
Gadis Taruhan Galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Ghea sedaritadi, tak henti-hentinya untuk tertawa. Lihatlah sekarang, Galkar mengoceh perkara teman-temannya menghasut Ghea.
"Udah sih gal, sensi amat kaya orang pms, lagian ya, ini demi kebaikan lo"celetuk Aska, memasang wajah tak berdosa.
"Demi kebaikan gue,?!"cetus Galkar mengulang ucapan akhir Aksa."Ghea itu kebahagiaan gue, kalo Ghea ngga ada, kebahagiaan gue bakal ilang"lanjutnya.
Eja membuang nafas berat."yaudah-yaudah biar masalahnya clear, kita bertiga minta maaf sama lo"sela Eja, menaik nurunkan alisnya.
"Ok, gue maafin kalian, tapi, awas aja kalo kalian kaya gini lagi sama gue, gue backlist nama kalian dari daftar sahabat gue"sewot Galkar.
"Syap syap"Andi ikut menimpali.
Galkar melirik Ghea yang terkekeh geli."lo juga, ngapain cekikikan aja daritadi, ngeledek gue?"
Ghea menggeleng pelan. Ketiga teman Galkar heboh saat mendengar penuturan dari Ghea.
"Pacar Ghea ganteng banget kalo lagi marah-marah gini, udah ya marahnya?"
Telinga Galkar seketika memerah, ada sensasi aneh didalam perutnya, seperti ada kupu-kupu yang berterbangan disana.
"Anjirrr gal, kuping lo ngapa jadi merah"teriak Aska gamblang, tentunya ia sedang mengejek Galkar yang sedang salting, itu.
"Uhuyy ada yang salting nih"timpal Andi tertawa terbahak-bahak bersama kedua temannya.
"Njirrr, malu banget gue"gumam Galkar, tentu gumaman Galkar terdengar oleh kedua kuping Ghea. Ghea ikut tertawa mendengar gumaman Galkar.
__ADS_1
"Ngga usah ketawa Ghea!"sentak Galkar menelungkupkan wajahnya dilipatan tangan.
Ghea mendekat, membisikan sesuatu ke Galkar."ngeliat Alkar kaya gini, bikin Alkar tambah ganteng dua kali lipat, sayang Alkar"
"WOIII, GUE MAU PINGSAN"pekik Galkar.
•••
Ghea mengacak rambut laki-laki itu."iyaa, bawel banget sih, hati-hati ya, jangan ngebut, pelan-pelan aja bawa motornya"
Galkar tersenyum menjawil hidung mancung nan kecil Ghea."iyaa, sayang"
ucapan Galkar membuat hati Ghea meleleh, lebay? biarlah, kalian ngga akan tau rasanya.
"Kapan-kapan gue main ke rumah lo, ya?"sahut Galkar mengulum bibirnya.
"Pintu rumah Ghea terbuka lebar buat Alkar, oh iya, tadi pagi Papsky bilang sama Ghea, nyuruh Ghea ajak Alkar makan malam disini"jelas Ghea.
Belum sempat Galkar berbicara, ucapannya sudah dipotong oleh Ghea.
"Kalo Alkar ngga bisa, ngga apa-apa kok, Papsky juga ngga maksa, nunggu Alkar free hihi"ucap Ghea terkekeh pelan menatap wajah kesal Galkar.
"Gue belum sempet ngomong malah dipotong"
"Ehehe maaf Alkar"
"Gue bisa ghe, apalagi mau ketemu sama camer, selalu bisa"
"Yang bener?"ujar Ghea meledeki Galkar dengan sound tiktok.
__ADS_1
"Iyaaaaa sayangggggg"teriak Galkar, mampu membuat kedua pipi Ghea kemerah-merahan.
•••
"Ciee abis dianter pulang sama ayang"ledek Mamksy meletakkan sepiring pisang susu keatas meja.
"Ihh apa sih mam, jangan ngeledek Ghea, please"mohon Ghea dengan puppy eyes nya.
Mamksy tertawa."Mamksy seneng banget kalian udah baikan, Mamksy selalu kawal kalian sampe pelaminan"Mamksy cekikikan.
Ghea mengerutu tanpa suara, mengambil pisang susu kesukaannya.
"Enak ngga ghe pisang susunya?"tanya Mamksy penasaran.
"Enak mam, tapi rasanya beda, ini lebih enak"ujar Ghea jujur, Mamksy ingin sekali menjitak kepala Ghea.
"Itu dari Mama nya Galkar, ghe"jujur Mamksy pada akhirnya.
"Hah?"beo Ghea, masih menyaring ucapan Mamksy.
Mamksy mengangguk."dari Mama Galkar"
"Kok Mama bisa tau makanan kesukaan Ghea mam?"
"Mamsky kasih tau, Mamsky kan punya nomor Mama Galkar"
"Mamsky dapet darimana?"selidik Ghea.
"Galkar"jawab Mamksy tertawa melihat ekspresi tak mengenakan Ghea.
__ADS_1
•••