
Semua orang keluar dari rumah nya ketika melihat banyak mobil yang berjajar dan beberapa orang berjas hitam berjalan di sisi mobil sambil membawa box kaca berisi perhiasan, kue, dan lainya. hari apa ini? itu lah yang di fikir kan semua orang, karena ini tidak seperti biasanya bahkan kedatangan seorang pejabat tidak akan seperti ini! mobil yang seperti nya tidak ada habis nya itu membentuk barisan seperti kereta api.
"mobil itu berhenti di rumah rudy!"
"ada acara apa sih? "
"jangan jangan presiden datang! "
"mustahil, memang nya siapa rudy ? sampai ada presiden mau ke rumah nya? "
pintu mobil terbuka azka langsung membentang sebuah karpet merah dengan taburan bunga "sayang besok kalau kau melamar ku, harus lebih dari ini ya" bisik ade "glek" arrayan menelan liur nya "kim sialan! " batin arrayan "kok kau diam? jangan jangan kau gak ada niat melamar ku" ade cemberut "tenang sayang, aku akan langsung melamar mu setelah kim menikah" kata arrayan. rudy keluar dari rumah nya, kim keluar dari mobil bersama dengan eun "ayo nona" pelayan membawa eun pergi duluan .
"siapa itu? "
"kaya nya orang penting"
"tapi itu ada eun! "
__ADS_1
"mungkin sugar dady nya eun! anak itu kan jarang terlihat"
"hush! gak boleh ngomong sembarangan"
"ini lamaran gak sih? lihat itu orang orang berjas itu, mereka membawa semacam seserahan"
"wah.. iya juga ya"
kim melangkah dengan tenang dengan di iringi seluruh pengawal dan teman teman nya "selamat datang kim, maaf bila penyambutan nya kurang berkenan di hati mu" kata sisy "aku harus bicara apa ? " batin kim "kok malah diam si kim" kata juneval "tidak mengapa ma, apapun yang kalian lakukan aku akan sangat senang menerima nya" kata kim dengan lembut "mual aku" arrayan menahan tawa nya , dia tidak pernah melihat kim selembut ini dalam bicara.
mata rudy langsung tertuju pada Arthur dan juneval serta ryu perlahan sudut bibir nya bergerak membentuk sebuah senyuman khas nya "jadi ini bentuk kan gengster yang terkenal itu" batin arrayan "dia kan! ketua langit gelap! " kata arthur dalam hati "kok bisa putri ku mendapatkan calon suami mafia seperti ini" kata rudi dalam hati. percakapan pun mulai terjadi kim mulai mengatakan maksud kedatangan pada rudy "huff!" arrayan menutup mulut nya "jangan ketawa ini lagi serius" bisik ade "kau tau, lihat jari kim! dia sedang gugup " bisik arrayan "dari mana kau tau? dia saja kelihatan tenang dan santai" ade menatap arrayan "kim kalau gugup dia akan mengetuk jempol nya dengan jari telunjuk nya, coba perhatian tangan kanan nya tuh" bisik arrayan "kau bisa meledek nya, besok kau yang akan di ledek oleh nya" kata ade "aku yang deg deg kan padahal tuan kim yang bicara" kata yuda "ini pertama kalinya aku melihat kim gugup" kata ryu "silahkan nona" semua orang menatap eun datang dengan dress yang terlihat begitu elegan "glek" kim menelan liur nya ketika melihat eun duduk di hadapan nya "ayo kim! sekarang sampai kan pada eun! " kata juneval "jangan terlalu bersemangat" sahut arthur.
bibir kim terlihat mulai bergerak namun tidak ada suara yang terdengar dari nya, eun tersenyum melihat itu "katakan lah keinginan mu itu kim" kata rudy dengan datar "eun" kim menatap eun "eah.. eun gemetaran" bisik xie "seketika hening" kata arrayan "aku lupa " batin kim "ya elah kim.. lama banget kan udah aku kasih teks nya kemarin" kata arrayan "aku tidak tau apa yang ingin aku katakan" kata kim "astaga" arrayan memeluk ade "tapi satu hal yang aku tau.kau satu satunya orang yang dapat mengubah jalan ku, mengubah hidup ku " kata kim "beda dialog nih" kata arrayan "cinta yang tanpa sengaja ini membuat hidup ku jauh lebih baik mengubah kehidupan ku yang gelap menjadi bercahaya" arrayan tersenyum "ini baru benar, akhirnya ingat juga dia" kata arrayan "aku lupa lagi" batin kim.
"eun, di depan semua nya aku menyerah kan hidup dan matiku untuk mu. tidak ada yang bisa ku katakan untuk menceritakan tentang mu karena semua yang indah ada di dalam dirimu, dengan cinta ku dan juga hidup ku ini. aku meminta mu dengan tanpa paksaan mau kah kau hidup bersama ku hingga akhir" kim berlutut di depan eun sontak yang lain langsung berteriak histeris "bagaimana eun? " tanya rudy "dia pasti menerima nya kan? " vivian menatap yuda "jangan khawatir" kata yuda "aku mau terbang rasa nya" kata xie "aku bersedia hidup bersama mu sampai akhir" kata eun dengan yakin "meledak!! dia menerima nya" yuda memeluk petir "lihat mereka saling bertukar cincin" kata vivian "jangan pernah katakan pada ku bahwa kau mencintai orang lain selain diri ku" kata kim "mengapa? " mata eun berkaca kaca "karena sudah pasti aku akan mati tanpa cinta mu" kata kim sambil memeluk eun "dia memeluk putri ku" kata rudy "dia kan calon suami nya" sisy mengusap tangan suami nya "aku sangat senang" carl memeluk rei dengan sangat erat "menagis lah sepuas mu, karena setelah hidup dengan ku kau akan merindukan tangisan mu.sungguh aku tidak akan membiarkan mu menangis atau merasa sakit lagi" kata kim "tetap lah bersama ku sampai kapan pun, jangan sembunyikan apapun dari ku" kata eun "apapun yang kau ingin kan kau harus mengatakannya dan aku akan memberikan nya" kim melepaskan peluk kan nya "ehem!! " rudy langsung berdehem ketika kim hendak mencium eun "hahaha.. " beberapa orang langsung tertawa melihat itu semua.
suara gelas beradu terdengar di mana mana "tuan rudy akhirnya aku bisa menatap mu secara langsung" kata juneval "memang nya apa yang istimewa" ucap rudy dengan senyuman dingin nya "selamat untuk anak mu" kata arrayan sambil mengangkat gelas nya "bersulang!! ".
__ADS_1
" byurr!! "kim membasuh wajahnya dengan air " huff"kim menatap diri nya di cermin "hei! " eun tiba-tiba muncul "kenapa kau ke kamar mandi? " tanya kim "memastikan diri mu aman" eun tersenyum "hei nona" kim melingkar kan tangan nya "kau itu istri ku bukan bodyguard ku" kata kim "apa jantung mu aman? dan dari mana kau belajar kalimat kalimat lembut seperti itu? " eun menatap dirinya di depan cermin "kau tau.. sebenarnya aku sedikit berkeringat" kata kim "kau fikir aku tidak tau" kim menautkan alis nya "aku sangat mengenal mu, dan hari ini pertama kali nya aku melihat kau tidak tenang seperti biasa" eun berbalik menatap kim "kau gugup kan? " tanya eun "ya, dan ada satu rahasia yang harus kau ketahui" kata kim "apa? " kata eun "sebenarnya arrayan memberi ku selembar kertas yang berisi teks kata kata romantis , aku mencoba mengingat nya tapi saat di depan mu semua teks yang aku ingat hilang semua. yang ada di ingatan ku cuma dirimu" kata kim "oh. jadi kau punya contekan" kata eun sambil tertawa "kau mentertawakan ku? " kim langsung memasang wajah datar "jangan marah.. kau tau papa ku juga pasti gugup sama seperti dirimu " kim langsung mencium eun "papa mu begitu kejam, dia tidak membiarkan aku mencium mu tadi" kata kim "kau juga tidak tau malu, kau mau mencium ku di depan banyak orang, sekarang kau sudah selesai? yuk kita menemui yang lain" ajak eun "ayo".
mata eun langsung terbelalak rumah nya penuh dengan box seserahan dari kim, eun langsung menoleh ke arah kim yang sedang duduk dengan teman teman nya. eun langsung keluar rumah " azka! "azka langsung menghampiri eun " semua nya sudah makan? mereka yang di luar gerbang sudah makan? "tanya eun " sudah nona"kata azka "pastikan semua nya mendapatkan makanan dan minuman" kata eun "siap nona" azka pergi "Hai kawan ku" xie memeluk eun "kau sudah makan? " eun menatap xie "sudah, bagaimana tadi? grogi? " eun tertawa "kau pasti tau aku bagaimana, gak grogi lagi tapi roh ku mau melayang sedikit. kau tau dia tidak pernah mengatakan kalimat seperti itu pada ku" kata eun "hei kalian kenapa di sini, ayo minum" kata carl "ayo ayo" kata eun sambil berjalan ke arah teman teman nya "ayo bersulang!!! " seru xie "kau terlalu bersemangat" kata vivian "kita harus bersemangat!! ayo ayo angkat gelas kalian!! kita bersulang" kata xie "tunggu" petir menukar minuman eun dengan sebuah segelas jus "oke oke ayo bersulang!!! " kata petir "ah.. aku juga mau minum alkohol" ucap eun "kau masih terlalu muda kawan! ayo minum dulu angkat dan berteriak!! bersulang!! " seru xie "BERSULANG!! " kim melirik ke arah eun yang sedang bersama teman-teman nya "jangan lihat terus, dia tidak akan hilang" kata arrayan "ku saran kan hati hati dalam merawat nya" kata arthur "kalau tidak kau akan hilang dari dunia hahaha" juneval tertawa "kim mati kan bukan masalah besar" sahut arrayan "kau! " kim menyipitkan mata nya "dia tidak akan mati jika hati hati" kata rudy "ouh.. calon mertua yang sangat ramah" kata arrayan "aku akan membunuh mu nanti" kata kim "sudah sudah kalian berdua ini" kata juneval "ayo bersulang lagi!! " kata arthur sambil mengangkat gelas nya.
"jadi kapan tanggal pernikahan nya? "
"sudah di tentukan belum bu"
"eun cantik ya "
"beruntung sekali eun dapat calon suami yang seperti ini"
"aku fikir tadi pejabat"
sisy tersenyum mendengar ocehan tetangga nya "pernikahan akan segera di laksanakan secepatnya" kata sisy "kerja apa calon suami nya eun? " sisy menatap kim "cuma bisnis biasa" kata sisy "selamat ya semoga pernikahan besok lancar" semua langsung mengamin kan perkataan baik itu.
semua nya terlihat senang dan menikmati acara lamaran itu, di tengah obrolan dengan teman teman nya eun menoleh ke arah kim dan begitu sebalik nya membuat eun senyum senyum sendiri. ini merupakan kebahagiaan dalam hidup nya yang tidak akan pernah dia lupa kan "eun! eah.. senyum senyum mulu, dengar eun kau harus mengundang si brengsek itu" kata xie "siapa? " tanya vivian "siapa yang kau maksud? " tanya eun "mantan lu! goblok amat, undang si nhai biar panas cetar membara seperti kata syahrini seperti itu! biar tau dia seperti itu rasa sakit" kata xie "benar juga ya" sahut carl "anjir! gue geram banget sama nhai " kata petir "tapi dia sudah lama tidak terlihat , dimana dia tinggal aku tidak tau. bagaimana mengundang nya? " tanya eun "tanya zela lah" kata vivian "iya juga, dan aku mau mengundang kak mile " kata eun "buset! ingat dia" kata yuda "fikir kan baju couple guys, kita harus kompak saat pernikahan eun" kata xie "pakai jas hujan " kata ade "gigi mu bengkak de! seenaknya kalau ngomong" kata xie "pernikahan nya kapan? " tanya po "aku tidak tau juga" kata eun "kita tentu kan warna baju kita, kita harus sama guys awas kalau beda" kata xie "si super ngatur" kata petir "hahah.. santai saja dulu nikmati acaranya, karena nanti malam akan ada pesta bbq kata tuan kim" kata eun "wah enak tuh ayo ayo kita bersulang dulu" xie terlihat begitu bersemangat, membuat teman teman nya hanya menggelengkan kepala sambil sesekali mengusap wajah karena lelah dengan tingkah xie yang begitu humoris dan energik.
__ADS_1