gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
melarikan diri


__ADS_3

Beberapa hari berlalu eun mulai melakukan aktivas seperti biasa, "ini" eun memberikan sebuah flashdisk ke Carl "sudah selesai? " tanya Carl "sudah bisa di cetak sekarang" kata eun "kau memang cepat terimakasih" kata Carl "oh ya kemana vivian? " tanya eun "ke kamar mandi katanya" kata petir "Hai kalian udah selesai? " vivian datang "kebetulan sekali panjang umur" kata eun "ada apa? Kalian menggosip kan aku ya? " kata vivian "ah.. Tidak oh ya vivian aku mau ke rumah mu mengambil barang barang" kata eun "oh.. Kau sudah mau ke apartemen mu? " tanya vivian "iya gak mungkin aku selalu menyusahkan kan mu tapi apa kau sudah selesai? " kata eun "aku sudah selesai semuanya aku pulang dulu" kata vivian.


Taxi berhenti vivian langsung turun di susul eun "biar aku saja" kata eun sambil mengeluarkan dompet nya "tidak papa aku saja" kata vivian "aku saja cepat sana jalan" eun membayar taxi "terimakasih ya" kata vivian "kenapa kau berterimakasih" kata eun "karena kau baik sekali" kata vivian "nah itu vivian" kata room service "gawat" eun melihat pria yang tidak asing "aku harus kabur" eun melihat vivian sedang memperhatikan wanita yang menunjuk nya "Hai" kata vivian "vivian kenal kan ini tuan kim" kata wanita itu "halo aku vivian" kata vivian "dia yang mencari mu beberapa hari ini dan sekarang kau sudah datang aku pergi dulu" kata wanita itu "di mana eun? " tanya kim "eun? " vivian menoleh ke samping "eun dia sia--??? dimana eun? " kata vivian "tunggu kau siapa? Kenapa bertanya tentang teman ku? " tanya vivian "katakan saja di mana eun" kata kim "jangan jangan dia orang jahat" fikir vivian "aku tidak tau" kata vivian "jangan berbohong pada ku" kim menatap nya dengan tajam "apa kau tidak bisa melihat dia tidak ada di sini? " kata vivian "berani nya kau berkata kasar pada tuan kim" beberapa pengawal maju kim langsung mengangkat tangan nya "jangan sampai pengawal ku menghabisi mu" kata kim ponsel vivian berdering kim langsung mengambil ponsel milik vivian "hei kem--" vivian terdiam melihat para pengawal kim mengelilingi nya "vivian.. Dengar aku ada urusan kau baik baik saja kan? " kata eun kim menatap vivian "tanya dia ada di mana! " ucap kim "aku tidak mau" kata vivian "kau bilang apa? " kim terlihat marah "eun!! Eun kau di mana? " kata vivian "aku eh tunggu dulu kau sudah sampai kamar? " tanya eun "hum" kata vivian "aku akan jelaskan pada mu nanti aku aku harus pergi mendadak" kata eun mata vivian berkaca kaca "vivian you ok" kata eun sambil melirik dari balik patung "sial dia pasti menangkap vivian" kata eun "eun kau pergi lah" kata vivian "tuan" ucap rizky sambil menunjuk ke arah patung singa "vivian aku akan menemui nanti" eun mematikan ponselnya lalu memasukkan nya ke dalam saku "huff.. Aku harus menjau--" eun menatap pria yang ada di belakang nya "kenapa kau menghindari ku! " kata kim "hei jangan sakiti teman ku" kata vivian "dia tidak salah jangan bawa temanku dalam masalah ini" kata eun "sekarang ikut aku! " kata kim dengan penuh tekanan "gak mau!! Lepaskan aku!! Lepas!! " kim terus menarik tangan eun "eun!!! " kata vivian "aku harus telpon Carl" kata vivian "lepas!! Tolong!! Tolong aku" kata eun "masuk" kata kim sambil mendorong eun ke dalam mobil dengan kasar kim memakai sabuk pengaman "kau mau bawa aku kemana? " kata eun "ke apartemen mu" kata kim "sial sial!! Kok bisa sih aku berurusan dengan orang jahat" fikir eun "pakai sabuk pengaman mu! " perintah kim "tidak mau!! Cepat jalan" kata eun kim menatap nya terus "iya aku pakai" kata eun baru mobil pun berjalan.


Di apartemen ..

__ADS_1


Eun melihat sekitar nya "ayolah tolong aku" kata eun dalam hati "kau bisa pergi" kata eun "ayolah tuan aku sudah minta maaf kaca nya juga akan aku ganti" kata eun kim tidak berkata apa apa dia menarik tangan eun agar terus berjalan. Mereka berhenti di depan pintu "hei hei " eun melambai ke room service "ada apa nona? " tanya room service "tolong usir orang ini dia mengganggu ku" kata eun "maaf tuan di sini di larang membuat keributan" kata room service itu "tolong panggil kan security ya aku takut" kata eun "aku sudah menelpon nya nona" kata room service eun tersenyum puas "anda bisa masuk saya akan melindungi anda" kata room service "terimakasih" kata eun sambil mengeluarkan kunci dari sakunya "hei tuan anda tidak boleh mengganggu nya" kata room service sambil menghadap di pintu kim menatap room service itu "hei hei "security datang tapai para pengawal kim langsung mengatasi nya " aduhh "eun menahan pintu namun kim tetap bisa masuk " dengar tuan kim baik baik aku akan bayar jendela mu sekarang tapi setelah nya jangan ganggu aku"kata eun "crek"pintu di kunci " kenapa kau tidak berkemas? "Tanya kim " buat apa? Kau fikir aku akan ikut dengan mu? Hei aku bahkan tidak kenal dengan mu. Tuan kim ambil lah uang ku di sini ada lima belas juta buat kaca itu aku tau itu mahal sekarang biarkan aku hidup dengan damai"kata eun "kau fikir butuh uang mu" kim maju eun menatap pria itu "lalu apa? " kata eun "jangan jangan aku mau di bunuh" fikir eun "kau akan ikut dengan ku" kata kim "hah! Tuan kim aku tidak mau ikut dengan mu lupakan soal malam itu " kata eun "dorr" ada suara tembakan dari luar "tidak akan" kata kim "suara pistol " eun menatap kim dengan sedikit ketakutan "tok tok" suara ketukan di pintu "nona eun" kata seorang pria "sekarang cepat berkemas" kata kim "tidak mau! Aku sudah bilang aku tidak akan ikut dengan mu! Kita bukan siapa-siapa berhenti kah memaksa" kata eun "nona eun! " eun langsung berlari ke pintu "halo aku manager di sini" kata pria itu "pak manager aku" kata eun sambil melirik ke dalam terlihat kim sedang menatap ke arahnya "pak ada pria aneh datang mengganggu ku" kata eun "boleh aku masuk? " kata manager "boleh" kata eun "maaf tuan anda telah mengganggu kenyamanan tamu tamu kami" kata pak manager "lalu" kata kim "tolong segera tinggal kan tempat ini" kim menatap pria di depan nya "aku ingin membawa nya bersama ku" kata kim "pak manager tolong aku" kata eun "maaf tuan apa kalian punya hubungan? " kata manager


"Tidak"


"Ada"

__ADS_1


Malam harinya...


Eun membuka pintu menatap dua orang berjas hitam yang ada di depan pintu nya "kalian siapa? " tanya eun "selamat malam nona eun kami pengawal yang akan menjaga mu" kata leo "apa? " kata eun "aku tidak ada menyewa kalian sana pergi" kata eun "Maaf nona tuan kim yang meminta kami " kata liam "apa!! " eun menutup kembali pintu kamar nya "vivian aku makin gila" kata eun "aku juga hampir gila siapa pria itu? " kata vivian "aku ingin cerita tapi cerita nya terlalu panjang aku ingin keluar dan kabur tapi ada dua orang pengawal kim ada di luar menjaga ku" kata eun "apa? " kata vivian "iya bagaimana ini" kata eun "coba keluar" kata vivian eun kembali ke luar dan berjalan menjauh ke dua pengawal itu mengikuti nya "hei kenapa kalian ikut aku? " kata eun "kemana anda pergi kami akan ada dengan anda" kata leo eun kembali ke kamar nya "vivian aku ingin lari dari sini" kata eun "aku akan membantu tunggu saja cepat kemasi barang barang mu" kata vivian.


Beberapa jam kemudian "tok tok" eun membuka pintu "room service" eun terlihat kebingungan "room service? " kata eun "benar nona anda yang memanggilku tadi" eun melihat mata orang di depan nya berkedip kedip "masuk" kata eun lalu dia menutup pintu "ini aku" kata Yuda "astaga kau membuat ku terkejut" kata eun "mana barang barang mu " kata Yuda "ini" kata eun "tapi gimana caranya? " kata eun "pakai ini" Yuda mengikat barang barang milik eun lalu membuka jendela terlihat petir dan vivian ada di bawah "lalu aku? " kata eun "kau masuk ke keranjang ini aku akan menutupi mu dengan kain lap" kata Yuda "apa! ".

__ADS_1


Leo menatap room service keluar " permisi "kata room service sambil menutup pintu lalu pergi " tuhan.. Tolong aku"kata eun sambil melihat sekitar nya "aman kok" kata Yuda sambil mendorong keranjang besar yang dia bawa "akhirnya aku bebas" kata eun sambil tersenyum puas.


__ADS_2