gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
Eun mencurigai nhai


__ADS_3

Eun menunjukkan hasil kerjaan nya ke dosen pembimbing nya "haduuh.. Kok deg deg kan ya" kata eun "oke mana punya kamu carl" kata dosen "ini pak" kata carl .


Arrayan menatap orang orang yang ada di ruang rapat "dengan begitu kejadian yang seperti ini tidak akan terjadi lagi" kata seorang pria "ku harap itu benar" sahut yang lainnya "aku juga tidak akan segan segan memberi pelajaran bagi orang yang suka bersandiwara di sini" kata arrayan "singkirkan mayat mayat mereka dari sini" kata kim, beberapa bodyguard kim datang dan menyingkirkan beberapa mayat dari ruangan itu "langsung saja, jika ada yang kedapatan berkhianat atau membocorkan rahasia perusahaan ke musuh! tidak usah banyak bicara habisi saja langsung" kata kim dengan muka datar "saya setuju dengan tuan kim" kata beberapa peserta rapat.


"Eun" eun berhenti berjalan ketika pria yang mengajak nya makan melangkah mendekati nya "kau kemana saja? aku mencari mu dari tadi" kata pria itu, eun mengambil sesuatu dari tas nya "maaf tapi aku terlalu sibuk tidak punya waktu, ini makan lah kue ini aku harus pergi " eun pergi "kue? " pria itu melihat kue yang di berikan eun untuk nya kue mini dengan toping emas dan juga sedikit kaviar dan juga buah buahan "terimakasih" seru pria itu .


Di dalam mobil...


"Car, carl berhenti!! " kata eun "kenapa? " kata carl "itu vivian berhenti sebentar" kata eun "baik, baik sabar dong" kata carl. Mobil berhenti eun langsung keluar dari mobil dengan tergesa-gesa "viviiiiaaan" eun berlari ke arah teman nya itu, vivian yang sedang makan terkejut melihat eun "uhh.. Eun kemarilah" kata vivian sambil merentang kan tangan nya menyambut wanita mungil yang berlari ke arah nya. "Hai apa kabar" kata vivian sambil memeluk eun "aku baik kau sedang istirahat atau baru mau berkerja? " tanya eun "aku sedang istirahat " kata vivian "Hai" carl datang "aduuh kalian ini seperti anak kembar kemana mana berdua" kata vivian "lagian siapa yang membiarkan dia kemana mana sendirian kaya gak tau eun saja" kata carl "ayo ayo makan" kata vivian "pelayan aku mau pesan" kata carl "kau dengan petir? Yuda atau siapa? " kata eun "astaga aku.. Aku dengan..eun lebih baik ka--" seorang pria datang "tuan nhai" kata carl.


vivian menepuk dahinya "eun" kata nhai sambil duduk "Hai kak ai" kata eun "silahkan" pelayan datang membawa pesanan carl dan eun "kalian dari kampus? " tanya nhai sambil menatap eun "iya" kata carl sambil melihat nhai yang terus menatap eun yang sedang duduk tenang sambil menyendok es krim nya, "kak ai boleh aku bertanya pada mu" vivian langsung menatap eun "tanyakan apa yang ingin kau tanya" kata nhai "bagaimana kabar kak zela? " tanya eun "uhuk.. Uhuk" nhai tersedak "tuan nhai minum air" kata vivian.


eun menatap carl dan begitu juga sebaliknya "aku melihat artikel yang menyatakan kak zela hilang" nhai meletakkan gelas yang dia pegang lalu menatap eun "zela ya.. Dia aku tid-- hum.. Dia ada di tempat kerja nya kok , dia baik baik saja" kata nhai sambil tersenyum "ting" ponsel nhai bunyi terlihat di layar nhai tertera nama 'tuan milthon' nhai langsung mengambil ponsel nya ketika dia sadar eun menatap ke arah ponsel nya yang ada di meja, "milthon? Milthon kan orang yang mencoba mencelakai tuan kim" kata eun dalam hati dan ponsel nhai kembali berbunyi "aku angkat telpon dulu" kata nhai "iya silahkan" kata vivian "eun aku juga dengar kalau zela hilang, aku mendengar langsung dari rekan kerja nya" kata vivian "jadi itu sungguhan? " kata carl "iya kau fikir ini bercanda? " kata vivian dengan serius "dia tidak percaya pada berita hilang nya kak zela tun--" eun terdiam ketika ada seseorang yang gak sengaja menumpahkan jus ke baju eun.


"ya ampun apa kau tidak punya mata? " carl marah "iya kenapa sembarangan" kata vivian "ah.. Tidak, tidak papa tapi aku benar-benar ingin memukul mu!! Kau tau ini akan sangat lengket!! " kata eun dengan sedikit kesal, "ahh... Aku akan ke kamar mandi" kata eun "pakai ini eun" kata vivian sambil menyerahkan sweater ke eun "terimakasih" eun melangkah pergi "bagaimana kalau kalian lepas kan saja dia, karena berita nya sudah ada dimana mana! dan aku.. Tentu saja aku sedikit kawatir karena semua orang bertanya pada ku tentang nya " eun terdiam melihat nhai sedang bicara dengan seseorang di telpon "lagian rencana kita kan tidak memerlukan nya. dia juga gak berguna gak mau membantu kita waktu kita ingin menjebak pria itu di bar" kata nhai "dia bicara dengan siapa? " fikir eun berjalan menuju kamar mandi "kau tidak perlu kawatir" kata ken "apa yang akan kita lakukan pada wanita itu? " kata nhai dengan kesal "dia akan patuh pada kita dan dia bisa jadi alat yang bagus untuk menghancurkan kim" kata ken .


"Baiklah terserah kalian aku akan mengikuti kalian" nhai menatap pantulan cermin di depan nya seketika dia langsung berbalik melihat eun berjalan "eun! " nhai mendekati eun "jangan jangan eun mendengar pembicaraan ku" fikir Nhai "kak ai? Kau sedang apa? " eun heran, "kau sedang apa? " tanya nhai "aku membersihkan pakaian ku tadi ketumpahan jus" kata eun "aku ingin bertanya pada mu" kata nhai "tanya saja dengan cepat karena aku harus pulang" kata eun "kau benar-benar mencintai kim? " kata nhai "iya" kata eun dengan pasti.

__ADS_1


"iya? Dia menjawab tanpa ragu sedikitpun! apa apaan ini" fikir nhai "jangan coba menipu ku eun" nhai masih tidak percaya "aku tidak menipu mu aku cinta tuan kim " kata eun "kau sudah selesai kan" eun bersiap ingin pergi "tap" nhai menahan nya "lalu bagaimana dengan ku? Aku masih mencintai mu " nhai menahan tangan eun "kau tidak mungkin mencintai kim!! kau pasti berbohong kan? " kata nhai "lepas kan aku kak ai.. Dengar baik baik!! aku mencintai tuan kim seperti mencintai diri ku sendiri, kami saling mencintai aku sudah menjadi kekasih nya. mau kau keberatan atau tidak aku tidak perduli!! aku masih ingat dengan ucapan mu kalau kita harus menerima keputusan salah satu dari kita dengan baik. Kau cintai kak zela aku cintai tuan kim sangat adil kan" kata eun dengan tegas.


"tap--" eun menyingkirkan tangan nhai "kenapa sekarang kau jadi banyak bicara? Bukan kah kau mengatakan semakin dewasa, kau akan belajar bahwa diam itu lebih baik kau selalu mengajar kan pada ku untuk selalu diam apapun yang terjadi. diam kak!! aku belum siap bicara " kata eun ketika nhai ingin menyela ucapan nya dan nhai pun akhirnya diam "aku harus pergi jika kau mencoba menghalangi ku, kau akan tau akibatnya" kata eun "kau sudah pintar mengancam ku" kata nhai "leo" kata eun, leo dan hansen datang "dia mencoba mengganggu ku" kata eun "pergilah nona kami akan urus" kata leo eun berbalik lalu pergi "berani mengganggu nona kami berarti kematian" kata leo.


Malam harinya....


Beberapa bodyguard bersiap keluar rumah "kita berangkat sekarang" kata kim "tuan kim" eun datang "ya? " eun melihat semua bodyguard kim ada di dekat kim "kemari lah" kata kim sambil memberikan isyarat agar bodyguard nya pergi, "ada apa? " kim menatap eun yang berdiri di depan nya "apa kau mau pergi lagi? " tanya eun "iya, aku ada pertemuan malam ini di apartemen ku. apa ada masalah? " tanya kim "aku sedang bosan bisakah aku..aku hum.. Aku ingin ikut" kata eun kim terdiam "hum.. Jika tidak boleh juga tidak papa aku akan pergi ke kamar" kata eun "tunggu" kata kim ketika eun hendak berbalik. kim berdiri sambil mengangguk sekali "bersiap lah kita akan berangkat" kata kim "sungguh" eun tersenyum senang ,"iya tapi ini akan sedikit lama mungkin kau akan jenuh menunggu ku" kata kim "tidak masalah" eun pergi "aku akan bersiap siap jangan di tinggal ya" kata eun sambil setengah berlari "iya" kata kim .


Setelah tiba di lokasi..


Kim menggandeng tangan eun "aku merasa kak ai memiliki rencana buruk pada tuan kim, dengan berada di dekat tuan kim aku merasa jauh lebih tenang. Entah kenapa aku menjadi sangat kawatir kalau kak ai akan mencelakai tuan kim" kata eun dalam hati "aku akan mengadakan pertemuan di ruangan itu. semua nya aman dan penjaga ada di mana mana, aku akan mengantar mu ke kamar" kata kim "iya" kata eun.


"Hhaaaaaah" nhai terlihat benar-benar marah "ada apa dengan mu? " ken datang "aku sedang kesal" kata nhai "ikut aku" kata ken sambil berjalan.


Zela melihat ke arah pintu yang terbuka "nhai.. " kata zela "nhai.. Sadar lah!! kau jangan terpengaruh sama mereka, kau tidak boleh seperti ini" kata zela "plak" zela terdiam ketika nhai memukul nya "ya ampun kenapa aku menampar nya" kata nhai dalam hati, "dia pantas mendapatkan itu" kata ken "dengar zela jika kau tidak banyak melawan kau juga tidak akan begini!!! Kenapa kau begitu keras kepala!! Aku ingin eun!! Kau tau itu!! " seru nhai. zela terdiam "lalu aku? " kata zela "aku bosan dengan mu!!! Kita gak akan cocok kau berbeda dengan eun!! Kau cukup patuh, ikuti rencana nya kau juga akan di bebaskan" kata nhai, "ternyata eun benar kalau kau adalah pria brengsek" kata zela "apa eun berkata begitu? " kata nhai "iya!! Dan sial nya aku tidak percaya pada nya waktu itu!! dan aku malah percaya pada mu!! " kata zela "apa dia punya keluarga? " tanya ken "punya" Jawab nhai.


Leo yang berjaga di pintu mengambil ponsel nya yang berbunyi "halo nona" kata leo "a.. Leo apa kondisi nya baik baik saja? tuan kim aman kan? " kata eun "aman nona kondisi nya juga stabil tidak ada gangguan" kata leo "apa ada sesuatu nona? Anda memerlukan sesuatu? " tanya leo "hum.tidak aku cuma ingin kau memastikan tuan kim aman" kata eun "siap nona" kata leo "baiklah terimakasih".

__ADS_1


Eun meletakkan ponsel nya "syukur lah kalau semua baik baik saja, aku sudah begitu khawatir kalau kak ai benar-benar melakukan hal buruk pada tuan kim" kata eun sambil membuka kulkas mengambil sekaleng minuman "mungkin kecurigaan ku salah atau aku yang terlalu kawatir pada tuan kim" kata eun sambil menutup tirai jendela.


Beberapa jam kemudian..


Kim membuka pintu kamar "eun kita bisa pula--" kim terdiam, terlihat eun sudah terlelap kim tersenyum perlahan melihat wajah eun yang seperti bayi. dia tertidur begitu pulas kim berbalik membuka pintu untuk menemui bodyguard nya, "kita akan kembali besok karena eun sudah tidur"kata kim " siap tuan"kata Liam, kim kembali menutup pintu lalu dia duduk di dekat eun yang sedang tidur. kim mengamati wajah eun "tidak " tangan kim berhenti ketika hendak menyentuh wajah eun "bagaimana kalau nanti dia terbangun" fikir kim, akhirnya dia mengurung kan niat hendak menyentuh wajah eun "good night".


Eun membuka mata nya " humm..?? "Eun melihat ponsel nya " sial sudah pagi? "Eun menoleh ke samping dan ternyata kim ada di samping nya " halo carl"eun berdiri "iya aku juga baru dapat informasi kalau kita hari ini online, aku dah berfikir kalau aku terlambat" kata eun "hahahaha santai eun kita mulai kelas online jam sepuluh, kau bisa lanjut tidur aku matikan telpon nya ya. aku mau masak untuk rei" kata carl "hum.. Baik lah bye" eun meletakkan ponsel nya.


"sepatu ku? aku tidur kaya nya gak buka sepatu" kata eun "aku mandi dulu deh" eun melangkah ke dekat ranjang menarik selimut untuk kim "tap" eun tekejut, kim tiba-tiba menarik nya "tuan kim!! " eun menatap wajah kim "lanjut tidur" kim memeluk eun "tuan kim aku harus mandi karena aku akan ada kelas" kata eun "masih lama" kata kim sambil mempererat pelukan nya "bagaimana jika aku terlambat? " kata eun "tidak akan ayo cepat tidur" kata kim.


Di vila tempat carl dan rei tinggal..


"Saya pak saya" kata carl "silahkan carl" kata dosen pembimbing "pasal 76 c UU tahun 2014 tentang perlindungan anak pak" kata carl "bagus carl baiklah waktu kita sudah berakhir ada yang ingin di tanyakan atau ada yang kurang jelas" kata dosen "tidak pak" carl tersenyum mendengar suara eun "eun kalau udah mau berakhir langsung semangat dia" kata dosen "hahaha nama eun pak dia kan memang begitu" kata mahasiswa lainnya "baiklah semuanya pelajaran kali ini saya akhiri kurang lebih saya mohon maaf terimakasih semuanya".


" aahh akhirnya selesai "kata eun sambil menutup laptop nya " untung saja hansen cepat menjemput laptop ku"kata eun sambil berdiri, "kemana tuan kim pergi tadi.." baru saja selesai bicara kim datang dengan membawa segelas jus.


"sudah selesai? " tanya kim sambil menyerahkan segelas jus ke eun "sudah, apa kita langsung pulang? " kata eun "jika kau ingin pulang kita akan pulang" kata kim "hum.. Tuan kim aku merasa tidak asing dengan tempat ini" kata eun sambil melihat sekeliling nya dari teras, "benarkah? " kata kim "iya seperti nya aku pernah ke sini tapi ketika melihat pemandangan nya, aku merasa belum pernah ke sini" kata eun "tapi kau suka tempat ini? " kata kim "suka" kata eun "kalau begitu apartemen ini ku berikan pada mu" kata kim dengan enteng.

__ADS_1


"apa?? " eun menatap kim "kau memang pernah ke sini" kim menunjuk sebuah jendela "kau menghancurkan nya saat pertama kali datang dan tempat ini adalah tempat pertama kali kita bertemu" jelas kim "hah? " eun masih tidak percaya "kemari" kim menarik tangan eun mereka berjalan menunju jendela kaca yang besar "ku fikir ini tempat yang aman karena tempat ini tidak banyak orang terdekat ku atau rekan bisnis ku yang tau, jadi aku memasang kaca yang biasa karena ku fikir itu akan baik baik saja tapi ada gadis menabrak nya dengan begitu saja" kata kim "tuan kim.. Kenapa kau mengingat itu, aku jadi merasa bersalah karena waktu itu menghancurkan kaca jendela ini" kata eun "kenapa merasa bersalah tempat ini sekarang milik mu! kau bebas melakukan apa saja, merusak apa saja " kata kim "kau meledek ku" kata eun "tidak" kata kim singkat "iya " kata eun "baik lah maaf" kata kim sambil menatap eun perlahan, terlihat eun masih tersenyum menatap pemandangan di luar jendela.


__ADS_2