gadis reporter dan tuan mafia

gadis reporter dan tuan mafia
Kim datang ke kampus


__ADS_3

Eun menyingkirkan tangan kim yang melingkar di pinggang nya "tuan kim! jam berapa sekarang? " kata eun "hum? " kim mengambil ponsel nya "jam tuju" kata kim "ya ampun.. Udah jam tuju aja!! " eun menyingkir kan selimut "aku harus cepat cepat" kata eun dengan tergesa-gesa "kau tidak mengata kan sesuatu pada ku? " kata kim "jangan sekarang" kata eun sambil pergi ke kamar mandi.


Seorang pria berjalan ke sebuah ruangan yang hanya di terangi satu buah lampu yang sangat kecil "ini makanan mu" kata pria itu "aku tidak mau makan" wanita yang ada di dalam ruangan itu melempar makanan itu ke arah pria yang membawa Makanan tadi, pria tadi diam lalu berbalik dan pergi "tuan wanita itu tidak mau makan" kata pria itu "biarkan saja kita lihat sampai kapan dia bertahan" kata ken.


Wanita yang tidak lain adalah zela itu duduk sambil menangis, dia kembali teringat beberapa hari yang lalu saat dia bertemu dengan eun. "kak zela kebetulan sekali" kata eun "kau eun kan? " kata zela "iya" eun melihat kanan kiri "apa kau bersama kak ai? " kata eun "iya dia lagi di --" zela terkejut ketika eun tiba tiba menarik nya


"kak zela mohon maaf sebelumnya tapi aku harus mengatakan ini, kak ai tidak seperti yang kau fikir kan selama ini! dia memiliki beberapa rencana buruk. kak ai sekarang berbeda dengan yang dulu di-" zela mengangkat tangan nya "apa maksud mu mengatakan ini? " tanya zela "bukan apa apa, kak zela tapi kau tau kak ai tidak --" kata eun "cukup!! " kata zela dengan marah "aku gak mau dengar apapun. kau sengaja menjelek jelekkan calon suami ku" kata zela dan terlihat nhai sedang berjalan ke arah mereka " baik! baik!! intinya waspada lah dengan kak ai aku bicara begini cuma gak ingin kamu kenapa kenapa"eun pergi. Zela kembali menangis "seandainya aku mendengar kan mu" kata zela.


Eun berhenti melangkah karena melihat sesuatu di mading "zela menghilang? " kata eun "Hai eun" sapa mahasiswa yang lewat "Hai juga" kata eun "apa ini sungguhan " eun mengeluarkan ponselnya untuk mengecek berita terbaru "kau di sini rupa nya" kata carl "carl kau ingat tunangan nya kak ai? " tanya eun "iya kalau gak salah nama nya zela kan" kata carl "iya dia di kabar kan hilang sekarang " kata eun "benar kah" kata carl "iya aku melihat nya di sini lal--" eun melihat seseorang datang menarik kertas kabar berita zela hilang "ini pasti hoax karena aku baru tanya ke senior nhai kalau zela ada dengan nya" kata salah satu mahasiswa


"Oh.. Tapi di internet" kata eun "haduh eun kamu ini polos banget! semua bisa saja di kabar kan di internet" kata mahasiswa itu lalu dia pergi "mungkin dia ada benar nya eun" kata carl "ya udah kita ke kelas yuk" kata eun.


Seorang pria datang dengan membawa buket coklat dia berjalan menghampiri eun "Hai" kata pria itu "hum? Apa kau bicara pada ku? " tanya eun "iya pada mu ini untuk mu" kata pria itu


"WA..h eun dapat buket"


"Iya mana kelihatan nya mahal tuh"

__ADS_1


"Terimakasih tapi aku tidak bisa Terima" kata eun "kenapa? " kata pria itu "karena eun tidak boleh banyak makan makanan manis" sahut carl "carl benar dan" kata eun "aku tidak peduli ambil ini dan.. Apa nanti malam kau tidak sibuk? " kata pria itu "hum.. A.. Aku nanti malam aku ada tugas yang harus di kerjakan " kata eun "aduh sayang sekali bagaimana kalau pagi hari" kata pria itu "hum.. " eun melirik ke arah carl "tidak perlu jauh jauh aku cuma mau mengajak mu makan di kantin jika kau keberatan makan di luar kampus" kata pria itu "hum.. Akan ku usahakan besok pagi" kata eun.


Sebuah mobil mewah masuk ke gerbang kampus membuat semua orang menatap mobil itu


"Siapa itu? "


"Seperti nya tamu"


"Kaya nya orang penting"


"Hei siapa itu? "


Seorang pria keluar dari mobil, pria dengan jas hitam itu melihat lurus ke arah depan.


Suara bel terdengar begitu keras para mahasiswa yang berada di dalam kelas langsung berjalan keluar karena sudah waktu nya pulang "jadi kau menunggu mendapatkan gelar sarjana baru menikahi rei? " kata eun "iya ku rasa itu yang tepat" kata carl "tapi kau harus mengatakannya pada rei, takut nya dia menunggu terlalu lama siapa tau kan dia mau cepat menikah" kata eun "ya aku sempat membicarakan itu pada nya dan dia setuju dan setelah menikah dia akan berhenti kerja dan aku akan kerja sepenuh hati da-- aduh.. Eun kenapa berhenti mendadak" kata carl "apa itu tuan kim? " eun membeku di tempat "mana? Oh, iya" kata carl "mampus aku hum.. Pegang buket nya aku akan merapikan pakaian ku. oke ayo rapikan pakaian mu " kata eun "kenapa? " kata carl "rapikan saja jangan terlihat seperti anak nakal kita harus terlihat seperti anak baik tidak banyak tingkah" kata eun "oke" kata carl.


Kim menatap eun yang berjalan dengan tenang di samping carl "tuan kim" kata eun "tuan kim apa yang kau lakukan" eun tersenyum "menjemput kekasih ku" kata kim "tapi.. Aku kan bisa pulang dengan carl kenapa kau repot repot" kata eun "kenapa? " kim melangkah mendekati eun "jangan terlalu dekat " eun melihat kanan kiri "kau terlihat pemalu sekali di sini, tapi kau juga terlihat sangat cantik" kata kim sambil melingkar kan tangan nya di pinggang eun.

__ADS_1


"dari mana buket ini? " tanya kim "dari kakak tingkat ku dia tiba-tiba datang dan memberikan ini pada ku " kata eun "haduuh eun kenapa jujur banget" kata carl dalam hati "apa? " kim mengerutkan keningnya "seorang pria atau wanita" kata kim "itu orang nya " eun menunjuk seorang pria, kim langsung mengambil buket itu dan memberikan nya ke carl "apa yang dia katakan pada mu" kata kim "jangan jujur eun" kata carl dalam hati "dia mengajak ku makan tapi aku bilang aku tidak bisa jadi " kata eun "kau menolak nya" kata kim "iya tapi besok pagi baru makan bersama nya di kantin " kata eun "bersama pria itu? " kata kim "iya" kata eun dengan jujur "hadeehh" carl menepuk dahinya.


"kau setuju makan dengan nya lalu aku bagaimana? " kata kim "aku baru saja mau menceritakan ini di rumah, apa kau memperbolehkan aku makan dengan nya" kata eun "jika kau dengan nya kalau begitu jadi pacar nya saja" kim langsung memasukkan tangan ke dalam saku "humm.eun tuan kim.. Aku aku duluan ya" carl pergi "iya hati hati" kata eun "tuan kim bisa kita pulang? " kata eun, kim berbalik berjalan ke arah mobil "kenapa kau jadi pendiam kau tidak cocok jadi pria pendiam" eun berjalan lalu masuk ke dalam mobil "tuan kim " eun menatap kim yang diam "apa kau marah karena pria tadi? " kata eun tapi kim tetap diam.


Beberapa wanita memakai kan riasan ke wajah eun "dia tidak membawa ku pulang tapi malah membawa ku ke tempat ini apa mau dia? Di tanya diam saja" kata eun dalam hati, kim membuka pintu melihat eun dengan dress sepanjang lutut.


Malam harinya...


Di atas atap gedung besar dan tinggi, "tuan kim kenapa kau membawa ku ke sini? " kata eun sambil menatap pria berjas itu, kim berjalan ke arah kursi yang telah di sediakan eun juga duduk di depan kim .


dia menatap lampu hias di sekeliling nya dan beberapa pelayan datang menyiapkan makanan dan juga minuman dan juga memainkan musik yang sangat lembut "jika kau masih tetap diam aku akan pergi" eun berdiri "duduk" kata kim "tidak mau aku mau pulang" kata eun "duduk!!" kim menatap eun "duduk lah" kata kim sambil berdiri menarik eun untuk kembali duduk "ayo makan" kata kim, eun menatap kim "kau kali ini bersikap aneh" kata eun sambil mulai makan "sungguh menyebalkan" kata eun.


Di tempat lain..


Buket coklat di letakan di atas meja "jadi itu milik nona eun? " kata rei "iya tuan kim memberikan pada ku" kata carl "tapi tenang saja aku juga membelikan mu hadiah" kata carl "apa!! " kata rei "kenapa? Kenapa muka mu terlihat marah" carl panik "aku kan sudah bilang jangan beli apapun lagi!! kita harus menabung untuk pernikahan kita" kata rei sambil memukul carl "aduh aduh.. Iya iya ini yang terakhir" kata carl "benar ya" kata rei "iya iya.. Jangan pukul lagi nanti aku sakit" kata carl "jika kau membeli hadiah lagi aku akan menendang mu" kata rei "iya sayang! iya maafkan aku ya" kata carl sambil memeluk rei.


Pelayan datang mengantarkan hidangan penutup "silahkan nona, silahkan tuan" kata pelayan itu "tuan ki....m aku.. Aku tidak akan makan dengan pria itu" kata eun

__ADS_1


kim langsung menatap eun "aku juga gak berencana mau makan dengan nya ,karena aku pagi besok ada janji dengan dosen bersama carl juga. jadi aku mengatakan pada pria itu kalau aku pagi besok akan menemui nya untuk makan tapi sebenarnya itu tidak akan terjadi" kata eun "jadi kau berbohong pada nya" kata kim "iya itu carl yang mengajari ku tadi dia menulis sesuatu di atas kertas saat pria itu sedang bicara pada ku kata carl bilang saja besok pagi karena sudah pasti, pagi pagi kami tidak santai karena ada janji dengan dosen carl pintar kan " kata eun.


kim tersenyum singkat "aku mengajak mu makan berdua agar kau tidak makan dengan nya" kata kim "apa kau takut aku makan dengan pria itu? " tanya eun "tidak" kata kim "oh benarkah kalau begitu--" kata eun "kalau begitu jangan mau di ajak makan oleh pria mana pun!! karena aku kekasih mu, hanya aku yang boleh mengajak mu makan berdua. pria lain tidak boleh" kata kim sambil menyentuh tangan eun "katakan pada ku aku siapa mu? " kata kim, eun terdiam dia menatap kim yang sedang menatap ke arah nya "kau adalah kekasih ku" kata eun "bagus" kata kim "dengar eun.. Aku tidak akan memaksa mu untuk mencintai ku, tapi aku minta jangan cintai pria mana pun kecuali aku" kata kim dengan tegas " Jika kau ingin mencintai seseorang maka orang itu adalah aku bukan orang lain! "eun tersenyum "tuan kim apa ada yang mengatakan pada mu kalau kau sedang begini terlihat sangat imut.. Saat mengatakan perkataan yang manis manis seperti tadi" kata eun kim langsung memasang wajah datar namun eun tetap tersenyum "ku rasa aku benar benar mencintai pria ini sekarang" kata eun dalam hati.


__ADS_2