Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 07


__ADS_3

Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Sudah tiga hari, Ghea tak mengabari Galkar. Galkar dibuat uring-uringan dan gelisah.


" Arghh, Gheaa gue butuh kabar dari lo" Galkar membanting benda pipih itu ke atas kasur.


Ceklek.


"Galkar? " seorang perempuan cantik memasuki kamar Galkar yang serba hitam itu.


"Kak Nara?" beo Galkar.


Nara Nathaniel. Kakak kandung Galkar yang sudah beberapa tahun berapa di negara LA.


"Lo kapan dateng?"


"Baru aja, lo kenapa teriak-teriak?" tanya Nara."Kirain, lo kenapa-kenapa"lanjutnya.


Galkar diam. Tak bisa mencari alasan jika sudah seorang Nara yang bertanya.


"Lo ngga bisa bohong sama gue dek, lo kenapa?" desak Nara.


"Gue gapapa kak " alibi Galkar.


"Jangan bohong, lo kenapa?" Nara mendekat. Duduk disamping adik satu-satunya itu.


"'G-gue " sungguh. Galkar tak bisa jujur dengan perempuan disebelahnya ini. Dia terlalu gengsi untuk bercerita tentang seorang gadis yang sangat ia cinta, maybe.


"Kenapa?"desak nara tak sabaran.


"Gue kesel sama cewek kak"rengek Galkar.


"Cewek? lo punya cewek?"


Skakmat.


Galkar sudah terpojokan. Jika sudah begini ia harus jujur mengenai hubungan nya dengan seorang gadis yang bernama, Ghea.


"I-iya"


"Wahh daebakk, ternyata ade gue dah dewasa ya" heboh Nara. Tak menyangka.


Galkar diam."Terus kenapa lo kesel sama cewek lo?"


"Dia ngga kabarin gua kak"rengekan Galkar semakin menjadi.


"Mau ngomong kasar dah gue gal, ngga dikabarin aja sampe teriak-teriak kaya kerasukan jin. Apa lagi kalo putus lo sama dia" ucapan ambigu dari Nara membuat hati Galkar takut.


"Jangan ngomong gitu, omongan adalah doa" patuah seorang Galkar.

__ADS_1


Nara cengengesan."Emang cewek lo kemana?" jiwa kepo Nara meronta-ronta.


"Dia keluar negeri" Galkar jadi mengingat senyum Ghea.


Puk puk puk.


Nara menepuk bahu kekar galkar."Kalo kangen, telepon duluan. Jangan gengsi, gengsi membuat orang jadi kehilangan" bijak Nara.


Helaan nafas keluar dari bibir Galkar.


"Gue pengen telepon, tapi--" ucapan Galkar terpotong.


"Takut ganggu? sejak kapan lo punya rasa malu?" Nara tertawa.


"Cepet telepon, sebelum berondong bule deketin cewek lo " setelah mengatakan kalimat itu. Nara berlalu pergi dari kamar Galkar.


"Berondong bule?" ulang Galkar tak konek. Seketika matanya membola.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Kini Galkar sedang nongkrong di markas Darkness.


"Yaelahh kusut bat muka lo kaya benang baru putus" celetuk Aska tanpa dosa.


Tatapan menghunus dari Galkar membuat nyali Aska menciut."Canda boss serius ajee idup nyee kaya dora"


"Galau?" tebak Andi.


"Kalo kangen, telepon atuh gal" ucap Eja menyedot es teajus miliknya.


Galkar mengigit bibir bawahnya. Gengsi yang terlalu kuat untuk menghubungi Ghea.


"S*alll kenapa gue kaya anak cewek yang uring-uringan ngga dapet pesan dari doi" batin Galkar frustasi.


"Bentar" ucap Galkar. Galkar berjalan kearah balkon.


"Gue harus lawan gengsi gua, gua kangen Ghea, bang*at " Galkar menatap kontak sang gadis. Jarinya bergetar. Jantungnya berdegup dengan kencang, bak naik rollercoaster.


Tut tut tut


Tulisan memanggil yang menghiasi layar ponsel Galkar.


"S*all, dia ngga aktif" gumam Galkar.


Tut.


Galkar langsung mematikan panggilan itu. Pandangannya jatuh ke langit yang bertaburan bintang. Senyum sendu menghiasi bibir merah marun itu.


Drttt drttt drtttt


Galkar mengerutkan keningnya. Ada panggilan masuk dari ponselnya.

__ADS_1


Bak tersambar petir. Galkar dibuat terkejut dan bahagia, campur aduk.


Ghea melangsungkan video call. You know. Jantung Galkar berdisko. ia deg-degan setengah mati.


Galkar langsung mengeser tombol hijau itu.


"Aaa Galkarr, Ghea kangennn" suara yang sangat Galkar rindukan selama tiga hari ini, terdengar kembali.


"Galkar, Galkar tau ngga dari tiga hari yang lalu ponsel Ghea dipinjam sama Grenpa, teruss tadi tiba-tiba Grenpa langsung kasih ke Ghea" cerocos Ghea tanpa jeda.


"Kok bisa dibalikin?" ucap Galkar.


Ketiga teman galkar menguping pembicaraan mereka. Jadi maklumkan trijo itu, trijo teh naon thor? TRIPLE JOMBLO !


"Jadi tuh Grenpa tadi kan lagi liat-liat galeri Ghea, terus kata Grenpa 'Gheaa ini pacar kamu nelepon' terus Ghea langsung cepet-cepet ambil ponsel Ghea"


"Darimana Grenpa tau, kalo gue yang nelp?" tanya Galkar. Sungguh kepo.


"Karna nama Galkar di kontak Ghea 'pacar nya Ghea' hehehe" suara lembut Ghea. membuat hati Galkar bergetar.


"Maaf ya Galkar" disebrang sana Ghea mengecurutkan bibirnya dua centi.


"Buat?"


"Maaf ngga ngabarin Galkar selama tiga hari ini, pasti Galkar nungguin pesan sama telepon dari Ghea ya?" muka polos Ghea ingin rasanya Galkar makan, sangat menggemaskan.


"Dih geer lo " Galkar memasang wajah datarnya. Menutupi rona merah yang terpampang dengan jelas diwajah Galkar.


"GHEAAA MAKAN DULUUU" teriak seseorang disebrang sana.


"Iya Masmky, sebentar"


"Galkar, Ghea tutup dulu ya teleponnya"


"Hmm" dehem Galkar. Hatinya sungguh tak rela. Ia sangat merindukan gadis ini, sangat.


"Dadahh Galkar" Ghea melambaikan tangan disebrang sana.


Tut tut tut.


Panggilan dimatikan oleh Ghea. Helaan nafas keluar dari bibir Galkar.


"Coba aja kalo Ghea tau, kalo dari kemaren si Galkar nungguin dia ngechat" celetuk Aska tersenyum devil.


"Diem lo"


Galkar langsung pergi keluar dari markas.


"S*tann, mau taro dimana muka guee" batin Galkar meraung.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


__ADS_2