gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
makanan dari kim


__ADS_3

"Tap tap tap tap" eun berjalan dengan cepat "hai eun" eun menatap wanita yang ada di dekat nya "Hai kak ade" kata eun "baru pulang" kata ade "iya kak" kata eun "oh ya aku baru beli camilan kakak mau? " tanya eun "hu... m.. Aku tau pasti di beli in sama pria itu ya? " kata ade "pria? "kata eun " iya yang tadi datang ke kantor kalau gak salah nama nya tuan kim"kata ade "iya dia juga membelikan untuk rekan kerja yang lainnya" kata eun "kau terlihat akrab dengan nya jangan jangan" kata ade "uh... Jangan berfikir aneh aneh aku dan tuan kim pernah tak sengaja bertemu di sebuah tempat saat aku sedang bertugas jadi kami pernah bertemu itu saja oh ya sampai nanti lift nya sudah terbuka" kata eun "iya aku juga keluar, kalau ada apa apa telpon aku kamar ku di nomor 314" kata ade"siap kak oh camilan nya gak mau? "Tanya eun " tidak aku sedang diet"kata ade.


Eun meletakkan barang barang nya "ya ampun aku belum mandi nih" ucap eun sambil menggantung kan tas nya dan membuka sepatu nya "mandi mandi" eun pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Di rumah vivian..


"Ccsss" vivian sedang memasak di dapur "kenapa eun tidak mengangkat telpon ku? " ucap vivian dia kembali teringat kim datang ke kantor "humm.. Tuan kim itu kaya nya baik tapi muka nya aja kaya papan datar kan gak enak di lihat apalagi eun kan orang nya ceria" kata vivian "haduuh.. Mimpi apa sih aku kok malah bayangin mereka pacaran haduuh.. Ngeri banget " kata vivian sambil mematikan kompor.

__ADS_1


"Gluk gluk gluk gluk" kim meletakkan gelas nya kembali "dia sudah mengangkat telpon nya? " tanya kim "belum tuan" kata justin "berikan telpon nya pada ku" kata kim "tuan deon mengirim pesan untuk mengingat kan beberapa hari lagi anda akan berangkat ke luar negri untuk bisnis" kata leo "iya pergilah kalian" kata kim para bodyguard nya langsung pergi menjauh "kenapa kau keras kepala sekali" kata kim.


Kim menghela nafas dia terlihat kesal "ada apa lagi? " kim tersenyum ketika eun mengangkat telpon nya "kau sedang apa? " tanya kim "kau menelpon ku cuma mau tanya itu saja? " tanya eun "kau mau aku datang menemui mu? " tanya kim "tidak lah! Jangan mengada ngada! Dasar brengsek" kata eun "kau sedang apa? " tanya kim "sedang membereskan barang barang ku kau mau bantu? " ujar eun "kalau begitu aku akan datang" kata kim "eh.. Tidak perlu" kata eun "kau sudah makan? " tanya kim "pertanyaan tidak penting" kata eun "aku baru saja mengirim makanan ke rumah teman mu tempat mu menginap" kata kim "apa? Kenapa kau--" eun terdiam "kau masih belum kembali ke apartemen mu kan? " kata kim "hum.. I. Iya" kata eun.

__ADS_1


"Paket.. Paket.. " vivian berlari ke arah pintu "aku tidak pesan apapun" kata vivian "ini untuk nona eun silakan tanda tangan" kata kurir "dari siapa? " tanya vivian "tuan kim" kata kurir itu lalu pergi "apa? " vivian membawa tas dari Kurir itu masuk ke dalam rumah.


Eun memasukan roti ke pemanggang "apa kau bilang? " tanya eun "aku mau makan bersama mu " kata kim "kita sudah pernah makan bersama tuan kim" kata eun "aku akan pergi ke luar negri beberapa hari untuk urusan bisnis" kata kim "lalu? Kenapa kau mengatakan hal itu pada ku? " kata eun "aku cuma ingin memberitahu mu" kata kim "lagian aku tidak akan mencari mu kau tau itu! " kata eun "jadi aku mau kita makan berdua sebelum aku pergi" kata kim "astaga kau ini sangat sangat apa ya nama nya sangat ah lupa!! Bodoamat intinya aku tidak mau" kata eun "aku akan menjemput mu di tempat kerja" kata kim "apa?? Aku kan sudah bilang jangan datang ke tempat kerja ku" kata eun "aku akan merindukan mu " kata kim "aku tidak" kata eun "jadi bagaimana dengan makan berdua nya? " kata kim "haduuh.. Kalau dia ke kantor apa kata orang? Tadi aja orang udah berfikir aneh aneh tapi aku belum eh .. Dia kan mau pergi" fikir eun "oke kita akan makan dimana? " tanya eun "aku akan cari tempat yang indah" kata kim "ya ya baik lah tapi jangan jemput aku ke tempat kerja aku akan--" kata eun "menjemput mu di rumah teman mu? " tanya kim "hum.. Tidak tidak aku akan menunggu mu di cafe nanti aku serlok aja" kata eun "baik lah" kata kim "ada lagi yang ingin kau bicara kan aku mau menelpon teman ku? " tanya eun "siapa? " tanya kim "teman ku! " kata eun "siapa? " kata kim "viv-- Carl" kata eun "hampir aja salah" fikir eun "pria itu? " tanya kim "iya lah" eun memotong sosis dan meletakkan ke atas roti "kau mau bicara apa? " tanya kim "kenapa kau selalu ingin tau? " kata eun "baiklah aku akan diam telpon dia" kata kim "aku akan matikan telpon nya kau tidak ingin bicara lagi kan? " tanya eun "hum.. Kau tidak ingin mengatakan sesuatu? " tanya kim "tidak" kata eun "hum.. Selamat malam eun" kata kim "semoga mimpi indah jangan tidur larut malam" kata kim "hm" eun mematikan telponnya "halo vivian" ucap eun "haduuhh eun kenapa baru di angkat sih" kata vivian "tuan kim tadi menelpon ku jadi aku tidak bisa mengangkat telpon mu, tuan kim bilang dia mengantarkan makanan" kata eun "haaah.. Kau memilih mengangkat telpon nya dari aku! Kau ini menyebalkan tapi iya nih, ada makanan yang baru di antar kurir " kata vivian "kau makan saja aku sudah makan nih" kata eun "apa kata mu?? Aku juga sudah masak dan baru selesai makan! Lambung ku gak akan muat lagi" kata vivian "ya udah simpan buat besok " kata eun "kau benar juga kelihatan nya makanan nya enak enak semua" kata vivian "haha ya simpan besok panasin kan gampang" kata eun "jadi apa lagi yang di katakan tuan kim itu kelihatan nya dia bener bener mengejar mu" kata vivian "dan kau belum menjelaskan kejadian di kantor" kata vivian "di kantor aku tidak tau kalau tuan kim ada di sana tuan Eliezer memanggilku tiba-tiba dan saat aku datang ternyata tuan kim ada di sana bersama tuan Eliezer lalu tuan kim beralasan kalau dia butuh seorang reporter dan yah.. Tuan Eliezer menyuruh ku menemani tuan kim dan tuan kim mengajak ku pergi membeli camilan itu yang aku bagikan jika aku tidak pergi ikut dengan nya dia akan tetap di sana tidak akan pergi. Lalu malam ini barusan dia menelpon mengatakan dia mengantar makanan untuk ku dan juga mengira aku masih tinggal di rumah mu. Dia juga akan pergi dinas jauh selama beberapa hari atau minggu mungkin jadi dia mengajak ku makan sebelum dia pergi jauh dan aku setuju karena selama beberapa minggu dia tidak akan mengganggu ku!! " kata eun "kau yakin? " kata vivian "tentu saja" kata eun "haah baik lah" kata vivian "tadi dia juga mengatakan selamat malam pada ku aneh kan? Padahal kami belum saling mengenal" kata eun "ya ampun apa dia benar-benar menyukai mu? Kau tau dia sampai repot repot datang ke kantor, datang ke apartemen, datang ke rumah ku, dan kau kemana aja dia selalu datang apa jangan jangan dia benar-benar jatuh cinta pada mu" kata vivian "tidak mungkin pria kan memang begitu awalnya pura pura mengejar setelah nya pura pura tidak kenal" kata eun "ya udah deh aku mau lanjut beres beres kau tidur lah" kata vivian "kau juga bye bye" vivian mematikan telpon menghela nafas panjang "aku juga gak terlalu yakin tapi melihat tuan kim yang seakan akan bener bener menginginkan eun membuat ku sedikit ragu ahh.. Kok aku yang bingung yang penting eun baik baik saja dan berhasil melupakan tuan nhai" kata vivian.

__ADS_1


__ADS_2