
Di pagi hari yang cerah seperti biasa eun sudah ada di kantor nya seperti karyawan yang lainnya "eun... Berita yang kita buat masuk dalam posisi pertama lagi" kata Carl "sungguh!! Ahh Carl aku senang" eun melompat lalu memeluk Carl "ini berkat usaha keras kalian" kata vivian "benar tuh" kata Yuda "gimana kalau kita nanti pergi ke bar" kata petir "ahh.. Aku tidak bisa gimana kalau hari depan" kata eun "memang nya kau ada tugas ya? " kata Yuda "dia ada urusan penting" ucap vivian "ya sudah tidak papa kita bisa lakukan di hari berikut nya" ujar petir "gak papa kan? " tanya eun "iya santai aja" kata Yuda.
"Tuk" vivian meletakkan beberapa makanan ke atas meja "banyak banget" kata eun "ini makanan tadi malam dari tuan kim" kata vivian "loh kok banyak banget kau masak sebanyak ini? " petir baru datang dari toilet "ini pesan" kata vivian "mana yang lain? " tanya eun "masih di luar kaya nya" kata petir "Hai Hai guys" kata Yuda "wuaahh banyak banget makanan nya" kata Carl "ayo makan" kata eun "haduh aku lelah banget nih" kata petir "maka nya makan yang banyak biar kembali full" kata Yuda "enak si xie gak balik balik tuh dia " kata vivian "iya ya lama banget si xie" kata eun "hum.. Makan nya enak pintar juga kau masak" kata Yuda "ini beneran masak sendiri ? " kata Carl "memang kenapa? " tanya eun "kaya masakan chef" kata Carl "maka nya besok kalau kalian gak ketemu sama jodoh kalian pilih lah vivian dia pintar masak lagi" kata eun "ehh.. Temen sama temen gak boleh nikah gak seru" kata carl "iya pasti malam pertama nya canggung" kata Yuda "hush bicara asal aja ayo makan cepat" kata petir "kok jadi sensi" kata Yuda "udah udah makan dulu" kata vivian "selamat makan" kata eun "telat dah dari tadi" kata Carl "hahahahha".
Matahari mulai bersembunyi bulan pun kembali muncul warna nya cerah seakan akan menandakan kebahagiaan di sebuah tempat terlihat eun duduk santai sambil menikmati jus segar dan camilan, mobil hitam berhenti terlihat beberapa orang berjas rapi langsung berbaris dengan gaya khas nya kim keluar dari mobil dengan kaca mata hitam nya dia berjalan dengan tenang.
Eun menatap siapa yang datang " astaga aku hampir tidak mengenali nya"fikir eun "dia terlihat seperti penjahat di film Jackie chan" kata eun kim berjalan ke arah nya "berangkat sekarang" kata kim "oke".
__ADS_1
" kok aku merinding lihat dia"fikir eun "kita sudah sampai tuan" kata hansen justin langsung membuka pintu mobil "aku belum pernah melihat tempat ini? " kata eun dalam hati "uh? " eun menatap kim begitu juga dengan kim dengan tangan yang sudah melingkar di pinggang eun "tuan kim" eun memegang tangan kim yang ada di pinggang nya "aku suka begini ayo jalan".
Di dalam ruangan yang begitu luas dan terlihat elegan dengan dinding kaca yang memperlihatkan suasana kota di saat malam hari dari ketinggian lima koki dengan seragam nya tersenyum dan siap menunjukkan aksinya leo menarik dua kursi kim langsung duduk begitu juga dengan eun, kim menatap eun yang sedang melihat sekeliling nya sedang kan para koki langsung menunjukkan bakat nya " kau suka? "Tanya kim " ya lumayan "kata eun " silahkan "koki menghidangkan makanan yang baru mereka buat " hum"eun mengunyah makanan nya "ini belum apa apa" para koki kembali beraksi eun tersenyum melhat para koki yang sedang menunjukkan bakat nya masing-masing.
Selesai makan "kurasa kau melupakan aku" kata kim "maksud mu? " eun menatap kim "kau kelihatan menyukai para koki dari pada aku" kata kim "memang iya mereka punya bakat tidak seperti mu yang suka nya menelpon seorang gadis" kata eun "kita tidak akan ke tempat ini lagi" kata kim.
Mobil kembali berhenti di sebuah tempat yang tak kalah mewah "kita sudah makan kita mau apa lagi? " tanya eun "bersantai" kim berjalan duluan "bersantai apa lagi? " eun berjalan mengikuti kim sesampainya di dalam mereka di sambut dengan ramah "kau sering ke sini ya? " tanya eun "tidak baru kali ini" kata kim pelayan datang mengantarkan makanan dan minuman "ya ampun ini es krim? " kata eun "besar banget " eun menatap minuman yang di pesan kim hanya segelas jus "kau tidak mau es krim? " tanya eun "tidak terlalu, makan lah tapi jangan banyak banyak ini sudah malam" kata kim sambil mengambil sepotong nugget "hu.. m.. Enak" kata eun "jangan dekati pria lain di saat aku pergi" ucap kim "apa? " kata eun "dan juga jangan abaikan telpon ku" kata kim sambil menatap eun "hei kenapa jadi kau yang seakan akan mengendalikan ku? Ingat kita tidak memiliki ikatan apa apa" kata eun "kalau begitu ayo buat ikatan" eun hampir tersedak mendengar ucapan kim "kau ini benar benar tidak waras " kata eun "kita sudah saling mengenal satu sama lain" kata kim "belum!! Belum aku belum mengenal mu" kata eun "kau akan mengenal ku di saat tinggal bersama ku" kata kim.
__ADS_1
Di dalam mobil..
Eun menatap jalanan yang ramai dengan kendaraan "uh?" dia menatap tangan kim menyentuh tangan nya "mau apa? "Tanya eun " cuma ingin pegang "kata kim " gak jelas "gumam eun " kenapa kau tidak tinggal di apartemen mu? "Tanya kim " aku lagi ingin tidur di rumah teman"kata eun "aku akan menyuruh bo--" kata kim "apa!! Kau mau apa?? Jangan bilang kau mau menyuruh bodyguard mu ikut dengan ku" ujar eun "memang harus demi keamanan" kata kim "justru aku merasa tidak aman jika ada bodyguard mu di dekat ku " kata eun "tapi aku akan pergi beberapa hari mungkin sampai beberapa minggu siapa yang dapat memastikan kau aman " ujar kim "hei tuan kim.. Aku bukan anak kecil aku bisa menjaga diri ku jika kau tetap memaksa bodyguard mu aku akan blokir nomor mu lagi" kata eun "tuan kita sudah sampai" kata hansen sambil membuka pintu "kau tidak mengatakan apapun pada ku? " kata kim "kau berharap aku bilang apa good night, good luck oh tidak akan" kata eun "loh ini kan rumah vivian" fikir eun "bisa aku mencium mu? " tanya kim "hah? " kata eun "sebentar saja" kata kim "tidak!! Sana pulang kau lihat bulan mulai redup itu artinya kau di suruh pulang" kata eun "aku akan mengantar mu sampai kamar" kata kim "sampai sini saja" kata eun "ayolah pulang nanti teman ku terganggu" kata eun tapi kim masih menatap nya "kenapa masih diam? " kata eun "kau harus mengangkat telpon dari ku" kata kim "akan ku angkat cepat pulang aku mau tidur" kata eun "baik lah good night" kata kim sambil berbalik dan masuk ke dalam mobil "ya ampun.. Aku harus cari taxi".
Di apartemen parviz style ..
Eun melepaskan sepatu nya lalu mengecas ponselnya " haaah"eun meletakkan tas nya "kenapa rasanya makin hari aku semakin tenang aku tidak kembali teringat pada kak ai, aku bahkan tidak mengingat nya lagi waw.. Tuhan sudah menolong ku" eun pergi ke kamar mandi mencuci wajah nya.
__ADS_1
"Uuhh" eun mengusap wajahnya dengan tisu ponselnya kembali berbunyi "ya ampun padahal tadi baru saja ketemu" kata eun "kenapa kau menelpon ku? " tanya eun "memastikan kau aman" kata kim "dan menjawab telpon dari ku" kata kim "dasar tidak waras ah. Sudah lah aku mau tidur" kata eun "tidur lah semoga mimpi indah" kim menatap layar ponsel nya telpon sudah terputus "setidaknya ada perkembangan" kata kim.
"Vivian aku baik baik saja tuan kim cuma mengajak ku makan" kata eun "hum.. Aku mendengar suara mu sekarang berbeda kau terlihat sangat senang" kata vivian di telpon "aku tidak tau yang pasti aku senang aku tidak kembali Teringat dengan kak ai, rasanya aku sudah menemukan diri ku lagi" kata eun "ahh.. Bagus lah aku senang mendengar nya kalau begitu sampai jumpa di kantor" kata vivian "byee" kata eun sambil meletakkan ponselnya dan perlahan berbaring "terimakasih Tuhan.. Kau sudah membuat ku lupa pada kak ai" kata eun dengan senang.