Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
PROLOG


__ADS_3

Seorang gadis berambut lurus itu sedang menikmati coklat panas kesukaannya, sembari menikmati rintik hujan yang lama kelamaan semakin deras.


Mata sipitnya tidak dapat mengalihkan pandangannya dari derasnya hujan. Hatinya berbisik, bertanya-tanya kenapa semuanya harus terjadi.


"Ghee?"suara bariton Papsky. Ghea melamun, tidak mendengar suara Papsky nya.


Papsky mengusap lembut surai rambut Ghea."Ghea cantik"Ghea tersentak, mengerjapkan matanya berulang-ulang kali.


"Eh, kenapa pap?" Papsky tersenyum mendengar penuturan Ghea.


"Ghea lagi ngapain hm?"


Ghea mengeleng."Ghea engga ngapa-ngapain kok pap, cuma lagi liat hujan aja sambil minum coklat panas"Ghea tersenyum lebar.


Papksy tersenyum tipis."Semua manusia pasti memiliki kesalahan ghee, begitupun dengan dia, Papksy tau Ghea kecewa, tapi...coba Ghea dengar baik-baik penjelasan nya, emosi selalu merusak segalanya ghee"bijak Papsky.


Mata Ghea berembun. Bibirnya bergetar, menahan tangisan yang akan membeludak.


"Jangan ditahan, nangis aja, gapapa ghee"ucap Papsky.


"Hiks... Papsky"Pekik Ghea. Dirinya berhamburan memeluk tubuh tegap Papskynya.


"Ghea marah pap, Ghea kecewa, tapi Ghea sayang dia pap hiks"Ghea sesegukan didalam pelukan Papskynya. Papsky mengusap punggung putri tunggal nya itu.

__ADS_1


"Tangisin semuanya, ucapkan apa yang mau Ghea ucapkan"


"G-ghea hiks.. Ghea sakit Papsky, hati Ghea sakit hiks"


Papsky melepaskan pelukan. Tangannya menangkup wajah sembam Ghea."Ghee, Papsky akan selalu dukung keputusan Ghea, tapi Papsky mohon untuk kali ini, dengarkan dulu penjelasan dia ya? setelah itu terserah Ghea mau kaya gimana"


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Ghee?"suara bass laki-laki yang telah menghancurkan hati Ghea pada malam itu.


"Duduk dulu gal, tante tinggal dulu ya"Mamksy tersenyum ramah."Ghee, ngomong sama galkar"bisik Mamksy, berlalu masuk kedalam rumah.


Galkar duduk disamping Ghea. Rasanya sakit melihat mata sembam itu."Maafin gue ghee"lirih Galkar. Ghea hanya memandang ke depan tanpa berniat memutar kepalanya menghadap Galkar.


"Hiks.. Ghea, gue tau gue salah, gue minta maaf ghee, gue tau lo kecewa, gue tau lo marah, tapi kasih satu kesempatan buat gue ghe"


"Udah?"seru Ghea."Berdiri"lanjut Ghea. Galkar mendongak, menatap wajah cantik Ghea.


"Maafin duluu"rengek Galkar.


"Berdiri"ucap Ghea penuh penekanan. Galkar berdiri dengan wajah sendu nya.


"Duduk"pekik Ghea. Galkar menurut.

__ADS_1


Ghea hanya diam tanpa berucap."Ngomong ghee jangan diem aja"


"Hati aku sakit"seru Ghea menatap wajah laki-laki itu.


"Maafin gue ghee, gue tau lo sakit hati gara-gara kelakuan gue, gue mohon maafin gue ghee"


"Aku udah maafin kamu"suara Ghea datar. Tidak seperti biasanya yang selalu ceria. Galkar tersenyum.


"--Tapi..."Ghea menggantung ucapan nya.


"Tapi apa ghe?"


"Aku mau istirahat"


"Maksudnya?"jantung Galkar berdegup kencang.


"Istirahat dari hubungan ini"Galkar mengeleng tak setuju.


"Ngga, gue engga mau ghee, gue mohon ghee jangan kaya gini, kata istirahat adalah kata halus dari putus ghee, gue engga rela ghee"tangis Galkar semakin pecah.


"Jangan nangis"Ghea kasihan melihat wajah berair Galkar. Rasanya ia ingin rengkuh tubuh jangkung itu kedalam dekapan tubuhnya yang kecil.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


__ADS_2