
Di pagi hari yang cerah Zela terbangun dari tidur nya, dia melihat nhai tidur di samping nya tangan nya perlahan ingin bergerak untuk menyentuh wajah nhai namun dia mengurung kan niat nya. air mata nya menetes karena dia menyadari bahwa pria di samping nya bukan lagi nhai yang dia kenal , dia melihat ponsel nhai yang ada di atas meja dia langsung berdiri mengambil ponsel itu.
Suara ketukan di pintu membuat eun terjaga dari tidur nya "iya" kata eun "nona sarapan sudah siap" kata pelayan "iya" kata eun sambil duduk melihat ke arah jam "tuan kim bangun lah kau nanti terlambat" kata eun "tuan ki... m" eun mengguncang tubuh kim "hum " kim menarik eun ke pelukan nya "bangun lah sudah pagi" kata eun "benarkah" kim mencium pipi eun "iya dan sarapan sudah siap, sekarang bangun lah lepaskan aku " kata eun "kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku? " tanya kim "aku tidak ingin mengatakan apapun" kata eun "aku merasa sendiri lagi sekarang" kata kim "kenapa" kata eun "aku mendengar seorang kekasih akan mengatakan sesuatu ke pasangan nya di saat pagi hari" eun tersenyum "baik baik aku akan mengatakan sesuatu" kata eun "katakan" kata kim "ayo mandi bersama" kim langsung menaikan alis nya "ayo" kata kim "haha.. Aku cuma bercanda" eun tertawa keras melihat wajah kim "aku tidak mau tau kita harus mandi bersama" kata kim "tidak mau bye.. Aku mau mandi duluan" eun pergi "eun" kata kim "aku cuma bercanda tadi" kata eun perlahan kim hanya tersenyum.
Kim menatap tablet di depan nya "restoran apa yang jarang di lihat orang orang? " tanya kim semua anak buah nya langsung berfikir "tuan tuan saya tau" kata azka, kim langsung menatap nya "restoran yang menyediakan berbagai makanan dari mancanegara" kata azka "aku sudah memiliki restoran itu, aku mengubah bar di samping showroom mobil ku menjadi restoran yang kau katakan" kata kim "maaf tuan bagaimana dengan restoran yang menyediakan makanan khas daerah daerah yang ada di indonesia" kata leo "seinaru washi bar akan menjadi restoran itu aku seperti nya tertarik dengan apa yang kau katakan" kata kim "kalau begitu siapakan mobil aku akan pergi melihat perubahan seinaru washi bar" kata kim "siap tuan! ".
Jubah mandi di gantung kembali setelah selesai di gunakan eun melihat ke arah setiap sudut kamar nya namun seperti nya yang dia inginkan nya tidak ada, dia kembali duduk dan melihat ponsel nya berpuluh-puluh pangggilan tak terjawab dari nhai " kenapa kak ai menelpon ku? Dan juga mengirim pesan aku baca gak ya..tapi kaya nya penting"Fikir eun
"Eun ini aku zela aku benar-benar menyesal tidak mendengar kan perkataan tempo lalu, eun aku butuh bantuan! nhai berubah tidak seperti dulu dia menjadi sangat kejam apalagi di tambah banyak yang mempengaruhi nya. Eun aku tidak bisa kemana mana aku benar benar butuh bantuan aku menghadapi banyak tekanan dan siksaan. tolong jangan telpon atau katakan hal ini pada nhai nanti dia akan membunuh ku apapun itu ku mohon bantu aku, aku tidak bisa menghubungi keluarga ku ponsel ku di hancur kan oleh orang bernama ken. Aku juga tidak di rumah aku ada di kediaman orang bernama ken dia yang menyuruh nhai melakukan hal buruk nhai dan teman teman nya mengincar mu mereka akan merusak hubungan mu dengan pacar baru mu ken orang yang benar benar jahat dia hendak membunuh pacar mu Eun dia juga berkerja sama dengan pria bernama milthon kau harus hati hati dan segera tolong aku.. Aku gak mau mati Eun tolong lah aku lakukan sesuatu aku tidak tau pada siapa lagi aku minta tolong di kontak nhai cuma ada nomor mu yang aku kenal aku benar-benar menyesal tidak mendengar kan mu, nhai saat ini masih tidur itu sebabnya aku menggunakan ponsel nya untuk meminta bantuan aku benar-benar ketakutan sangat ketakutan apalagi ken mengatakan pada ku dia akan menggunakan ku sebagai alat tolong aku Eun aku butuh pertolongan secepatnya mereka akan membunuh ku jika aku tidak mengikuti kemauan mereka aku akan kirim foto luka memar di wajah ku Karena mereka bahkan nhai tidak membela ku sedikit pun ku mohon Eun selamat kan aku dan berhati-hati lah mereka mengincar mu dan ingin membunuh pacar mu yang bernama kim itu aku sangat ketakutan ku mohon lekas tolong aku"Eun membeku di tempat apalagi setelah melihat foto dari zela air mata Eun menetes "apa yang terjadi? " fikir Eun "kak ai kenapa melakukan hal buruk pada kak zela aku harus apa? Tapi dimana rumah ken aku juga gak tau? Lalu.. Keselamatan tuan kim juga dalam bahaya" Eun bingung "Eun? " Eun mengusap air matanya "iya " Eun tersenyum "ada apa? " tanya kim "tidak ada, kau dari mana aku mencari mu" kata Eun "aku melihat pesan dari deon sebentar sekarang ayo sarapan " kata kim "iya" Eun berdiri .
"Tuan kim.. Boleh aku minta sesuatu" kata Eun kim langsung meletakkan sendok nya dan menatap Eun "katakan" kata kim "aku mau kau membawa semua bodyguard mu ikut bersama mu" kim mengerutkan dahinya "kenapa kau berkata seperti itu" kata kim "hum.. Aku.. " Eun diam "ah bukan apa apa aku cuma ingin memastikan oh bukan aku.. Gini lagian di rumah sudah ada bodyguard khusus, mereka juga hebat kan dan tinggal kan leo saja di rumah sisa nya akan bersama mu lagian aku gak kemana mana dan tidak akan lari kan? " kim memperhatikan gerak gerik mata Eun "apa dia menghawatirkan ku? " fikir kim "ya, kau mendengar kan aku kan? " kata Eun "katakan alasan nya" kata kim "alasan nya karena kau pernah mengatakan kau akan melakukan apa yang aku minta jadi kau lakukan kan ya apa yang aku katakan" kata Eun "bukan alasan itu yang ku maksud" kata kim "tuan kim ku mohon" kata Eun tak lama kemudian kim mengangguk "sesuai kemauan mu" kata kim "terimakasih" kata Eun.
__ADS_1
Siang harinya..
Jari carl berhenti mengetik di keyboard laptop nya dia menatap ke arah Eun yang belum bergerak sama sekali "Eun you ok? " tanya carl "Eun? " Eun menoleh "ada apa? " tanya carl "tidak ada" Eun tersenyum "aku harus pergi tapi aku tadi bilang pada tuan kim kalau aku gak akan kemana mana bagaimana ini? Apa aku harus memberitahu carl soal ini? Aku jadi khawatir pada tuan kim dan kak zela" kata Eun dalam hati "katakan Eun ada apa? " tanya carl "carl aku khawatir " kata Eun "khawatir? Pada tuan kim? Ayolah dia punya banyak pengawal dia akan aman dan akan segera kembali pulang" kata carl "carl sebenarnya.. Ada yang minta tolong pada ku" kata Eun "tolong apa? " tanya carl "hum.. Seseorang bertanya pada ku dimana rumah ken dan minta tolong agar aku membantu nya mencari rumah ken" kata Eun "ken siapa? " tanya carl "waduh.. Iya juga ya ken siapa tunggu aha" fikir Eun "kau ingat saat kita menangkap bandar sabu ada pria bernama ken sebagai bandar nya waktu itu ingat gak? " tanya Eun "oh.. Ingat ingat jadi ken itu? " kata carl "iya tapi aku gak tau dia mau apa dia minta bantuan begitu saja " Eun bohong "aku juga gak tau tapi kita bisa tanya pada vivian" kata carl "benar juga ya" kata Eun "maaf carl aku harus berbohong aku juga menyembunyikan ini dari tuan kim aku takut tuan kim kenapa kenapa astaga kok bisa ya aku menjadi khawatir pada nya" fikir Eun "telpon saja" kata carl "oke ak--? " Eun melihat layar ponsel nya "kak ai menelpon ku" kata Eun "mau apa dia sini biar aku yang bicara" kata carl sambil merebut ponsel Eun "halo" nhai mengerutkan dahinya "carl? Kenapa ponsel Eun ada pada mu? " tanya nhai "ya tentu Karena aku sahabat nya kami terbiasa saling bertukar ponsel kenapa kau menelpon nya? " tanya carl "kenapa kau berkata kasar pada ku? " kata nhai "aku sedang pusing jadi begini lah nada bicara ku jika tidak penting aku akan matikan" carl memutuskan panggilan "kita block saja, dia mengganti kontak nya agar bisa bicara pada mu padahal kemarin seperti nya sudah kau blokir" kata carl "carl" Eun mengambil ponsel nya "biar aku saja" Eun tersenyum "bagus lah, orang seperti dia tidak pantas di kasihani" kata carl "iya" kata Eun "jika aku blokir bagaimana dengan kak zela dia dalam bahaya " fikir Eun .
Di tempat lain terlihat beberapa map tertumpuk di atas sebuah meja suara ponsel terus terdengar "halo Eun, ada apa? " tanya vivian "vivian aku mau tanya tentang bandar obat Terlarang bernama ken apa kau tau alamat nya? " vivian menatap petir "kau mau apa Eun? " tanya petir "aku cuma mau tau saja bukan apa apa" kata Eun "oh.. Kirain kau mau macam macam bentar" vivian membuka lacinya mencari data data para kriminal "Eun dia tidak menyebutkan alamat ruang dia hanya menyebutkan lokasi dimana dia mengkemas barang terlarang itu" kata vivian "oh katakan saja " pinta Eun "jalan awan hitam di belakang gedung bekas rumah sakit aku kirim aja deh, tapi kau mau apa dengan itu semua? " tanya vivian "aku cuma iseng saja " kata Eun "jangan bertindak sembarangan ya" kata petir "siap aku cuma mau iseng ikut ikutan buat novel pendek jadi aku butuh alamat nya karena aku mau buat cerita kriminal" kata Eun "ih bagus sekali" kata vivian "terimakasih ya" kata Eun .
Kim memperhatikan sekitar nya memperhatikan tiap sudut bar nya akan dia rubah menjadi sebuah restoran "cari daftar makanan khas Indonesia aku mau dinding nya ada gambar makanan itu" kata kim "baik tuan" kata deon "sekarang kita kembali ke kantor" kata kim.
Pintu di ketuk dengan sangat keras membuat zela terkejut "nhai! " terdengar suara ken dari luar "bentar" nhai membuka pintu "kau sudah mengajari nya? " ken melirik zela "aku sudah mengajari nya dengan baik bagaimana nanti dia berakting" kata nhai "bagus kita perlu dia dua hari ke depan" kata ken "Tuhan.. Apakah Eun sudah membaca pesan ku" kata zela dalam hati.
"Kita akan kirim dia"
__ADS_1
"Pastikan semua nya aktif dan di pasang dengan benar"
"Tapi bagaimana aku bisa masuk ke dalam sana"
"Pakai otak mu untuk berfikir"
"Setelah itu kita akan panggil nhai dia pion terbaik "
"Gadis itu bagaimana? "
"Dia akan kita gunakan nanti"
__ADS_1
"Aku tidak mau dengar kegagalan" kata milthon "anda tenang saja tuan semua nya akan berjalan sesuai rencana " kata ken "benar sekali" kata devan di ruang rapat di kediaman milthon.
Buku terjatuh dari tangan Eun ketika ada suara dari pintu "siapa? " tanya Eun "nona sudah waktu nya makan malam" kata ika "huf.. Kirain tadi tuan kim" kata Eun dalam hati "iya aku akan segera turun" kata Eun sambil memungut buku yang ada di lantai "sabar kak zela aku akan kesana menolong mu, aku akan minta bantuan keluarga mu, aku akan menemui teman mu terlebih dahulu untuk bertanya dimana keluarga mu berada" kata Eun .