Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 28


__ADS_3

Gadis taruhan Galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Gal?"seru Eja, sekarang ini mereka berempat sedang berkumpul di markas Darkness.


"Apaan?"jawab Galkar mengalihkan pandangannya menatap lawan bicaranya.


"Lo serius sama Ghea?"


Galkar terdiam, menggeleng pelan, pertanyaan Eja membuat kepalanya pusing kembali.


"Lo tinggal jawab sama apa kata hati lo"timpal Andi serius."gue tau, kalo lo beneran suka sama Ghea, kan?"lanjut Andi. Galkar terbungkam, membenarkan ucapan Andi kali ini.


"Waktu lo sama Ghea tinggal sebulan lagi, lo mau lanjut serius sama Ghea atau done play, game berakhir"sahut Aska meneguk minuman bersodanya itu.


Brak.


Suara benda jatuh didepan pintu membuat atensi keempatnya menatap objek, keempatnya terbungkam.


"Ghea..?"beo Galkar.


Ghea langsung pergi dari sana.


"Kejar Ghea, gal"panik Eja. Tanpa ba bi bu lagi Galkar langsung berlari keluar markas.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"GHEAA!"teriak Galkar, berharap Ghea berhenti dari larinya. Tapi tidak, Ghea tidak berhenti. Galkar berlari lebih cepat dari sebelumnya.


Hap.

__ADS_1


Galkar memeluk tubuh Ghea dari belakang."Ghe.."


Ghea diam, tidak menjawab. Galkar mengenggam tangan Ghea, memutar tubuh kecil Ghea untuk menghadapnya.


"Gue minta maaf"Galkar ingin menangkup kedua pipi Ghea, namun..


Plak.


Kepala Galkar berputar menghadap kanan, Ghea menamparnya.


"KAMU BERHAK DAPAT TAMPARAN ITU GALKAR"teriak Ghea.


Jederrr.


Suara Ghea beradu dengan suara petir, hujan membasahi mereka berdua. Sepertinya langit peka, jika Ghea sedang kecewa.


"Aku kecewa sama kamu"tangis Ghea bercampur dengan air hujan.


"Salah aku apa? JAWAB, SALAH AKU APAA?!!"Ghea menarik kerah baju milik Galkar. Pandangan itu tidak luput dari mata ketiga sahabat Galkar.


Begitupun Galkar, dia menangis.


"Ghea gue minta maaf"Galkar bersimpuh memeluk perut Ghea."dulu, emang gua jadiin lo cuma taruhan, tapi sekarang gue bener-bener cinta sama lo, gue mohon, maafin gue"lanjut Galkar.


"Lepass"Ghea memberontak, tapi tenaga Ghea tidak sekuat tenaga Galkar.


"Gue minta maaf ghe"Ghea masih menangis, Galkar pun sama.


"Aku mau putus"


Jederr.

__ADS_1


Petir memberi tanda, Galkar mengeleng kuat didalam dekapan.


"Gue ngga mau putus, jangan tinggalin gue ghe, gue cinta sama lo, sekarang gue bener-bener cinta ghe, gue mohon jangan tinggalin gue"


Dengan sekuat tenaga Ghea menghempas tubuh Galkar ke aspal.


Bruk.


Galkar ambruk.


"Kita selesai, Galkar"Ghea langsung berlari.


"GHEAAAA"teriak Galkar.


"Gal.."ketiga sahabat Galkar membantu Galkar untuk berdiri.


"Ja.. bilang sama Ghea, jangan tinggalin gue"histeris Galkar.


"Galkar lo harus sabar, besok lo temuin Ghea, Ghea butuh waktu untuk sendiri"ucap Andi, matanya kini tidak bisa berbohong, ia merasa hancur melihat sahabat nya seperti ini.


"Iya gal, bener kata Andi, lo temuin Ghea besok, suasana hati dia sekarang lagi kacau"timpal Aska.


"Arghh, seharusnya dari dulu gue pacarin Ghea tanpa sebuah kata taruhan, setann, arghh"pekik Galkar, menjambak rambutnya.


Ketiga teman Galkar terdiam, membiarkan Galkar berbicara.


"Setannn, tolol lo gal, kenapa hah?! kenapa lo ngga jujur dari awal kalo lo cinta sama Ghea, sialan!"pekik Galkar."tuhann gue cuma mau bahagia sama Ghea, kenapa?! kenapa gue ngga boleh bahagia sama Ghea, sialan, biadab lo Galkar"Galkar memukul kepalanya, rasa pusingnya tidak sebanding dengan rasa sakit hati yang Ghea rasakan sekarang.


"Galkar udah, stop, lo ngga boleh kaya gini"Eja memegang tangan Galkar yang akan mendarat dikepala laki-laki itu.


"Lepas"Galkar menyentak tangan Eja kasar."gue tau, gue brengsek, tapi, si brengsek ini juga pengen bahagia!"teriak Galkar.

__ADS_1


Jederrr


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


__ADS_2