
Kim menatap delapan pria yang ada di depan nya "siapa yang menyuruh kalian? " tanya arrayan "ayo jawab!! " kata arrayan "dorr!! " satu pria tewas "aku tidak suka menunggu" kata Kim "kami tidak akan buka mulut!! "
"Benar kau fikir kami takut!! "
"Kami tidak takut"
"Dan kami tidak akan mengatakan pelakunya!! "
"Dasar brengsek!! " kata arrayan, Kim berdiri melihat isi senjata nya lalu menatap pria di depan nya "dorr dorr dorr dorr" empat pria ambruk sekarang tersisa tiga pria "tidak mau bicara berarti mati" kata Kim datar "Kim jangan bunuh mereka dulu" kata arrayan "kita harus tau pelakunya" kata arrayan "leo" kata Kim leo mengangguk lalu menarik satu pria dan menghajar nya "arrayan! " kata Kim arrayan menarik satu pria Kim mendekati sisa nya "ampunnn tuan Kim" pria yang di dekati Kim ketakutan "ampuunn... Tuan nhai menyuruh ku atas perintah tuan milthon" kata nya "nhai? " kata Kim "iya tuan Kim.. Ampuuniii aku" kata pria itu "ambil mayat teman teman mu antar ke rumah nhai" kata Kim "baik baik" kata pria itu Kim menatap arrayan dan leo yang sudah menjatuhkan pria yang mereka interogasi
"Berani bermain main dengan ku" kata Kim "tapi siapa nhai? " tanya arrayan "reporter brengsek" kata Kim.
"Eun! " Eun dan carl menoleh ke arah pintu "kau kemarin mengatakan senior nhai selingkuh, kau lihat apa yang dia lakukan" kata seorang wanita "ayo kita lihat" kata carl. Eun berdiri merapikan buku nya "jujur saat itu aku sedang mabuk, aku gak sadar. Aku sangat menyesal" kata nhai "kak ai! " kata Eun "Eun" nhai tersenyum "plakkk!! " semua nya terdiam "setelah semua yang terjadi sekarang kau membuat drama baru? Apa yang kau fikir kan? " kata Eun "Eun aku bis--" nhai memejamkan mata nya ketika Eun kembali menampar nya, "Eun dengar " kata nhai "apa yang harus ku dengar dari seorang pembohong seperti mu!! " seru Eun nhai melihat sekitar nya dia langsung menarik Eun pergi "hei" carl mencoba mengejar nhai.
"Dengar kan aku.. Aku benar-benar mencintaimu"
Air mata Eun mengalir perlahan "bagaimana dengan kak zela? " kata Eun "aku cuma main main saja Eun! dia mainan saja" kata nhai Eun tersenyum sinis mendengar perkataan nhai mainan! mainan saja!! "jadi selama ini wanita adalah mainan bagimu? " Eun semakin marah "maksud ku--" kata nhai "kau benar-benar brengsek kak ai.. " kata Eun "Eun!! " carl melihat kanan kiri "kau bukan mainan Eun" kata nhai "tapi kau mempermainkan ku!!! Dan juga kak zela!! Kau tau betapa menyakitkan nya ketika dia mendengar perkataan mu tadi?" kata Eun "kita bisa bicara baik baik kita bisa mulai dari--" kata nhai "aku sudah memulai nya" kata Eun " tapi bukan dengan mu! Tapi dengan tuan Kim" kata Eun sambil berbalik seketika nhai menarik nya Eun menahan tubuh nhai yang hendak mencium nya.
"Lepas kak ai!! Lepas!! " kata Eun "buagg" carl datang memukul nhai "dasar bajingan" kata carl sambil menarik Eun ke belakang tubuh nya "berani sentuh dia kau akan berhadapan dengan ku" kata carl dengan tegas "ku saran kan jangan ikut campur" kata nhai sambil maju "leo!! " kata Eun leo datang menatap nhai lalu memukul nya "nona anda bisa pergi" kata hansen "ayo Eun" carl membawa Eun pergi "tap" hansen menodongkan senjatanya ke nhai.
Malam harinya...
Rei melambaikan tangan nya "bye nona Eun" kata rei "bye.. Carl jaga rei baik baik" kata Eun "kau jangan kawatir" kata carl, Eun tersenyum lalu masuk ke dalam rumah "kenapa masih belum pulang kan udah jam segini" kata Eun.
Arrayan menatap Kim yang terlihat sedang meledak ledak "dia mau menyentuh nya!! " kata Kim "Kim" arrayan memegang bahu Kim "anggap saja ini peringatan" kata arrayan.
__ADS_1
Zela membuka pintu dengan semangat ketika mendengar suara mobil namun, saat pintu terbuka yang dia lihat bukan nhai tetapi beberapa mayat dia langsung syok air mata nya keluar .
"Tap tap tap" Kim berhenti melangkah melihat seorang gadis tidur di sofa "pergilah" kata Kim pada bodyguard nya. lalu dia berjalan mendekati Eun "um!? " Eun membuka matanya ketika merasakan ada tangan yang menyentuh pipi nya, "tuan Kim" kata Eun Kim memperhatikan "kapan kau sampai? " Eun melihat sekeliling nya "apa yang kau lakukan di sini? " tanya Kim "aku.. " kata Eun "menunggu ku? " tanya Kim "jangan harap! Aku tadi bermain game lalu ketiduran" Eun berbohong "ayo aku antar ke kamar" kata Kim "kau masih mau pergi? " tanya Eun "aku ada kerjaan yang harus ku kerja kan di ruang kerja ku" kata Kim sambil berdiri mengulurkan tangan nya Eun memegang tangan Kim mereka berjalan ke kamar.
"Tidur lah" kata Kim "kau yakin tidak mau istirahat dulu? " kata Eun "tidak " Kim pergi meninggalkan Eun.
Nhai turun dari taxi sambil memegangi perut nya. wajah nya terlihat penuh memar "sial"nhai melihat mayat di depan rumah nya, " zela"nhai menghampiri zela yang duduk di depan pintu "zela.. Zela... Zela... Zela.. Hei" kata nhai .Zela menatap nhai "apa yang terjadi" kata Zela "ayo masuk" kata nhai.
"Nhai apa yang terjadi kenapa tubuh mu begini dan kenapa di depan rumah kita ada mayat" kata Zela "halo.. Ken tolong singkirkan mayat di depan rumah ku, orang yang kita suruh sepenuhnya tewas" kata nhai "apa? " Zela menatap nhai "kau menyuruh orang itu untuk apa? " tanya Zela "AAHHHH.. bisa diam gak sih aku tuh lagi terluka!! Ambilin minum sana" kata nhai dengan marah.
Azka menatap Kim yang terlihat sangat lelah "aku ingin mengubah semua nya sebelum terlambat " kata Kim "tapi apa anda yakin? " tanya Azka Kim mengangguk "aku tidak mau mati begitu saja, aku akan memiliki istri aku mau dia aman bersama ku" kata Kim "jika itu sudah menjadi keputusan anda saya akan melakukan nya" kata Azka "kita akan kembalikan semuanya pada tuan ryu" kata Kim "tapi apa tuan ryu sudah tau? " tanya Azka "sudah " kata Kim.
Keesokan harinya..
Kim terlihat sibuk dengan laptop nya "gluk gluk gluk gluk" Kim meneguk segelas wine "tuan Kim nona ingin masuk" kata Azka "biarkan" kata Kim "tuan Kim" Eun datang .
Di tempat lain..
Zela duduk terlihat mata nya benar-benar sembab "apa yang terjadi? " Gita duduk di samping nya "hum.. Tidak ada" kata Zela "kau kelihatan nya habis menangis semalaman" kata Gita "iya ada apa Zela? " tanya mita "aku merasa nhai berubah" kata Zela.
"Tap" vivian meletakan kamera nya "sudah selesai pak" kata vivian "bagus sekali " kata juneval "bisnis bapak besar juga ya" kata Yuda "ya lumayan. dulu saya juga tidak seperti ini jika tidak di bantu tuan Kim, saya tidak akan sampai ke titik sekarang" kata juneval "tuan Kim? " kata Yuda "iya dia seorang pembisnis yang sangat luar biasa" kata juneval "oh.. " kata vivian "aku dengar tuan Kim sekarang memiliki kekasih kalau gak salah nama nya Eun" kata juneval "wah anda tau dari mana? " tanya Yuda "aku melihat nya sendiri" kata juneval "oh.. Baiklah pak kami harus segera kembali laporan berita nya akan segera kami buat" kata Yuda "oke oke Terima kasih" kata juneval.
Di kampus..
Eun menatap orang orang di sekitar nya saat dia lewat "tidak papa" carl menarik Eun masuk ke dalam mobil "mereka tidak tau apa yang terjadi mereka hanya dengar cerita mu dari mulut orang lain" kata carl "aku juga tidak keberatan" kata Eun.
__ADS_1
Sesampainya di rumah
Eun turun dari mobil "ayo masuk dulu" kata Eun "iya" kata carl "aku jarang melihat tuan Kim sekarang" kata carl "dia sangat sibuk terkadang aku juga mencemaskan nya" kata Eun "lembur terus ya" kata carl "iya" kata Eun "aku ingin dua jus" kata Eun pelayan menganggukkan kepala "kemana rei? " tanya Eun "dia sedang di belakang nona" kata leo "bagaimana dengan tuan Kim? " kata Eun "masih di ruang kerja nona" kata hansen "nona" Eun menoleh "rei bersiap lah carl sudah menunggu mu" kata Eun "jangan terburu buru" kata carl sambil tersenyum menatap rei, "jadi kapan kalian akan.. Ehem" kata Eun "hahah.. Apa? " kata carl "itu hm.. Nikah" kata Eun rei terlihat malu malu "kau ini.. " kata carl "kalian tunggu ya aku mau ke atas sebentar" kata Eun "hum.. Kami langsung pulang saja " kata carl "oh.. " kata Eun "iya nona ini juga udah hampir malam" kata rei "oh.. Oke deh " kata Eun.
Kim menghela nafas panjang sambil mengusap wajah nya "ting" dia melihat ke arah ponsel nya "kita akan bicarakan nanti" Kim membaca pesan dari ryu "tok.. Tok.. Tok" Kim menatap ke arah pintu "masuk Eun" kata Kim dan benar saja Eun datang "tuan kim" kata Eun "dari mana kau tau kalau aku yang mengetuk pintu? " tanya Eun dengan wajah terkejut. "aroma mu" kata Kim "tuan Kim.. Hm" Eun menatap Kim "hm? " Kim berdiri memegang tangan Eun dan membawa nya ke sofa "ada masalah apa? " tanya Kim "kau terlihat begitu tertekan " kata Eun "aku.. Aku.. Aku takut kau depresi karena pekerjaan mu" kata Eun.
Kim melingkar kan tangan nya ke pinggang Eun perlahan dia berbaring di pangkuan Eun "aku cuma sedikit kelelahan" kata Kim sambil mencium tangan Eun "jangan terlalu memaksakan diri , kau juga bisa cerita apapun pada ku" kata Eun "atau kau butuh liburan? Aku tidak mau kau jatuh sakit karena perkerjaan mu" kata Eun "Terima kasih sudah perhatian pada ku" kata Kim "aku sedang mencoba merubah beberapa hal agar setelah aku keluar dari pekerjaan ku dengan tuan ryu, aku masih bisa menghidupi orang orang ku dan juga hidup nyaman dengan mu " kata Kim "tuan Kim.. Aku takut.. Tuan ryu melarang mu berhenti" kata Eun "apapun keputusan nya dia setuju atau tidak aku akan tetap berhenti karena aku mau hidup kita tenang kedepan nya" kata Kim sambil kembali duduk mengusap wajah Eun, "apapun yang akan terjadi kedepan nya kau tetap tidak boleh memaksa kan diri. kau juga harus peduli pada tubuh mu" kata Eun Kim tersenyum "aku akan mendengar kan mu" kata Kim "aku dengar kau cuma makan sedikit tadi pagi, ayo sekarang turun kita makan malam bersama" kata Eun sambil berdiri melihat kim yang diam saja seketika Eun tersenyum licik "jika tidak mau tidak masalah aku akan makan di luar kalau begitu" kata Eun sambil pergi.
Di ruang makan
Eun tersenyum menatap Kim datang dia langsung menyiapkan makanan untuk Kim, "lihat kau benar-benar terlihat kacau" kata Eun "kalau begitu nanti bantu aku merapikan diri ku" kata Kim "tentu, ayo makan dulu" kata Eun.
Zela membuka pintu kamar dia melihat nhai sedang bicara dengan menatap ponsel nya "aku benar-benar bodoh meninggalkan mu, kenapa kau tidak mau kembali pada ku? Aku masih mencintai mu sekarang" kata nhai "nhai! " Zela mengambil ponsel milik nhai "ini kan gadis waktu itu! " kata Zela "benar" kata nhai tanpa rasa bersalah "apa maksud nya ini semua? " kata Zela "aku.. Aku mendadak jatuh cinta kembali pada nya" kata nhai seketika air mata Zela kembali menetes.
Kim keluar dari kamar mandi, "aku akan cas ponsel ku kita akan lanjut kan kerjakan tugas itu besok" kata Eun "oke lah" kata carl "greb" Eun terkejut Kim memeluk nya tiba tiba "kenapa? " tanya Eun sambil berbalik merapikan rambut Kim yang basah, "kau ini bagaimana kenapa tidak bisa mengeringkan rambut mu dengan benar, duduk lah aku akan bantu" Eun mengambil handuk kecil dari lemari lalu menghampiri Kim yang duduk di tepi ranjang. "srak.. Srakk"Eun mulai mengusap handuk di rambut Kim " aku saran kan minum vitamin agar tubuh mu kembali fit"kata Eun "tuan Kim" Eun menatap mata Kim ketika Kim merangkul pinggang nya "tuan Kim aku bisa jat-" Eun terduduk di paha Kim "ada apa dengan mu? " kata Eun.
Kim menarik handuk yang di pegang Eun "tuan ki--mmp" Eun kembali terkejut Kim tiba tiba melahap bibir nya dengan sangat rakus, Eun mencoba mendorong Kim "hah! " Eun menatap Kim sesaat setelah Kim melepaskan bibir nya.
"Pakai pakaian mu, aku akan lanjut kan tugas kuliah ku" kata Eun "hum" Kim mengangguk Eun berdiri dan duduk di kursi membuka buku nya dan mulai menulis "Eun " carl menelpon Eun "iya aku akan kerjakan bagian a kau bagian b" kata Eun "oke oke" kata carl "di mana rei? " tanya Eun "dia sedang menyiapkan pakaian ku untuk di pakai kuliah besok" kata carl "sungguh istri idaman, kau harus beri dia kejutan agar dia senang" kata Eun sambil terus menulis "aman tuh" kata carl.
Beberapa jam berlalu Eun terlihat tersenyum lega dia menutup buku nya "oke carl sampai ketemu besok " kata Eun "iya good night" kata carl.
Eun berdiri melihat Kim sudah tidur "dia tidur duluan? " kata Eun sambil berjalan ke kamar mandi mencuci wajah dan menggosok giginya "waktu nya tidur" kata Eun dia berjalan ke tempat tidur, "aih tuan Kim? Kau masih pakai jubah mandi? " Eun heran "tuan Kim.. Hei.. Tuan Kim tu--aa" Eun terkejut Kim bangun dan langsung menjatuhkan nya.
Eun menatap Kim yang ada di atas nya "ayo tidur" Kim memeluk Eun "ah.. Tuan Kim? " Eun merasakan sesuatu "cuma ingin peluk saja sambil tidur" kata Kim sambil memejam kan matanya "tangan mu" kata Eun, Kim membuka matanya perlahan dan langsung menahan tangan Eun kemudian mencium Eun "ahh.. Kau kau menipu ku.. Awas aku mau tidur! Tuan Kim.. Aahhhahaha.. Tolong jangan sekarang.. Tuan Kim.. Ahh.. Geli tau.. Tuan Kim.. " .
__ADS_1
Liam berjalan memeriksa kondisi di sekitar rumah Kim "aman kan? " tanya Azka "aman kok" kata Liam "di sana juga" kata leo "bagus lah" kata Liam.