
Gadis Taruhan Galkar
•••
Galkar melirik Ghea yang asik bermain ponselnya, ia hanya menyimak kegiatan Ghea yang senyum-senyum sendiri.
Galkar mengeser duduknya agar lebih dekat, ia ingin melihat, namun, Ghea langsung menyembunyikan ponselnya kesamping.
"Alkar ngapain?"Ghea menatap bingung, Galkar sudah memasang wajah dingin nan juga masamnya, moodnya seketika menjadi buruk.
"Al..? Ghea nanya loh"
"Bete gue, jangan berisik!"hardik Galkar, ia meluarkan ponselnya, berniat menghilangkan rasa kesal yang ingin membeludak.
Garis dahi Ghea mengerut, bingung dengan sikap Galkar.
Ghea memegang lengan Galkar yang tertutup oleh jaket kulitnya."Alkar kenapa, hm? ngga mood karna Ghea ngga kasih liat isi dari ponsel Ghea?"
Acuh. Galkar mengacuhkan Ghea, seolah-olah Ghea tidak ada disampingnya.
Tangan Galkar menepis tangan kecil Ghea. Ghea tidak mempermasalahkan hal itu, ia melanjutkan bermain ponsel kembali, sesekali melirik Galkar yang mencuri-curi pandang kearah dirinya.
Terkejut. Ghea terkejut saat Ghea menyadari Galkar menghapus air matanya dengan cepat.
__ADS_1
"Alkar nangis?"Ghea menatapnya dengan sorot mata bersalah.
"Diem lo, gue ngga mau ngomong sama lo"Galkar membuang wajahnya kearah lain.
"Alkar, Ghea minta maaf"
Ghea mengeluarkan ponselnya dari sela-sela sofa, ia menunjukkan isi yang tadi ia sembunyikan."nihh, Ghea lagi buat ini al, udah, jangan nangis, ya?"ucap Ghea yang lagi-lagi melihat Galkar menghapus jejak air matanya.
Galkar melirik sekilas, foto dirinya saat kecil. Manik mata legamnya bertemu dengan mata hazel milik Ghea.
"Foto gue?"
Ghea mengangguk."iyaa, Ghea mau edit foto Alkar, abis lucu, dari kecil udah ganteng banget"
Galkar mengeleng."ngga ada yang marah sama lo, Ghea"
"Ghea minta maaf udah buat Alkar nangis, maafin yaa?"matanya terlihat memelas bak kucing. Galkar hanya berdehem.
"Gemess banget, hidungnya sampe merah gitu"ledek Ghea, berusaha untuk mencairkan suasana.
"Apaan sih, diem deh, gue tuh tadi mikir, kenapa lo ngga kasih liat isi hp lo, apa ada cowo lain selain gue yang lo prioritasin? terus, tiba-tiba gue overthinking persoalan masalah yang hampir membuat kita pisah, dan lagi-lagi pertanyaan-pertanyaan aneh muncul diotak gue, ghe"mata laki-laki itu terlihat sendu, laki-laki itu terlihat takut dan khawatir.
Ghea membawa Galkar kepelukannya, Galkar memeluk erat tubuh kecil Ghea, sangat nyaman, benar-benar nyaman.
__ADS_1
"Udah, jangan mikir yang aneh-aneh, cowo Ghea cuma Alkar ngga ada yang lain, kalo ada pun, itu Papksy sama grenpa, jangan nangis lagi ya, ganteng"ujar Ghea sembari mengelus lembut rambut ikal milik Galkar.
•••
Di lain tempat.
"Rei, lo benaran mau rebut Ghea dari Galkar?"ujar seseorang yang kerap dipanggil Akrom.
"Ya ngga lah, gila aja kali, gue cuma pengen manas-manasin Galkar doang,"ujar Reihan menyeruput kopi hitam miliknya.
"Apa alasan lo mau manas-manasin Galkar?"
"Cewe yang gue suka, demennya sama Galkar, bangsat ngga tuh.."Reihan tertawa sumbang.
"Yahh dongo, demen sama cewe begitu,"sarkas Akrom dengan kata-kata pedasnya."nih ya rei gue kasih tau, kalo lo diposisi kaya gini, seharusnya lo mikir, cewe yang lo suka ternyata suka sama Galkar, and you know lah kalo Galkar keliatannya bucin banget sama Ghea ye kan?"
"Ngga usah manas-manasin coy, kaya cewe lo"Akrom tertawa terbahak-bahak. Reihan merenungkan ucapan sahabat yang sudah ia anggap saudaranya sendiri.
•••
ANNYEONG ALL, YAA ALLAH SUMPAA MAAF BANGET BARU UP😭🙏
Banyak banget kegiatan sekolah, maafff banget baru up uhuhuhu. Oh iya, makasih udahh ikutin alur cerita galge, yaaa. Dan mohon maafff sekali lagiiiii, jaga kesehatan kalian semua💐💐
__ADS_1