
Semua orang menatap ke arah mobil mewah yang datang, seorang pria keluar dari mobil dengan di iringi dengan banyak bodyguard nya lalu dia masuk ke dalam perusahaan green park .
"tuan kim " deon mengetuk pintu "tuan ryu sudah datang" kata deon "yeay akhirnya" kata arrayan namun dia langsung diam melihat wajah kim tidak menunjukkan ekspresi apapun "ayo kim, kita temui dia" ajak arrayan namun baru saja arrayan mau berdiri, pintu sudah terbuka terlihat ryu dengan bodyguard nya sudah berdiri di depan pintu "ayo" kim berdiri dan berjalan ke ruangan rapat.
"di sini akan sangat aman"
"dia tidak akan menemukan nya"
"sekarang tinggal rencana selanjutnya"
"dia bergerak"
"siap siap"
eun mengedip ngedip kan matanya, kepala nya masih tertutup oleh kain hitam "hmmp.. hmmhp"eun merasakan tangan nya terikat di kursi.
" hmm.. hmmph.. "eun terus bergerak " tenang lah"eun terkejut mendengar suara nhai "kak ai" kata eun dalam hati "aku akan buka penutup mulut nya, agar dia bisa bernafas dengan leluasa" kata nhai "huff" eun menarik nafas panjang "siapa kau? lepaskan aku!! lepaskan!!! tolong!!! tolong aku!!! tolong!! lepaskan aku!! lepaskan!!! dasar pengecut!! lepaskan aku!! lepaskan!! " seru eun "lepaskan aku tolong.. aku tidak ada masalah dengan mu" kata eun "aku tidak melakukan kesalahan lepaskan aku!! lepaskan!! " eun terus berusaha memberontak "panggil kim mu kami akan menelpon nya" kata ken "tuan kim!! tuan kim!! tolong aku!! " ken tersenyum "tenang lah eun" kata nhai "kak ai.. kak ai itu kau? " tanya eun "iya" nhai menarik penutup kepala eun .
__ADS_1
"Hai gadis reporter" sapa ken sambil memasukan sesuatu ke dalam tas nya "kau jaga dia nhai, tugas mu cuma itu sampai kami kembali" kata ken "siap" kata nhai "hei bandar narkoba! berani sekali kau menculik ku! " kata eun "kenapa? apa kau fikir aku takut dengan mu? " ken mendekati eun "ken" kata nhai "ayo ken" kata xan "******" ken berbalik dan pergi, eun langsung menatap nhai "kenapa kau bergabung dengan orang jahat kak ai? " tanya eun dengan marah.
"seharusnya aku yang bertanya pada mu"
"aku tidak pernah bergabung dengan orang jahat" "dengan kim"
"tuan kim bukan orang jahat!! dia tidak seperti mu!!"
"benarkah? kau saja baru mengenalnya" "lepaskan aku kak ai!!"
"aku akan melepaskan mu setelah kim tewas di tangan tuan milthon" kata nhai dengan tenang karena tidak lama lagi eun akan menjadi milik nya.
"akhirnya nya ... walaupun gak semua nya bisa di selamat setidaknya setengah nya bisa tertolong" kata carl "akhirnya.. " kata yang lain dengan lega
"kita makan dulu yuk"
"ayo ayo"
__ADS_1
"tidak bisa aku harus jemput pacar ku, ya kan eun?" carl melihat sekitar nya "kemana eun? " tanya yang lain "iya dimana dia? " tanya yang lain "gawat kemana anak itu" carl mengambil ponsel nya terlihat ada pesan yang belum dia baca
"carl aku pulang duluan maaf gak bilang pada mu Karena tuan kim sudah menjemput ku ".
asisten ryu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas " aku tidak bisa mencegah kemauan mu da--"ryu menatap kim "deon matikan telpon ku" kata kim "baik tuan" kata deon "lanjut kan" kata kim "ak--" baru saja mau bicara, ponsel kim kembali berbunyi "sial kau dengar tidak! " bentak kim "maaf tuan" kata deon dengan ketakutan "angkat saja" kata arrayan "tidak" ujar kim , dia ingin segera lepas dari ryu dan hidup dengan Eun secepatnya "mungkin penting kim" kata arrayan "tuan, hum.. eun menelpon" kata deon "astaga!! " kim terlihat marah. dia langsung menarik deon dan mengambil ponsel nya dengan kasar
"halo! "
"halo kim" kim langsung melihat layar ponsel nya, nomor yang tidak di kenal "tuan kim aku hanya ingin bermain dengan mu" kata xan "siapa kim? " tanya arrayan "tuan kim!! tuan kim!! " kim langsung tekejut mendengar suara eun "HEI!! SIAPA KAU! BERANI SEKALI KAU MENYENTUH EUN!! " kata kim "datang lah kemari kalau kau mau eun selamat " kata xan "katakan dimana lokasi nya" kata kim sambil berdiri dan pergi "kim! " kata arrayan "kim kita belum selesai" kata ryu.
arrayan menatap kim pergi sendirian dengan mobil nya, "sial!! sekarang akhirnya aku tau kalau kim benar-benar mencintai eun. aku harus mengejar kim" kata arrayan "aku ikut" kata ryu "baik tidak masalah ayo" kata arrayan sambil membuka pintu mobil nya.
di dalam sebuah gedung, milthon tersenyum senang "aku suka ini! dia akan mati di sini. kalian urus sisa nya aku akan menikmati nya dari rumah" kata milthon "baik tuan" kata xan "aku akan pergi" kata milthon "mari tuan" kata rack.
ken perlahan tersenyum "semua bom sudah terpasang di semua tempat dan begitu kim datang semua nya akan aktif" kata ken dengan senang, "dia datang" wara melihat mobil kin berhenti di dengan gedung "bagus sekali" kata clark "tap tap tap" kim datang sendirian "dimana eun? " tanya kim "ada di dalam ruangan itu kami sedang menahan nya" kata mark "lepaskan!! lepaskan!! " terdengar suara eun dari dalam ruangan itu "eun!! " kata kim "tuan kim!! tolong!! " seru eun "berani sekali kalian" kata kim "kau tidak bisa masuk kecuali kau menyerahkan benda berharga mu" kata ken.
kim melepaskan jam tangan nya lalu cincin nya "aku cuma bawa itu, tidak bawa yang lain tapi mobil ku ada di luar kalian bisa ambil " kata kim "biarkan dia melihat eun" kata xan "masuk" kata rack "tapi tidak semudah itu" devan mengacungkan senjata nya "dia sudah rindu pada pacar nya" wara meledek kim "baik" kim mengeluarkan dua pistol dari balik jas nya "dorr dorr dorr dorr dorr" kim melepaskan tembakan begitu juga dengan devan "MILTHON KELUAR KAU!! " seru kim sambil menatap sekitar nya, semua anak buah milthon terkapar di lantai. kim langsung masuk ke dalam ruangan yang ada di depan nya "eun!! " kim terdiam karena di sekeliling nya bukan eun! melainkan peledak dalam jumlah yang banyak "kunci" kata ken "hahaha.. aku hampir kena tembakkan nya" kata mark "aktif kan semua nya ayo kabur" kata xan "hahaha.. bye bye tuan kim" kata devan sambil lari dengan cepat .
__ADS_1
"siap! " kata arrayan "semua nya beres kita akan mengambil al-- awas" ken menunduk "DORR DORR DORR DORR DORR" ratusan peluru menyerbu mereka "sial"devan menghindar " devan"clark kelihatan nya terluka parah "ayo" devan menarik clark "aku bantu" kata rack "dorr dorr dorr dorr dorr dorr" anak buah ryu masih menghujani mereka dengan ribuan peluru. "aku di jebak" kata kim sambil melihat angka yang melekat di bom itu "lima menit lagi, tapi aku mendengar suara pistol" kata kim "yeeeah.. aku suka membunuh orang" kata calvin sambil tertawa dan melepaskan tembakan nya tanpa henti "pacar ku akan mencekik ku kalau dia tau aku membunuh orang lagi" kata arrayan "ayo masuk" kata dario "Hai ken" kata bxivan "ohok... ohok" ken terlihat sedang sekarat dan tubuh nya kejang kejang "dimana kim? " tanya arrayan pada xan yang sedang kesakitan "aku.. tidak akan memberitahu kalian" kata xan "mati saja kalau begitu" arrayan memukul kepala xan "kim!! kim!! " kata arrayan "ARRAYAN!! " kata kim "dia di dalam sini" kata calvin "cepat buka pintu nya" kata ryu "awas di sekitar gedung ini ada bom! " kata kim "kau memang bodoh" kata arrayan sambil melihat pintu di depan nya "mereka menjebak ku dengan rekaman suara eun" kata kim "pip.. pip.. pip.. " waktu tersisa satu menit "kenapa lama sekali" arrayan melihat anggota mereka sedang berusaha membuka pintu agar kim bisa keluar dari sana "sabar" kata dario "crekk" pintu akhirnya terbuka "ayo lari!!! " kata kim "lari? " arrayan kebingungan membuat kim langsung menarik nya "CEPAT SEMUA NYA LARI!! " seru kim sambil menarik ryu juga "pip.. pip.. pip.. " waktu habis seketika ledakan besar pun terjadi dan menghempaskan tubuh kim serta yang lainnya.