gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
Eun menemui kim


__ADS_3

Matahari mulai kembali menebar kan cahaya nya orang orang langsung kembali ke kesibukan nya masing-masing jalanan mulai penuh suara klason bus sekolah, mobil motor terdengar di jalanan.


Di dalam mobil kim kembali menelpon eun hari ini dia akan berangkat ke luar negri.

__ADS_1


"Terimakasih pak" eun membayar taxi "sama sama nona semoga harimu menyenangkan" kata supir taxi "uh" eun mengeluarkan ponselnya "ya ampun masih pagi loh haaah dari pada dia datang ke sini lagi" eun mengangkat telpon dari kim "kau tidak mengantar ku ke bandara? " tanya kim "kenapa? Kau tau aku punya pekerjaan yang lebih penting dari pada mengantar mu" kata eun "kau yakin tidak ingin melihat ku?" tanya kim "tidak" kata eun "tapi aku ingin aku tidak tau kapan aku bisa melihat mu lagi" kata kim "kau ini pergi bisnis atau perang sih" kata eun "bisnis dan perang sama jadi aku ingin melihat mu" kata kim "bodoh amat" eum mematikan telpon lalu masuk ke dalam kantor.


Arrayan menatap kim "kau menelpon siapa? " tanya arrayan "bukan urusan mu" kim memasukan ponselnya ke dalam saku melihat sekeliling nya.

__ADS_1


Kim memperhatikan sekitar nya lalu melihat jam nya " pesawat akan lepas landas 19 menit lagi"arrayan menatap kim "aku rasa perjalanan kali ini membuat mu gelisah" kata arrayan "tidak sama sekali" kata kim sambil berjalan terus mereka hendak masuk ke dalam pesawat. "Oke oke bentar pak jangan pergi dulu" eun keluar dari taxi dan buru buru pergi mencari seseorang "haduh pesawat yang mana ya? Apa dia sudah ada di pesawat? " fikri eun "tuan kim aku aku tidak melihat mu" kim membaca pesan eun langsung menghentikan langkah nya "hei kau mau kemana? " tanya arrayan melihat kim berbalik "uhh" eun di tarik seseorang menuju sebuah ruangan "tuan kim.. Hum.. Terimakasih" kata eun sambil menatap kim "untuk apa? Aku sedang ingin pergi kenapa kau mengatakan terimakasih" kata kim "kau telah membantu ku melupakan seseorang jadi aku ingin menguncap kan terimakasih" kata eun "dan.. Semoga bisnis mu.. Lan.. Lancar" kata eun "tapi kenapa kau membawa ku ke ruangan sunyi seperti ini? " tanya eun "aku berfikir aku di culik tadi" kata eun "di luar bahaya" kim memegang tangan eun dan mencium tangan eun "ku fikir kau tidak akan datang " kata kim "uh.. Pesawat mu akan lepas landas loh.. Kau bisa terlambat" kata eun "aku mencintai mu" kim memeluk eun lalu melepaskan nya "jangan abaikan pesan dan telpon ku " kim menatap wajah eun "pesawat akan lepas landas sepuluh menit lagi" eun langsung menarik tangan nya yang di pegang kim "aku harus pergi" kata kim "tuan kim" kata eun kim berhenti sesaat "semoga beruntung" eun berbalik dan pergi begitu juga dengan kim.


"Hei kenapa kau tadi malah pergi? " tanya arrayan ketika kim duduk di samping nya "ada urusan sedikit" kata kim.

__ADS_1


Eun menatap pesawat yang membawa kim lepas landas "nona kita pergi ke mana? " eun kembali tersadar dari lamunan nya "kembali ke kantor pak" kata eun sambil masuk ke dalam mobil.


__ADS_2