gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
anak balita


__ADS_3

Eun membuka matanya lalu menatap pria di samping nya "dia tidur, jam berapa ini? " eun bergerak pelan pelan agar kim tidak terbangun. "uh? " eun membuka jendela dan melihat ada sesuatu yang bergerak di luar, dia langsung menatap ke arah kim "keluar bentar deh" eun langsung pergi keluar seketika dia langsung tersenyum melihat apa yang bergerak tadi "aku tidak tau kalau di sini ada kelinci, hei hei kemarilah" kata eun namun kelinci kelinci itu tetap melarikan diri, "aku akan menangkap kalian" kata eun .


Matahari perlahan terbenam, sinar jingga nya masuk ke celah jendela membuat kim terjaga dari tidur nya. "eun? " kim langsung membuka jubah tidur nya dan memakai kemeja yang ada di dekat nya "eun!! eun kau dimana? " tanya kim sambil berjalan ke luar namun yang di cari tetap tidak terlihat sedikit pun, kim melihat di sekitar taman bunga "eun!! eun!! " seru kim.


puluhan kelinci berlari kesana ke sini ketika eun mendekat "waw.. di sini banyak sekali kelinci nya, ah.. kalian suka berada di--" eun melihat sekeliling nya tidak ada satu orang yang terlihat. sekeliling nya penuh dengan mawar yang beraneka warna "gawat aku dimana? " tanya eun tanpa dia sadari dia telah masuk jauh ke dalam labirin mawar, tak jauh dari labirin yang dia masuki bersama kim sebelum nya.

__ADS_1


Semua orang menggeleng kan kepala nya ketika mendengar pertanyaan kim, seketika kim langsung merasa tidak tenang dia mengeluarkan ponsel nya kembali "dimana kau eun"kata kim dalam hati. " tuan kita berpencar saja, melihat luas nya tempat ini. nona eun gak akan pergi jauh kita bagi tim saja beberapa tim pergi ke taman bunga sisa nya ke labirin dan dua orang ke sekitar tempat ini"kata leo "kau benar" kata kim.


Di dalam labirin mawar..


Semua kembali ke titik yang sudah di janjikan dan mengatakan bahwa tidak ada satu tim pun yang menemukan eun, bahkan tidak ada tanda tanda kalau eun pergi jauh. "aku akan benar-benar memukul mu eun" kata kim "oh.. apa ini? " eun tersenyum melihat kelopak mawar yang tersusun dengan sangat indah berbentuk hati dengan air terjun mini yang sangat lucu "aku gak mau keluar ah" kata eun sambil duduk dan bermain dengan bunga mawar yang ada di sana. "kemana di -akhh" kim menundukkan kepala nya untuk melihat apa yang dia injak dan ternyata ada setangkai bunga mawar yang mengenai kaki nya yang hanya memakai alas kaki yang tipis. dia menatap satu demi satu bunga mawar yang ada di tengah jalan, "baik, aku tau itu pasti ulah mu" kim langsung memanggil semua yang ada di dalam labirin itu "kalian pergi lah aku sudah menemukan eun, jangan lupa beri tanda jalan ke pintu ke luar nya" kata kim "baik tuan" kata Justin.

__ADS_1


Kim terus mengikuti kemana arah yang di tunjukkan tangkai mawar yang ada di jalan itu, sementara eun masih asyik dengan dirinya sendiri , dengan tersenyum senang eun mencabut setangkai mawar lalu memisahkan kelopak nya dan melemparkan nya ke udara "haah.. hahaha.. astaga ini benar benar menyenangkan" eun terus bermain sampai dia lupa kalau dia masih terjebak di dalam labirin.


"aku akan bawa sedikit untuk tuan--? " eun melihat seseorang yang sedang memperhatikan dirinya "kau ini" kim berlari ke arah nya "akh! " eun jatuh ke atas rumput ketika kim menabrak nya "aku panik mencari mu dan kau malah main dengan senang hati di sini! kau ini benar benar seperti anak balita" omel kim "aku tadi mengikuti kelinci tuan kim, dan aku tidak tau kalau kelinci nya menjebak ku di sini. jangan marah dulu tadi aku sudah berusaha cari jalan keluar bahkan aku menandai nya tapi aku gak jadi mau keluar melihat ini" kata eun sambil tersenyum dia perlahan mengusap wajah kim "maaf.. " kata eun "aku tidak pernah bisa marah pada mu" kim menarik eun untuk duduk "jadi kau tidak marah? " tanya eun "tidak tapi lihat saja nanti" kata kim sambil memperhatikan eun untuk memastikan gadis itu baik baik saja dan tidak terluka, "ah.. kau pasti marah" celetuk eun "ngomong ngomong tempat ini bagus juga seperti sudah di susun seperti telah terencanakan" kata kim "itulah.. kau tau gara gara ini aku tidak jadi melanjutkan perjalanan ku mencari pintu keluar. karena ini sangat indah apalagi kalau berbaring seperti ini, kau akan melihat langit dalam bingkai dinding labirin ini. ayo tuan kim berbaring lah seperti aku" kata eun "baik" kim patuh dah berbaring di samping eun "indah kan? " tanya eun "sangat indah ini pertama kali nya aku melakukan hal ini" kata kim dengan takjub "kau sih terlalu sibuk dengan dirimu sendiri" kata eun "kau yang membuat ku sibuk" kata kim "aku? " eun menatap kim dengan tatapan tidak percaya "aku tidak pernah bisa berhenti memikirkan mu! karena itu fikir ku selalu sibuk untuk memikirkan mu" kata kim "dasar penipu. oh ya aku tadi bermain dengan air terjun mini ini, lihat sangat menggemaskan apalagi kalau meletakkan kelopak bunga di sini lihat dia akan bergerak gerak, lihat tuan kim ayo bangun dan lihat ini" eun terlihat begitu bersemangat "ya" kim mengikuti perkataan eun mereka akhirnya menghabiskan waktu di sana selama beberapa jam.


Pintu di tutup dengan keras membuat eun hampir melompat karena terkejut, terlihat kim menatap ke arah nya "aku sedang ingin mandi" kata eun,dia menatap segelas es batu di tangan kim "bagus lah" kata kim sambil meletakkan gelas yang dia bawa lalu dia mendekati eun dan menekan eun di dinding "kau bilang kau tidak marah tapi kenapa kau memperlakukan ku seperti sedang marah. aku min-" mulut eun tidak bisa bicara lagi karena ulah kim "tidak ada yang marah tapi aku perlu memberi mu sedikit hukuman" kata kim setelah melepaskan tautan bibir nya "hukuman? jangan jangan? " eun melihat ke arah es batu tadi "tidak tidak.. aku " eun mencoba menghindar "pegang" kim menarik tangan eun ke bawah tubuh nya seketika wajah eun langsung memerah "sudah aktif" kim langsung mengangkat tubuh eun sambil menyambar segelas es batu yang dia bawa tadi.

__ADS_1


__ADS_2