Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 06


__ADS_3

Gadis aruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ketiga teman Galkar dibuat bingung oleh tingkah Galkar.


"Lo kenapa si gal, daritadi disekolah diem aja" ucap Aska menepuk bahu kekar Galkar.


"Kalo ada masalah cerita aja kali gal, kita kan sohib lo" timpal Eja. Hanya Andi lah yang peka terhadap perasaan Galkar.


"Ghea bakal balik, lo ngga usah galau kaya begini elah" ucapan Andi. Membuat Aska dan juga Eja menatapnya. Terlebih lagi Galkar.


"Hahah kenapa lo pada ngeliatin gue" Andi terkekeh kecil.


"Tau darimana lo ndi?" ucap Galkar.


"Yaelahh lupa apa gimana lo. Gue kan orangnya pekaan ngga kaya dua temen lo ini " Andi menyindir Eja dan juga Aska.


"Yaelahh nyindir"Eja menepuk kepala belakang Andi.


"Tangan lo sayton" Andi melotot kearah Eja. Eja hanya cengengesan tak jelas.


Galkar tersenyum kecil.


"Kayanya Galkar udah bener-bener demen sama Ghea " ucapan Aska membuat Andi dan Eja menatap Galkar dengan banyak pertanyaan.


"Bener gal? " ucap Eja dan Andi berbarengan. Galkar hanya diam. Ia juga bingung dengan perasaannya.


"Gue ngga tau"


"Yaelahh kalo demen bilang aja kali" ejek Eja. Rencananya kini berhasil. Sepertinya.


"Gue cabut" Galkar berdiri dari duduknya lalu berlalu pergi.

__ADS_1


"Gue harap dia kaya dulu lagi" ucap Eja melihat kepergian Galkar.


"Maksud lo?" tanya Aska.


"Hue kasih dare ke Galkar, punya alasannya"


Andi dan Aska mengeritkan keningnya.


"Apa?" tanya keduanya.


"Gue yakin Ghea bisa membalikkan Galkar kita yang dulu"Eja tersenyum penuh arti.


"Jadi maksud lo, karna Ghea, Galkar berubah?" Aska . Eja mengangguk membenarkan ucapan Aska.


"Tapi ngga gini caranya, Ghea jadi korban disini. Kalo dia tau pasti dia kecewa" sela Andi.


"Yaa gue tau, pasti ini beresiko buat kedua pihak. Tapi ngga ada cara lain lagi ndi, ska " Eja menatap kedua temennya.


"Gue harap Galkar bisa berubah kaya dulu, dengan ada nya Ghea " Aska dan Andi terdiam mendengar penuturan Eja.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Arghh ghee, kenapa lo ngga ngechat sih" racau Galkar mengacak rambutnya frustasi.


"Masa iya, gue chat dia duluan. Tengsin lah"


Ting.


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Galkar. Galkar langsung mengeceknya.


Senyuman dibibir Galkar kian memudar saat tau temannya lah yang mengirim pesan.


"ARGHHH"

__ADS_1


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Disisi Ghea.


"Papskyyy Ghea kangen bangett sama Papksyy " Ghea memeluk tubuh cool Papskynya.


" Papsky juga kangenn sekali sama Ghea, Ghea gimana sekolahnya disana. Lancarkan? " Ghea mengangguk mantap.


" Lancar banget Papksyy "


"Syukur lah " Papksy tersenyum.


" Papsky kapan balik ke indo lagi? " Ghea mengerucutkan bibirnya.


"Nanti ya sayaang, bulan depan Papksy bakal balik ke indo lagi"


"Beneran Papsky? " Ghea membinar. Papsky mengangguk.


"Asikkkk " Ghea berjingkrak.


"Astaga gheee, udah punya pacar masih aja tingkahnya seperti anak kecil " tegur Mamsky yang baru saja dari dapur.


"Ha? Ghea punya pacar? " Ghea cengengesan tak jelas.


"Iya pap, pacarnya ganteng loh pap " ujar Mamsky melirik Ghea. Ghea mengulum senyumnya.


" Papsky harap, kamu ngga akan kecewa nantinya jika sudah terjun ke dunia percintaan ya ghe " Papsky menatap anak semata wayangnya dengan serius. Ghea tersenyum.


"Iya Papsky, Papsky ngizinin Ghea pacaran kan? "


" Papsky izinin, jika itu buat kebahagiaan Ghea " Ghea berhamburan memeluk Papksymya.


"Makasih Papsky "

__ADS_1


Mamsky tersenyum menatap anak dan juga suami nya.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


__ADS_2