
Hari ini eun dan cari mengisi formulir pendaftaran wisuda di kampus, dengan tersenyum senang carl memeluk eun dan teman teman nya yang lainnya "teman teman kita harus party" kata carl "benar itu" sahut yang lain nya "mau party di mana? " tanya eun "ayo kita diskusi kan" kata yang lain nya dan mereka pun langsung berjalan menuju kelas untuk berdiskusi tentang party yang akan mereka adakan.
Bunga Kamboja jatuh perlahan di tiup angin, bunga indah itu jatuh ke atas batu nisan yang bertuliskan nama prerna "adik aku akan membalas dendam mu" milthon meletakkan buket bunga ke atas kuburan itu lalu pergi.
"Peristiwa di gedung alpokat kau pasti ingat itu tuan Arthur, waktu itu kim yang melakukan semua nya bersama rekan nya. namun aku ketahuan, kim melihat ku waktu itu dan dia mengancam ku dan beberapa rekan nya sendiri kalau kami membuka mulut akan terjadi hal buruk dalam hidup kami dan jika aku buka mulut dia akan membunuh saudari ku dan benar, di saat aku mengatakan hal itu pada mu waktu itu dan kau tidak percaya kau tau apa yang terjadi dia membunuh saudari ku " Arthur menatap milthon yang ada di depan nya "lalu bagaimana dengan kabar seinaru washi bar ? " tanya Arthur "semua tau kalau seinaru washi bar sebenarnya adalah milik ku tapi kim sudah mengambil alih semua nya aku bisa apa" kata milthon "kita akan hancur kan dia, kau akan mendapatkan hak mu dan aku akan membalas penghianat kim pada ku".
Beberapa orang tersenyum melihat eun melompat lompat kegirangan di jalan bahkan teman teman nya ada yang merekam nya, carl tertawa kecil melihat sahabat nya " es krim mu akan meleleh "ucap carl " aku senang aku senang kita akan wisuda yeey!! kita akan kembali kerja di kantor dan bertemu vivian aku gak sabar untuk mengganggu nya"kata eun sambil menari dengan beberapa teman nya, "kenapa kau suka kerja? " tanya salah satu teman nya "aku suka karena akan ada seseorang yang mentraktir ku tiap saat di sana" eun mengambil es krim yang di pegang carl "kita akan wis--" eun langsung mematung menatap kim dengan bodyguard nya berdiri tak jauh dari nya "tuan itu nona" kata justin "aku tau" kim langsung berjalan mendekati eun "Hai" kata eun "tepat waktu kan? " kata kim "tapi kenapa kau menjemput ku? " tanya eun sambil memegang buket bunga yang di berikan kim "karena dengan melihat wajah mu aku merasa tenang " batin kim "tuan kim" eun menyentuh tangan kim "oh memang nya salah aku menjemput mu? " tanya kim sambil mengusap pipi eun yang terkena coklat "bagaimana dengan pekerjaan mu? ayo jalan, ayo carl" kata eun "pekerjaan oke semua baik seperti biasa nya dan bahkan malam ini aku ada waktu untuk menemani mu" kata kim sambil membawa tas milik eun "ah.. yang benar? " eun tersenyum pada teman teman nya yang melambaikan tangan pada nya "kau tidak percaya pada ku? " kim membuka pintu mobil "kalau begitu ayo fikir kan apa yang akan kita lakukan, oh ya carl. bye.. see you" eun masuk ke dalam mobil "see you" carl masuk ke mobil nya sendiri
"Jadi kita akan melakukan apa?" kim menatap eun yang sedang menikmati es krim di tangan nya "bagaimana kalau nonton. hari ini ada film yang di bintangi idola ku shahrukh khan, tadi aku melihat di internet" usul eun "padahal aku mau mengajak nya melakukan hal lain" kata kim dalam hati "kenapa malah diam? kau tidak setuju ya" eun mengambil tisu dari saku nya "kita akan nonton" kim tersenyum sambil mengusap kepala eun dengan lembut.
Hari menjelang sore, eun keluar dari kamar mandi "kau meninggalkan ku? " eun menoleh menatap kim yang masih membasahi tubuh nya "kau terlalu lama" eun berjalan membuka lemari untuk mengambil pakaian nya "yeay.. nonton" kata eun "tuk" ada sebuah benda terjatuh di saat eun memakai kaos kaki di ranjang.
"apa ini? " eun memungut benda yang jatuh di dekat kakinya dan ternyata itu sebuah remote kecil "remote apa ini? hum.. remote ac pasti baiklah aku akan menurunkan suhu nya tapi yang mana ya..mungkin yang ini , tidak suhunya tidak berubah mungkin yang ini atau yang ini yang ini" eun terdiam ketika mendengar suara dari depan nya "set" dinding di depan nya berubah menjadi transparan seketika kim yang sedang memakai handuk terlihat dengan jelas "AAHHH!!! " mendengar suara jeritan eun kim langsung buru buru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"ada apa? kau baik baik saja? hei" kim melihat eun meringkuk di dekat ranjang "eun.. eun lihat aku" kata kim "katakan dengan jujur selama ini kau melihat ku mandi? " eun menatap kim matanya merah dan berair, kim terkejut melihat remote kecil yang ada di tangan eun "hanya karena remote kau menuduhku?" kata kim "lihat dinding nya aku malu" kim tertawa lalu memeluk eun "kau ini jahat sekali pada ku" isak eun"ah.. kenapa menangis lihat aku, kita akan jadi suami istri kenapa harus malu? kau lucu sekali baik aku minta maaf aku salah tidak izin pada mu. tubuh mu bagus tidak perlu malu"kim menahan tawa nya melihat gadis yang dia cintai menangis di pelukan nya .
"maaf kan aku"
"dasar cabul"
"tapi kau mencintai pria cabul ini kan? " kim menaikan satu alis nya .
"oke oke tidak masalah tapi kalau kau mau, kau bisa melihat ku mandi"
"kau ini! "
"maaf, maaf kalau begitu ayo bersiap kita akan menonton film idola mu".
__ADS_1
malam hari nya di bioskop, kim keluar dari mobil di susul dengan eun . mereka berjalan memasuki bioskop dan memesan tiket " aku mau camilan juga "kata eun " kau akan mendapatkan nya katakan saja pada azka dia akan membeli nya"kata kim "azka kemari" eun melambaikan tangan nya "siap" kata azka "aku mau pop--ah" kim menarik eun dengan cepat bersamaan dengan suara pistol yang entah dari mana asal nya.
"tuan kim" eun terlihat benar benar syok. kim dapat merasakan cengkraman tangan eun di lengan atas nya "kau baik baik saja? " tanya kim "lindungi tuan kim!! " seru leo "kejar target" ucap rack "ayo" kim menarik tangan eun dan membawa nya untuk berlindung, "ayo tuan" kata qaydin "bawa tuan pergi! " kata mattew sambil menyerang musuh nya "ayo tuan" kata mirzah sambil melihat sekitar nya "target keluar seperti yang kita mau" kata fio "incar bagian kepala nya" kata ali "tidak" leo mencegah kim keluar dari bioskop "tuan ada sniper tuan Arthur di sana" bisik azka "tuan Arthur" kim mengepal tangan nya. dia benar-benar tidak menyangka rekan nya benar-benar mengangap nya musuh "ayo" kim menarik eun "dorr dorr dorr" eun menatap kim yang terus menarik nya "bersembunyi di sini" kim mendorong eun ke bawah meja resepsionis, dengan cepat kim menarik salah satu baju karyawan yang berkerja di sana "pakai ini eun dan jangan kemana mana" kim pergi sambil mengeluarkan senjata nya dari balik jas nya . suasana menjadi kacau orang orang berlarian menyelamatkan diri "Arthur benar-benar menganggap ku musuh sekarang" kata kim sambil melepaskan tembakan ke lawan nya "prang!! "
pecahan kaca berserakan di lantai "bagaimana dengan tuan kim apa dia baik baik saja? " fikir eun "bruag! " salah satu bodyguard kim jatuh dan tewas di depan eun "tuan kim aku harus apa? " kata eun "uh! " leo menjatuhkan pistol nya ketika tangan nya terluka "sial kau anjing! " leo mengambil pistol yang ada tubuh teman nya yang sudah tewas di dekat nya "buag!" faresta terjatuh dari atas meja "mati kau!! " kata zeyi "jangan harap! demi nenek moyang!! " faresta menendang zeyi dengan sekuat tenaga membuat tubuh yezi terpental dan senjata nya terjatuh "hahaa kau rasakan tendangan si faresta dari timur" faresta mengambil senjata milik zeyi "duak! " zeyi menendang faresta "duaak.. buag!! " tubuh zeyi langsung berlumuran darah ketika leo datang membawa tongkat besi dan langsung menyerang nya "mantap " kata faresta
"ohok"
zeyi memuntahkan darah " kau rasakan tendangan nenek moyang ku"faresta berlari dan langsung menendang zeyi "bruuag" tubuh yezi melewati pembatas besi dan langsung jatuh dari lantai dua, tubuh nya mendarat keras di lantai "akh! " ali kesakitan di cekik kim "kenapa kau menyerang ku!! " seru kim "karena kau musuh kami" ujar ali "CUKUP!! " seketika semua nya langsung berhenti dan menatap ke arah kim "BERHENTI ATAU AKU BUNUH DIA! " kim terlihat marah "pulang lah aku tidak ingin melukai anak buah teman ku dan katakan pada tuan Arthur aku dan dia bukan musuh" kata kim sambil melepaskan ali "ayo teman teman" kata fio
"tidak semudah itu" ali langsung melepaskan tembakan ke arah kim "jrass"darah mengalir dengan deras, kepala ali jatuh ke lantai
liam langsung menatap ke arah kim " tuan anda tidak papa? "tanya faresta " kau membunuh nya? "kim menatap liam " mereka benar benar berniat membunuh mu tuan kim, dan itu artinya tuan Arthur benar benar menganggap kita musuh "kata leo " mereka sudah pergi "kata mattew " eun"kim melempar senjata nya dan langsung berlari melihat eun "tuan kim" eun menatap kim dan langsung memeluk nya "kau berdarah" air mata eun menetes "aku tidak papa" kata kim sambil mengusap air mata eun dan memeluk eun dengan erat seolah olah eun akan pergi jauh dari nya.
__ADS_1