gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
hanya lima menit


__ADS_3

Mobil hitam berhenti carl turun dari mobil "Eun! " kata carl "aku datang" Eun berbalik menatap Kim "aku harus pergi bye" kata Eun "tap" Eun terkejut tiba tiba Kim menarik tangan nya "kau tidak mengatakan sesuatu pada ku? " tanya Kim "aku baru mengatakan nya tadi" kata Eun "bukan itu" kata Kim, Eun tersenyum lalu memberi ciuman singkat ke Kim "awas nanti aku terlambat" Eun lari ke arah carl "ayo" kata Eun "di mana rei? " tanya carl di dalam mobil "dia di belakang mengurus ikan di kolam" kata Eun.


Di kantor..


Semua nya menunduk di saat Kim datang "deon! " Kim berjalan ke ruangan nya "siap tuan" kata deon "perlihatkan berkas berkas nya semua pada ku" kata Kim, deon mengeluarkan semua dan memberikan nya ke Kim "semua nya aman tuan" kata deon .


Eun turun dari mobil "ya ampun... Udah lama gak ke kampus. sekarang kampus nya terlihat makin jelek" kata Eun "Eun jangan berkata begitu" kata carl beberapa mata orang menatap ke arah mereka berdua "ayo" kata carl, Eun mengangguk sambil berjalan di samping carl "eh?? " Eun berhenti dia menatap ke arah mading terlihat ada foto nya dengan nhai "kenapa berhenti jalan aku sudah sampai di sana loh" kata carl "ini foto ku" kata Eun "senior nhai yang menempel nya kemarin saat berkunjung ke sini" kata salah satu mahasiswa "sebenarnya kalian udah putus atau masih lanjut? "


"Eh tapi senior nhai kan sudah tunangan "


"Iya tapi tidak dengan Eun"


"Pasti sudah putus"


"Ya sudah putus lah senior nhai yang kalian puja puja itu menyakiti sahabat ku" kata carl dengan ketus.


 "gak mungkin lah"


"Senior nhai gak mungkin begitu"


"Pasti Eun aja yang gak bersyukur"


"Padahal kalau aku dapat pacar seperti senior nhai aku gak akan melepaskan nya"


"Walaupun dia selingkuh di depan mu" kata carl sambil memegang tangan Eun,"meskipun Eun tidak meninggalkan nya waktu itu aku yang akan tetap memaksa nya meninggal kan si brengsek itu!, kalian jangan hanya tau dari satu sisi" carl mengeluarkan kamera nya lalu menunjukkan pada mereka rekaman waktu di bar "Eun.. Eun kau tidak papa"


"Aku gak papa"

__ADS_1


Terlihat di video nhai mencium seorang gadis lain seketika mereka terdiam ."bicara sembarangan tentang sahabat ku, aku gak akan segan mengajukan tuntutan pencemaran nama baik" carl membawa Eun pergi "carl kenapa kau marah? " tanya Eun "aku marah karena mereka seakan-akan menganggap mu buruk. yang buruk itu pria busuk itu bukan kau" kata carl Eun tersenyum "aih.. Sudah lah jangan marah lagi " kata Eun "aku gak marah cuma kesal" kata carl "kenapa juga kau diam saja di katai seperti itu" kata carl "aku mau bicara apa? Kau terus bicara tadi, dan tidak memberi ku kesempatan untuk bicara" kata Eun "jangan marah lagi... Nanti muka mu terlihat tua dan rei akan meninggalkan mu" kata Eun sambil tersenyum meledek.


Matahari semakin naik membuat polusi di jalanan terlihat semakin jelas.para pedagang di jalanan mengusap keringat mereka dan orang orang lainnya yang terlihat berjuang mencari rupiah di tengah cuaca yang semakin panas, sementara di sebuah gedung besar "Tuan ada telpon untuk anda" kata deon "kemarikan" kata Kim.


Di dalam perjalanan pulang carl dan Eun berhenti membeli minuman dingin dan juga beberapa makanan "aku mau belikan sesuatu untuk nya" kata carl "rei suka makanan manis" kata Eun "jangan sok tau nanti kau menipu ku" kata carl "sungguh loh aku sering duduk dengan nya" kata Eun "awas!! " seru beberapa orang carl melihat ada mobil besar yang terlihat bermasalah sedang mengarah ke mereka "bruuaaaakkk!!! " truk itu menabrak dan terbakar.


Kim menatap deon "tidak ada suara di telpon nya" kata deon "halo" Kim mendengar suara


"dengan tuan Kim"


"Iya saya sendiri"


"Aku menginginkan sesuatu dari anda"


"Kau siapa? "


"Jangan coba macam macam pada ku"


"Aku ingin kau datang ke tempat yang akan ku katakan ".


Azka dengan seluruh bodyguard yang ada di rumah langsung masuk ke dalam mobil dan pergi menyusul Kim " tuan Kim kita belum memastikan nya"kata Liam "kita pastikan dengan segera" kata Kim.


Nhai dan anak buah milthon memasang ranjau darat di tempat yang akan di lewati oleh Kim "aku suka ini" kata nhai.


Carl dan Eun menatap sekeliling mereka "kok sepi banget" kata Eun "iya ada apa ini" kata carl "nona Eun? " rei terlihat terkejut "rei mana yang lain" tanya eun dengan heran, karena rumah kim terlihat kosong "hansen coba hubungi Azka ini aneh banget " kata eun "bruummm" ada dua mobil datang "itu pasti tuan Kim" kata Eun "nona Eun,tuan tadi mendapatkan telpon kalau kau di culik" kata rei "apa? " kata Eun.


Beberapa pria keluar dari mobil "nona" hansen langsung menarik Eun di pintu terbuka "ini dia" kata mereka tanpa basa basi mereka langsung menyerang, "ahh" carl menarik Eun dan rei "lari sana" kata carl "ayo rei!! ayo yang lain" Eun membawa pelayan perempuan lari "buagg"Eun terjatuh ketika ada yang memukul nya " nona"kata mereka "rei telpon Kim" kata Eun sambil berdiri "aku tidak akan biarkan kalian menyentuh mereka" kata Eun "tarik gadis ini" dua pria maju dan tanpa rasa takut Eun mencoba melawan.

__ADS_1


"Tuan kim Angkat! tuan Kim angkat" kata rei.dia melihat eun di serang banyak pria, beberapa pelayan mencoba membantu nya "uhh" darah mengalir di pelipis Eun di saat tongkat kayu mengenai kepala nya "nona Eun" kata Justin.


"Halo rei" kata Liam "nona Eun terluka!! di rumah ada banyak orang asing datang, tolong kami tuan. .. Tolong mereka sudah membuat nona berdarah karena melindungi kami" kata rei.


"Akhhh" Eun di tarik "bawa dia" kata mereka "nona" Justin mencoba mencegah namun di halangi pria lainnya. "brengsek" suara tembakan terdengar berkali kali "greb" Eun yang memejamkan matanya merasakan ada seseorang memeluk nya dan menutup kepala nya dengan sebuah kain ,"Eun" kain itu di buka "tuan Kim" kata Eun "sakit? " kata Kim "aku.. Aku tidak papa aku aku kawatir kau terluka" kata Eun Kim melihat tangan Eun tergores "pakai ini" Kim menutup telinga Eun setelah selesai bicara "jangan kemana-mana dan jangan lakukan apapun" Kim menutup mata Eun lalu pergi "siapa yang menyentuh nya? " kata Kim sambil memperhatikan tiga pria yang terikat "sisa mereka tuan" kata hansen "siapa yang memukul istri ku!!! " seru Kim "aku" kata salah satu pria itu, Kim langsung menarik nya dengan kuat lalu memukul nya sekali lalu mengambil pisau. carl terkejut melihat itu "berani sentuh dia ya? Maka akan ku buat kau tidak bisa menyentuh apapun lagi" kata Kim rei menarik carl menjauh.


"HAAAAAAAAAAAHHHHAAAAAAAA" suara jeritan terdengar keras. Eun membuka kain yang menutupi wajah nya "kenapa lama sekali" fikir Eun leo datang membersihkan darah di wajah Kim " singkirkan mereka" kata Kim,Azka mengambil dua tangan yang ada di dekat kaki Kim kemudian memasukkan nya ke dalam plastik "tuan Kim" Eun berdiri Kim tersenyum lalu memeluk Eun "kau baik baik saja? " kata Kim "hum" Eun mengangguk Kim mengusap darah yang mengalir di pelipis Eun "kenapa otak mu tidak berfungsi dengan benar, jika ada telpon yang mengatakan aku celaka itu belum tentu benar" kata Eun sambil menatap kim dengan cemas "aku ada dengan carl itu artinya aman" kata Eun


"Aku terlalu takut " kata kim "tuan Kim.. Boleh kah aku mengatakan sesuatu? " kata Eun "tentu" kata Kim "bolehkan carl tinggal dengan rei" kata Eun "tapi.. " kata Kim "semua akan baik baik saja" kata Eun.


Rei memberi segelas air ke carl, tubuh carl masih gemetaran "tuan Kim benar-benar mengunakan pisau itu aku melihat nya" kata carl dalam hati "jangan berfikir apa apa tuan Kim tidak melakukan apa yang kau fikir kan" kata rei.


Eun melihat orang orang yang menyerang nya tadi sudah tidak ada "tuan Kim mereka" kata Eun "aku sudah mengirim mereka ke kantor polisi" kata Kim sambil tersenyum tipis,"tuan Kim aku akan menemui carl dulu" kata Eun "aku saja" kata Kim sambil berdiri dan pergi "eh.. Kau " Eun mengikuti nya.


"Tuan Kim" kata rei "aku ingin bicara dengan carl" kata Kim, rei berdiri lalu pergi "aku merasa takut" kata carl di dalam hati "besok aku akan menyuruh orang orang ku membantu mu mengemasi barang" kata Kim "apa? " carl kebingungan "kau bisa tinggal dengan rei" kata Kim "tuan Kim aku--" kata carl "tidak mau di sini aku bisa cari vila terdekat di sini,kau bisa jemput dan antar rei kerja" kata Kim "tidak.. Tidak" kata carl "aku tau! besok berkemas saja kau juga rei. vila akan di cari" kata Kim sambil pergi.


Eun lari ke kamar mandi setelah tadi mengikuti Kim "aku yakin carl pasti senang" kata Eun "ini sangat men--" di saat berbalik Kim sudah ada di belakang nya "kau senang? " tanya Kim "uh. Tentu saja terimakasih" kata Eun "jadi bisa aku minta sesuatu sekarang? " tanya Kim "apa? " kata Eun "memakan mu" bisik Kim "tuan Kim.. Kau baru saja memakan ku beberapa hari yang lalu,apa kau masih belum cukup" kata Eun sambil berdiri meletakkan ponsel nya ke atas meja, "greb" Kim memeluk Eun dari belakang "tuan Kim" kata Eun "biarkan aku memakan mu lima menit saja" kata Kim "tidak mau.. Aku bahkan belum mandi tadi aku berencana untuk berenang dengan rei" kata Eun "kalau gitu bagaimana jika aku memakan mu di kolam renang" kata Kim "apa kata mu? " kata Eun "aku ada kolam khusus di lantai empat" kata Kim "tidak deh aku " kata Eun "hanya lima menit" kata Kim "hum.. Baik lah" kata Eun.


Di lantai empat..


Eun menatap kolam yang sudah di hias "aku belum ada ke lantai empat, ternyata rumah nya benar-benar mewah" kata Eun dalam hati "ayo kenapa diam? " kata Kim sambil masuk duluan ke air "ya,ya apa itu dalam? " tanya Eun "tidak" kata Kim. Eun melepaskan jubah mandi nya lalu masuk ke dalam air "kenapa kau memakai pakaian? " tanya Kim "dasar mesum di saat aku berenang aku selalu mengenakan pakaian" kata Eun dengan ketus "setidak nya celana pendek dan baju dalam " kata eun Kim mengigit bibir bawah nya "eh tunggu apa kau tidak mengenakan paka--" Eun terkejut di saat Kim tiba tiba membalik tubuh nya dan memeluk nya dengan erat "tuan Kim " Eun merasakan tangan Kim mulai menyusup ke balik baju dalam nya "sshh.. " nafas Kim terasa berat "ahh" Eun menceram tangan Kim "tuan Kim.. Ah.. Aku.. " Eun mencoba menatap Kim sementara Kim tersenyum sambil terus memainkan jarinya yang sudah ada


Di dalam celana Eun "kau.. Ka .. u se.. serius" kata Eun Kim mulai mengigit leher Eun "ahh.. Jangan.. Tuan Kim" kata Eun sambil meringis kesakitan,"ahh" kata Kim sambil menarik jarinya dan melepas celana Eun "kita di.. dal--" Eun kembali terdiam dia merasakan tubuh Kim sudah menyatu dengan nya "ahh.. " kata Eun Kim menutup mulut Eun dengan tangan nya sambil bergerak semakin cepat "akh" air mata Eun keluar. Kim mencium punggung Eun "ahh.. Tuan Kim.. Ah.. Aku.. Ak.. Aku.. " Eun benar-benar meremas tangan Kim dengan kuat "sedikit lagi" kata Kim "ahh.. Ahh... Hentikan" kata Eun "tidak" kata Kim sambil mempercepat gerakan nya "aku merasa tersengat listrik" kata Eun dalam hati "ahh" kata Kim dan Eun bersamaan "ahh.. Tuan Kim" tubuh Eun bergetar, Kim mendorong tubuh Eun sampai ke tepi dan kemb' membalik tubuh Eun "kau serius ini di kola--" kata Eun dia terdiam sambil memejam kan matanya dia memegang kepala Kim yang masuk ke air "auhh" terlihat air mata Eun menetes kembali "kau.. Kau meny.. nyiksa.. Ku.. Ahhh.. Tuan Kim" Eun mencoba mendorong Kim "byurr" Kim muncul dengan tangan yang terus bergerak, Eun terlihat meringis "aku tidak mengigit nya" bisik Kim sambil menyatukan kembali tubuh nya dengan tubuh Eun air di kolam mulai memiliki ombak kecil tubuh Eun naik turun akibat gerakan Kim "ahh.. Ahh.. " Kim menatap Eun dan langsung menempelkan mulutnya ke dada Eun dan perlahan menghisap nya dengan kuat "ahh.. Ahhhaa"Eun meremas punggung Kim " ahh.. Tuan Kim.. Berhenti!! "Kim membuat hentakan berkali kali dengan sangat kuat " ahhh... Aku.. Aku tidak kuat"kata Eun "lepaskan" bisik Kim sambil ******* bibir Eun. Kim menarik kaki Eun agar Eun melingkar kan kaki nya ke tubuh nya "ahhh" Eun menatap Kim nafas nya tersengal sengal Kim menarik dirinya "tidak! tidak" Eun mencegah Kim ketika Kim hendak masuk ke dalam air .


Kim menatap Eun "dada ku tidak kuat menghadapi siksaan mulut mu" kata Eun "ahh" Eun merasakan jari Kim ada di pangkal paha nya "jari mu" perlahan dia memejam kan matanya "ahh" kata Eun "ahh" kata Kim sambil tersenyum dan terus memainkan jarinya di sana "auhh" Eun membuka matanya, Kim sudah menyatukan mereka kembali "ahh.. Ahhhh.. Ahhh" tubuh Eun kembali bergerak membuat ombak kecil "byur" Kim masuk ke air memainkan dada Eun "lima menit tuan Kim" bisik Eun "ya aku tau" bisik Kim dia menggerakkan tangan nya ke dada Eun .Kim tersenyum puas Eun perlahan memegang tepi kolam untuk menahan hentakan dari Kim "ahhh" Kim lagi lagi membuat gerakan sangat cepat "uhh... Auhh.. " Eun meringis sambil menatap wajah Kim yang terlihat sangat bersemangat "ahh" Eun terlihat lemas "tuan Kim" kata Eun "iya" Kim memeluk Eun dan membawa Eun ke tengah kolam, "entah mengapa setiap kita melakukan ini aku selalu merasa ada sesuatu yang hangat masuk ke dalam tubuh ku.apa kau merasakan itu? " kata Eun "kau sangat menggemaskan" Kim mempererat pelukan nya "hei tuan Kim sudah.. Waktunya" kata Eun ketika dia merasakan Kim mulai menyatukan mereka kembali "lima menit saja" kata Kim "kau tidak bisa di percaya dasar mesum" kata Eun. sementara Kim tersenyum bahagia "kau bilang apa? " Kim bergerak dengan sangat pelan "kau bilang kita hanya lima menit, ku rasa ini lebih dari lima menit kau menipu ku" kata Eun "kau yang menipu ku" kata Kim "aku? " kata Eun dengan bingung "kau cinta pada ku tapi tidak pernah membalas ciuman bibir ku" kata Kim "jujur aku tidak tau cara nya tuan Kim" kata Eun "lakukan seperti yang ku lakukan" Kim mencium bibir Eun, Kim menekan kepala Eun "ayo gerakan bibir mu seperti ku" kata Kim Eun mengangguk dia perlahan menggerakkan bibir nya "humm" Eun mencoba mendorong Kim "sial.. Aku. " kata Eun sambil menatap Kim "bisa kan? " kata Kim "aku merasakan lidah mu di mulut ku" kata Eun "aku sengaja memasukan nya" kata Kim "ahh.. " Eun reflek memeluk Kim ketika Kim kembali tiba-tiba membuat hentakan "lima menit lima jam sama saja" bisik Kim "a.. a.. apa? ".


" gagal gagal gagal!! Kenapa Kim tidak datang "kata nhai " seharusnya dia datang "nhai mengepal tangan nya dengan kuat " kau memang payah"kata ken "apa? " kata nhai "Kim tidak semudah itu di jebak" kata ken "jadi? " kata nhai "aku ada ide" kata xan "aku juga" kata ken "apa? " kata nhai "kita tau kelemahan nya kenapa kita tidak gunakan kelemahan nya" kata ken "maksud mu Eun? " kata nhai "iya" kata xan "aku tidak mau Eun terluka aku ingin dia" kata nhai "kita gunakan bukan kita lukai" kata xan "ayo pulang kita bahas besok, cara mu ini sangat murahan" kata ken sambil masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2