gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
pelaku yang sebenarnya


__ADS_3

Carl melipat kertas yang dia pegang lalu menatap eun "ini rumah nya carl"kata eun " iya, ayo kita coba masuk"kata carl sambil memperhatikan langkah teman nya.


"ada garis polisi nya"


"hati hati jangan sentuh apapun nanti kita malah jadi tersangka lagi"


"oke"


mereka berdua masuk ke dalam sebuah rumah secara diam diam, untuk mencari tau kematian seorang selebgram yang di kabar kan bunuh diri.


"Cepat! " ransom menarik seorang pria yang waktu itu di hajar oleh kim "apa luka nya benar benar sudah pulih? " tanya bxivan "ku rasa sudah, ini sudah lima hari dan tadi dokter bilang dia susah membaik tinggal makan makanan yang sehat" kata dario .


mereka membawa pria itu masuk ke dalam sebuah rumah dan terlihat kim sudah ada di sana dengan arrayan "apa lagi yang akan dilakukan oleh kim? " batin arrayan "kenapa kau membawa ku ke rumah sakit? " tanya pria itu "greb! " kim menarik tangan pria itu "damn it! " arrayan mengusap wajahnya yang terkena darah "AHHHH!!! " pria itu memegang tangan nya "kau tidak akan mati dengan mudah sebelum kau mengatakan siapa bos mu" kata kim sambil melempar pergelangan tangan milik pria itu ke lantai "ahhh... akh" pria itu berteriak kesakitan. kim melepaskan jas nya lalu memakai sebuah Knuckle dengan ujung yang sangat tajam, "kau mau apa? " tanya pria itu "jika dia memukul ku tembak kaki nya atau tangan nya agar dia tetap hidup" kata kim "apa" pria itu terkejut "buagg!! " kepala nya langsung berdarah ketika kim terus menerus memukul pria itu "lebih baik kau mengatakan saja siapa yang menyuruh mu atau kau akan tiada" kata azka "tidak akan" kata pria itu sambil meringis kesakitan "mati lah kau" kata arrayan "tuan biarkan kami yang membuka mulut nya" kata justin "benar kim" kata arrayan "tid-" kim melihat ponsel nya "oke.cabut semua giginya, aku akan kembali" kata kim "baik tuan" kata Mattew "tidak tidak!! " kata pria itu dengan histeris "siapa yang menelpon mu? " tanya arrayan "calon mertua" kim langsung pergi "usahakan pelan kan suara mu kim" kata arrayan.


"halo kim, maaf bila mama mengganggu mu mama cuma mau bertanya. apa eun bersama mu? mama menelpon nya namun dia tidak menjawab nya dari tadi" kata sisy "ma, um.. eun sedang berkerja mungkin dia sedang sibuk maka nya dia tidak mengangkat telpon dari mu" kata kim "oh.. benar juga aku lupa kalau dia sudah berkerja" kata sisy "nanti aku akan menyuruh dia menelpon mu, hum bagaimana kabar mu ma? ".


" Baik pelan pelan, ini sangat bau"kata carl sambil mengambil beberapa foto "ku rasa benar, dia tidak bunuh diri carl karena saat otopsi pertama ada bekas jeratan tali di leher nya namun saat otopsi ke dua bekas jeratan tali itu tidak ada. aku yakin dia di bunuh seseorang lalu dia di gantung lihat lah kursi ini masih ada di sini dan posisi nya masih berdiri, kau tau kan orang yang bunuh diri dengan menggantung diri nya sendiri otomatis dia akan menjatuhkan kursinya seperti ini " eun menunjukkan ponsel nya ke carl "lihat kan orang yang gantung diri pasti akan menjatuhkan kursi nya" kata eun "cerdas" kata carl "jadi dia di bunuh orang lalu, orang itu menggantung nya namun dia melakukan kesalahan karena lupa menjatuhkan kursi nya"


"eun lihat itu ada gelang di dekat kaki meja" "mana aku tidak lihat"


"itu dia warna gelap kau melihat nya dengan kamera, bentar aku akan nyalakan senter "


"oh, itu benar cepat ambil foto nya"


"seperti nya gelang itu memiliki ukiran nama" "aku ambil penjepit untuk membalik gelang itu" "hati hati"


"devan"


"devan? ini akan menjadi berita paling keren ayo cari bukti lain" kata eun, carl pun mengangguk setuju.


Arrayan berdiri menghampiri pria yang sedang di siksa itu "kau sekarang jadi kakek kakek karena tidak punya gigi, jadi apa kau akan mengatakan jawaban dari pertanyaan teman ku? " tanya arrayan "cukup jangan lakukan apapun " kim datang sambil membawa botol berisi cairan yang terlihat seperti air biasa "akan ku bukti kan rumor yang mengatakan bahkan aku adalah orang yang tidak memiliki hati itu salah, karena aku akan mencuci luka mu dengan cairan ini" kata kim dengan tatapan dingin "apa itu kim? " tanya arrayan "menurut mu apa? " kim membuka botol itu "AHHHHHH!!! " baru setetes cairan yang jatuh di kaki pria itu. namun pria itu langsung berteriak kesakitan "asam sulfat? " tebak arrayan, kim mengangguk "tolong jangan lakukan ini" kata pria itu dengan memohon "aku cuma ingin membersihkan luka mu saja" kata kim "kau akan menjadi bersih sampai kerangka mu terlihat" ujar arrayan "tolong jangan" pria itu ketakutan .


kim menyeringai dan siap menuangkan cairan yang ada di dalam botol itu, air mata pria itu seketika langsung mengalir dengan deras sambil berteriak memohon agar kim tidak menuang asam sulfat itu ke tubuh nya "AMPUNI AKU TUAN AKU, AKU AKAN KATAKAN PADA MU SEMUA NYA" kata pria itu "bagus" arrayan mengambil ponsel nya untuk merekam pria itu "aku akan katakan pada mu tuan, tolong jangan siksa aku lagi. tuan milthon menyuruh diri ku dan teman ku yang lainnya untuk menghasut semua rekan mu kami menyerang semua nya dan jika tertangkap kami akan mengatakan bahwa kau yang menyuruh kami padahal tidak tuan, tuan milthon yang menyuruh kami dia membayar misi kami lima ratus juta perorang kami melakukan banyak penyerangan ke perusahaan, ke rumah dan lainnya bahkan kami menyerang tuan Arthur yang terkenal baik " kata pria itu "lanjut kan" kata kim "tolong ampuni aku tuan, aku sudah mengatakan yang sebenarnya, aku juga bisa memanggil teman teman ku untuk menyakinkan mu" leo mendekati pria itu dan memberikan sebuah ponsel pada nya "telpon" kata arrayan "baik" pria itu gemetaran karena sangat ketakutan dia tidak menyangka sosok kim yang di kabar kan tidak memiliki perasaan saat menghadapi musuh nya ternyata benar ada nya, dia juga ingat bagaimana kim membelah perut nya itu benar-benar menakutkan "halo ini aku b aku akan mengirim lokasi datang lah bersama yang lain ada sesuatu yang harus di bicara usahakan cepat ya, oke aku akan kirim lokasi nya" pria itu menatap kim "lalu asam ini untuk siapa? " tanya kim "kim" kata arrayan "baik aku akan pegang saja" kata kim sambil kembali menutup botol itu.


satu jam kemudian


teman teman pria itu datang, mereka benar-benar tidak menduga bahwa mereka akan berhadapan dengan sosok kim yang di takuti banyak orang . begitu datang mereka langsung di tangkap dan di ikat "aku lupa milthon adalah musuh utama" kata arrayan "b katakan pada tuan kim kalau yang menyuruh kita adalah tuan milthon , kata kan yang sebenarnya atau kita akan binasa" kata pria itu "tidak akan, aku buk-aahhhhh!!! " satu pria menggeliat kesakitan dengan tubuh yang melepuh "tarik dan kremasi dia di ruang bawah tanah" kata kim


"apa ini? "


"kenapa kau membawa kami ke situasi ini? "


"apa dia kim si manusia tanpa hati? "


"kita dalam bahaya"

__ADS_1


"apa yang akan kita lakukan? "


"kita terjebak"


"cukup!! cepat katakan siapa yang menyuruh kalian? apakah tuan milthon seperti kata pria itu" kata azka seketika semua nya langsung diam, kim menarik satu pria lagi "lepaskan aku!! " ucap nya namun kim melempar pria itu ke arrayan. kim langsung mengambil pisau yang ada di meja "akh!! ohok"kim menarik sesuatu dari tubuh pria itu yang membuat suasana semakin terasa mencekam, kim langsung tertawa melihat semua nya terdiam " tenang aku tidak kejam"kim menatap liam.


"ambil botol itu! tuang isi nya ke pria yang di sudut dia seperti nya kehausan beri dia minum" kata kim "tidak tuan jangan sakiti teman ku" kata pria di dekat kim "buat teman mu bicara" kata arrayan "buka mulut mu! " kata liam "puff ohok.. hok.. puff" begitu cairan itu masuk ke mulut nya pria itu langsung muntah darah dan mulut nya melepuh bukan nya takut kim malah terlihat sangat santai dan menikmati pemandangan itu.


"tuan ampuni kami"


"tuan milthon yang menyuruh kami"


"benar tuan milthon menyuruh kami"


"kami di bayar 500 juta per orang"


"kami harus menyerang orang terdekat mu"


"dan kami akan berpura-pura tertangkap dan mengaku kalau kau yang menyuruh kami"


"benar tuan"


"ampuni kami"


"kalian urus semua nya aku harus menjemput eun" kata kim "baik tuan" kata mirzha "tapi baju mu kotor" kata arrayan "aku akan ganti baju, tahan mereka. besok aku akan datang kembali" kata kim "bersihkan juga wajah mu" kata arrayan.


"hahha baiklah para reporter senior, bye bye laporan nya akan aku kirim nanti" kata eun "aku saja yang mengerjakan nya " kata carl "sudah sudah, pulang ! pulang" kata putri "bye bye semua nya" eun pergi dan benar saja, dia melihat kim sudah ada di depan pintu kantor nya "Hai suami" kim langsung menoleh .


"kau bilang apa? "


"Hai tuan kim"


"bukan tadi bukan itu"


"kau salah dengar tadi aku mengatakan itu"


"aku gak mungkin salah dengar"


"kau salah dengar, ayo pulang aku sangat kelah" "katakan dulu, apa yang kau katakan saat pertama kali tadi"


"Hai tuan kim"


"oke. kau masih berbohong, itu artinya kau harus siap saat sampai di rumah nanti"


"hah? kau mengancam ku? astaga tega sekali" "kau yang mulai menggoda ku"

__ADS_1


"haha aku tidak menggoda mu tuan kim"


"eh tunggu, apa ini di leher mu seperti nya ada darah" kata eun sambil memegang leher kim, "darah? " kata kim dengan tenang "apa kau melakukan sesuatu? " eun menatap kim dengan serius .


"aku sudah membersihkan tubuh ku dengan benar" batin kim "hahahha bercanda tuan kim, aku percaya kau tidak mungkin melakukan apapun yang membahayakan dirimu, kau kan sudah janji pada ku kalau kau tidak akan melukai orang lain ya kan? " ujar eun "sial" batin kim "kau sekarang sulit di tebak" kata kim "tapi aku benar kan? apa di kantor mu semua nya aman? " tanya eun "aman tidak ada masalah semua nya terkendali seperti biasa" kata kim sambil jalan dan membawa tas eun "bagus sekali aku suka itu sekarang ayo pulang aku sudah gerah, ingin mandi lalu istirahat" eun tersenyum sambil menatap kim.


"ayo"kim memegang tangan eun " tidak ada yang membuat ku takut kecuali wanita ini, dia benar-benar membuat jantung ku nyaris berhenti "kata kim dalam hati " kenapa menatap ku? "tanya eun saat di dalam mobil " kita akan mandi bersama"kata kim "tuan kim kita lagi di jalan" "terus? "


"dasar tidak tau malu"


"kita harus mandi bersama tiap hari"


"tidak mau, jika mandi bersama mu bukan nya cepat aku malah menjadi lebih lama seharusnya 15 menit malah menjadi 5 jam"


"puff" supir menahan tawa nya, mendengar perkataan eun.


"aku tidak perduli, malam ini kau mau kemana? kebioskop? dinner atau jalan jalan"


"aku rasa di rumah saja aku tidak ingin ke bioskop, kau tidak aman berada di sana aku tidak mau kau terluka"


"bodyguard ku ada"


"tidak tidak! kita di rumah saja, kita menonton film bersama bodyguard dan pelayan di rumah " "bagaimana? "


"kita bisa buat bioskop di rumah, dan itu lebih aman oke"


"lalu bagaimana dengan mandi bersama nya? "


" besok saja. aku benar-benar tidak ingin mandi dengan mu, aku ingin mandi cepat "


" oke besok pagi"


"aku harus kerja tidak bisa !"


"mandi seperti biasa "


"apa kau bisa di percaya? "


"haha kau tidak percaya pada suami mu ini? " "oke mandi bersama besok pagi, pastikan 20 menit paling lama jika lebih kau harus memakai dress ke kantor"


"baik"


"deal ya!"


"deal"

__ADS_1


kim tersenyum lalu mengusap rambut eun dengan lembut.


__ADS_2