gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
pelukan


__ADS_3

Eun menatap rumah besar di depan nya di setiap sudut ada penjaga yang berdiri dengan siaga "kau tinggal di hotel? " tanya eun "ini rumah ku" kim berjalan di depan eun, "sial mimpi apa aku memang nya ada ya orang punya rumah sebesar ini bahkan dengan hotel ini berkali lipat besar nya " fikir eun "kau akan di sana atau masuk" kata kim "uhm" eun mengikuti kim pintu terbuka beberapa pelayan langsung menyambut "Hai" kata eun "ya ampun mereka tidak menjawab ku" kata eun dalam hati "halo bibi.. " kata eun "tuan kim mereka keluarga mu? " tanya eun "bukan" kata kim "bukan? Lalu? " kata eun kim berhenti melangkah di depan pintu "klik" pintu terbuka di saat kim menempelkan tangan nya "ya tuhaa.. n apa dia anak presiden? " fikir eun sambil terus berjalan melewati ruang tamu ruangan itu begitu luas eun terus berjalan melewati dua pintu "oh.. Ini kamar mu? " kata eun "kamar mu" kim duduk di tepi ranjang "kamar ku? " kata eun masih melihat sekitar nya "duduk" kata kim eun berjalan perlahan lalu duduk di dekat kim. "lalu di mana kamar mu? " tanya eun "di sini" kata kim "apa??? " kata eun sambil berdiri tapi kim langsung menarik nya "aku tidak mau tidur satu kamar dengan mu" kata eun sambil menatap kim sementara kim menatap wajah eun "aku benar benar merindukan" kata kim "uh! " eun merasakan tangan kim sudah ada di pinggang nya "aku.. Aku akan cari tempat untuk.. Untuk tidur" kata eun sambil menahan tubuh kim "kau akan tidur di sini" kata kim "lepaskan tangan mu aku benar benar lelah dan ingin tidur" kata eun "aku juga" kata kim "lalu bagaimana aku bisa tidur jika kau memeluk ku begini? " kata eun "uh" eun mencoba menghindar di saat kim mencium nya "tuan kim" kata eun "biarkan aku memeluk mu sambil tidur" kata kim "tidak bisa aku biasa.. Tidur tanpa di peluk siapapun" kata eun "kalau begitu biarkan aku memeluk mu" kata kim "hei" eun menatap kim, dia dapat merasakan tangan kim masuk ke bajunya "tuan kim" eun mencoba menahan tangan kim "aku cuma ingin memeluk mu lalu tidur" kata kim "kau terlihat menakuti ku aku tidak mau di sini aku mau pulang" kata eun kim tersenyum sambil menarik tangan eun "tempat mu memang di sini" kata kim "uhh tuan kim!! " kata eun "tuan kim!! Uhh.. ".


Sinar mentari mulai muncul menembus celah tirai jendela, eun membuka matanya " hum"eun melihat langit langit kamar "loh aku dimana? " fikir eun dia menatap pria di depan nya yang masih terlelap "tuan kim? Yang benar saja? " kata eun sambil menggerakkan tubuh nya pelan pelan agar tidak menimbulkan suara .dia mengambil ponsel di dekat nya "sial ini bukan ponsel ku" kata eun dalam hati perlahan dia ingin beranjak pergi "hei" eun menatap ke arah kim lalu membuka sedikit selimut nya "mati aku" eun mengambil kaos di lantai dengan tangan nya lalu memakai nya "jam berapa ini aku harus pergi" baru saja ingin duduk kim langsung menarik nya kembali "uhh" eun menatap kim yang masih memejamkan mata nya "dia tampan juga ternyata astaga aku mikir apa sih? " fikir eun "sampai kapan melihat ku begitu" kata kim "kau sudah bangun? " tanya eun "uhm" kim membuka matanya dan memper erat pelukan nya "kau mau kemana? " tanya kim "aku ada kerja " kata eun "kau tidak mengatakan apapun pada ku? " kata kim "apa? " kata eun "eh tunggu aku akan katakan! Kau pembohong apa yang kau lakukan? " kata eun "apa? " kata kim "kau tidak tau? " kata eun "tidak" kata kim "kau bilang kau ingin memeluk ku lalu tidur tapi kau melakukan lebih dari itu " kata eun "uh" eun memejamkan mata nya ketika kim mencium nya "saat pagi seharusnya kau mengatakan good morning ke pasangan mu" kata kim "kau bukan pasangan ku" kata eun "kau tidak ingin mencium ku? " tanya kim "tidak bisakah kau tunjukkan di mana kamar mandi nya? " kata eun "di sana" kata kim "bisa kau tutup mata mu? " kata eun "kenapa? " kata kim "kau lakukan saja ayo cepat" kata eun kim tersenyum lalu memakai penutup mata ,seketika eun langsung turun dari ranjang memakai pakaian "dasar brengsek" eun berjalan ke kamar mandi "huaah"eun kagum melihat kamar mandi milik kim " aku pakai sabun apa nih? "Eun membuka sedikit pintu " tuan kim aku tidak membawa sabun "kata eun " pakai saja sabun ku "kata kim " oke lah tapi bisakah kau mengambil sabun pencuci wajah ku? Ada di tas"kata eun kim berdiri memakai handuk "warna kuning? " kata kim "iya" kata eun "buka pintu nya" kata kim eun membuka sedikit pintu nya "ini" kata kim "hum oke" eun kembali menutup pintu.


"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk. " vivian tersedak "minum minum" kata Carl "kenapa kau biarkan kim membawa eun bagaimana nasib dia sekarang" kata vivian "aku juga tidak tau" kata Carl.


Kim menatap eun yang baru keluar dari kamar mandi "kenapa kau diam? Pergi lah mandi" kata eun "malu banget sumpah.. Pakai baju nya di mana ini? " fikir eun kim berdiri "kau mau apa lagi aku bisa menendang mu loh" kata eun "kau wangi sekali" kata kim "sana pergi" kata eun "wajah mu merah coba lihat di kaca" kim pergi ke kamar mandi "sok tau" eun segera memakai pakaian nya "halo.. Vivian jangan marah telinga ku sakit"kata eun " kau baik baik saja tubuh mu masih utuh kan? Kau masih hidup? "Kata vivian " apa kau fikir tuan kim akan memutilasi ku? "Kata eun " aku kawatir apa dia memaksa mu ikut? "Tanya vivian " tidak aku yang ikut dengan nya"kata eun "astaga" kata vivian "aku akan segera ke kantor kita bertemu di sana! " kata eun "uhh" eun terkejut kim tiba tiba memeluk nya "tuan kim pakaian ku sudah rapi jangan di sentuh" kata eun "kau tidak memakai make up? " tanya kim "pakai sedikit" kata eun "haaahh!!! " eun terkejut melihat cermin dia baru menyadari ada tanda di lehernya "tuan kim " kata eun "mati aku kalau bos ku tau" kata eun "panggil rei ke sini" kata kim di telpon "siap tuan" kata leo "tuan" ada suara wanita di dengan pintu "ya ampun dia siapa? " tanya eun "masuk" kim membuka pintu "ada apa tuan? " tanya rei "bantu dia bersiap dan bawa dia ke meja makan" kim langsung pergi "nona kau ingin pergi kemana aku bisa membantu mu bersiap" kata rei "aku ingin ke kantor hum.. Panggil aku eun saja lihat leherku " kata eun muka nya kembali merah, rei tersenyum "aku paham aku akan menutup cap merah mu tunggu ya" rei pergi lalu kembali dengan beberapa perlengkapan makeup "kau adik atau apa nya tuan kim? " tanya eun "aku pelayan di sini" kata rei "ohh" kata eun "lihat sudah tertutup sempurna" kata rei "wah.. Kau pintar oh ya siapa nama mu? " tanya eun "rei nona" kata rei "aku eun" eun menyodorkan tangan nya namun rei langsung menunduk "tidak pantas pelayan berjabat tangan dengan mu" kata rei "kenapa? " kata eun "kau calon istri tuan kim tuan yang ku hormati" kata rei "hei apapun itu kita harus berjabat tangan" kata eun.

__ADS_1


Di meja makan penuh dengan aneka hidangan "gila sih ini orang dia cuma makan sendiri tapi hidangan nya kaya orang makan sekeluarga" batin eun "ayo makan nanti kau terlambat" kata kim pelayan langsung menyiapkan makanan untuk eun.


Carl menghentikan mobil nya "haah aku mau lihat apa dia sudah datang" vivian keluar dari mobil "ku rasa belum" kata Carl "wah.. Siapa itu? " kata orang orang ,kim memperhatikan eun "kenapa kau mengantar ku lihat orang orang jadi melihat ke sini semua aku jadi ragu mau turun" kata eun "kau mau ikut aku ke kantor ku? " tanya kim "tidak lah" eun langsung keluar dari mobil "euunnn" vivian langsung mendekati nya "kau baik baik saja? " tanya vivian "tentu tentu" ucap eun "eun" eun menatap ke arah mobil "selamat berkerja" kata kim perlahan kaca mobil nya menutup lalu kim pergi "kenapa bisa kau pergi tinggal dengan nya" kata vivian "aku akan jelaskan pada mu" kata eun sambil berjalan "dia datang tiba tiba aku juga gak tau kalau dia akan datang" kata eun sambil terus berjalan.


Malam hari..


"Tuan.. Tuan " kata ken "kenapa kau malah ada di sini? " kata milthon "aku di sini gara gara gadis reporter tuan dia menjebak ku" kata ken "bebaskan dia" kata milthon polisi itu segera mengeluarkan ken dan satu teman nya "kau kalah dengan seorang gadis? " tanya milthon "hum.. Maaf tuan" kata ken "tapi dia bukan gadis sembarangan dia gadis yang membongkar banyak kasus" kata ken "kenapa kau tidak langsung membunuh nya" kata milthon sambil pergi menjauh ken segera mengikuti nya.

__ADS_1


Kim masuk ke dalam rumah melihat meja makan masih penuh dengan hidangan "kemana eun? Apa dia sudah makan? " tanya kim "dia di atas tuan dan belum makan" kata rei, kim langsung berjalan ke atas "eun! Eun! " kim membuka kamar terlihat eun ketiduran di sofa dengan laptop masih menyala di meja .kim duduk di dekat eun mematikan laptop "bisa bisa nya tidur di jam segini" kata kim "uh? " eun membuka matanya "tuan kim" kata eun "kenapa kau belum makan? " tanya kim "uh.. m aku lelah sekali aku makan besok saja " kata eun "tidak bisa kau harus makan sekarang" kata kim "tuan kim aku benar-benar ngantuk" kata eun "dan lelah biarkan aku tidur aku makan besok saja" kata eun "tuan" rei mengetuk pintu "masuk" kata kim "ini makanan nya" rei langsung pergi "makan lah sedikit lalu tidur" kata kim, eun mengambil sendok dan mulai makan beberapa suap lalu minum "aku tidur duluan tidak papa kan? " kata eun "ya tidur lah" kata kim eun langsung berbaring di ranjang "eh.. Tapi jangan coba coba macam macam ya !awas ya" kata eun lalu dia tidur "masih sempat mengancam mu sebelum tidur" kata kim sambil berdiri membuka jas nya dan mengambil handuk sementara eun sudah terlelap.


Setelah selesai mandi kim keluar melihat eun benar benar terlelap seperti bayi kim tersenyum sebentar lalu memakai pakaian mendekati eun menarik selimut lalu pergi makan.


Axzon meletakkan gelas nya "rasanya aku benar-benar ingin membalas kan semuanya pada kim kau lihat pasukan ku yang semula ratusan menjadi sebelas orang" kata axzon "itu memang pasukan mu yang bodoh" kata milthon "apa maksud mu! " kata axzon "jangan marah dulu, kau juga jangan gegabah untuk membunuh kim anak buah nya juga banyak dan satu lagi, dia cerdik" kata milthon "bagaimana mana cara menghabisi nya" kata axzon "santai dulu tunggu dia lengah" kata milthon "oh ya aku dengar barang terlarang mu di sita" kata axzon "benar dan itu karena ulah ken" kata milthon "dia di tipu seorang gadis" kata milthon.


Ken menatap gambar nya di koran dan televisi "sial gadis itu benar benar harus di beri pelajaran" kata ken.

__ADS_1


__ADS_2