
suara musik terdengar sangat keras. dengan senyuman lebar eun menari di bawah sinar lampu bersama teman-teman nya, mereka menghabiskan waktu dengan menari dan minum bersama "BERSULANG!!! " suara gelas terdengar nyaring .
"apa kita akan bertemu lagi setelah wisuda? "
"ku rasa akan sulit"
"pasti pada sibuk masing-masing "
"benar itu "
"makanya kita bersenang-senang sekarang"
"karena belum tentu kita bisa kumpul seperti ini"
"lihat eun tuh dia menari dengan sangat indah, ku rasa dia lebih cocok jadi penari dari pada reporter"
"tidak kalian salah dia cocok jadi apapun salah satu nya menjadi seorang reporter"
"carl selalu membela nya"
"EUN!! BERHENTI LAH MENARI AYO MINUM DULU!! "
eun yang sedang menari langsung menoleh dan tersenyum senang dia langsung berjalan ke arah teman teman nya "kau bersemangat sekali" kata salah satu teman nya "kita harus bersemangat " kata eun "ayo minum" kata carl "angkat gelas kalian dan lihat ke kamera!! " seru yang lain "BERSULANG!!! " eun meneguk minuman nya "uhh.. tenggorokan kan ku langsung terbakar" yang lain langsung tertawa mendengar perkataan eun "jangan banyak banyak nanti aku di lempar tuan kim" kata carl "ngomong ngomong apa kau akan langsung menikah dengan pria bertubuh besar itu? " eun tersenyum "nama nya kim, kalau aku menikah aku akan mengundang kalian" kata eun "benar ya" kata teman teman nya "iya ayo menari lagi" kata eun "benar, benar ayo menari lagi" kata carl "tunggu kita bersulang dulu" kata yang lain "oke, oke ayo angkat gelas kalian!!" semua nya langsung mengangkat gelas nya "BERSULANG !! " pandangan mata eun mulai tidak jelas karena efek alkohol sudah di rasakan nya.
selembar undangan di letakan ke atas meja, vivian menatap layar laptop nya "ku fikir cuma aku yang dapat" kata petir "ternyata kita dapat semua nya bahkan lengkap dengan pakaian nya, ini luar biasa" kata Yuda "ini pertama kalinya aku dapat undangan seperti ini" kata petir "kau tau bentar lagi mereka berdua wisuda apa yang harus kita bawa, gak mungkin kita gak datang kan? mereka berdua seperti saudara ku sendiri" kata Yuda "sama, kira kira bawa apa ya? " ucap petir "tunggu kok ada suara orang mendengkur" kata yuda "lihat muka vivian puf.. huahaha" petir tertawa "dia ketiduran " Yuda ikut tertawa melihat teman dekat nya tertidur dengan sangat pulas.
"Hai" eun menyipitkan mata nya ke arah pria yang tiba-tiba datang mendekati nya "apa kau sendirian? " tanya pria itu "um.. kau siapa? " eun menyingkirkan tangan pria itu dari pinggang nya "aku pacar mu, ayo ikut aku" kata pria itu sambil menarik eun "hei! " carl menarik pria itu "jangan sentuh teman ku" kata carl "teman? aku ini pacar nya" kata pria itu "pacar.. " eun terlihat kebingungan "iya aku pacar mu" kata pria itu "bukan.. kau bukan tuan kim" kata eun "tuan kim siapa itu? " tanya pria itu "suami nya" kim tiba-tibauncul dan langsung menarik eun ke arah nya. "uh? " pria itu langsung mundur ketika melihat kim sedang menatap nya dengan tatapan dingin namun tajam ke arah nya, "kau siapa? " eun menarik tangan nya yang di genggam kim "kau juga tidak ingat dengan ku? " tanya kim "oh.. ingat ingat. leo kau sedang apa? " carl menahan tawa nya "leo? " kata kim "kau bodyguard nya tuan kim,kemana tuan kim kenapa dia tidak men--" kim langsung menahan tubuh eun yang hampir terjatuh "kau sudah mabuk parah kita harus pulang" kata kim "haa.. aku mau pulang dengan tuan kim" kata eun "eun" kim menggendong eun "kau penculik kan tuan kim akan menangkap mu" kata eun "iya tangkap saja" kim menatap teman teman eun .
"good night eun"
"dia mabuk parah "
"bye bye eun"
"Hati hati ya"
"aku juga mau pulang teman teman"
"aku juga, pacar ku pasti menjemput ku jika aku tidak pulang "
"semoga kita bisa berkumpul lagi"
"aku juga pulang deh, istri ku pasti menunggu ku dengan sapu sekarang"
"hahaha nasib mu carl"
"kita bayar dulu"
"oke"
mereka berjalan menghampiri wanita yang sedang memegang sebuah pena dan buku "permisi kami mau bayar" kata carl "semua nya sudah di bayar oleh tuan kim" kata wanita itu "apa!! " semua nya langsung terkejut .
kim memegang tubuh eun agar tidak terbentur di dalam mobil "ha.. hahaha" eun tiba tiba tertawa. "ada apa lagi? "
"kenapa aroma tubuh mu sama seperti tuan kim" "benar kah? "
"bentar..seperti nya kau itu tuan kim ya? wajah mu kotak seperti adu du"
"kau menghina ku, apa ini lelucon? "
"tidak tuan kim tidak seperti mu"
"oho.. lalu seperti apa tuan kim itu? "
"dia suka mengatakan hal seperti ini, apa kau tidak ingin mengatakan apapun pada ku? dan dia suka membawa es batu ke kamar dan suka melakukan hal menjijikkan seperti menggunakan madu untuk tubuh ku, dia pelindung ku, tapi aku takut di saat dia berkata aku akan pergi menemui client di bar "
"kau mencintai nya? "
"iya sangat mencintai kenapa kau bertanya begitu? "
"aku cuma ingin tau" ucap kim sambil menatap wajah eun dengan detail "uh? " eun terkejut ketika kim mencium nya "ckitt" kaca pembatas perlahan naik , "uhh" eun menahan tubuh kim "kau membuat ku sesak nafas" kata eun "terus lah bernafas di dekat ku" kim langsung kembali mencium eun tanpa memperdulikan tangan eun yang mendorong nya terus menerus.
__ADS_1
mata eun perlahan terbuka, suara kim yang sedang bicara di telpon membuat nya terjaga dari tidur nya "hu..m " eun duduk "Hai selamat pagi" kim langsung menghampiri eun "kau bicara dengan siapa? " tanya eun sambil mengusap wajahnya.
"dengan seseorang, oh ya, selama pagi"
"astaga! " eun mendadak syok "ada apa? " tanya kim "aku aku pulang dengan siapa? tadi malam aku sedang berpesta"
"coba tebak, kau pulang dengan siapa"
"aduh.. bagaimana ini" fikir eun, dia sangat ingat ada seseorang yang sedang mencium nya di mobil. dan apa yang harus dia katakan pada kim bagaimana kalau kim tau ada pria lain yang mencium nya malam itu.
"siapa? "
"tuan kim maaf.. aku aku salah, ada seseorang membawa ku pergi dan dia membawa ku dengan mobil "
"lalu? "
"dia dia um.. dia mencium ku tapi aku.. aku tidak bisa menahan nya dia sangat kuat, maaf" "sekarang pergi bersiap aku akan menunjukkan siapa yang membawa mu pulang, pergi mandi dan pakai baju yang sudah di siap kan pelayan. aku akan menunggu di luar jangan bicara atau bertindak apapun tanpa persetujuan ku" kim pergi eun langsung menepuk kepala nya rasa bersalah menghantui nya "mati aku! ".
pelayan masuk ke kamar eun sambil membawa sesuatu, sementara itu kim ada di ruang tamu sedang berbicara dengan pengawal nya.
beberapa jam berlalu...
kim hampir tidak berkedip melihat eun berjalan menuruni tangga dengan di iringi pelayan nya, air mata eun menetes di hadapan kim " tuan kim , apa yang kau fikir kan? "tanya eun " dia sudah makan? "tanya kim tanpa menatap ke arah eun " sudah tuan"jawab pelayan nya "bawa dia" kim pergi "tuan kim " kata eun, namun kim tidak mendengar kan nya membuat eun bertanya tanya .
setelah keluar dari mobil kim langsung menghampiri seorang pria, azka membuka pintu mobil dan membantu eun yang memakai gaun indah keluar dari mobil . eun menatap helikopter di depan nya "ayo" kim mengulurkan tangan nya ke eun "katakan dulu kita mau kemana dan ken--" eun belum sempat menyelesaikan ucapan kim sudah menarik nya.
di dalam helikopter eun menatap kim dengan tatapan cemas "kau marah pada ku? " tanya eun sambil memegang tangan kim "ada apa? " kim menatap eun "kau dari tadi menghindari ku, aku tau kau akan marah pada ku tap--"
"ini bukan saat nya membahas hal seperti itu, nikmati pemandangan nya"
"tapi aku tidak nyaman jika kau begini"
"kau mau aku seperti apa? " tanya kim dengan tatapan dingin nya "umm" eun menunduk "lihat ke sana"
"tidak "
"baik, kau mau aku seperti apa? katakan saja! " "kau bukan seperti tuan kim ku"
dengan perasaan yang tidak tenang eun masih menatap kim "kau lihat apa? lihat pemandangan nya " kata kim "kenapa kau tidak me-- hei hei tuan kim lihat ada burung warna pink di sana" kata eun dengan penuh antusias kim pun menoleh ke arah yang di tunjuk eun "wah.. seumur hidup ku baru ini aku melihat burung warna pink, aneh tapi cantik"
"nikmati saja apa yang kau lihat"
"tapi nanti kasih tau aku ya kenapa kau bersikap menyebalkan"
"tentu"
"tuan kim lihat awan yang itu"
"lalu? "
"dia terlihat begitu lembut seandainya aku bisa menyentuh nya pasti poing poing gitu "
"ada awan di dekat ku"
"mana? "
"lupakan"
"kau tidak suka melihat pemandangan? nah seperti itu lihat itu, lihat ke sana bukan ke arah ku. di sana ada awan yang itu mirip seperti casper" "coba yang itu" kim menunjuk ke arah lain "pemandangan pepohonan dan binatang binatang kecil seperti itu dalam membuat jiwa mu tenang"
"ya, itu benar"
"nah sungai itu lihat"
"woah.. kita tidak turun saja, lihat air sungai itu seperti air laut. sungguh sangat biru "
"aku bisa melempar mu dari sini"
"kau mau melenyapkan ku? "
"kata nya kau mau turun, karena kita akan turun di tempat lain bukan di sini"
__ADS_1
"tapi seandainya kau melenyapkan ku kira kira apa yang akan kau katakan pada orang tua ku" "mereka akan mengkuliti ku hidup hidup".
helikopter terus bergerak sementara eun dan kim terlihat asyik menikmati pemandangan di sekitar nya .
" wah tuan kim ada menara di sana"
"itu tempat wisata yang ada di jalan cemara"
"benar benar terlihat dari sini ya"
"semua akan terlihat saat kau di berada di tempat yang tinggi "
"oh ya tuan kim kita akan kemana? dan kenapa harus menaiki helikopter ? kau boros harus menyewa helikopter kan kita bisa naik mobil. aku kepanasan dengan gaun seperti ini "
"jadi kau"
"apa? aku terkadang berfikir kau selalu berlebihan kenapa harus menyewa helikopter"
"jadi kau fikir aku menyewa helikopter? "
"jadi kau fikir ini milik keluarga mu? "
"kau tidak memperhatikan nama yang papang dengan jelas di helikopter? "
"oh.. tidak aku tidak bisa melihat apapun kecuali dirimu, kau membuat ku bingung seharian ini"
"hum"
"tidak papa. nanti aku akan lihat apa yang tertulis di helikopter nya, tapi jika aku kenal dengan yang punya helikopter ini aku akan menemui nya dan mengatakan jika tuan kim datang dan ingin menyewa helikopter, kau harus berkata tidak"
"oke"
"ya aku serius loh"
"kita sudah sampai"
"huh? "
eun melihat ke arah lain sebuah pemandangan yang sangat indah hamparan bunga berwarna-warni, seketika eun langsung tersenyum senang "kita melihat kebun bunga? " tanya eun "ah.. jadi kau fikir ini kebun bunga? " kim mengerutkan kening nya "jadi apa? " eun tidak mengerti "perhatian baik baik" kata kim.
dengan teliti eun mencoba memperhatikan hamparan bunga itu dan benar saja dia menemukan sebuah pesan yang terbuat dari kelopak bunga "um? " eun menoleh ke arah kim "apa yang kau cemaskan? orang yang membawa mu pulang adalah aku sendiri, bukan kan aku ikut bersama mu malam itu. dan sekarang apa kau sudah menemukan sesuatu? "
"ha, aku menemukan nya di sana "
"apa? apa yang kau temukan? " kim menatap mata eun "I love you" kata eun "I love you" kata kim sambil menganggukkan kepala nya dan mencium kening eun "tapi kenapa? " tanya eun "apa nya? " tanya kim "itu seperti ada orang di sana, dan ada sesuatu di sana" kata eun "ya kau akan tau nanti".
helikopter perlahan mendarat, eun menghembuskan nafas lega semua yang dia khawatir nya ternyata tidak benar. kim benar-benar sudah membuat jantung nya hampir pindah dari tempat nya bahkan dia sudah berkeringat dan gelisah tapi ternyata ini memang di sengaja oleh kim, beberapa pengawal langsung berbaris menyambut eun dan kim " woah"air mata eun menetes melihat pemandangan di depan nya "hei kawan kenapa kau menangis? " tanya carl "hei" kim memeluk eun dengan erat "astaga dia benar benar menangis tersedu sedu" kata ade "tisu nya mana" kata vivian "maaf maaf" kata kim.
semua yang berada di tempat itu langsung ikut menangis ketika melihat eun menangis tersedu sedu, kim mengambil tisu dari vivian "hei" kata kim sambil mengusap air mata eun.
"apa ini?"
"kejutan"
"ayolah kawan kecil ku" kata Yuda "kapan mereka datang? " tanya eun "tanya saja pada mereka" ucap kim "kapan kalian datang? " tanya eun "kami dari pagi ada di sini dan menyiapkan segala nya" kata petir "astaga" kata eun "ayo naik ke sana" kata rei "ayo eun" kata carl, eun menatap kim yang sudah ada di dekat dinding putih berbentuk persegi dengan hiasan yang begitu indah di sekeliling nya dan tak lupa sebuah ukiran nama yang sangat berkilau "will you marry me"
"ayo kami antar" kata Yuda "ah.. kaki ku gemeteran sekarang" kata eun "ayo kawan" kata vivian, eun mengangguk lalu mulai berjalan menghampiri kim yang sudah menunggu nya.
kim tersenyum menatap gadis yang dia cintai ada di depan nya dengan gaun yang sangat indah, kim menarik nafas panjang "ayolah kim" kata juneval "aku tidak tau apa yang ingin ku katakan lagi pada mu" kata eun "aku pun sama" kata kim.
"wajah mu membuat ku membisu seketika, sulit bicara ketika berada di depan mu"
"apapun itu, aku bersyukur kau datang dalam kehidupan ku yang seperti ini"
"eun"
kim memegang tangan eun "sial kim, dia benar-benar membuat acara tunangan sampai semewah ini. semoga kekasih ku tidak meminta hal seperti ini" batin arrayan "mau kah aku menikah dengan ku? " kelopak bunga berjatuhan di atas kepala kim dan eun menambah suasana menjadi semakin romantis "um" eun mengangguk "apa jawabannya? "
"um.. iya aku mau"
"terimakasih" kim memeluk eun kembali "sayang mereka sungguh benar pasangan idaman lihat saja, kim sampai membuat kejutan seperti ini. kau tau ini semua idaman para wanita" kata ade "skak mat" kata arrayan dalam hati "iya sayang, mereka berdua benar benar pasangan ideal" kata arrayan sambil menatap kim yang sedang memasang cincin ke jari manis eun "oh.. Tuhan aku terharu" kata vivian "jadi ingin tunangan juga" kata Yuda "aku ikut bahagia" kata mattew "aku mencintai mu" kim menarik eun dan langsung mencium nya "aku juga" eun tersenyum dan kembali memeluk kim "aku tidak menyangka kim benar benar bisa bersikap seperti ini, rasa aku tidak percaya kalau dia termasuk salah satu mafia yang di takuti karena sikap dingin dan kejam nya" batin arrayan "selamat!! " semua nya melempar bunga ke arah eun dan kim dengan perasaan yang sangat bahagia karena kim dan eun akhirnya bertunangan .
__ADS_1
eun menatap kim dan begitu juga sebaliknya , eun masih merasa ini mimpi. bagaimana tidak? dia baru bangun dan kim menyambut nya dengan kehangatan lalu di lanjut kan dengan sikap kaku dan dingin nya yang membuat nya benar benar gelisah dan tidak tenang bahkan dia sempat berfikir kalau kim akan membuang nya entah kemana atau kim akan menjual nya seperti film film yang di lihat di televisi, kebanyakan seorang mafia akan membuang seseorang yang sudah di anggap nya tidak berguna atau orang itu membuat nya kesal tapi ini berbeda kim benar benar membuat jantung nya nyaris berhenti dia tidak menyangka kim akan membuat kejutan untuk nya. dia benar benar senang karena senang nya dia tidak dapat mengatakan apapun lagi kecuali menatap kim dengan senyuman bahagia.