
Berita kematian selebgram terkenal terbit pagi ini. wajah wanita cantik itu muncul di koran dan televisi, akhirnya kebenarannya terungkap bahwa selebgram itu tewas karena di bunuh seseorang bukan bunuh diri dugaan pertama adalah seseorang bernama devan tidak ada yang lain karena selebgram itu tinggal sendirian.
"Dia berhak mendapatkan penghargaan" kata Yuda "benar mereka baru masuk kerja beberapa hari namun langsung berhasil membuat berita yang sangat sangat hot" kata vivian "pagi semua nya" sapa putri di kantor "pagi juga" sahut yang lainnya "kalian sudah lihat koran? saat di apartemen aku terkejut melihat berita selebgram itu ternyata tewas karena di bunuh" kata ade "aku juga gak menyangka" kata vivian sambil duduk di kursi nya dan menyalahkan laptop nya.
Di dalam kamar nya eun berputar sambil menyemprotkan parfum ke tubuh nya kim yang sedang mengambil ponsel nya di atas meja dia tertawa melihat eun menari sambil memakai parfum .
"siapa yang ingin kau goda di kantor mu? "
"kau ini posesif sekali tuan kim, dengar ya aku tidak suka menggoda orang" kata eun sambil berjalan mendekati kim, "menunduk aku akan merapikan dasi mu" kata eun "apa perlu aku mengangkat mu? "
"jangan mengada ada ya"
"kau suka menjadi seorang reporter? "
"hum.. aku sangat suka, di mana aku akan mengungkapkan kebenaran, kau tau papa ku pernah mengatakan. tidak semua kebenaran bisa terungkap karena para penyampai kebenaran kebanyakan menjadi seorang pembohong karena uang, jadi banyak orang yang tidak bisa mendapatkan keadilan karena para hum.. saksi atau orang yang memiliki hak untuk menyampaikan kebenaran malah berbohong" "um.. papa mu sangat berjiwa besar sama seperti dirimu" kata kim,sambil mencium kening eun "jadi biar aku gantian bertanya pada mu apa kau suka menjadi seorang mafia? ".
kim terdiam sesaat "aku tidak menyukai nya namun aku menikmati nya.karena itu yang di ajarkan pada ku dari dulu, namun sekarang aku rasa aku tidak menyukai nya. sekarang aku menyukai mu"
"haha kau ini, itu berbeda tau"
"dulu aku tidak perduli jika aku mati dalam pertempuran. karena tidak ada yang memperdulikan ku, sekarang aku belum ingin mati"
"kenapa kau berkata begitu? "
"kau adalah orang pertama yang menghawatirkan ku, orang yang menunggu ku pulang, orang yang memarahiku itu membuat ku tidak bisa jauh dari mu. kau nyawa ku"
"baik, jangan bicara lagi kita akan terlambat gaji ku akan di potong"
"haha baik lah gadis reporter aku akan mengantar mu ke kantor mu"
"baiklah tuan mafia terimakasih sudah hadir dalam hidup ku ini hadiah untuk mu" eun memberi kim ciuman singkat lalu pergi.
Arrayan membuka pintu mobil untuk kekasih nya "silakan sayang" kata arrayan "kau ingat kan apa yang kau katakan tadi malam? " tanta ade "tentu sayang aku akan membereskan semua nya dan aku akan mencari pekerjaan lain oke, asalkan kau bersama ku . aku akan melakukan apapun " kata arrayan "baik lah sekarang pergi dengan hati hati sampai bertemu nanti bye sayang" ade melambaikan tangan lalu pergi.
mobil kim datang setelah mobil arrayan pergi "ayo leo" kata justin "kalian berdua akan ikut lagi dengan ku? " tanya eun "demi keselamatan" kata kim sambil keluar dari mobil nya.
"baik lah aku paham, tapi ada satu hal yang ingin kutanya kan pada mu"
"katakan!"
"kau mengatakan pada ku kalau kau akan berhenti dari pekerjaan mu ini, tapi kenapa sampai sekarang belum berhenti"
__ADS_1
"aku akan berhenti, sekarang aku mau menyiapkan semua surat surat penting untuk kehidupan kita selanjutnya, aku akan menemui tuan ryu dulu"
"baik lah aku percaya pada mu" kata eun sambil melambaikan tangan nya "bye tuan kim aku mencintaimu" eun pergi masuk ke dalam kantor nya.
Suara singa terdengar sangat keras dari sebuah rumah. terlihat singa besar itu ada di samping rumah besar itu, mobil kim masuk ke halaman rumah itu lalu berhenti tepat di samping mobil arrayan yang sudah terparkir di dekat nya.
"Masalah nya ku rasa tinggal itu, ku yakin kim akan menyerang milthon terlebih dahulu dan dengan itu nama baik nya akan kembali"
"tentu" arrayan langsung menoleh ketika mendengar suara kim "kau butuh bantuan ku? " tanya ryu "ku rasa tidak. aku akan menyelesaikan nya sendiri" kata kim sambil duduk di depan rekan nya itu.
Dengan rasa bangga eliezer menjabat tangan seorang polisi di depan nya "terimakasih" kata polisi itu "terimakasih juga pak " kata eliezer "hebat banyak polisi yang datang untuk berkerjasama dengan perusahaan kita" bisik carl "hebat" bisik eun "eun, carl" kata putri "iya" carl dan eun menatap putri "tuan eliezer memanggil kalian" kata putri "kaya nya kalian berdua akan menjadi reporter handal di sini" kata wong "benar itu " kata zizie "hahha jangan bercanda " kata eun "mereka merendahkan kita seperti nya" kata carl dengan nada pelan ke eun "kalian ini tidak bisa membedakan mana pujian mana hinaan ya?" kata xeyi "hahaha bahkan kami tidak bisa membedakan mana tikus mana ular " kata eun "sudah sana nanti tuan eliezer marah" kata Yuda "kerja kerja kerja kerja!! " eun pergi dengan semangat.
Beberapa dokumen penting di letakan ke atas meja dan kim langsung mengambil nya "semua nya juga beres namun tinggal satu permasalahan nya, nama ku masih belum bersih" kata kim "kita cari milthon sekarang" kata arrayan "aku tau dia di mana, orang suruhan nya itu sudah mengatakan semua nya" kata kim "mereka terlalu banyak kim, milthon menghasut 50% rekan bisnis mu mereka bisa menyerang mu bersamaan" kata ryu "itu benar" kata arrayan. kim meneguk minuman milik nya dengan santai, menandakan bahwa dia siap menghadapi apapun yang terjadi kedepan nya tanpa rasa takut.
"Kenapa kau menolak? "
"kau juga kenapa menolak? "
"aku belum siap"
"aku juga"
vivian menatap carl dan eun yang baru keluar dari ruangan eliezer "kenapa dengan kalian berdua? " tanya Bimo "tidak papa" kata eun "iya tidak papa ehehe" kata carl "kalian mencurigakan" kata vivian "jadi begini tadi tuan eliezer mau menawarkan kami seperti hum.. apa ya" kata eun "kaya penghargaan kaya jabatan gitu deh" kata carl "lalu" kata wong
"eun menolak"
eun dan carl saling tatap "astaga kalian ini" kata Yuda "kenapa di tolak" kata vivian
"aku belum siap! "
"aku belum siap! "
"ayolah reporter junior kalian! astaga payah sekali, itu peluang baik" kata xeyi "tapi aku beneran belum siap jadi aku menyuruh tuan eliezer memilih kalian" kata eun "benar itu" sahut carl "mereka aneh ya" zizie tidak habis fikir "masih anak kecil wajar beloon" kata petir "hahaha" yang lain tertawa "aku akan kembali ke ruangan ku karena sudah mendekati jam istirahat, dia pasti menelpon ku" kata eun "ya elah bucin" ledek vivian "sesekali" eun berjalan dengan senang seperti bocah yang baru di belikan es krim oleh kedua orang tua nya.
Seorang kurir datang dengan kotak makanan di punggung nya "permisi atas nama nona eun ada paket dari tuan kim" kata kurir "oh untuk eun ya, berikan saja pada ku .aku yang akan mengantar nya" kata vivian "maaf nona, ini permintaan tuan kim saya harus mengantarkan nya langsung karena ini penting" kata kurir "petir" kata vivian "oh tidak bisakah kau meletakkan kotak nya saja dan bawa paket nya ke ruangan eun" kata petir "tidak bisa tuan kejutan nya tidak di bungkus nanti ketauan" kata kurir hum.. bodyguard di luar sudah memeriksa nya tuan"kata kurir lagi "biarkan saja nama nya juga orang lagi bucin" kata ade "oke masuk lah itu ruangan nya" kata petir "terimakasih" kurir itu pergi.
Mendengar suara ketukan di pintu eun langsung meletakkan ponsel nya "masuk" kata eun "halo nona eun saya kurir utusan tuan kim" kata kurir makanan itu "ah.. kok ganti ya? biasa yang rambut nya agak pirang itu kurir nya" kata eun "dia sedang sakit nona jadi saya yang menggantikan, ini ada paket dari tuan kim dia meminta ku mengantarkan langsung pada mu" eun mengangguk "pantas saja kau masuk ke sini, karena biasa nya aku yang menjemput nya di pintu masuk, apa paket nya" kata eun
"ini".
" Sudah di antar? "tanya petir " sudah tuan dia baik sekali"petir tersenyum "eun memang anak baik" kata petir "saya permisi dulu tuan" kurir itu pergi.
__ADS_1
Kim terkejut melihat jam. dia langsung menepuk dahinya "aku lupa menelpon eun" kata kim "kau rajin sekali sekarang menelpon nya" kata arrayan "ten-dia menelpon ku kecil kan suara kalian" kata kim "halo kim" wajah kim langsung kembali datar sorot mata nya juga langsung berubah menjadi dingin.
"istri mu ada pada ku" ryu menyipitkan mata nya "berani kau sentuh dia akan ku bunuh kau" kata kim "siapa kim? " tanya arrayan "sekarang datang ke tempat ku, bawa semua surat kuasa seinaru washi bar sepuluh menit dari sekarang" kim memasukan ponsel nya namun ponsel nya kembali berbunyi "aku akan datang! jika sedikit saja kau gores dia akan ku pastikan aku mengkuliti mu hidup hidup! " ancam kim "kim ini aku juneval" kata juneval "ah.. jangan salah paham aku tidak punya banyak waktu" kata kim "aku akan datang " kata juneval "aku harus selamat kan istri ku, kau nanti aku telpon atau kau bisa telpon arrayan" kim membawa dokumen di depan nya lalu pergi.
Dengan laptop nya carl berjalan masuk ke dalam ruangan eun untuk membahas pekerjaan seperti biasa "eun bag-? loh? eun kau dimana? " carl meletakkan laptop nya ke atas meja eun, lalu dia memeriksa ruangan itu "hei rekan kerja jangan bercanda ya" kata carl. namun tetap saja eun tidak terlihat, pandangan carl tiba-tiba tertuju pada botol kecil yang jatuh di lantai "apa ini? parfum kaya nya" carl membuka tutup botol itu "csss" carl langsung menutup mata nya "astaga kena muk--" carl jatuh tidak sadar kan diri.
"Huh? " eun membuka mata nya. dia melihat sekitar nya, dia tidak sedang ada di kantor nya dia ada di tempat lain "gadis reporter kita ketemu lagi" kata rack
"hah? "
milthon melirik ke arah eun yang sudah sadar "sraak" devan membuka jaket kuning yang dia pakai lalu meletakkan jaket itu ke atas kotak "jadi kurir itu" gumam eun "tuan kim sudah datang! " Milthon langsung tersenyum "kau sudah telpon yang lain termasuk tuan Arthur? " tanya milthon "sudah tuan mereka sudah dalam perjalanan".
Semua pengawal bersiaga di dekat kim, arrayan menghentikan mobil nya " semua nya bersiap kita akan berperang! "kata arrayan " siap!! "kata para pengawal nya " MILTHON!! KELUAR LAH"kata kim "jangan berteriak" milthon datang, dia terlihat sangat santai dengan senyuman di wajah nya "dimana istri ku? " tanya kim "devan! " kata milthon "ayo jalan! " devan mendorong eun "tuan kim" kata eun dengan hidung berdarah "eun" kata kim "eh! serahkan dulu apa yang ku minta baru kau boleh mengambil gadis reporter itu" kata milthon "jangan licik kau, kesepakatan nyaa aku datang membawa ini dan kita melakukan Penukaran" kata kim "devan! " kata milthon "ahh" eun kesakitan ketika pisau kecil melukai pipinya "hei!! " kim menatap eun "pertama tama letakan senjata mu dan senjata pengawal mu" kata milthon sambil berjalan mendekati kim.
"jatuh kan senjata kalian" kata kim sambil menjatuhkan pistol yang dia bawa "lempar ke sini dokumen itu" kata milthon "tuan kim pergilah!! jangan patuh pada nya! " kata eun "diam kau pelacur" kata rack "kau! " kim terlihat marah "ayo lempar sebelum aku menggerakkan pisau itu ke leher nya" kata milthon "oke, tapi jangan sentuh dia" kim melempar kan dokumen yang dia pegang "kau sudah mendapatkan nya sekarang lepas kan eun" kata kim "oh dia" milthon mendekati eun "jangan harap!!! " milthon langsung melepaskan tembakan ke arah kim untung nya kim dengan cepat langsung menghindar "bawa dia" kata milthon "TUAN KIM!" eun di bawa pergi "eun!! " kim mengambil senjata nya lalu pergi mengejar milthon.
"Dorr dorr dorr dorr" arrayan memegangi kepala nya "untung gak bocor" kata arrayan sambil bersembunyi di balik tiang "arrayan!! " Arthur melempar peledak ke arah arrayan "sumpah nih orang" arrayan langsung melompat dengan cepat agar tidak terkena ledakan, "sudah ku duga milthon akan memanggil semua orang untuk membunuh kim" kata ryu sambil meniupkan asap rokok nya ke udara.
"dia di sana" kata calvin "habisi semua nya!! " seru arrayan "siap! " kata chirs sambil melepaskan tembakan beruntun, eun di seret dengan cepat oleh milthon .
"kau akan menjadi tameng terbaik ku"
"kau tau tuan kim tidak terkalahkan"
"lihat saja nanti, kau akan membuat berita kematian mafia pecundang itu"
"nona eun! " seru casey "ak- ummph"mulut eun di tutup dengan kain oleh milthon " duarr!! "ledakan sesekali terdengar " lempar! "ransom dan bxivan melempar kan peledak ke arah musuh nya " hahaha.. aku suka ini"kata dario "hiaaaa!!! " devan mengangkat senjata nya dan langsung melepaskan tembakan tidak perduli siapa di depan nya ."hati hati jangan sampai terkena nona eun" kata juneval "eun!! " kim tidak melihat eun sama sekali "demi nenek moyang saudara ku" faresta memukul reno dengan senjata nya lalu menikam nya dengan pisau, "kau" kata reno "kembali ke nenek moyang dengan tenang" faresta melempar tubuh reno dari lantai dua "yuki lempar pistol mu" kata Kiky "ambil nih" kata adam "lindungi tuan Arthur" kata fio "ohok" qie ambruk di depan Kiky "bam bam bam pergilah ke neraka" kata lewis "hati hati tuan" kata farel " akhh"abi kesakitan darah mengalir dari paha nya "kau terluka" kata dika "lindungi tuan juneval" kata abi "tuan itu nona eun" kata keenan "kejar dia" kata juneval.
"Buagg" eun menendang kaki milthon dengan keras lalu berusaha berlari namun milthon langsung menangkap nya kembali .
"milthon!! "
kim menodong kan senjatanya "coba saja lukai aku " milthon menjadi kan eun sebagai tameng nya "tuan aku berhasil mendapatkan dokumen nya kembali" kata liam "lihat itu" kata hansen sambil menatap eun "jangan tembak dia, eun ada di dekat nya" kata kim "baik tuan" kata liam "kim ayo kita lakukan Penukaran kembali, berikan dokumen itu pada ku, aku akan berikan gadis ini pada mu" kata milthon "jauh kan tangan mu dari nya" kata kim "antar dokumen itu pada ku, jangan mengatur ku kim! aku lah yang mengendalikan semua nya" kata milthon "oke oke " kata kim "jika anak buah mu menembak ku aku akan melempar kan istri mu ini dari atas atap gedung ini, lihat itu satu tangga saja aku sudah sampai ke atap" kata milthon "oke, oke kau akan mendapatkan apa yang kau mau" kim menatap milthon "antar dokumen itu" kata kim "tapi tuan" kata liam "antar! " kata kim, liam langsung berjalan mendekati milthon "ambil dokumen itu gadis reporter" kata milthon .liam meletakkan dokumen itu ke tangan eun yang terikat "pergi sana" kata milthon, liam langsung kembali ke dekat kim "tepati perkataan mu" kata kim "tenang saja" milthon mengambil dokumen itu dari tangan eun.
Ledakan terus terjadi di sela suara tembakan korban terus berjatuhan "itu tuan Arthur" kata qaydin "apa kita harus membunuh nya? " tanya mirzha "tapi dia kan sudah jadi musuh tuan kim" kata mattew "kenapa kalian diskusi habisi musuh kita" kata arrayan "tuan juneval" kata Arthur "tuan Arthur" kedua nya sama sama mengacungkan senjata dan bersiap untuk melepaskan tembakan.
"Aku akan menyuruh nya berjalan tapi jika kau melepaskan tembakan aku akan membunuh gadis ini, sekarang pergilah ke arah suami mu" kata milthon "kemari eun" kata kim.
"akhh" rack terdiam sesaat sebelum tubuh nya ambruk ke lantai "buahg"azka menendang tubuh clark dengan keras " hah"clark maju sambil membawa pisau nya "uhh!! " azka menahan tangan clark agar tidak terkena pisau itu "aduh aduh.. jari ku hilang dua" kata faresta "bukan hanya jari nyawa pun akan lenyap" kata devan "tidak papa, jari bukan masalah demi nenek moyang akan ku keluar kan jurus rock Lee dari anime naruto pukulan bercabang!! " faresta maju memukul musuh nya. devan menangkis serangan dari faresta "tendangan terbalik" kata faresta "akhh!! " azka meringis kesakitan dia terus menahan pisau itu "bruaggg!! " tubuh devan terjatuh dari lantai tiga "akh" dada azka terkena pisau "mati kau!! " ujar clark "jangan remehkan pengawal tuan kim" azka menendang tubuh clark yang ada di atas nya "jrass" azka memejam kan matanya ketika darah segar mengalir dari leher clark.
Eun terus berjalan mendekati kim sambil menangis dia begitu sedih melihat luka di wajah kim, milthon tersenyum sambil diam diam mengeluarkan peledak dari balik baju nya "akhirnya" kata liam ketika melihat eun dan kim berpelukan "tamat kah kau kim!! " ucap milthon "dorr dorr dorr dorr dorr!! "kim langsung membalik tubuh nya untuk melindungi eun " tuan kim"kata eun dengan air mata yang sudah menetes di pipinya dan dengan perlahan kim menatap mata eun.
__ADS_1
"kim!" kata arrayan "tuan kim kau" kata eun "apa kau terluka? " tanya kim sambil menatap mata eun "kau yang terluka" kata eun "bukan" kim menoleh ke belakang, tubuh milthon tergeletak tidak bernyawa dan ryu sudah ada di sana "kim kau tidak papa? " tanya arrayan "eun terluka " kata kim "tenang lah eun, semua akan baik baik saja" kata arrayan. eun menggenggam tangan kim dengan erat "aku akan mengantar eun dulu " kata kim "antar lah dia kelihatan syok" kata ryu "aku akan kembali" kata kim "kim" kim menghentikan langkah nya terlihat Arthur datang bersama juneval dan beberapa orang lain nya "aku" kata Arthur "aku senang kalian masih hidup, kita akan bertemu nanti" kim menggendong eun dan membawa nya pergi "tuan ryu" kata Arthur "senang bertemu dengan mu" kata ryu dengan datar "lebih baik kita pergi dari sini" kata arrayan "tapi apa tuan kim akan memaafkan kami yang memusuhi nya? " tanya Arthur "masalah telah selesai kita tau apa yang akan terjadi selanjutnya" arrayan pergi "huf.." ryu kembali menyalakan rokok nya dan dengan santai dia menghembuskan asap nya ke udara.