
Matahari mulai muncul, cahaya nya perlahan menerangi alam . embun di rerumputan perlahan pudar, suara kendaraan langsung terdengar di mana mana.
Eun memeriksa hasil yang baru saja dia kerjakan "carl coba lihat ini bagaimana? " tanya Eun "coba aku eh? " carl melihat sesuatu di leher Eun "carl! " kata Eun "iya, iya sini biar aku lihat" kata carl
"Ini udah rapi kok" kata carl "kak ai? " Eun berdiri melihat nhai datang "siap siap kau akan ikut dengan ku untuk mewawancarai seseorang" kata nhai "oh.. Ayo carl" kata Eun "hanya kau" kata nhai "uhm.. Tapi kan carl partner k--" kata Eun "hanya kau! " tegas nhai"tidak papa kau siap siap saja aku akan menyelesaikan ini" kata carl "oh oke" kata Eun "mau apa dia" kata Yuda "sstt" kata vivian, Eun membawa tas nya lalu pergi bersama nhai "ada yang lihat tuan nhai? " tanya Bimo "dia baru pergi" kata vivian "waduh.. Aku di tinggalkan" kata bimo "loh dia tadi pergi dengan Eun" kata ade "tuan petir menyuruh ku pergi dengan nya" kata bimo "loh" semua nya bingung "jangan jangan" carl terlihat cemas.
Di dalam mobil..
Eun melihat ke arah jalanan sambil sesekali memfoto apa yang dia lihat. nhai memperhatikan Eun dari cermin yang ada di atas nya melihat Eun yang duduk di kursi belakang tiba tiba dia terlihat kesal ketika melihat ada sesuatu di leher Eun "uhm? " Eun meletakkan kamera nya ketika ponsel nya berbunyi "aku merindukan mu" Eun tersenyum sambil membenarkan posisi earphone nya "ku rasa aku juga" kata Eun "aku ingin melihat mu" kata Kim . Eun tersenyum lebar "kau akan melihat ku nanti" kata Eun "aku mau melihat mu sekarang cepat kirimkan foto mu ke aku "kata Kim " tuan Kim"kata Eun
"Cepat kirim " kata Kim "aku sedang bertugas nanti jika selesai aku akan mengirim nya pada mu" kata Eun "Eun.. " kata Kim suara terdengar sangat lembut "nanti ya " kata Eun "kita sudah sampai" nhai keluar dari mobil "tuan Kim aku kerja dulu" kata Eun "hum.. Baik lah" kata Kim.
Eun berjalan mengikuti nhai "kak ai kita akan mewawancarai siapa ?" Tanya Eun "orang nya ada di sana" kata nhai "Hai tuan nhai"terlihat ada seorang pria setengah baya " iya"kata nhai
Pria setengah baya itu menatap Eun dan nhai "sudah lama pak? " tanya nhai "belum tuan saya juga baru datang beberapa menit yang lalu" kata pria itu "baiklah gimana kalau kita langsung mulai saja" kata nhai.
Di kantor
Petir terlihat benar-benar kesal "udah di kasih patner malah ngambil patner orang lain" kata petir "kasih saja hukuman nya" kata Yuda "mungkin dia masih belum moveon dari Eun" kata bimo "petir aku kawatir pada Eun" kata vivian "dia akan baik baik saja" kata petir sambil tersenyum "aku akan menemui tuan Eliezer untuk membahas tuan nhai yang seenaknya saja" kata petir "iya" kata bimo dan vivian "oh ya vivian pria yang sering aku lihat dengan Eun itu siapa? " tanya bimo "calon suami nya" kata vivian "ya ampun.. Eun hebat banget bisa dapat orang kaya gitu" kata bimo "mana tubuh nya maskulin kulitnya bersih, gagah, cool, ya ampun" sahut yang lain.
Nhai melihat Eun sedang membeli minuman setelah selesai mewawancarai pria tadi "Hai gadis" Eun menoleh ke pria yang datang entah dari mana "boleh minta nomor ponsel mu" kata pria itu "maaf tidak bisa " kata Eun "oh.. apa pria yang itu pacar mu? " tanya pria itu Eun melihat ke arah mana yang pria itu maksud. "bukan dia rekan kerja, pacar ku sedang ada di kantor nya" kata Eun "oke lah" pria itu pergi "nona wajah mu sangat cantik " kata pria yang sedang membuat minuman yang Eun pesan, "terimakasih kau juga tampan" kata Eun "ini minuman mu jangan lupa untuk datang kembali" pria itu tersenyum sambil menatap Eun pergi "kak ai ini " Eun menyodorkan satu minuman ke nhai "pegang aja" nhai pergi "oke" kata Eun.
Mereka berdua jalan ke mobil "dengarkan aku!! kenapa kau tidak mendengar kan ku? " kata nhai saat sampai di dekat mobil "apa kak ai? " Eun kebingungan "jadi kau dan Kim berpacaran" kata nhai "hum" Eun mengangguk "dengar Eun aku tidak berbohong dia, astaga!! kenapa bisa? Kau tau betapa bahaya nya dia? Dia itu--" nhai terdiam di saat Eun memotong perkataan nya "dia bukan seorang pembunuh dan juga bukan seorang pembohong. Jadi apa yang salah? Jika kau bisa dengan siapa saja kenapa aku tidak? seandainya tuan Kim adalah seorang psikopat pun aku akan tetap bersama nya" kata Eun dengan tenang "apa kau tidak waras? " kata nhai "seharusnya aku yang berkata begitu! Kau waras atau tidak? Kenapa kau tidak bosan bosan mengatakan hal buruk soal tuan Kim!! Kau tenang saja dia tidak seperti dirimu" kata kata Eun terasa menusuk di dalam dada nya nhai.
__ADS_1
"aku cuma kawatir kalau kau--" kata nhai "dia tidak akan melakukan apa yang kau lakukan pada ku, kita ini rekan kerja. kita seharusnya membahas pekerjaan bukan hal seperti ini" kata Eun sambil mundur "kau mau kemana? " tanya nhai "aku tidak mau pulang dengan mu" kata Eun "Eun!! " nhai menahan tangan Eun "lepas kak ai!! aku mau cari taxi aku tidak mau dengan mu" kata Eun "kita berangkat bersama pulang juga bersama! Aku berkata seperti tadi karena aku tidak mau sesuatu terjadi pada mu" kata nhai "lepas!! Berhenti sok bersikap peduli pada ku!! di saat aku dalam bahaya kau kemana aja selama ini? Di saat aku ada masalah kenapa kau tidak muncul, ibarat kata kau ini seorang pecundang kak ai. Apa pantas seorang pria menjelekkan pria lain di hadapan seorang wanita? jika pria itu ada ya, mungkin tidak terlalu masalah tapi dia tidak ada di sini. tiap saat kau membahas hal buruk tentang nya, apa aku pernah berkata buruk tentang gadis mu itu? Ingat kita hanya sebatas rekan kerja di saat kerja ya kita bahas pekerjaan selebihnya nya tidak " kata Eun sambil terus menarik tangan nya yang di tahan nhai .
"plukk"minuman jatuh ke dekat sepatu eun " ya ya aku tau kita cuma rekan kerja tapi--"kata nhai "kau tau satu hal, aku dulu ibarat sebotol minuman lalu kau membanting ku dan membuat ku hancur seperti yang ini tadi, aku hancur, aku terluka rasanya tidak bisa dengan siapapun lagi karena semua sisi ku menjadi tajam dan bisa melukai siapapun yang mencoba mengambil serpihan botol itu. aku bertahan sendirian tanpa bantuan siapa pun termasuk dirimu!! sampai dia datang dia memungut serpihan itu menjadikan semuanya menjadi satu, memperbaiki dan mengubah nya menjadi lebih baik walaupun tangan nya terluka dia tidak peduli. Dan sekarang kau mencoba menjelekan dia yang membuat ku berani bangkit? tidak ada pria baik yang seperti dirimu" kata Eun "aku tidak ingin membenci mu kak ai, tapi kau lah yang memaksa ku untuk membenci mu kau mengatakan tuan Kim pembohong apa kau tidak sadar kalau kau seorang pembohong, tuan Kim bahaya tapi kau lebih berbahaya! aku cuma ingin satu. cuma ingin satu dari mu, sekarang tolong jaga wanita mu itu! jangan buat dia terluka dan merasakan apa yang ku rasa kan" Eun pergi sementara nhai terdiam "ahhhh.. Kim dan Kim kenapa selalu Kim dan Kim!!" kata nhai "karena pengaruh Kim dalam setiap perkataan nya itu bisa membuat siapa pun berubah " nhai menoleh ke belakang ada seorang pria berjas hitam di belakang nya,"gadis tadi pacar mu? " tanya pria itu "hm.. Siapa kau? Apa kau mengenali Kim juga? "Kata nhai " kenal kan aku milthon"kata milthon "aku bisa membantu mu melenyap kan Kim dan mendapatkan gadis itu" kata milthon "bagaimana cara mu untuk melakukan itu semuanya? Eun baru saja mengatakan kalau dia membenci ku" kata nhai "ayolah rekan jangan bodoh" milthon tersenyum licik.
Dengan muka kesal Eun melangkah ke dalam kantor "ini sanga--" Eun terdiam melihat Kim sedang ngobrol dengan rekan kerja nya dan bahkan ada bos nya juga di sana .
"Eun kemarilah" kata Eliezer "iya tuan" Eun mendekat "kami akan mengadakan acara pesta untuk perpisahan masa magang mu yang akan berakhir" kata Eliezer, nhai yang baru datang langsung ikut mendekat juga "semuanya akan di undang" kata Eliezer "ha.. Hum... Kita kan akan mengadakan hum.. " Eun melirik ke arah carl "tuan Kim akan menyiapkan segalanya" kata putri "waw.. Itu bagus tuan Eliezer kalau bisa acara nya harus di buat sangat mewah .karena anak magang ini juga sudah menghadapi banyak bahaya selama di sini" sahut nhai "nah itu benar" kata ade "hum.. Terimakasih" kata Eun.
"Haaaahhh!! " Kim lari ke kamar mandi ketika mendengar suara Eun "ada apa? " tanya Kim "tuan Kim.. Sejak kapan leher ku memiliki " kata Eun dengan wajah panik.
Kim tersenyum "aku juga tidak tau" kata Kim "ahh.. Jangan bohong ini pasti ulah mu astaga.. Aku tadi bertemu banyak orang lagi" kata Eun "jadi apa yang salah" Kim memeluk Eun dari belakang "apa yang akan mereka fikir kan nanti" kata Eun "mereka akan berfikir Eun adalah milik Kim" kata Kim dengan enteng "ais... Sudah sana aku tidak mau melihat mu" Eun pergi "Eun? " kata Kim "aku sibuk" Eun pergi keluar kamar "padahal aku sedang lapar dia malah pergi"kata Kim.
Di dapur ..
Terlihat beberapa pelayan sedang masak " rei"kata Eun "oh.. I.. Iya nona" rei menghampiri Eun "ayo ikut aku" kata Eun Kim melihat dari tangga Eun dan rei pergi keluar rumah.
"carrlll!! " Eun berlari sambil melompat ke pelukan carl "kita selesai... Huuuh" kata Eun sambil menarik telinga carl "iya aku juga gak menyangka ya" kata carl "ehem" Kim berdehem "bagaimana kita duduk di sana, yuk! tadi aku lihat di sana ada kue mini loh" kata Eun "aku juga melihat nya, ayo kita sudah lama tidak bersantai" kata carl "a.. Aku? " Kim di tinggal kan begitu saja.
dengan muka datanr dia berjalan perlahan mengikuti Eun "jangan mabuk ya" bisik ade "iya" kata arrayan sambil tersenyum, orang orang mulai menari sambil menikmati minuman dan hidangan yang ada di meja "bentar bentar aku mau coba minuman ini" kata Eun "jangan nanti kau mabuk" kata carl "sedikit saja, setengah nya kau yang habis kan" kata Eun "oke oke kita bagi dia" kata carl "Hai Eun!! " vivian mendekat "awas kau nanti mabuk" kata vivian "iya iya" kata Eun "selamat ya jangan lupakan kami" kata Yuda "aku kalau ada waktu luang kami pasti melihat kalian" kata Eun "oh ya , carl ayo ikut aku, semua nya aku pergi dulu ada urusan" kata Eun sambil menarik tangan carl "ada apa? " tanya carl "ayolah" kata Eun sambil menutup mata carl.
Kim mengikuti nya dari belakang "satu dua.. Tiga" kata Eun sambil membuka mata carl "nona" kata rei "ah? " carl terlihat bingung "aku serah kan sisa nya pada kalian" Eun berlari pergi "grebb" Kim tiba-tiba memeluk Eun "au.. Aku kaget" kata Eun "apa yang kau lakukan? " tanya Kim sambil menyudutkan Eun ke dinding "tuan Kim.. Jangan terlalu dekat " kata Eun "kau bilang apa" Kim semakin merapat dan mencium wajah Eun "mereka berdua saling menyukai, aku hanya ingin membantu" kata Eun "lalu apa kau menyukai ku? " tanya Kim "jika aku berkata tidak" kata Eun "maka aku akan memakan mu sampai habis tak bersisa" Kim langsung mencium bibir Eun dengan cepat.
"Tap" carl melangkah dengan ragu ragu "hum.. Maaf kan aku ya, aku. aku tidak tau" kata carl "aku.. Aku.. Ak.. Aku juga tidak tau " kata rei "hum.. " carl terlihat gugup "bag.. Ba. Bagaimana kita ke bawah" kata carl "aku? " kata rei "tentu saja" kata carl keduanya tersenyum malu malu.
__ADS_1
"Tuan Kim!! tuan Kim..! " Eun menahan tubuh Kim "jangan cium lagi ayo kita ke bawah menari" kata Eun "aku ingin makan" kata Kim "kau akan makan nanti" Eun pergi "Eun ayolah" kata Kim, tapi Eun sudah jauh "ya, ya" Kim berjalan menuruni tangga dengan wajah sedikit kesal karena makanan nya pergi begitu saja, terlihat Eun sedang bersulang dengan beberapa orang "bersulang" kata Eun "jangan terlalu banyak minum" Kim melingkar kan tangan nya ke pinggang Eun "kau mau minum? " tanya Eun "ayo menari" kata Eun sambil meletakkan gelas nya.
Arrayan tersenyum melihat Kim berdansa dengan Eun "kau kenapa? Teman berdansa kok malam tersenyum begitu? " kata ade "dia tidak pernah berdansa dengan siapapun dan sekarang melihat dia berdansa membuat hati ku geli" kata arrayan.
"Hei carl dengan siapa tuh? " tanya petir "iya, ya dengan siapa dia? " tanya vivian "dari mana dia dapat gadis seperti itu? " kata Yuda "mau menari? " tanya carl "hum.. Boleh tapi aku.. Aku tidak pernah menari" kata rei "ayo aku ajarin" kata carl "baik" kata rei, carl langsung membawa rei ke lantai dansa "pegang bahu ku" kata carl.
Eun tersenyum melihat carl dan rei menari "lihat itu manis sekali kan? " kata Eun namun kim seperti nya ingin melahap eun. "tuan Kim jangan mencium ku saat sedang menari" kata Eun "itu hak ku" kata Kim "hak apa nya" Eun merasakan kepala nya mulai terasa sakit, "Eun kau dengar aku? " tanya Kim "tunggu! tunggu tuan Kim" kata Eun sambil melepaskan tangan nya dari bahu Kim "ku rasa aku ingin ke kamar mandi" kata Eun "oke " kata Kim.
"Brugg" Eun terjatuh di pintu kamar mandi "ahh.. Kepala ku kenapa begini? " kata Eun sambil berusaha jalan kembali, dia masuk ke kamar mandi "uhuk.. Uhuk.. Huuek" Eun merasa mual kepala nya juga terasa sakit "tuan Kim" Eun berbalik menatap Kim sudah ada di belakang nya "Eun".
Kim duduk di kursi " Hai Kim di mana eun mu? "Tanya arrayan " dia ke toilet "kata Kim " kau benar-benar berubah ya gak ku sangka Eun dapat mengubah orang seperti mu"kata arrayan.
"Eun" nhai dengan berpenampilan seperti Kim merapat tubuh nya "tuan Kim" kata eun, nhai tersenyum dia teringat dengan obat yang dia campur kan ke dalam gelas yang dia berikan ke Eun di lantai bawah "kenapa kau datang ke toilet wanita? " tanya Eun "aku mencintai mu" nhai memeluk Eun dan perlahan mencium leher Eun "tidak! tidak tuan Kim" kata Eun.baru saja hendak mendorong nhai, Eun sudah tidak sadarkan diri nhai semakin tersenyum senang mencium bibir Eun "aku akan bawa kau pergi dari nya" nhai mengangkat tubuh Eun anak buah milthon datang membantu nhai membawa Eun ke sebuah kamar "ku pastikan Kim akan hancur" kata nhai sambil menutup pintu dia mulai membuka jas nya "kau hanya milik ku bukan milik Kim! " kata Eun.
"Azka tadi ada pria mencurigakan dia membawa koper" kata calvin "di mana? " tanya azka "di sana" kata calvin "ayo periksa dia" kata azka.
Kim melihat ke arah jam "kenapa Eun lama sekali? " fikir Kim "tuan Kim dimana Eun? " tanya vivian "oh.. Dia di kamar mandi,bisa lihat kan dia? " tanya Kim "oh oke" vivian pergi.
Nhai mengusap wajah Eun sambil tersenyum "kita akan menikah sesuai keinginan mu" bisik nhai sambil menunduk mencium leher Eun dan juga wajah Eun.
"Tuan Kim Eun tidak ada" kata vivian "apa? " kata Kim sambil berdiri "ada apa? " tanya arrayan "hei" azka mengejar anak buah milthon bersama beberapa bodyguard yang lainnya "tuan ada penyusup dan mereka telah kabur" kata dario "apa bagaimana bisa? " kata arrayan "tapi mereka belum sempat membawa apapun" kata Justin "lalu dimana Eun? " tanya Kim "gini saja kita periksa semua ruangan nya" kata arrayan "tuan kami menemukan koper di lantai atas. ini koper yang di tinggal kan penyusup itu dan koper nya berisi barang seorang pelayan wanita " kata Liam "periksa lantai atas" kata Kim sambil berjalan pergi.
"Hum? " Eun bergerak sedikit "jangan jangan dia bangun" fikir nhai "Eun" kata nhai tapi Eun tidak menjawab "maaf ya, mungkin cara ku salah kali ini. tapi dengan ini aku dan kau akan bersama selama nya" kata nhai "bruuaggg" pintu terbuka karena di dobrak bodyguard arrayan "tuan dia di dalam" kata calvin "sial" nhai terkejut saat ingin membuka pakaian nya malah ada orang yang sudah menemukan nya "aku harus lari" nhai pergi keluar jendela "mana orang nya? " kata arrayan "dia kabur seperti nya dia ingin melakukan hal buruk pada nona Eun" kata casey. arrayan melihat luar jendela terlihat ada alat bantu di bawah "Kim!! Kim" arrayan lari keluar "Kim!! Dia di bawah kejar kejar!!" kata arrayan para bodyguard juga bergerak dengan cepat, Kim melihat kanan kiri yang tersisa hanya alat bantu yang biasa di pakai pemadam untuk menyelamatkan orang yang akan melompat dari ketinggian "bagaimana dengan Eun? " tanya Kim "dia belum sempat melakukan apapun" kata arrayan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah
Kim membaringkan tubuh Eun ke atas ranjang "dia di bius" kata Kim, lalu dia keluar dari kamar dengan tatapan dingin nya aura kekejaman nya benar-benar terasa saat ini "aku tidak mau tau, cari tau siapa pelakunya bawa dia ke hadapan ku!!" kata Kim.