat luka nya tapi sekarang dia baik baik saja" kata dokter "lalu bagaimana dengan Carl? " tanya Kim "dia juga baik baik saja dia hanya mengalami cedera bagian leher" kata dokter "oke" Kim langsung berdiri dan pergi "hansen urus semua biaya pengobatan eun dan carl" hansen langsung mengangguk dan pergi ,kim berjalan ke arah kamar rawat Eun.


"Uhm.. " Eun membuka matanya "Eun" Kim memegang tangan Eun "tuan Kim" kata Eun "tenang lah kau ada di rumah sakit sekarang" kata Kim "kau baik baik saja? " tanya Eun dan Kim bersamaan "seharusnya aku yang begitu" kata Kim dan Eun bersamaan kedua nya saling tatap lalu perlahan tersenyum "tuan Kim aku serius" kata Eun "aku juga " kata Kim "apa masih sakit? " tanya Kim "rasa nya sakit semua" kata eun


"Aku datang terlambat maaf" kata Kim sambil mencium tangan Eun "tuan Kim... " Eun menatap Kim dia teringat para pria yang memukuli nya


 "hari ini kami akan membunuh Kim"


"Dan juga membunuh mu"


"Kim dalam perjalanan dia sudah masuk ke vila siap kan semuanya"


"Akkhh gadis itu meludahi ku"


"Habisi dia"


"Tidak akan ku biarkan kalian membunuh siapapun lagi"


"Hei nona reporter kau bisa apa? "

__ADS_1


Kim menatap Eun yang melamun "ada apa? " kata Kim, Eun memegang tangan Kim yang sedang memegang wajah nya "apa mereka melukai mu? " tanya Eun "kenapa? " kata Kim "mereka mengenali mu apa kau mengenali mereka? " tanya eun Kim terdiam "siapa mereka" kata Eun "tuan Kim.. " Eun duduk "jangan banyak bergerak" kata Kim "kau belum jawab" kata Eun "ya aku mengenal mereka, mereka musuh ku" kata Kim "mu.. musuh? " kata Eun "iya dia orang yang mengacaukan bisnis dan pekerjaan ku" kata Kim "apa kau membunuh orang? " tanya Eun dia teringat perkataan axzon "anggap saja jika Kim mati arti nya pas karena dia membunuh semua orang orang ku" Eun menyingkirkan tangan Kim dari wajah nya "apa kau membunuh orang? " Eun ingin jawaban dari kim. "iya" kata Kim Eun terlihat syok "Eun aku bisa jelaskan, aku bisa jelaskan" kata Kim "tidak" kata Eun "Eun.. Aku" kata Kim "apa pekerjaan mu" kata Eun "aku akan katakan semuanya pada mu sungguh " kata Kim "tidak mau.. Aku.. Aku tidak mau tinggal dengan mu" kata Eun sambil melepaskan infus nya dan pergi "Eun!! Eun" Kim mengejar nya "sial kak ai benar aku harus apa? " fikir Eun siapa dia sebenarnya? dia membunuh orang dan punya banyak musuh! eun seperti nya ketakutan mendengar pernyataan dari kim, "Eun!! " Kim terus mengejar Eun keluar dari rumah sakit "Eun berhenti kau masih terluka" kata Kim "nona" leo juga mengejar Eun "berhenti!! Aku aku hampir percaya dengan tuan mu tapi aku salah" Eun lanjut berjalan "nona" leo masih mengejar "bruummm!! " leo terkejut ada mobil yang tiba-tiba muncul membawa Eun "sial!! Sial!!! " kata leo "semuanya nona di culik!! " kata leo.


"Hei.. Lepas.. Lepas" kata Eun "diam! " kata para penculik.


Kim mengepal tangan nya "ayo tuan" kata azka. ponsel Kim berbunyi "siapa ini" Kim memberikan ponsel nya salah satu bodyguard nya "halo"


"Halo aku butuh dengan tuan Kim"


"Kau siapa"


"Rekan kerja nya"


"Hmmph!! "


Kim yang sudah masuk ke dalam mobil kembali keluar mengambil ponsel nya, "siapa kau!! Dimana Eun!! " kata Kim "jalan tiara gedung kosong di pinggir simpang empat datang sendirian. jika aku melihat satu aja anak buah mu, maka katakan good bye pada mata indah pacar mu" Kim terlihat emosi "satu jam dari sekarang sebelum aku membunuh gadis reporter ini" kata penculik sambil memutuskan panggilan "ayo tuan" kata azka "keluar semuanya dari mobil" kata Kim "tuan? " Kim langsung menatap para bodyguard nya "keluar!!! " kata Kim "dengar jangan ada yang ikut dengan ku karena itu akan bahaya bagi Eun salah sedikit Eun bisa celaka" kata Kim dia langsung masuk ke dalam mobil "jika aku melihat kalian aku akan menembak kepala kalian" Kim pergi menjalankan mobil nya dan para bodyguard hanya terdiam "telpon tuan arrayan " kata azka.


Milthon tersenyum melihat Eun yang di ikat di kursi "sekarang aku tau kelemahan Kim" kata milthon "apa hubungan mu dengan tuan Kim? " kata Eun "tidak ada hubungan" kata milthon "aku membencinya dia musuh terbesar ku" kata milthon "tapi tidak papa, hari ini aku akan mengakhiri hidup nya " kata milthon "apa tuan Kim sama seperti mu? " tanya Eun "sekarang aku bertanya pada mu apa hubungan mu dengan Kim? " tanya milthon "tidak ada" kata Eun "jangan berbohong!! " bentak milthon "aku tidak berbohong !! " kata Eun "baik... Kim akan menjawab nanti" kata milthon "kenapa kau membenci tuan Kim" kata Eun "karena Kim!! " kata milthon teringat masa lalu nya di mana di dalam kehidupan nya dia di paksa harus sempurna tanpa kesalahan sampai dia bertemu dengan Kim di dalam sebuah perusahaan di mana Kim selalu beruntung membuat milthon perlahan tersingkir kan dari dunia bisnis yang membuat Hidup nya berubah dan perlahan hancur sampai dia mencari cara agar kembali seperti kehidupan nya semula dengan berbagai cara termasuk melenyapkan banyak rekan bisnis nya dan melakukan hal lain nya menjual barang terlarang melenyapkan siapa saja yang mencoba menghalangi nya termasuk membunuh ke dua orang tuanya yang suka membandingkan bandingkan nya dan menuntut nya banyak hal, "Kim menghancurkan bisnis ku dan pekerjaan ku!! " kata milthon "mengacaukan semua usaha ku!! Mengacaukan bisnis dan rencana ku!! Mengacaukan kehidupan ku!! Menghabisi orang orang ku!! Membunuh rekan ku!! " milthon berbalik menampar Eun "aku hanya mau dia mati!! Dia harus membayar semua yang dialakukan pada ku!!! " kata milthon "aku selalu mengharapkan dia mati namun itu selalu gagal orang orang ku yang ku minta membunuh nya malah tidak pernah kembali!! Dan Kim masih Hidup sampai sekarang!! Dan kau malah datang dan mengacaukan banyak rencana ku tapi tidak papa gadis reporter... Karena hari ini kau akan sangat berguna. aku melihat Kim memiliki ikatan dengan mu dan aku akan menggunakan mu sebelum kau mati" kata milthon "apa arti nya ini? " kata Eun "ini adalah kehidupan di dunia ku selamat datang nona humm.. Nona Eun dimana kau akan melihat kematian dan kesengsaraan mungkin jika nanti aku berubah fikiran aku bisa menjadikan mu alat lain" kata milthon sambil memasukan kain ke mulut Eun lalu menutup mulut Eun dengan selotip.


Kim menghentikan mobil nya dan keluar dari mobil, "tuan dia sudah datang" kata mark "tunggu saja" kata milthon "tap tap tap" Kim datang melewati beberapa pria dengan senjata di tangan nya "tuan Kim" kata Eun dalam hati "aku sudah datang" kata Kim "halo tuan Kim ingat aku kan? " kata milthon "berani sekali kau menculik seorang gadis" kata Kim "ini bukan masalah besar" kata milthon sambil berjalan ke arah Eun "turun kan senjata mu" kata milthon sambil mengusap wajah Eun dengan pisau "aku mau bersenang-senang dengan mu Kim" kata milthon bodyguard milthon mendekati Kim "coba saja kalau berani" kata Kim di saat bodyguard milthon hendak menyentuh nya "Kim" kata milthon terlihat ada darah dari pipi Eun "brengsek" kata Kim sambil membuka jas nya menjatuhkan semua senjata yang dia bawa termasuk ponsel nya .

__ADS_1


Di rumah sakit..


Perawat melepaskan selang infus dari tangan Carl "bagaimana kondisi mu? " tanya Arthur "baik baik saja tuan, ya ampun anda tidak perlu repot repot datang" kata Carl "tidak papa aku hanya ingin memastikan semua aman lalu di mana teman mu? " tanya Arthur "dia ada bersama tuan Kim" kata Carl "tuan Kim? " kata Arthur "iya tadi tuan Kim bilang dia akan menemui Eun teman ku itu" kata Carl "kelihatan nya kalian dekat dengan Kim ya? " kata Arthur "hum.. Tuan Kim menyukai teman ku" kata Carl "apa? Ya ampun aku baru pertama kali mendengar tuan Kim menyukai seorang gadis" kata Arthur dengan tersenyum tipis "hm.. Hehe" Carl tersenyum.


"Bruummm" calvin melajukan mobil nya dengan cepat "ayo cepat ayo cepat" kata arrayan "semoga tuan Kim tidak papa" kata azka.


Eun memejamkan matanya sementara Kim di pukuli dengan brutal "berhenti" kata milthon dia menatap Kim yang berbaring di lantai dengan tubuh terikat oleh rantai yang sangat panjang "seperti nya gadis ini ingin mengatakan sesuatu pada Kim, ya mungkin kata kata terakhir yang akan di dengar Kim ah... Aku suka ini" milthon menarik selotip yang menutupi mulut Eun. dengan cepat Eun memuntahkan kain yang ada di mulut nya "tolong hentikan" kata Eun "apa? " kata milthon "tolong hentikan!!" seru Eun "kalau begitu apa kau mau menggantikan posisi Kim? " tanya milthon "jangan!!! " kata Kim "hei siapa yang menyuruh mu bicara pukul dia" kata milthon "tuan Kim... " Eun melihat Kim begitu tersiksa "ayo katakan saja" kata milthon "jangan pukul lagi.. Jangan pukul dia lagi" kata Eun dengan memohon "kenapa kau menangis uh.. Bukan kah kau mengatakan tadi kalau kau dan Kim tidak ada hubungannya" kata milthon "prangg" Eun melihat kepala Kim di pukul dengan botol bir "TUAN KIIIIMM" seru Eun "tuan tuan.. Tolong hentikan.. Aku yang salah aku yang menyebut kan nama mu di berita" kata Eun "tapi Kim juga sama" kata milthon sambil menutup mulut Eun kembali "mencemarkan nama ku di depan publik!! Dan aku juga masih ingat Kim.. Saat kejadian di kamar hotel itu" kata milthon "tapi itu bukan aku" kata Kim "siapa yang menyuruh mu bicara!!! " milthon memukul wajah Eun "jangan!!! " kata Kim "apa? " kata milthon "jangan sentuh dia" kata Kim "kalau begitu bisakan aku meminta mu berlutut sekarang" kata milthon sambil tersenyum sinis.


bodyguard milthon membantu Kim duduk, Eun menggeleng kan kepala nya "ayo!! Atau aku akan mencabut mata gadis ini" kata milthon "dukk" Eun terkejut Kim benar-benar berlutut milthon tertawa keras dia benar benar merasa kan kemenangan yang dia nantikan selama ini. "grak" milthon menekan kepala Kim dengan kakinya "hhmmhhhp!! " air mata Eun mengalir deras "aku suka ini" kata milthon lalu dia menarik Kim dan memukul nya, milthon mengambil sebuah tongkat dan memukuli Kim "dorr dorr dorr dorr dorr dorr" milthon menunduk dan langsung bersembunyi arrayan datang dengan pasukan nya "sial" kata milthon hansen melepaskan ikatan Eun "ayo Kim bangun" kata arrayan "dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr " milthon melihat sekeliling anak buah nya ambruk satu persatu "tuan sebaik nya kita pergi" kata ken "benar tuan mereka membawa lima kali lipat dari jumlah kita" kata xan "baik lah ayo kita mundur" kata milthon.


Eun menatap Kim yang babak belur, darah menetes di dahi Kim yang membuat air mata run menetes karena sedih "tuan Kim" kata Eun. Kim tersenyum lalu mengusap air mata Eun "kenapa kau tidak melawan mereka? " tanya Eun "aku tidak akan membiarkan mu terluka , aku lebih baik mati dari pada melihat mereka menyakiti mu" kata Kim sambil memeluk Eun dengan erat "aku mencintai mu" bisik Kim.


Di dalam kamar..


Kim duduk di depan Eun "aku akan ceritakan apapun pada mu" kata Kim "kenapa kau membunuh orang? " tanya eun"aku tidak membunuh apapun aku cuma melindungi diri ku, aku juga berkerja dengan tuan ryu mengerjakan bisnis besar di mana orang orang hebat ada di dalam nya dan juga kita tidak akan bisa menghindari apapun yang terjadi di mana kita mendapatkan musuh, kita mendapatkan serangan, apapun itu aku tidak berniat membunuh siapa pun aku cuma membela diri ku dan memberikan mereka pukulan singkat" kata Kim "tapi kau memiliki senjata" kata Eun "iya aku memiliki nya buat berjaga jaga. dalam perkerjaan ku dengan tuan ryu bisa merengut nyawa ku atau nyawa siapapun" kata Kim "soal kejadian ini aku sangat menyesalinya aku tidak bisa menjaga mu, milthon dan aku bersaing sangat ketat namun meskipun aku ingin bisnis dan pekerjaan ku menjadi baik tapi aku tidak akan membunuh sesama rekan ku aku hanya membunuh mereka yang mencoba menghabisi ku, dan ada kejadian di mana aku mendapatkan serangan di sebuah hotel aku berlari ingin berlindung di salah satu kamar yang ternyata di dalam kamar itu ada seorang gadis dan lima pria sampai musuh musuh ku datang aku lari lewat jendela dan yang tidak ku ketahui gadis itu adalah adik milthon yang sedang di sekap musuh milthon sesama rekan bisnis dan milthon malah menuduh ku,aku yang menyuruh orang untuk melakukan hal buruk pada adik nya" kata kim "dan mengira aku menghancurkan bisnis nya tapi itu tidak benar kau bisa bertanya pada arrayan" kata Kim "tuan maaf tapi tuan ryu datang " kata leo di depan pintu "aku akan kembali" Kim pergi sementara Eun masih terdiam.


Ryu menatap Kim yang masuk ke ruang rapat "ada apa? " tanya Kim "ada apa? Seharusnya aku yang bertanya ada apa dengan mu aku mendengar semua kejadian nya! Kau menjadi lemah hanya karena seorang gadis biasa" kata ryu "dia bukan gadis biasa! " tukas Kim "apa yang terjadi pada mu? " tanya ryu "bahas perkerjaan kita jangan bahas yang lain" kata Kim.


Malam harinya..

__ADS_1


Kim masuk ke dalam kamar dia melihat Eun tidak ada di ranjang dan tidak ada di sekitar kamar dia melihat pintu yang terbuka "dia di teras malam malam begini" Kim berjalan ke sana dan benar Eun sedang duduk di lantai sambil memeluk lutut "aku bingung" kata Eun dalam hati sambil mengusap air mata nya namun tiba-tiba dia melihat bayangan seseorang di dekat nya. "uh.. Tuan Kim" Eun langsung berdiri Kim berjalan ke arah nya "tidak perlu bicara aku akan mengatakan nya pada mu" kata Kim "Eun.. " kata Kim sambil menatap Eun yang menunduk "Eun tatap mata ku Eun" kata Kim "Eun tatap aku" pinta Kim, Eun menatap Kim perlahan air matanya tidak dapat terbendung "ini mungkin tidak adil dalam kehidupan ku, seharusnya aku dari dulu mengenal mu dan mengetahui bagaimana perasaan mu pada ku, baik" kata Kim "aku akan berusaha untuk tidak menyukai mu lagi karena aku sangat mencintaimu sekaligus menyayangi mu. Eun aku mencintai mu sangat mencintai mu bahkan aku sampai tidak bertanya pada mu bagaimana perasaan mu pada ku? Apa kau menyukai ku? Aku tidak seperti orang lain yang seharusnya bertanya lebih dahulu apakah kau mau menjadi kekasih ku?aku yakin kau akan sangat tertekan jika aku memaksa mu" kata Kim Eun semakin menangis "aku.. Aku.. " kata Eun "aku takut kau pergi seperti.. Dirinya.. " air mata Eun semakin deras "aku takut.. Kembali seperti dulu" kata Eun "aku tidak mau mengalami nya lagi.. Aku.. Aku mencintai mu tuan Kim" Kim langsung memeluk Eun "tapi aku takut kau pergi aku takut kau meninggalkan ku" isak Eun "aku mencintai mu" kata Eun "aku mencintai mu" kata Eun berulang kali "tidak papa.. Tidak papa.. " kata Kim "aku senang mendengar pengakuan mu" kata Kim "bisakah aku meminta mu untuk tidak pergi untuk tidak meninggalkan ku" kata Eun "aku akan tetap bersama mu" kata Kim "kau tidak perlu takut" kata Kim "tuan Kim.. " Eun menatap Kim "hmm? " kata Kim sambil mengusap air mata eun "bisakah kau melakukan apa yang ku mau? " kata Eun "hum" Kim mengangguk "jangan bunuh orang lagi ya.. Dan berbisnis dengan baik seperti orang pada umumnya jangan dengan tuan ryu ya.. " kata Eun "aku tidak mau kau dalam bahaya" kata Eun "apapun untuk mu" kata Kim sambil kembali memeluk Eun "jadi apa kau mau menjadi kekasih ku? " tanya Kim Eun tersenyum lalu mengangguk "aku akan menepis semua ketakutan mu" kata Kim "ku harap kau tidak menipu ku" kata Eun.


"Aku tidak tau apa yang terjadi sekarang, aku mengalami banyak hal belakangan ini tapi yang ku tau aku mulai menyukai pria di depan ku, meskipun aku takut kalau aku bakal kembali di tinggal kan, atau di khianati tapi entah keberanian dari mana aku mulai menerima nya dalam kehidupan ku. Hidup nya penuh dengan bahaya hidup ku penuh dengan tantangan. Di saat aku merasakan dunia ku hancur dia datang entah dari mana, dia seperti api yang tiba tiba datang di saat aku kehilangan arah aku tidak tau besok akan bagaimana? aku akan menghadapi apapun itu yang terjadi " kata Eun dalam hati "masih belum tidur? " ucap Kim Eun menaikan alis nya dia mengira Kim sudah tidur "good night tuan Kim" kata Eun Kim membuka matanya mencium bibir Eun sebentar "selamat malam kekasih ku" Kim memeluk Eun lalu tidur.


__ADS_2