Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 01


__ADS_3

Gadis Taruhan Galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Episode 01


Seorang laki-laki angkuh dengan sombong nya menyugarkan rambutnya yang basah.


"Mau tebar pesona ya bang?"sindir Andi.


Laki-laki berambut basah itu tidak menanggapi ucapan temannya.


"Kiwww ada cewe tuh, kiw cewe"Seru laki-laki berjambul, Aksa.


Cewe itu pun tersenyum ala-ala centilnya.


"Awww senyumannya "Aksa mendramatis. Memegang dadanya serasa ada love yang masuk ke jantungnya.


"Halah pakboy cap kaki lima lo mah "Seru laki-laki bermata belo, Eja.


"Iri aja babu gue"teriak Aksa di telinga Eja.


"Buset dah, bau cigong njing"sembur Eja.


"Brisik" ujar Galkar. Keduanya terdiam.


"Nih, dia duluan yang mulai"Eja menujuk Aksa.


"Dih nyalahin gue kutil badak"Aksa melotot kearah Eja.


"Tetep berisik apa cabut dari sini?"Ancam Galkar menatap tajam kedua laki-laki tengil itu. Keduanya mengangguk dengan kaku. Galkar tersenyum miring.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Haii Cinta"sapa Gadis cantik dengan rambut panjang lurus sebahu.


"Hai juga Ghea "Ghea duduk di samping cinta.


"Udah belajar belum nih"goda Ghea. Biasanya. Si Cinta ini selalu menyontek dengan dirinya.


"Heheh belum"Cinta cengengesan tak jelas.


"Engga boleh nyontek, Ghea engga mau kasih contekan lagi sama kamu " Ghea membuang muka. membuka buku fisika milik nya.


"Yaelah ghe, biasanya juga di kasih"ceplos Cinta tanpa dosa.


"Sekarang engga, wlee " Ghea menjulurkan lidah nya, lalu terkekeh pelan.


"FINE! engga mau gue pinjemin nopel buat lo lagi" ancam Cinta.


Ghea gelapan sendiri. Pasalnya buku-buku novel Cinta itu sangat banyak, dan Ghea suka membaca novel tentang percintaan.


"E-eh jangan gitu dong cin, iya-iya boleh nyontek deh"pasrah Ghea.


"Nah gitu dong beb"Cinta tertawa penuh kemenangan.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"WOI KALO JALAN LIAT-LIAT DONG"teriak Galkar di depan seorang gadis yang terduduk di lantai kantin SMA burung merpati.


Gadis itu berdiri dengan pakaian yang basah karna tumpahan minuman Galkar.


"Maaf, aku engga sengaja"Ghea. Yaa gadis itu adalah Ghea. Gadis lemah lembut itu meminta maaf kepada Galkar.

__ADS_1


"Dasar cewe cupu"Galkar melengos pergi setelah mengatakan kalimat yang menyakiti hati Ghea.


Ghea menunduk lalu membersihkan lantai yang kotor karna jus mangga milik Galkar.


"Ghee lo gapapa?"Cinta memegang bahu Ghea.


"Ghea gapapa kok cin, sebentar ya Ghea mau bersihin lantai nya dulu"


murid-murid SMA burung merpati menatap Ghea dengan perasaan iba. Just info, Ghea adalah murid beasiswa dengan kepintaran di atas rata-rata. Dengan kepandaian nya di bidang matematika dan fisika, Ghea dapat bersekolah di SMA terfavorit ini.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Galkar, Andi, Aska dan Eja sedang berada dimarkas Darkness. Markas darkness adalah rumah kedua bagi anggota darkness.


"Tadi dikantin lo kenapa teriak-teriak gal? sampe kedengeran dari luar kantin ege"Aksa menyeruput es teh miliknya.


Galkar mengendikan bahunya acuh, menurutnya pembicaraan ini sangat tidak penting.


"Lo nabrak cewe gal?"selidik Andi.


"Gatau"satu kata yang keluar dari bibir Galkar.


"Lo yang salah, dia yang minta maap"sindir Eja.


Galkar menatap nya tajam. Eja hanya melengos. Ia rasa ucapannya tidak salah.


"Eh main kuyy"seru Aska mengalihkan topik.


"Main apaan?"tanya Eja.


"Main truth or dare, gas ga nih?"Aska mengambil botol aqua gelas di pojok sofa.


"gass lah"timpal Andi.


"Ikut "


Permainan di mulai. Botol diputar dan berhenti di hadapan Andi.


"Truth or dare?"tanya Eja.


"Truth"


"Kapan terakhir lo cium cewe?"pertanyaan brutal itu keluar dari mulut Aska.


"Setan, ngejebak gue, lo"Andi melempar kulit kacang ke muka Aska. Aska hanya mendengus kesal.


"Jawab lah"smirk Galkar. Pasalnya Andi adalah laki-laki anti perempuan, hanya Andi lah yang tidak pernah berduaan dengan makhluk berjenis perempuan.


"Oke fine, gue cium cewe terakhir kali 1 tahun yang lalu"ujarnya jujur.


"Behhh kaga pernah pacaran, sekalinya pacaran langsung nyosor"Eja mengeplak kepala belakang Andi.


"Gue emang engga pernah pacaran, itu juga engga sengaja "


"Lanjut ngga nih"nengah Galkar.


"LANJUT LAH"


Botol di putar lagi, dan ya. Botol berhenti di depan Galkar.


"Truth or dare"


"Dare"Galkar mengatakan nya dengan santai. Dirinya lebih suka tantangan daripada kejujuran. Dia memang lelaki yang sangat tertutup.

__ADS_1


"Gue punya tantangan nih buat lo gal"ujar Eja tersenyum licik.


"Hmm?"dehem Galkar menatap datar kearah temen nya itu.


"Pacarin Ghea anak IPA 2, gimana?"


"GILAAA, LO SERIUS NGASIH TANTANGAN KAYA GITU KE GALKAR?"gaduh Aska heboh sendiri.


"Iya lah, gimana gal? sanggup?"Eja tersenyum misterius.


"Oke gua terima tantangan nya, berapa hari?"


"Bukan hari, tapi bulan"smirk Eja bak psikopat.


"Berapa?"tanya Andi.


"4 bulan, sanggup gal?"


"Njing 4 bulan, ngga, engga mau gue, yang ada nanti dia baper sama gue, cih dasar cewe cupu"decih Galkar.


"Kalo lo pacaran 4 bulan sama Ghea, gue kasih mobil sport yang kemarin gue beli buat lo, gimana?"


Tawaran yang menarik, Galkar terdiam sebentar, lalu mengangguk dengan senyuman smirknya.


"Oke gue terima"


"Deal?


"Deal"Galkar tersenyum miring.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea sedang dibelakang sekolah. Memandang daun-daun yang berjatuhan ke atas tanah.


"Ekhem"


Pandangan Ghea tertuju kepada cowo jangkung di hadapannya.


"Boleh gue duduk?"Galkar. laki-laki jangkung itu adalah Galkar.


Ghea terdiam beberapa saat. Galkar melambaikan tangan nya dihadapan wajah Ghea.


"E-eh iya, duduk aja"Ghea gugup bukan main.


Galkar duduk di samping Ghea. Menatap kearah Ghea.


"Nanti pulang bareng gue"ucap Galkar. Ghea hanya diam. Bingung. Masih mencerna ucapan laki-laki yang sudah 2 tahun mengisi hatinya ini.


"Siapa?"dengan polos nya Ghea mengatakan pertanyaan yang tidak masuk akal itu.


"Ya lo lah"Galkar menatap jengah wajah perempuan yang berada dihadapannya.


"Kok ngajak aku? bukan nya kemarin kamu udah marah-marah sama aku?"


"Sebagai permintaan maaf, gue mau nganterin lo pulang"Galkar berdiri dari duduk nya.


"Gua tunggu nanti diparkiran"lanjutnya. Galkar berlalu pergi dari belakang sekolah.


"Ha? serius? aku engga mimpi kan? galkar...ngajak pulang bareng..."gumam Ghea menepuk pipi nya pelan.


"Enggaa mimpi, berarti tadi beneran Galkar yang kesini"Ghea. Mata cantik nya terlihat berbinar-binar dengan pipi chubby kemerahan-merahan. Ia mengedipkan mata nya berulang kali.


"Arghh tuhann Ghea saltingg"pekik Ghea kesenangan bukan main.

__ADS_1


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


__ADS_2