gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
kim mendatangi tempat kerja eun


__ADS_3

Di kantor..


"Pria itu pemilik kamar itu, aku sudah mencoba mengganti kaca nya dengan membayar nya tapi dia tidak mau dia cuma mau aku ikut dengan nya" kata eun "itu mengerikan" kata vivian "tidak papa kau bisa tinggal di salah satu rumah kami" kata Yuda "tidak tidak nanti dia datang aku mau cari tempat tinggal kecil yang berada di tempat terpencil" kata eun "kami akan bantu" kata petir.


"DASAR BODOH!! " kata kim "kalian menjaga satu gadis saja tidak bisa" kata kim dengan marah "maaf kan kami tuan" kata leo "kami benar benar menjaga nya tapi dia menghilang" kata liam "omong kosong cepat pergi dan cari dia" kata kim sambil mengeluarkan ponselnya "nomor anda tuju tidak dapat di hubungi" kim makin terlihat marah.

__ADS_1


Yuda memperhatikan wajah eun "dia menelpon ku" kata eun "jangan di angkat" kata petir "seperti nya kau harus ganti nomor" kata vivian "iya benar juga aih.. Tapi ah.. Ganti aja deh" kata eun.


Pulang dari kantor eun dan vivian pergi ke konter "aku mau kartu baru" kata eun "silahkan pilih nona" vivian menunjuk salah satu kartu "oh ya ini saja" kata eun "kenapa? " kata vivian "agar aku mudah mengingat nya" kata eun "tunggu ya Yuda telpon aku" kata vivian eun mengangguk .


Yuda melirik ke arah jam "mana mereka? " kata petir "sabar lagi otw katanya" kata Yuda "brum" taxi kuning berhenti "makasih" kata vivian "itu mereka" kata petir "Hai guys" kata eun "kami menemukan rumah yang di sewakan ayo lihat dulu" kata Yuda "ayo" kata eun.

__ADS_1


Keesokan harinya..


"Eeuunn!! Euuun!! " eun melihat ke arah pintu vivian berlari kencang ke arahnya "ada apa? " kata eun "pria itu datang" kata vivian "datang? Hei.. Kau mencoba menakut-nakuti ku ya? Dia kan gak tau aku di sini? " kata eun "sungguh eun" kata vivian. Eun langsung berdiri mengikuti vivian dan benar kim ada di lobi "apa! " kata eun kim langsung menoleh mendengar suara eun "eun ada orang mencari mu" kata putri "eun bagaimana? " kata vivian "tidak papa" eun berjalan ke arah kim "apa yang kau lakukan? " kata eun "ingin melihat mu" kata kim "apa? Kan kita sudah buat kesepakatan" kata eun "kenapa kau tidak mengangkat telpon dari ku? " tanya kim "aku tidak tau kau menelpon ku" kata eun "ayolah pergi sana kau membuat orang orang ketakutan lagian badan besar bawa pengawal kaya mau ke upacara bendera" kata eun "apa keputusan nya" kata kim "aku tidak sempat memikirkan nya nanti saja" kata eun lalu dia menarik kim keluar dari kantor itu "siapa dia? " tanya Yuda "itu pria yang mengganggu eun" kata vivian.


"Dengar jangan datang lagi nanti aku bisa kena masalah" kata eun "aku akan datang kapan pun aku mau" kata kim "kau fikir kantor ini milik nenek moyang mu? Jika atasan ku tau tamat riwayat ku" kata eun "aku mau kau pergi malam ini dengan ku" kata kim "aku tidak mau" kata eun "aku tidak peduli" kata kim "dasar brengsek " kata eun "bersiaplah aku akan menjemput mu" kata kim "hum.. Aku lembur tidak bisa pergi jika kau memaksa atasan ku akan memenggal ku mau tidur di mana aku" kata eun "tinggal di tempat ku" kata kim "aih.. Pokoknya tidak bisa kau pergi saja sendiri" kata eun kim terdiam sesaat "luangkan waktu mu besok untuk ku" kata kim "besok juga tidak bisa kau mau apa sih? Kau punya banyak pengawal pergi saja dengan mereka" kata eun "bukan kah kau ingin mengenal ku" kata kim "tid-- iya tapi aku sibuk " kata eun "aku pulang larut malam" kata eun "aku menunggu mu di sini besok" kata kim "demi Tuhan" eun menepuk dahinya "tap"kim mengambil ponsel milik eun " hei "kata eun " kau sengaja tidak menjawab telpon ku? "Kata kim " aku tidak dengar kok"kata eun kim menelpon nomor nya sendiri pakai ponsel eun "kau sudah dengar? " kata kim "ya sini ponsel ku cepat sana pergi" kata eun "ingat besok malam" kata kim "ya.. Tapi kalau aku lembur jangan menyesal ya" kata eun sambil berbalik dan pergi "bagaimana? " tanya vivian "sudah ku usir aku mau ke ruangan bos dulu" kata eun "baik" kata vivian "tapi kau benar baik baik saja kan? " kata Yuda "aman kok" kata eun "eun bos memanggil mu" kata putri "iya" kata eun.

__ADS_1


Di ruangan bos..


"Permisi pak" kata eun "masuk" kata pria dewasa itu "eun.. Aku ada tugas penting ku yakin cuma kau yang bisa ku andal kan" kata pria itu "siap pak" kata eun "tugas mu adalah mewawancarai pembisnis yang sukses aku sudah atur lokasi nya dan jadwalnya ini foto nya ada di amplop itu beserta nomor lokasi nya" kata pria bernama Eliezer itu "baik Pak akan saya lakukan" kata eun "kau boleh pergi" kata Eliezer eun mengangguk lalu pergi "akhirnya aku dapat tugas yang lumayan bisa ku manfaat kan agar aku tidak pergi dengan pria jahat itu huh.. Tuhan memihak ku" kata eun "kenapa kau senyum senyum? " tanya Yuda "aku dapat tugas mewawancarai pembisnis sukses kan lumayan aku juga bisa dapat wawasan aku akan tanya dia sukses lewat jalur apa, jalur pertuyulan, atau babi ngepet, atau lewat nyai blorong" kata eun "yang benar saja kau akan di eksekusi langsung dari kantor" kata petir "haha bercanda doang " kata eun "lalu bagaimana urusan nya dengan pria itu? " kata petir "gampang dia sudah pergi jangan takut sekarang aku mulai berani mengusir nya sendiri" kata eun "dia memang pergi tapi bagaimana dia kembali lagi" kata vivian "aku usir lagi jika masih datang aku lapor polisi saja" kata eun sambil tersenyum "aku gak sabar besok pergi mewawancarai pembisnis " kata eun.


__ADS_2