Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 13


__ADS_3

Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea menatap sorot mata tajam Galkar. Sekarang ini mereka sedang berada diarea parkiran berniat untuk pulang. Galkar melipat tangannya didepan dada, dengan alis dinaikan satu.


"H-huem Galkar kenapa? kok liatin Ghea kaya gitu? " ujar Ghea. Galkar tetap membisu.


"Muka Ghea berminyak ya? " Ghea meraba wajahnya. Tidak. Wajahnya tidak berminyak. Ghea menatap manik mata elang milik Galkar.


" Ghea buat kesalahan ya? " lagi. Galkar tetap diam.


" Ghea minta maaf kalo Ghea ada salah, ngomong sama Ghea, jangan diem aja, kan Ghea gatau kesalahan Ghea sama Galkar " Ghea mengigit bibir bawahnya.


"Bibirnya jangan digigit " ujar Galkar. Ghea tersenyum lebar.


"Gitu dong ngomong, Ghea ada salah ya? " Ghea mengedipkan matanya lucu.


"Mikir aja " Galkar menaiki motor besarnya.


"Ayo cepet naik " pinta Galkar dengan suara dingin nya. Ghea menelan salivanya susah payah. Ia menurut menaiki motor galkar.


BRUMMM


Suara bising dari motor Galkar membuat Ghea hampir terjengkang, kaget.


" PEGANGAN " teriak Galkar. Ghea cepat-cepat pegangan dengan kuat dijok belakang Galkar. Galkar berdecak.


Galkar membawa Ghea ketempat biasa, danau damai namanya.


Ghea lebih dulu turun dari atas motor, diikuti oleh Galkar. Galkar menduduki tempat duduk disana, dengan pemandangan danau yang asri dihadapan mereka.


Mereka duduk. Sama-sama diam.


" Galkar kenapa bawa Ghea ke danau? "


Galkar diam. Ghea menghembuskan nafasnya lelah. Dia sungguh bingung dengan sikap Galkar hari ini. Perasaan kemarin baik-baik saja.

__ADS_1


"Gue cemburu ghe " ucap Galkar tanpa gengsi. Ghea cengo. Cemburu? karna apa? .


"Cemburu? karna apa? "


" tadi ngapain lo deket-deket sama Reihan? "


Rasanya Ghea ingin tertawa saat ini juga. Tapi tidak, ia harus menahan nya untuk saat ini.


"Oh Reihan, tadi bu Gugun minta Ghea buat ajarin dia matematika, terus Ghea ajak aja dia belajar bareng dirumah"


"Ngga, ngga boleh " larang Galkar cepat. Ia sungguh dihantui oleh rasa cemburu.


"Ish Galkar, kasian dia gal, tadi dia diomelin sama bu Gugun gara-gara nilai matematikanya rendah" Ghea cemberut.


"Lo berdua doang sama dia dirumah, hm? " Ghea mengangguk. Galkar sekuat tenaga untuk tidak meledakan amarahnya.


"Ghea awalnya nolak buat ngajarin Reihan, tapi kata bu Gugun Ghea aja yang ajarin dia " jujur Ghea. Galkar berdiri dari duduknya.


"Ayo balik " ucap Galkar. Ghea mengangguk.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Huftt, cemburu nya Galkar bikin gemesss " Ghea cekikikan tak jelas didalam kamar.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea dibuat tercengang oleh tindakan Galkar kali ini. Galkar membawa Ghea untuk menemui Reihan.


"Ngga ada orang lain emang buat ngajarin lo hah?! nyusahin pacar orang aja lo" Galkar menekan kata PACAR dihadapan Reihan. Reihan dibuat bingung. Ada apa dengannya?.


"Ngajarin apaan? " tanya Reihan, ia masih bingung.


"Matematika"cetus Galkar.


" iya, nanti abis pulang sekolah gue mau diajarin matematika sama Ghea, why? ada yang salah?"


Galkar mengikis jarak antara dirinya dan Reihan, masih diposisi Galkar mengenggam erat tangan Ghea.

__ADS_1


"Jangan natap Ghea sampe 3 detik, kalo lo natap Ghea sampe 3 detik, mata lo gue congkel saat itu juga " ancam Galkar, bukan sebagai laki-laki yang suka membuat onar, tapi sebagai laki-laki sang pujaan gadis.


"Yaelah ribet banget lo, Ghea yang mau ngajarin gue, kenapa lo yang ribet heh?! "sinis Reihan, mulai terpancing emosi.


"Mending lo minta ajarin sama yang lain, simpel kan?" Galkar tersenyum miring. Ghea lagi-lagi tercengang sama ucapan Galkar.


"Mana bisa gitu, bu Gugun yang nyuruh Ghea buat ajarin gue, ribet banget si lo anj*ng" bentak Reihan.


BUGH


Galkar memukul wajah mulus Reihan. Ghea melepaskan kaitan tangannya dengan Galkar.


" Galkar, kamu apa-apaan sih?! " Ghea membantu Reihan berdiri. Sudut bibir pemuda itu berdarah. Ghea meringkis saat melihatnya, pasti sangat sakit.


"Salahin dia lah, ngapain dia ngga nurut sama ucapan gue " tegas Galkar, urat-urat dilehernya terlihat sangat jelas. Galkar kesal, marah, dan emosi. Mukanya merah padam.


"Lo kenapa nolongin dia hah?! dia ngga pantes ditolongin ghe! " suara Galkar meninggi.


"Mending kamu pergi gal, Ghea mau bawa Reihan ke uks dulu " pinta Ghea. Galkar terkekeh miris.


"Lo ngusir gue? "


"Please " mohon Ghea. Galkar pergi meninggalkan kedua manusia didalam kelas itu.


BRAK


pintu kelas dibanting oleh Galkar. Ghea dibuat geleng-geleng kepala.


"Ayo aku bantu " Reihan menurut.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Kayanya aku ngga bisa ajarin kamu deh rei" ujar Ghea. Sekarang ini Ghea sedang berdiri disamping pemuda itu.


"Lah kenapa? ngga usah dengerin ucapan cowo lo ghe, gue heran sama lo ghe bisa-bisanya lo suka sama modelan kaya Galkar, dia ngga ada apa-apanya, kecuali si tukang pembuat onar ghe " celetuk Reihan. Ia menunjukkan ketidaksukaan hubungan Ghea dan juga Galkar.


"Aku ngga suka sama omongan kamu rei, hati aku yang memilih, hati aku yang berhak mencintai, mau dia membuat onar apa ngga, itu ngga penting rei, semua yang ada sama Galkar aku suka, gunanya hubungan itu untuk menerima kekurangan masing-masing rei, ngga ada manusia yang sempurna, aku duluan rei " Ghea keluar dari ruangan yang berbau obat-obatan itu. Reihan diam terpaku mendengar ucapan Ghea tadi. Ada rasa sesak didalam dadanya. apa ini?

__ADS_1


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


__ADS_2