Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 31


__ADS_3

Gadis Taruhan Galkar


•••


Kedua kening Ghea mengerut."ini dari siapa?"gumam gadis itu.


Ghea mengambil paper bag itu yang berada diatas mejanya, Ghea membuka paper bag itu."makanan?"


Ghea celingak-celinguk mencari seseorang yang mungkin saja salah meletakan paper bag itu.


"Itu buat lo, ghe"


Ghea sangat mengenali suara itu, Ghea menatap laki-laki itu, Galkar. Wajah Ghea seketika menjadi datar.


Galkar menghampiri Ghea."itu dari Mama, lo mau nolak?"


Wajah Ghea seketika kembali seperti biasa."bilangin Mama, makasih"ujar Ghea.


"Sama-sama kata Mama" Galkar terkekeh kecil.


"Ghe.."


"Bisa pergi?"seru Ghea menatap tajam Galkar. Tapi itu terlihat imut dimata Galkar, walau ada rasa sedih yang Galkar rasa, Ghea tidak lagi membinarkan kedua matanya jika melihatnya.


Galkar mengeleng."ngga bisa"


"Yauda biar aku yang pergi" Ghea hendak bangkit.


"Ghe.." Galkar mencekal tangan Ghea.


"Gue mohon jangan kaya gini, lo jangan pergi, gue masih butuh lo" ujar Galkar. Ghea hanya diam ia paham maksud Galkar.


"Aku butuh waktu, jadi bisa ngertiin kan?" Ghea menekan kalimat akhirnya. Galkar mengangguk mengiyakan.


"Gue nunggu ghe, jangan lama-lama"ucap Galkar."gue balik kekelas dulu, kata Mama jangan lupa dimakan, Mama buatnya pake hati katanya"lanjut Galkar, berlalu pergi dari kelas Ghea.


Ghea melihat punggung yang lama-kelamaan menghilang, ia juga tidak ingin seperti ini, namun, keadaan lah yang membuat mereka menjadi dewasa melewati ujian ini.


•••


Seorang gadis berambut lurus itu sedang menikmati coklat panas kesukaannya, sembari menikmati rintik hujan yang lama kelamaan semakin deras.


Mata sipitnya tidak dapat mengalihkan pandangannya dari derasnya hujan. Hatinya berbisik, bertanya-tanya kenapa semuanya harus terjadi.

__ADS_1


"Ghee?"suara bariton Papsky. Ghea melamun, tidak mendengar suara Papsky nya.


Papsky mengusap lembut surai rambut Ghea."Ghea cantik"Ghea tersentak, mengerjapkan matanya berulang-ulang kali.


"Eh, kenapa pap?" Papsky tersenyum mendengar penuturan Ghea.


"Ghea lagi ngapain hm?"


Ghea mengeleng."Ghea engga ngapa-ngapain kok pap, cuma lagi liat hujan aja sambil minum coklat panas"Ghea tersenyum lebar.


Papksy tersenyum tipis."Semua manusia pasti memiliki kesalahan ghee, begitupun dengan dia, Papksy tau Ghea kecewa, tapi...coba Ghea dengar baik-baik penjelasan nya, emosi selalu merusak segalanya ghee"bijak Papsky.


Mata Ghea berembun. Bibirnya bergetar, menahan tangisan yang akan membeludak.


"Jangan ditahan, nangis aja, gapapa ghee"ucap Papsky.


"Hiks... Papsky"Pekik Ghea. Dirinya berhamburan memeluk tubuh tegap Papskynya.


"Ghea marah pap, Ghea kecewa, tapi Ghea sayang dia pap hiks"Ghea sesegukan didalam pelukan Papskynya. Papsky mengusap punggung putri tunggal nya itu.


"Tangisin semuanya, ucapkan apa yang mau Ghea ucapkan"


"G-ghea hiks.. Ghea sakit Papsky, hati Ghea sakit hiks"


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Ghee?"suara bass laki-laki yang telah menghancurkan hati Ghea pada malam itu.


"Duduk dulu gal, tante tinggal dulu ya"Mamksy tersenyum ramah."Ghee, ngomong sama galkar"bisik Mamksy, berlalu masuk kedalam rumah.


Galkar duduk disamping Ghea. Rasanya sakit melihat mata sembam itu."Maafin gue ghee"lirih Galkar. Ghea hanya memandang ke depan tanpa berniat memutar kepalanya menghadap Galkar.


"Gue nyesel ghee, lo jangan tinggalin gue, gue engga mauu ghe, gue engga mau, lo tau ghe, hidup gue berubah karna lo, lo warna dihidup gue ghee, jangan tinggalin gue"Galkar bersimpuh didepan ghea, menangis dipangkuan Ghea. Ghea menundukkan kepalanya menatap laki-laki itu.


"Hiks.. Ghea, gue tau gue salah, gue minta maaf ghee, gue tau lo kecewa, gue tau lo marah, tapi kasih satu kesempatan buat gue ghe"


"Udah?"seru Ghea."Berdiri"lanjut Ghea. Galkar mendongak, menatap wajah cantik Ghea.


"Maafin duluu"rengek Galkar.


"Berdiri"ucap Ghea penuh penekanan. Galkar berdiri dengan wajah sendu nya.


"Duduk"pekik Ghea. Galkar menurut.

__ADS_1


Ghea hanya diam tanpa berucap."Ngomong ghee jangan diem aja"


"Hati aku sakit"seru Ghea menatap wajah laki-laki itu.


"Maafin gue ghee, gue tau lo sakit hati gara-gara kelakuan gue, gue mohon maafin gue ghee"


"Aku udah maafin kamu"suara Ghea datar. Tidak seperti biasanya yang selalu ceria. Galkar tersenyum.


"--Tapi..."Ghea menggantung ucapan nya.


"Tapi apa ghe?"


"Aku mau istirahat"


"Maksudnya?"jantung Galkar berdegup kencang.


"Istirahat dari hubungan ini"Galkar mengeleng tak setuju.


"Ngga, gue engga mau ghee, gue mohon ghee jangan kaya gini, kata istirahat adalah kata halus dari putus ghee, gue engga rela ghee"tangis Galkar semakin pecah.


"Jangan nangis"Ghea kasihan melihat wajah berair Galkar. Rasanya ia ingin rengkuh tubuh jangkung itu kedalam dekapan tubuhnya yang kecil.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Galkar menunduk dalam, setelah apa yang ia jelaskan ke orang tua Ghea.


"Galkar.."


Galkar mendongak."saya minta maaf om, saya tau saya salah, jujur om, sekarang saya cinta sama Ghea, maafin saya om"


Papksy tersenyum hangat."saya bangga sama kamu karna sudah berani datang kesini, tapi saya juga tidak membenarkan atas taruhan itu, saya serahkan semua pada Ghea"Papksy melirik Ghea.


"Ghea butuh waktu pap"ujar gadis itu. Galkar memelas. Gadis itu membuang wajahnya kearah lain.


"Kamu harus sabar menunggu ya gal"timpal Mamksy.


"Maafin saya tan"


"Ngga apa-apa, tante tau diposisi kamu, kamu masih remaja, masih labil"Mamsky tersenyum lembut. Galkar tentu sangat merasa bersalah, dirinya sudah melukai anak mereka, tapi mereka? malah memaafkan dirinya, sungguh, hati orang tua Ghea sangat mulia.


Galkar malu.


•••

__ADS_1


Annyeong ketemu lagi sama ipahh, jangan lupa untuk vote, like, favorit, and komen yaa!! semoga suka dengan karya tulis kegabutan ipahh hihi >O< dadahh babaiiii <3


__ADS_2