
suara Eun terdengar dari dalam kamar mandi "forever wi--? " Eun terdiam ketika melihat dinding di samping nya "aku bisa melihat tuan kim dari sini, dan dia kelihatan nya sedang melihat ke arah ku" Eun memasukan kakinya ke dalam bath up.
tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka Eun langsung keluar dengan jubah mandi nya namun kim tidak ada di dalam kamar, dinding yang terhubung juga tidak bisa melihat ke arah kamar mandi "mikir apa sih aku? lebih baik aku pakai pakaian" kata Eun
"ouh sial!! " Eun jongkok ketika pintu kamar terbuka "tuan kim kenapa tidak ketuk pintu dulu! aku belum selesai" Eun panik "astaga" kim duduk di sofa "kau menyebalkan " Eun membuka lemari "seperti nya ada sesuatu di dekat leher mu" kata kim "huh? " Eun meletakkan pakaian nya lalu meraba leher nya "kemari lah" kata kim. Eun langsung mendekat "kenapa kau belum berangkat? " tanya Eun, kim menarik Eun untuk duduk di pangkuan nya "tuan kim? " kata Eun "hari ini aku memiliki banyak waktu luang, kau ingin ke suatu tempat? " tanya kim sambil melingkar kan kedua tangan nya ke pinggang Eun yang ramping. "awas aku mau pakai pakaian ku"
"kenapa kau masih malu memakai pakaian mu di depan ku? "
"aku tidak suka saja"
"kau belum nyaman dengan ku? "
__ADS_1
"hum.. kau bicara apa? biarkan aku memakai pakaian ku dulu, seperti ini tidak nyaman"
"kau tidak ingin kesuatu tempat, selagi aku punya banyak waktu"
"aku hum.. tidak tau"
"kau pernah ke mitzlee flower? "
"katakan"
"uh? " Eun menatap kim "apa ini? aku merasakan sesuatu yang keras di bawah ku? " kata Eun dalam hati, kim juga menatap nya "kenapa dia diam saja? " tanya kim dalam hati "ada apa? " tanya kim "apa kau tidak merasakan sesuatu? " tanya Eun. kim perlahan tersenyum "memang nya kau merasakan apa? " kim balik bertanya "seperti nya ada sesuatu, biarkan aku berdiri dulu" kata Eun .namun kim tidak melepaskan nya "kenapa kau masih begitu polos? ku fikir kau akan paham " kata kim sambil menatap mata Eun.
__ADS_1
"katakan sesuatu pada ku"
"itu adalah aset ku" kata kim sambil mencium leher Eun "tubuh mu begitu wangi" kata kim "sial aku paham! " kata Eun sambil berusaha untuk pergi namun kim menahan nya "ayolah ku mohon" suara kim terdengar semakin berat, "nanti saja" kata Eun "Eun... " kata kim lirih "aku baru selesai mandi" kata Eun "aset ku sudah ingin berkerja" bisik kim. tanpa basa basi kim langsung mengangkat tubuh Eun dan melepaskan tali di pinggang nya "aku bisa terjatuh" kata Eun sambil menahan tanggan kim "sekarang, tidak" kim kembali duduk "tidak ke sana" Eun menatap ranjang nya, kim tersenyum dan langsung menarik leher Eun .
seketika Eun merasakan seperti ada aliran listrik di tubuhnya ketika kim menekan pinggang nya "aku tidak bisa tuan kim" kata Eun sambil memegang bahu kim "diam dan biarkan aku yang berkerja" selesai bicara kim langsung kembali menarik leher Eun dan mencium bibir nya "augg" kim menatap wajah Eun yang meringis seperti orang kesakitan, kim melepaskan leher Eun lalu menatap wajah nya "buka kemeja ku" kata kim "aku? " kata Eun. dengan tersenyum kim mengangguk, dan dengan ragu ragu Eun mulai membuka kancing kemeja putih kim "uh.. jangan bergerak dulu" pinta Eun "kenapa? " tanya kim "sakit tuan kim" kata Eun "plak" Eun menatap kim yang tersenyum "sangat elastis" kata kim "mesum" kata Eun sambil menarik kemeja kim "siapkan dirimu untuk menahan gerakan ku" bisik kim.
semua pelayan berdiri di ruang makan menunggu kim dan Eun yang tidak kunjung datang "kenapa tuan kim lama sekali? " fikir rei "kalian sudah memberitahu nya kan? " tanya Justin "sudah, mungkin ada sesuatu yang terjadi antara tuan kim dan nona Eun" kata leo.
deritan sofa terdengar semakin keras, Eun meremas sofa dengan sangat kuat "tuan kim.. tuan kim.. " kata Eun namun kim terus membuat hentakan tanpa mendengar kan panggilan dari Eun "ah.. tuan kim.. ku mohon" kim berhenti dan mengusap rambut Eun "aku haus" kata Eun. kim mengulurkan tangan nya mengambil segelas minuman yang ada di meja dan memeberikan nya ke Eun, "sudah? " tanya kim "hum" Eun mengangguk "kau belum lelah? " tanya Eun "aku tidak pernah merasa lelah ayo kita lanjut kan" kim langsung mencium wajah Eun.
carl melihat sofa di sebelah nya seperti nya yang dia cari tidak ada "kemana Eun? " tanya carl "sayang" REI datang membawa Camilan "kau tidak lihat Eun? " tanya carl "nona Eun dan tuan kim belum turun dari tadi" kata rei "ini aneh" kata carl.
__ADS_1
semua pelayan menatap kim dan Eun yang berjalan menuruni tangga "pagi nona Eun pagi tuan kim" kim mengangguk "pagi semua nya" kata Eun "leo siapkan mobil aku ingin mengunjungi mitzlee flower" kata kim "baik tuan" kata leo "kau sungguhan mau mengajak ku pergi? " tanya Eun "apa aku terlihat bercanda? " kim balik bertanya "sulit membeda kan raut wajah mu, sungguh mengerikan" kata Eun sambil mengambil sendok nya "kau bilang apa? " tanya kim "aku suka jalan jalan" kata Eun sambil tersenyum.